Kontroversi Privilese Istana: Putri Beatrice dan Putri Eugenie Tuai Kritik Tajam Atas Fasilitas Hunian Gratis

Siti Maemunah | ZonaKabar
07 Jun 2026, 09:42 WIB
Kontroversi Privilese Istana: Putri Beatrice dan Putri Eugenie Tuai Kritik Tajam Atas Fasilitas Hunian Gratis

ZonaKabar — Di tengah perbincangan hangat mengenai efisiensi anggaran monarki modern, sorotan tajam kini mengarah pada dua putri dari York, Beatrice dan Eugenie. Laporan terbaru yang dirilis oleh National Audit Office (NAO) Inggris mengungkapkan sebuah fakta yang memicu perdebatan publik: kedua putri tersebut telah menikmati fasilitas tinggal di properti kerajaan tanpa membayar sewa pribadi selama bertahun-tahun. Hal ini menjadi paradoks yang menarik perhatian, mengingat keduanya bukanlah anggota keluarga kerajaan Inggris yang menjalankan tugas resmi atau biasa disebut sebagai working royals.

Laporan komprehensif dari badan audit tersebut membedah berbagai pengaturan tempat tinggal di lingkungan istana, termasuk bagaimana fasilitas mewah dinikmati oleh mereka yang secara administratif tidak memberikan kontribusi pada tugas-tugas kenegaraan. Munculnya laporan ini seolah membuka tabir mengenai struktur pembiayaan internal yang selama ini jarang terjamah oleh mata publik, khususnya terkait bagaimana aset negara dan aset pribadi Raja bersinggungan dalam memfasilitasi gaya hidup para bangsawan.

Bayang-bayang Skandal Sang Ayah

Putri Beatrice dan Putri Eugenie merupakan putri dari Pangeran Andrew, Duke of York. Sebagaimana diketahui, Pangeran Andrew telah kehilangan gelar kehormatan serta tugas-tugas resmi kerajaannya menyusul keterlibatannya dalam skandal seks yang berkaitan dengan sosok kontroversial Jeffrey Epstein. Kejatuhan Andrew dari struktur fungsional kerajaan secara otomatis menempatkan anak-anaknya dalam posisi yang unik sekaligus sulit secara citra publik.

Baca Juga Ketika Uang Tak Berdaya: Kisah Hermes Tolak Menjual Tas Langka Rp 1,2 Miliar kepada Kim Kardashian
Ketika Uang Tak Berdaya: Kisah Hermes Tolak Menjual Tas Langka Rp 1,2 Miliar kepada Kim Kardashian

Meskipun ayah mereka tidak lagi aktif, Beatrice dan Eugenie dilaporkan terus menerima subsidi tempat tinggal sejak era mendiang Ratu Elizabeth II. Pengaturan yang telah berlangsung lama ini kabarnya tetap dilanjutkan oleh Raja Charles III. Meski sang Raja dikabarkan menggunakan dana pribadinya melalui Duchy of Lancaster untuk menutupi biaya hunian keponakannya tersebut, isu ini tetap menjadi bola panas karena lokasi properti yang mereka tempati berada di kawasan istana kerajaan.

Biaya Operasional dan Dana Publik

Masalah mendasar yang memicu kemarahan adalah biaya perawatan dan operasional bangunan istana itu sendiri. Meskipun uang sewa mungkin dibayar secara internal oleh Raja, biaya operasional harian, keamanan, dan pemeliharaan struktur bangunan tetap didukung oleh dana publik yang disalurkan melalui Sovereign Grant. Inilah yang menjadi titik sentral kritik: mengapa publik harus menanggung biaya infrastruktur untuk individu yang memiliki karier swasta dan penghasilan pribadi yang sangat besar?

Banyak pihak menilai bahwa di tengah krisis biaya hidup yang melanda Inggris, pemandangan anggota keluarga kerajaan yang tinggal secara cuma-cuma di properti bersejarah terasa sangat melukai perasaan masyarakat umum. Penggunaan fasilitas negara oleh mereka yang tidak memiliki kewajiban publik dipandang sebagai bentuk ketidakadilan sosial yang nyata.

Baca Juga Fenomena Gengsi dan Inflasi di Korea Selatan: Uang Kondangan Rp 500 Ribu Kini Dianggap Kurang, Berapa Standar Barunya?
Fenomena Gengsi dan Inflasi di Korea Selatan: Uang Kondangan Rp 500 Ribu Kini Dianggap Kurang, Berapa Standar Barunya?

Kritik Pedas dari Kalangan Politisi

Salah satu suara yang paling lantang mengkritik situasi ini adalah Norman Baker, mantan menteri dari Partai Liberal Demokrat. Baker, yang dikenal sebagai pengamat keuangan monarki yang kritis, menyebut pengaturan ini sebagai bentuk penghinaan terhadap para pembayar pajak di Inggris. Menurutnya, tidak ada alasan logis yang membenarkan pemberian subsidi bagi individu yang memiliki kapasitas ekonomi untuk hidup mandiri.

“Sangat tidak masuk akal jika anggota keluarga kerajaan yang tidak bekerja untuk mahkota masih mendapatkan subsidi dari Duchy of Lancaster atau dana publik lainnya. Ini adalah contoh nyata bagaimana keluarga kerajaan sekali lagi memanfaatkan posisi mereka untuk keuntungan pribadi di atas pundak masyarakat,” tegas Baker dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh media terkemuka. Kritikan ini mencerminkan keresahan yang lebih luas mengenai perlunya reformasi dalam cara monarki Inggris mengelola aset-asetnya.

Gaya Hidup Mewah dan Kekayaan Pribadi

Hal lain yang memperkeruh suasana adalah fakta bahwa baik Beatrice maupun Eugenie memiliki profil ekonomi yang sangat mapan. Putri Eugenie, misalnya, diketahui membagi waktunya antara London dan sebuah rumah mewah senilai 3,6 juta poundsterling di Portugal. Sejak tahun 2018, ia menempati Ivy Cottage di kawasan Istana Kensington, sebuah hunian eksklusif yang menjadi dambaan banyak orang.

Baca Juga Revolusi Gaya Hidup Mewah: Kini Tas Hermes Birkin Bisa Disewa, Solusi Tampil Elegan Tanpa Antrean VIP
Revolusi Gaya Hidup Mewah: Kini Tas Hermes Birkin Bisa Disewa, Solusi Tampil Elegan Tanpa Antrean VIP

Sementara itu, Putri Beatrice tetap tinggal di apartemen kerajaan di Istana St James bersama suaminya, Edoardo Mapelli Mozzi. Perlu dicatat bahwa suami Beatrice adalah seorang pengusaha properti sukses yang memiliki aset luar biasa. Selain apartemen di istana, pasangan ini juga memiliki rumah mewah yang luas di kawasan bergengsi Cotswolds. Dengan portofolio kekayaan seperti itu, publik mempertanyakan urgensi pemberian fasilitas gratis di lingkungan istana.

Bukan Hanya Beatrice dan Eugenie

Laporan National Audit Office ternyata tidak hanya menyasar kedua putri York tersebut. Dokumen itu juga menyinggung posisi Pangeran dan Putri Michael dari Kent, yang merupakan sepupu mendiang Ratu Elizabeth II. Selama berpuluh-puluh tahun, mereka dilaporkan menikmati hunian mewah di Kensington Palace dengan skema subsidi yang sangat menguntungkan. Hal ini menunjukkan bahwa pola pemberian fasilitas kepada non-working royals telah menjadi praktik sistemik dalam institusi kerajaan.

Situasi ini menciptakan tekanan bagi Raja Charles III untuk segera merealisasikan visi “monarki yang ramping” (slimmed-down monarchy) yang pernah ia janjikan. Publik menuntut agar ada garis yang jelas antara mereka yang mengabdi pada negara dan mereka yang sekadar menyandang gelar tanpa tanggung jawab protokoler namun tetap menikmati privilese finansial.

Baca Juga Mengungkap Sains di Balik Retail Therapy: Mengapa Belanja Bisa Menjadi ‘Obat’ Penghilang Stres?
Mengungkap Sains di Balik Retail Therapy: Mengapa Belanja Bisa Menjadi ‘Obat’ Penghilang Stres?

Respons Buckingham Palace

Menanggapi laporan yang memicu polemik ini, juru bicara Buckingham Palace mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak istana menyatakan bahwa mereka menyambut baik laporan dari National Audit Office sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi di lingkungan kerajaan. Istana tampaknya ingin menunjukkan bahwa mereka tidak menutup diri dari kritik dan audit eksternal.

“Kami berharap temuan ini dapat membantu meluruskan, memperjelas, dan memberikan konteks yang lebih tepat terhadap sejumlah isu terkait pengelolaan properti kerajaan,” ujar perwakilan istana tersebut. Meskipun demikian, pernyataan ini belum secara eksplisit menjawab apakah kebijakan mengenai hunian gratis bagi Beatrice dan Eugenie akan segera dihentikan atau diubah di masa depan.

Menuju Era Baru Transparansi

Kasus ini menjadi ujian bagi kepemimpinan Raja Charles III dalam mengelola persepsi publik. Di satu sisi, ia ingin menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarganya, namun di sisi lain, ia harus tunduk pada tuntutan akuntabilitas modern. Keberadaan skandal kerajaan yang terus membayangi, terutama yang berkaitan dengan Pangeran Andrew, membuat setiap kebijakan finansial yang menyangkut keluarganya akan selalu diawasi dengan kacamata yang sangat kritis.

Baca Juga Ramalan Zodiak 8 Mei: Strategi Capricorn Hadapi Kritik, Kewaspadaan Aquarius, dan Seni Menanti bagi Pisces
Ramalan Zodiak 8 Mei: Strategi Capricorn Hadapi Kritik, Kewaspadaan Aquarius, dan Seni Menanti bagi Pisces

Seiring dengan berkembangnya tuntutan akan transparansi, publik kini menunggu langkah konkret dari mahkota. Apakah tradisi lama yang sarat akan hak istimewa ini akan terus dipertahankan, ataukah akan ada gelombang perubahan yang memaksa setiap anggota keluarga kerajaan untuk hidup lebih mandiri dan melepaskan ketergantungan pada fasilitas negara yang tidak seharusnya mereka dapatkan.

Penulis: Tim Redaksi ZonaKabar

Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *