Cinta di Garis Finish: Kisah Haru Pelari Lamar Kekasih Usai Taklukkan 42K di Jakim 2026
ZonaKabar — Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta tidak hanya menjadi saksi bisu bagi ketangguhan fisik ribuan pelari dalam ajang Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Di balik deru napas dan tetesan keringat para atlet, sebuah momen emosional yang melampaui batas ketahanan fisik pecah di garis finish. Seorang pria memilih momen puncak kelelahan kekasihnya untuk mengikat janji suci, mengubah lintasan lari menjadi altar romantis yang disaksikan oleh ribuan pasang mata.
Kejadian ini mendadak menjadi buah bibir di jagat maya setelah video singkat yang memperlihatkan aksi pelamaran tersebut viral. Bukan sekadar perayaan atas keberhasilan menyelesaikan rute Full Marathon sejauh 42 kilometer, momen ini menjadi simbol ketahanan cinta yang sejalan dengan semangat olahraga lari itu sendiri. Keberanian sang pria untuk bersimpuh di tengah kerumunan atlet dan ofisial menciptakan suasana magis yang jarang ditemukan dalam event olahraga berskala internasional.
Kejutan Tak Terduga di Jantung Stadion GBK
Suasana riuh rendah penonton di tribun Stadion Utama GBK mendadak berubah menjadi sorak-sorai penuh haru ketika seorang pelari pria tampak menunggu dengan gelisah di dekat garis finish. Begitu sosok wanita yang dinantinya muncul dan melewati garis akhir dengan sisa-sisa tenaga, pria tersebut tidak memberikan air mineral atau handuk seperti biasanya. Sebaliknya, ia berlutut, membuka sebuah kotak kecil berisi cincin, dan menanyakan pertanyaan paling krusial dalam hidupnya.
Wanita yang mengenakan hijab dan kaos olahraga senada tersebut tampak mematung. Rasa lelah setelah berlari puluhan kilometer seolah menguap begitu saja, digantikan oleh ekspresi tidak percaya yang disusul dengan tangis bahagia. Dengan napas yang masih tersenggal, ia menutup mulutnya, mencoba mencerna kejutan besar yang hadir tepat setelah ia menuntaskan tantangan fisik terberatnya tahun ini. Jawaban yang dinanti pun tiba: ia menerima lamaran tersebut diiringi tepuk tangan meriah dari para pelari lain dan penonton yang hadir.
Viral di Media Sosial: Fenomena ‘When Ya’ di Kalangan Netizen
Momen manis ini pertama kali mencuri perhatian publik melalui unggahan akun Instagram @edho_budiman, yang merupakan pembawa acara atau MC Finisher dalam ajang tersebut. Dalam keterangan unggahannya, Edho menuliskan, “And she say YES!!! Tim When yaaaaa silahkan berdoa 🙏,” sebuah kalimat yang langsung memicu reaksi berantai dari para peselancar dunia maya. Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton lebih dari 1,1 juta kali, menjadikannya salah satu kisah viral yang paling banyak dibicarakan di awal tahun 2026.
Kolom komentar pun dibanjiri oleh berbagai reaksi unik dari netizen. Banyak yang merasa iri sekaligus terinspirasi oleh cara unik sang pria melamar kekasihnya. Akun @annisaautrujah misalnya, menuliskan kegelisahannya dengan berkomentar, “Ahh lagi lagi kita bagian ‘when ya when ya?’ 😌,” merujuk pada tren netizen yang mempertanyakan kapan giliran mereka mendapatkan momen romantis serupa. Sementara itu, akun lain seperti @vondear menyoroti betapa lucunya ekspresi sang wanita yang mungkin belum sepenuhnya sadar karena baru saja menyelesaikan lari marathon yang sangat menguras energi.
Dibalik Layar: Perencanaan Matang M. Rajib Farieztu
Redaksi ZonaKabar menelusuri lebih dalam mengenai sosok di balik aksi romantis ini. Pria tersebut adalah M. Rajib Farieztu, seorang pemuda berusia 29 tahun yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kejaksaan asal Palembang, Sumatra Selatan. Rajib mengungkapkan bahwa aksi melamar Dina Agustiana Hulujannah (30 tahun) bukanlah sebuah tindakan spontanitas belaka, melainkan sebuah rencana besar yang telah disusunnya dengan sangat detail sejak lama.
“Niat ini sebenarnya sudah saya siapkan dari bulan November 2025. Saya ingin memberikan momen yang tidak akan pernah ia lupakan dalam hidupnya, dan event Jakim 2026 di GBK terasa seperti tempat yang paling tepat untuk merayakan perjuangan kami berdua,” ungkap Rajib saat diwawancarai. Baginya, memilih lokasi bersejarah seperti GBK dan disaksikan oleh ribuan orang memberikan beban emosional yang positif bagi hubungan mereka ke depan.
Strategi ‘Half’ dan ‘Full’ Marathon demi Momen Sempurna
Salah satu aspek menarik dari perencanaan Rajib adalah strategi teknis yang ia gunakan agar bisa berada di garis finish sebelum Dina tiba. Karena Dina mengikuti kategori Full Marathon (42K) yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama, Rajib memutuskan untuk mendaftar di kategori Half Marathon (21K). Dengan demikian, ia memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan larinya lebih awal, memulihkan tenaga sejenak, dan bersiap dengan segala atribut lamarannya di area finish.
“Saya sengaja ikut yang Half Marathon agar saya bisa menunggu dia di garis finish dengan kondisi yang lebih siap. Saya ingin menjadi orang pertama yang ia lihat setelah dia menuntaskan 42 kilometernya. Rasanya luar biasa melihat dia sukses finish, dan kebahagiaan itu berlipat ganda ketika rencana lamaran ini berjalan lancar,” tambah Rajib dengan nada bangga. Strategi ini terbukti ampuh menciptakan efek kejutan yang maksimal bagi Dina.
Kolaborasi dengan Penyelenggara Jakim 2026
Kesuksesan aksi lamaran ini juga tidak lepas dari bantuan dan koordinasi yang baik dengan pihak penyelenggara BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Edy Supriyadi Budiman, atau yang akrab disapa Edho Budiman, menjelaskan bahwa Rajib telah menghubungi tim panitia jauh-jauh hari untuk meminta izin dan bantuan teknis. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa aksi romantis tersebut tidak mengganggu jalannya perlombaan bagi atlet profesional maupun pelari lainnya.
“Mas Rajib sangat kooperatif. Kami berkoordinasi dengan tim marshal di area finish untuk memastikan jalurnya aman. Saat Dina masuk ke garis finish, tim marshal sudah siap mengarahkan sehingga prosesi lamaran bisa berlangsung dengan lancar di spot yang sudah ditentukan tanpa menghambat pelari yang baru masuk. Sebagai MC, saya bertugas membangun atmosfer agar momen itu terasa semakin spesial bagi mereka dan juga bagi penonton di tribun,” jelas Edho.
Menuju Pelaminan di Akhir Tahun 2026
Setelah momen lamaran romantis yang menghebohkan publik tersebut, pasangan pelari asal Palembang ini kini tengah mempersiapkan langkah besar berikutnya. Rajib dan Dina berencana untuk meresmikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan pada bulan Desember 2026 mendatang. Dukungan dan doa dari netizen yang tak henti-hentinya mengalir menjadi modal semangat tambahan bagi keduanya dalam membangun mahligai rumah tangga.
Kisah Rajib dan Dina memberikan perspektif baru bahwa hobi olahraga lari tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan asmara. Ketangguhan mental yang diasah di lintasan lari seolah menjadi cerminan dari komitmen yang mereka bangun. Bagi Anda yang juga ingin mencari inspirasi seputar gaya hidup dan tips kesehatan, kisah ini membuktikan bahwa pencapaian terbesar seringkali ditemukan di akhir sebuah perjuangan yang panjang.
Momen di Jakim 2026 ini akan selalu dikenang sebagai salah satu garis finish paling manis dalam sejarah marathon di Indonesia. Sebuah bukti nyata bahwa di antara deretan medali dan catatan waktu, ada cinta yang tetap menjadi pemenang utamanya.