Rahasia Umur Panjang dari Negeri Sakura: Mengenal Natto dan Segudang Manfaatnya bagi Tubuh

Siti Maemunah | ZonaKabar
12 Jun 2026, 09:40 WIB
Rahasia Umur Panjang dari Negeri Sakura: Mengenal Natto dan Segudang Manfaatnya bagi Tubuh

ZonaKabar — Jepang telah lama menjadi pusat perhatian dunia ketika berbicara mengenai umur panjang. Negeri Matahari Terbit ini secara konsisten menduduki peringkat lima besar negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Dari sekian banyak faktor yang berkontribusi, pola makan masyarakatnya sering kali dianggap sebagai kunci utama di balik vitalitas para penduduknya yang tetap bugar meski telah memasuki usia senja. Salah satu menu yang hampir selalu menghiasi meja makan di pagi hari adalah sejenis kacang kedelai fermentasi yang dikenal dengan nama natto.

Meski memiliki aroma yang sangat tajam dan tekstur lengket yang mungkin terasa asing bagi lidah sebagian orang, natto menyimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat; konsumsi natto telah mendarah daging dalam kebudayaan masyarakat Jepang bagian timur selama berabad-abad. Bagi mereka, ini adalah investasi kesehatan jangka panjang yang memberikan dukungan penuh bagi sistem pencernaan, kekuatan tulang, hingga menjaga kesehatan jantung agar tetap prima dalam menjalani gaya hidup sehat.

Baca Juga Ramalan Zodiak 9 Mei: Peluang Emas Virgo dan Strategi Penting untuk Cancer serta Leo dalam Menghadapi Dinamika Hidup
Ramalan Zodiak 9 Mei: Peluang Emas Virgo dan Strategi Penting untuk Cancer serta Leo dalam Menghadapi Dinamika Hidup

Akar Sejarah: Legenda Kecelakaan yang Membawa Berkah

Sejarah kemunculan natto di Jepang diwarnai dengan kisah-kisah legendaris yang menarik. Konon, makanan ini ditemukan secara tidak sengaja oleh para prajurit samurai yang dipimpin oleh Jenderal Minamoto no Yoshiie pada abad ke-11. Saat itu, dalam sebuah perjalanan mendadak, para prajurit harus segera berkemas dan membungkus kacang kedelai rebus yang masih panas ke dalam wadah yang terbuat dari jerami padi.

Tanpa mereka sadari, jerami padi tersebut mengandung bakteri alami yang dikenal sebagai Bacillus subtilis. Suhu panas dari kedelai dan kelembapan di dalam bungkusan jerami menciptakan lingkungan sempurna bagi bakteri tersebut untuk melakukan proses fermentasi. Ketika bungkusan dibuka beberapa hari kemudian, kacang kedelai telah berubah menjadi berlendir dan beraroma kuat. Namun, alih-alih membuangnya, para prajurit justru menyukai rasa umami yang dihasilkan. Sejak saat itulah, natto mulai dikenal sebagai sumber protein penting bagi masyarakat Jepang, terutama bagi mereka yang mencari sumber protein nabati yang tahan lama.

Baca Juga Drama Air Mata Berujung Goyang Heboh: Viral Ibu Pengantin di Jember Pingsan Saat Sungkeman, Pas Sadar Langsung Pimpin Aerobik
Drama Air Mata Berujung Goyang Heboh: Viral Ibu Pengantin di Jember Pingsan Saat Sungkeman, Pas Sadar Langsung Pimpin Aerobik

Sains di Balik Fermentasi Natto

Di era modern saat ini, proses pembuatan natto telah lebih terstandarisasi, meskipun prinsip dasarnya tetap sama. Kedelai pilihan direbus hingga lunak, lalu difermentasi dengan kultur bakteri Bacillus subtilis natto selama kurang lebih 24 jam pada suhu tertentu. Proses fermentasi inilah yang mengubah profil nutrisi kedelai secara drastis.

Selama fermentasi, bakteri menghasilkan enzim-enzim yang memecah protein kompleks menjadi asam amino yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, tekstur khas berupa lendir putih yang elastis atau dikenal dengan istilah ‘neba-neba’ dalam bahasa Jepang, sebenarnya merupakan untaian asam glutamat yang sangat kaya akan nutrisi. Berdasarkan data dari United States Department of Agriculture (USDA), dalam setiap 100 gram natto, terkandung sekitar 19,4 gram protein—setara dengan kandungan protein dalam tiga butir telur. Tak hanya itu, natto juga kaya akan serat, kalsium, kalium, dan berbagai mikronutrien lainnya yang jarang ditemukan dalam makanan fermentasi lainnya.

Garda Terdepan Kesehatan Pencernaan

Sebagai makanan probiotik, natto adalah pahlawan bagi kesehatan usus. Kita tahu bahwa usus sering kali disebut sebagai ‘otak kedua’ manusia, di mana sekitar 70 hingga 80 persen sel imun tubuh berada di sana. Mengonsumsi natto secara rutin membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, yakni kumpulan bakteri baik yang bertugas melawan patogen penyebab penyakit.

Baca Juga Pesona ‘Cool Girl’ Alysa Liu: Bintang Olimpiade yang Kini Menjadi Wajah Baru Louis Vuitton
Pesona ‘Cool Girl’ Alysa Liu: Bintang Olimpiade yang Kini Menjadi Wajah Baru Louis Vuitton

Bakteri Bacillus subtilis yang terdapat dalam natto mampu bertahan melewati asam lambung yang keras dan mencapai usus dalam keadaan hidup. Di sana, mereka membantu proses pencernaan, mengurangi gejala kembung, serta mencegah konstipasi. Dengan usus yang sehat, penyerapan nutrisi dari makanan lain pun menjadi lebih optimal, yang pada akhirnya memperkuat daya tahan tubuh secara keseluruhan terhadap serangan virus dan bakteri jahat. Hal ini menjadikan natto sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan pencernaan setiap harinya.

Pelindung Jantung dan Tulang yang Tangguh

Salah satu keunggulan natto yang paling menonjol secara medis adalah kandungan Vitamin K2 dan enzim unik bernama Nattokinase. Vitamin K2 memainkan peran krusial dalam metabolisme kalsium. Berbeda dengan Vitamin K1 yang banyak ditemukan pada sayuran hijau untuk pembekuan darah, Vitamin K2 berfungsi untuk mengarahkan kalsium langsung ke tulang dan gigi, sekaligus mencegah kalsium menumpuk di dinding arteri yang bisa menyebabkan penyumbatan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa wanita perimenopause di Jepang yang rutin mengonsumsi natto memiliki risiko patah tulang akibat osteoporosis yang jauh lebih rendah. Sementara itu, enzim Nattokinase telah lama diteliti kemampuannya dalam membantu mengencerkan gumpalan darah secara alami. Hal ini memberikan perlindungan ekstra terhadap risiko penyakit kardiovaskular, serangan jantung, hingga stroke. Bagi Anda yang peduli dengan kesehatan jantung, memasukkan natto ke dalam daftar belanjaan mungkin adalah langkah bijak.

Baca Juga Revolusi Radikal di Balik Swatch x Audemars Piguet ‘Royal Pop’: Ketika Ikon Kemewahan Menjadi Karya Seni Pop-Art
Revolusi Radikal di Balik Swatch x Audemars Piguet ‘Royal Pop’: Ketika Ikon Kemewahan Menjadi Karya Seni Pop-Art

Seni Menikmati Natto: Dari Tradisional hingga Modern

Bagi pemula, menyantap natto mungkin memerlukan sedikit keberanian. Aroma yang sering dibanding-bandingkan dengan keju tua yang menyengat dan tekstur yang sangat lengket sering kali menjadi tantangan tersendiri. Namun, masyarakat Jepang memiliki seni tersendiri dalam menyajikannya agar terasa sangat lezat.

Langkah pertama yang krusial adalah mengaduk natto sebanyak mungkin hingga terbentuk serat-serat putih yang kental dan elastis. Semakin banyak diaduk, teksturnya akan semakin lembut dan rasanya akan semakin keluar. Biasanya, natto disajikan di atas semangkuk nasi hangat dan dicampur dengan kecap asin (shoyu), mustard pedas (karashi), dan irisan daun bawang segar. Beberapa orang juga gemar menambahkan kuning telur mentah untuk memberikan sensasi creamy yang mewah.

Tak hanya terbatas pada nasi, kreativitas kuliner Jepang membawa natto ke level yang lebih luas. Kini, natto sering dijadikan isian sushi (nattomaki), dicampurkan ke dalam sup miso, atau bahkan dijadikan topping untuk mi udon dan pasta. Di media sosial, natto sempat menjadi tren viral karena tantangan mencicipinya, namun di balik itu semua, banyak orang mulai menyadari bahwa manfaat kesehatannya jauh lebih besar daripada tantangan aromanya. Ini adalah bentuk nyata dari diet seimbang yang mengutamakan kepadatan nutrisi di atas segalanya.

Baca Juga Sulap Gang Sempit Menjadi Venue Mewah Bak Hotel Bintang Lima: Kreativitas Tanpa Batas di Tegalluar Bandung
Sulap Gang Sempit Menjadi Venue Mewah Bak Hotel Bintang Lima: Kreativitas Tanpa Batas di Tegalluar Bandung

Kesimpulan: Investasi Kecil untuk Hidup yang Lebih Panjang

Natto adalah bukti nyata bagaimana kearifan lokal dan proses alami fermentasi dapat menghasilkan sebuah ‘superfood’ yang luar biasa. Meskipun sederhana, kacang kedelai fermentasi ini membawa paket lengkap nutrisi mulai dari protein tinggi, probiotik ramah usus, hingga enzim pelindung jantung. Mengadopsi kebiasaan masyarakat Jepang dalam mengonsumsi natto bisa menjadi langkah awal bagi kita untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan tubuh yang lebih kuat di masa depan.

Pada akhirnya, kesehatan adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Dengan memperhatikan apa yang kita konsumsi setiap pagi, kita memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan regenerasi dan berfungsi secara maksimal. Apakah Anda tertarik untuk mencoba tantangan ‘neba-neba’ ini demi kesehatan jangka panjang? Mulailah dengan porsi kecil dan rasakan sendiri bagaimana keajaiban fermentasi bekerja dalam tubuh Anda.

Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *