Sisingaan Viral di Pernikahan Subang: Harmoni Tradisi dan Modernitas yang Memukau Jagat Maya

Siti Maemunah | ZonaKabar
01 Mei 2026, 15:46 WIB
Sisingaan Viral di Pernikahan Subang: Harmoni Tradisi dan Modernitas yang Memukau Jagat Maya

ZonaKabar Di tengah gempuran tren pernikahan bergaya internasional yang minimalis dan serba modern, sebuah momentum istimewa di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak menjadi buah bibir. Bukan karena kemewahan dekorasi kristalnya, melainkan karena keberanian sepasang pengantin untuk menjunjung tinggi warisan leluhur. Dengan penuh kebanggaan, mereka menghidupkan kembali denyut kesenian tradisional dalam sebuah prosesi sakral yang tak terlupakan.

Baru-baru ini, jagat media sosial TikTok dihebohkan oleh unggahan yang menampilkan kemeriahan pesta pernikahan viral. Sepasang pengantin tampak diarak bukan dengan mobil mewah, melainkan duduk gagah di atas punggung boneka singa yang menari-nari. Inilah Sisingaan, sebuah ikon budaya asli Subang yang kini naik kelas dan menjadi pusat perhatian jutaan pasang mata di dunia maya.

Kemeriahan Tradisi Sisingaan di Hari Bahagia

Momen yang penuh dengan aura kegembiraan ini pertama kali dibagikan oleh akun TikTok @akunkitaaja25. Video tersebut memperlihatkan bagaimana sang pengantin pria dan wanita tampak menikmati setiap goyangan dari para penari yang menggotong mereka. Dengan iringan musik perkusi yang dinamis, suasana menuju pelaminan terasa begitu hidup dan penuh energi.

Baca Juga Ramalan Zodiak 6 Mei: Langkah Strategis Capricorn di Puncak Kejayaan dan Navigasi Emosi Aquarius-Pisces
Ramalan Zodiak 6 Mei: Langkah Strategis Capricorn di Puncak Kejayaan dan Navigasi Emosi Aquarius-Pisces

“Baru bisa upload hihi Wedding 25.05.2025 😍 @rifkimawarrr_di @fitriap__ #weddingday #sisingaan,” tulis pemilik akun dalam keterangan videonya yang kemudian dibanjiri oleh ribuan komentar. Hingga saat ini, video berdurasi singkat tersebut telah ditonton lebih dari 2,1 juta kali, sebuah angka yang fantastis untuk konten bertema budaya lokal.

Dua patung singa yang menjadi tunggangan sang pengantin tampil begitu mencolok. Dominasi warna kuning cerah pada tubuh singa berpadu apik dengan riasan wajahnya yang ekspresif. Mulut singa yang terbuka lebar, memperlihatkan taring-taring tajam berwarna merah putih, seolah-olah menyuarakan semangat dan keberanian. Bulu-bulu sintetis yang lebat dan mata yang melotot memberikan kesan artistik sekaligus magis dalam arak-arakan tersebut.

Di Balik Layar: Cerita Fitri Aprianti dan Muhamad Rifki Mawardi

Sosok di balik momen viral ini adalah Fitri Aprianti, seorang wanita berusia 26 tahun asli Subang. Bersama sang suami, Muhamad Rifki Mawardi, Fitri sepakat untuk menyisipkan elemen tradisional dalam pernikahan mereka. Kepada tim redaksi, Fitri menceritakan bahwa penggunaan tradisi Sisingaan bukan sekadar untuk gaya-gayaan, melainkan bentuk penghormatan terhadap identitas mereka sebagai warga Jawa Barat.

Baca Juga Kontroversi ‘Jeans’ Bhavitha Mandava di MET Gala 2026: Chanel Akhirnya Buka Suara Mengenai Tuduhan Rasisme
Kontroversi ‘Jeans’ Bhavitha Mandava di MET Gala 2026: Chanel Akhirnya Buka Suara Mengenai Tuduhan Rasisme

“Jadi itu video kita naik singa setelah akad nikah. Prosesinya memang hanya dari depan pintu masuk menuju ke depan pelaminan saja,” ungkap Fitri saat dikonfirmasi mengenai detail acaranya. Meski singkat, namun efek visual dan emosional yang dihasilkan sangat luar biasa. Fitri dan Rifki berhasil menciptakan memori yang membekas tidak hanya bagi mereka sendiri, tapi juga bagi para tamu undangan.

Acara tersebut digelar pada 5 Mei 2025 di Grant House Subang, sebuah lokasi yang cukup populer di kawasan tersebut. Meskipun inti dari arak-arakan adalah Sisingaan yang tradisional, Fitri menegaskan bahwa konsep besar pernikahannya tetap memadukan unsur modern. Hal ini terlihat dari dekorasi pelaminan dan durasi acara yang berlangsung dari siang hingga malam hari.

Menyelami Filosofi Sisingaan: Lebih dari Sekadar Hiburan

Sebagai informasi tambahan bagi pembaca yang mungkin belum familiar, Sisingaan merupakan kesenian khas dari Kabupaten Subang. Secara historis, kesenian ini lahir sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap penjajahan. Boneka singa yang ditunggangi melambangkan penguasa atau penjajah yang bisa dikendalikan oleh rakyat kecil (penari yang menggotong).

Baca Juga Dedikasi Tanpa Batas Park Bo Young di ‘Gold Land’: Transformasi Drastis, Diet Ketat, hingga Tampil Tanpa Riasan
Dedikasi Tanpa Batas Park Bo Young di ‘Gold Land’: Transformasi Drastis, Diet Ketat, hingga Tampil Tanpa Riasan

Dalam konteks modern seperti pernikahan, makna Sisingaan bergeser menjadi simbol kegembiraan, kemenangan, dan doa agar pasangan pengantin kuat dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Memasukkan unsur ini ke dalam adat Sunda di acara pernikahan modern adalah sebuah langkah cerdas untuk menjaga relevansi budaya di mata generasi muda.

Visualisasi pengantin yang berada di atas Sisingaan menciptakan narasi bahwa mereka adalah ‘raja dan ratu sehari’ yang sesungguhnya, yang dijunjung tinggi oleh masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Suasana riuh rendah tabuhan kendang, gong, dan terompet Sunda memberikan nuansa sakral sekaligus meriah yang tidak bisa didapatkan dari musik digital modern.

Respon Warganet: Antara Decak Kagum dan Rasa Iri yang Positif

Tidak butuh waktu lama bagi video ini untuk menuai beragam reaksi. Banyak warganet yang merasa terinspirasi, namun tidak sedikit pula yang merasa menyesal karena tidak melakukan hal serupa di pernikahan mereka terdahulu. Keunikan pengantin Sunda ini benar-benar memantik diskusi hangat di kolom komentar.

“Ini adat apa ges? Seru banget kayaknya,” tanya akun @nrhsnh_0¹ yang tampak penasaran dengan kebudayaan tersebut. Sementara itu, akun @Tadikagakmesra menyoroti ekspresi sang mempelai pria, “Penganten cowoknya semangat banget wkwk pasti ini momen yang sangat amat dia nantikan deh.”

Baca Juga Bukan Sekadar Janji Manis, Inilah 10 Tanda Nyata Pasangan yang Serius Membangun Masa Depan Bersamamu

Ada pula komentar menggelitik dari akun @Anisaaa yang menuliskan penyesalannya, “Nyesel ihhh waktu nikah ditawarin mamahku naik sisingaan gini aku nolak, eh sekarang sudah nikah malah pengen.” Komentar ini mencerminkan bagaimana perspektif anak muda mulai berubah, dari yang awalnya menganggap tradisi itu kuno, kini justru melihatnya sebagai sesuatu yang estetik dan punya nilai prestise tersendiri.

Pesan di Balik Viralitas: Budaya yang Tak Boleh Mati

Keberhasilan Fitri dan Rifki dalam mengemas pernikahan mereka membuktikan bahwa tradisi dan modernitas tidak harus saling meniadakan. Justru, ketika keduanya dipadukan dengan porsi yang pas, hasilnya akan menjadi sebuah karya seni yang memukau. Pernikahan di Grant House Subang ini menjadi bukti nyata bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat spesial di hati masyarakat.

Fitri sendiri mengaku perasaannya campur aduk saat melihat antusiasme publik yang begitu besar. Ada rasa bangga karena bisa memperkenalkan budaya asalnya ke kancah nasional melalui media sosial. “Mungkin banyak juga yang memakai Sisingaan, tapi saat resepsi temanya tetap modern wedding pada umumnya. Kami hanya ingin memberikan sentuhan khas Subang agar hari bahagia kami punya cerita yang berbeda,” tambahnya.

Baca Juga Pesona Internasional Syifa Hadju di Seoul: Tampil Mewah Bareng Park Seo-joon, Harga Jaketnya Setara Mobil Mewah!
Pesona Internasional Syifa Hadju di Seoul: Tampil Mewah Bareng Park Seo-joon, Harga Jaketnya Setara Mobil Mewah!

Fenomena ini diharapkan dapat memicu pasangan-pasangan lain untuk berani mengeksplorasi kekayaan budaya daerahnya masing-masing dalam setiap momen penting kehidupan. Dengan begitu, identitas bangsa tidak akan luntur tertelan zaman, melainkan terus tumbuh dan berkembang mengikuti arus modernitas tanpa kehilangan akarnya.

Kesimpulan: Inspirasi Pernikahan Masa Kini

Melalui liputan khusus ini, kita belajar bahwa keindahan sebuah pesta tidak melulu soal kemewahan materi, melainkan soal nilai dan makna yang disisipkan di dalamnya. Pasangan Fitri dan Rifki telah memberikan contoh bahwa menjadi modern bukan berarti melupakan sejarah. Sisingaan di pelaminan mereka adalah simbol kebanggaan, sukacita, dan cinta terhadap tanah kelahiran.

Selamat menempuh hidup baru untuk kedua mempelai. Semoga kisah inspiratif dari Subang ini terus mengalir dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap lestari dan dicintai oleh dunia.

Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *