Momen Haru Zahara Jolie Wisuda dari Spelman College: Mengapa Nama ‘Pitt’ Kian Terhapus dari Dinasti Jolie?
ZonaKabar — Perayaan kelulusan sering kali dianggap sebagai garis awal bagi seseorang untuk menentukan jati dirinya di dunia luar. Namun, bagi Zahara Marley Jolie, momen wisudanya dari Spelman College bukan sekadar seremoni akademik biasa. Di balik jubah toga dan senyum kebahagiaan, terselip sebuah pernyataan identitas yang kuat dan simbolik: Zahara secara resmi meninggalkan nama belakang ayahnya, Brad Pitt, saat melangkah ke panggung untuk menerima ijazah.
Kabar membahagiakan sekaligus mengejutkan ini pertama kali mencuat melalui berbagai cuplikan video yang beredar di media sosial. Zahara, putri angkat Angelina Jolie yang berasal dari Ethiopia, kini resmi menyandang gelar Bachelor of Arts setelah menyelesaikan studinya di jurusan psikologi. Spelman College, sebuah institusi bergengsi di Atlanta, Georgia, menjadi saksi bisu bagaimana gadis berusia 21 tahun itu memilih untuk dikenal dunia hanya dengan nama keluarga sang ibu.
Langkah Berani di Panggung Wisuda
Saat nama-nama wisudawan dipanggil satu per satu, suasana di gedung pertemuan tersebut mendadak menjadi perhatian publik global. Ketika giliran Zahara tiba, ia diperkenalkan sebagai “Zahara Marley Jolie”. Ketiadaan nama “Pitt” di belakang namanya seolah mengonfirmasi spekulasi yang selama ini beredar mengenai keretakan hubungan antara anak-anak Angelina Jolie dan Brad Pitt. Sebagaimana dilaporkan oleh NY Daily News, Zahara tampak sangat bangga dan percaya diri saat bersalaman dengan dekan dan jajaran pimpinan kampus.
Pilihan Zahara untuk menanggalkan nama Pitt bukanlah sebuah kebetulan yang mendadak. Ini merupakan kelanjutan dari sikap yang telah ia tunjukkan sebelumnya. Pada tahun 2023, ketika ia bergabung dengan organisasi mahasiswi Alpha Kappa Alpha (AKA), Zahara juga memperkenalkan dirinya dengan nama yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut telah matang dan menjadi bagian dari identitas barunya sebagai seorang wanita dewasa yang mandiri.
Efek Domino: Bukan Hanya Zahara yang Menjauh
Fenomena penghapusan nama belakang Pitt ini ternyata menjalar layaknya efek domino di antara saudara-saudaranya. Fenomena ini memicu banyak perbincangan di kalangan pengamat selebriti Hollywood. Zahara bukanlah orang pertama, dan kemungkinan besar bukan yang terakhir dalam keluarga tersebut yang memilih untuk menjaga jarak secara administratif maupun emosional dari sang ayah.
Maddox, putra tertua yang diadopsi dari Kamboja, dikabarkan telah memulai tren ini sejak tahun 2021. Menurut laporan dari Us Weekly, Maddox sudah lama tidak menggunakan nama Pitt dalam dokumen-dokumen non-legal. Ia lebih memilih untuk menggunakan identitas tunggal di bawah nama Jolie. Sikap Maddox ini sering kali dipandang sebagai bentuk solidaritas terhadap ibunya, mengingat ia merupakan saksi kunci dari ketegangan yang terjadi di dalam pesawat pribadi pada tahun 2016 yang memicu perceraian kedua orang tuanya.
Langkah Hukum Shiloh yang Lebih Ekstrem
Jika Zahara dan Maddox melakukannya secara sosial dan dalam dokumen non-formal, Shiloh Jolie-Pitt mengambil langkah yang jauh lebih berani dan bersifat final. Putri kandung pertama pasangan ini, yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-18, secara resmi mengajukan permohonan hukum untuk menghapus nama Pitt dari identitas legalnya.
Laporan dari Entertainment Tonight menyebutkan bahwa Shiloh bahkan menyewa pengacara pribadinya sendiri dan membiayainya dengan tabungan pribadinya demi memastikan proses hukum ini berjalan lancar. Ini adalah pernyataan kemandirian yang sangat kuat. Shiloh ingin dunia tahu bahwa keputusannya adalah murni keinginannya sendiri, tanpa paksaan atau pengaruh dari pihak manapun, termasuk dari Angelina Jolie.
Vivienne dan Sindiran di Panggung Broadway
Tak berhenti di situ, putri bungsu mereka, Vivienne, juga menunjukkan indikasi serupa. Saat ia bekerja sebagai asisten produser bersama ibunya dalam pementasan Broadway bertajuk “The Outsiders” pada awal 2024, namanya tercantum dalam Playbill pertunjukan sebagai “Vivienne Jolie”. Meski belum ada konfirmasi apakah Vivienne akan mengikuti jejak Shiloh untuk mengubah namanya secara legal, tindakan ini sudah cukup memberikan sinyal kepada publik bahwa dinamika keluarga ini telah berubah secara permanen.
Keenam anak pasangan ini—Maddox, Pax, Zahara, Shiloh, Knox, dan Vivienne—tampaknya memiliki ikatan yang sangat kuat satu sama lain dan kepada ibu mereka. Sementara itu, sosok Brad Pitt kian teralienasi dari kehidupan sehari-hari mereka. Berbagai sumber internal menyebutkan bahwa komunikasi antara Pitt dan anak-anaknya hampir tidak ada, meskipun Pitt berulang kali menyatakan keinginannya untuk memperbaiki hubungan tersebut.
Sejarah Panjang Keluarga Jolie-Pitt
Melihat kembali ke belakang, keluarga ini dulunya adalah potret keluarga internasional yang ideal. Angelina Jolie mengadopsi Maddox dari Kamboja pada tahun 2002, diikuti oleh Zahara dari Ethiopia pada tahun 2005. Brad Pitt kemudian secara resmi mengadopsi keduanya pada Desember 2005, yang menandai awal dari era “Brangelina”.
Keluarga ini terus bertumbuh dengan kelahiran Shiloh di Namibia pada 2006, adopsi Pax dari Vietnam pada 2007, dan kelahiran si kembar Knox dan Vivienne di Prancis pada 2008. Mereka adalah keluarga nomaden yang berpindah-pindah antar benua, memadukan berbagai budaya ke dalam satu rumah tangga. Namun, impian keluarga besar yang bahagia itu mulai retak setelah insiden di tahun 2016 yang berujung pada gugatan cerai.
Masa Depan Tanpa Bayang-Bayang Nama Besar
Bagi Zahara, kelulusannya dari Spelman College dengan gelar Psikologi memberikan harapan baru. Ia bukan lagi sekadar “anak Brad Pitt dan Angelina Jolie”. Ia adalah Zahara Marley Jolie, seorang sarjana yang siap berkontribusi pada masyarakat. Dengan fokus pada bidang psikologi, banyak yang memprediksi bahwa ia akan mengikuti jejak kemanusiaan ibunya, namun dengan landasan akademis yang lebih kuat.
Keputusan anak-anak ini untuk meninggalkan nama Pitt mungkin terasa pahit bagi sebagian penggemar, namun bagi mereka, ini mungkin adalah cara untuk menyembuhkan luka lama. Identitas adalah hak asasi, dan memilih nama yang merepresentasikan siapa yang benar-benar ada untuk mereka selama masa-masa sulit adalah langkah krusial dalam pertumbuhan kedewasaan mereka.
Kini, publik hanya bisa menunggu bagaimana perkembangan hubungan keluarga ini di masa depan. Apakah ada ruang untuk rekonsiliasi, ataukah nama “Pitt” akan benar-benar hilang sepenuhnya dari garis keturunan Angelina Jolie? Satu hal yang pasti, Zahara telah memulai babak barunya dengan kepala tegak, membawa nama Jolie menuju masa depan yang cerah.