Ketika Uang Tak Berdaya: Kisah Hermes Tolak Menjual Tas Langka Rp 1,2 Miliar kepada Kim Kardashian

Siti Maemunah | ZonaKabar
23 Mei 2026, 19:40 WIB
Ketika Uang Tak Berdaya: Kisah Hermes Tolak Menjual Tas Langka Rp 1,2 Miliar kepada Kim Kardashian

ZonaKabar — Dalam dunia kemewahan yang tak terbatas, nama Kim Kardashian dan Kanye West biasanya menjadi kunci pembuka bagi segala pintu eksklusivitas. Dengan kekayaan mencapai miliaran dolar dan pengaruh global yang tak tertandingi, sulit membayangkan ada pintu yang tertutup bagi mereka. Namun, sebuah fakta mengejutkan menyeruak ke permukaan: rumah mode legendaris asal Prancis, Hermes, dikabarkan pernah menolak keinginan pasangan fenomenal ini untuk memboyong salah satu koleksi tas paling langka di dunia.

Kisah ini bukan sekadar rumor media sosial, melainkan sebuah pengakuan yang datang dari lingkaran dalam industri fashion mewah. Melalui buletin terbaru berjudul ‘Back Row’ yang dikelola oleh jurnalis mode kenamaan Amy Odell, terungkap bahwa kekuatan finansial saja terkadang tidak cukup untuk menaklukkan kebijakan ketat brand yang dikenal dengan logo kereta kudanya tersebut.

Eksklusivitas yang Melampaui Angka di Rekening

Bagi orang awam, memiliki uang miliaran rupiah mungkin berarti bisa membeli apa saja. Namun, di butik Hermes, aturannya berbeda. Dalam seri ‘Retail Confessions’, Odell mewawancarai seorang mantan karyawan butik Hermes di Beverly Hills yang membeberkan rahasia di balik layar mengenai bagaimana selebriti papan atas diperlakukan. Terungkap bahwa Kim Kardashian dan Kanye West pernah mengincar sebuah Black Mini Kelly berbahan kulit alligator yang sangat prestisius.

Baca Juga Rahasia 15 Tahun Pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton: Mendobrak Tradisi Demi Kehangatan Keluarga
Rahasia 15 Tahun Pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton: Mendobrak Tradisi Demi Kehangatan Keluarga

Tas tersebut rencananya akan diberikan kepada putri sulung mereka, North West. Namun, alih-alih disambut dengan karpet merah, permintaan tersebut justru menemui jalan buntu. Penolakan ini memicu tanda tanya besar: mengapa brand sebesar Hermes berani menolak salah satu keluarga paling berpengaruh di dunia entertainment?

Dibalik Layar Kebijakan Korporat Hermes

Mantan pegawai tersebut menjelaskan bahwa untuk pelanggan dengan profil setinggi Kim Kardashian, proses transaksi tidak sesederhana mengambil barang dari rak dan membayarnya di kasir. Setiap permintaan dari sosok megabintang biasanya harus melalui persetujuan tingkat korporat. Hermes sangat protektif terhadap citra brand mereka dan bagaimana produk mereka ditampilkan di hadapan publik.

“Jika ada pelanggan dengan profil setinggi mereka, hampir bisa dipastikan mereka akan difoto oleh media saat mengenakan barang tersebut. Dan Hermes sangat selektif mengenai siapa yang terlihat menggunakan tas tertentu di depan kamera,” ujar sumber tersebut. Dalam kasus ini, tampaknya Hermes keberatan jika tas langka seharga Rp 1,2 miliar itu digunakan oleh seorang anak di bawah umur, meskipun anak tersebut adalah North West.

Baca Juga Pilar Cinta Sejati: Menelisik 6 Zodiak Paling Setia dan Romantis yang Siap Berkorban Segalanya
Pilar Cinta Sejati: Menelisik 6 Zodiak Paling Setia dan Romantis yang Siap Berkorban Segalanya

Mengapa Black Mini Kelly Alligator Begitu Istimewa?

Untuk memahami mengapa Hermes begitu protektif, kita perlu melihat objek yang diperebutkan. Black Mini Kelly berbahan kulit alligator bukan sekadar aksesoris wanita biasa. Ini adalah mahakarya kerajinan tangan yang produksinya sangat terbatas. Di pasar resale atau tangan kedua, harga tas ini bisa meroket hingga lebih dari US$75 ribu atau setara dengan Rp 1,2 miliar, jauh melampaui harga ritel aslinya.

Penggunaan kulit eksotis seperti alligator memerlukan sertifikasi internasional yang ketat (CITES) dan keahlian pengrajin tingkat tinggi yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikuasai. Bagi Hermes, tas ini adalah simbol status tertinggi, dan mereka ingin memastikan bahwa pemiliknya mencerminkan nilai-nilai yang ingin dijaga oleh perusahaan.

Strategi Citra: Kekhawatiran Akan Overexposure

Ada sebuah paradoks dalam dunia barang mewah: semakin banyak orang yang memilikinya, semakin rendah nilai prestisiusnya. Hermes memahami hal ini dengan sangat baik. Mereka menghindari apa yang disebut sebagai ‘overexposure’. Jika seorang anak berusia sangat muda terlihat menjinjing tas yang seharusnya menjadi puncak pencapaian seorang kolektor dewasa, hal itu dikhawatirkan dapat mendegradasi nilai eksklusivitas tas tersebut di mata pelanggan setia lainnya.

Baca Juga Viral Model ‘Kaki Emas’ di Met Gala: Kisah Pilu Lauren Wasser dan Bahaya Tersembunyi di Balik Tampon
Viral Model ‘Kaki Emas’ di Met Gala: Kisah Pilu Lauren Wasser dan Bahaya Tersembunyi di Balik Tampon

Meskipun tim staf butik biasanya akan berkoordinasi dengan tim hubungan masyarakat (PR) untuk memfasilitasi kebutuhan selebriti, dalam kasus Mini Kelly Alligator untuk North ini, lampu hijau tidak pernah menyala. Ini membuktikan bahwa dalam hierarki gaya hidup mewah, brand tetap memegang kendali penuh atas siapa yang berhak menjadi representasi mereka.

North West: Ikon Fashion yang Tak Terbendung

Meski pernah mengalami penolakan untuk satu item tertentu, hal itu tidak menyurutkan langkah North West untuk tampil modis. Sejak usia dini, North memang sudah akrab dengan barang-barang branded. Pada tahun 2019, saat usianya baru menginjak enam tahun, ia sempat menghebohkan publik karena terlihat menjinjing tas Birkin berwarna putih yang harganya juga mencapai ratusan juta rupiah.

Tak hanya itu, North juga menunjukkan sisi artistiknya pada tahun 2014 dengan melukis langsung di atas tas Hermes Herbag milik ibunya sebagai hadiah ulang tahun. Tindakan ini sempat memicu perdebatan di kalangan pecinta fashion, namun di sisi lain memperkuat posisi keluarga Kardashian sebagai keluarga yang tidak ragu mengekspresikan diri melalui barang branded.

Baca Juga Rahasia Pesona Abadi Shin Min Ah: Tampil Memukau di Usia 42 Saat Promosi Film ‘The Eyes’
Rahasia Pesona Abadi Shin Min Ah: Tampil Memukau di Usia 42 Saat Promosi Film ‘The Eyes’

Pelajaran dari Industri Luxury: Kelangkaan adalah Kekuatan

Insiden penolakan Hermes terhadap Kim Kardashian ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana industri barang mewah beroperasi. Kekuatan utama mereka bukanlah pada volume penjualan, melainkan pada kemampuan untuk mengatakan “tidak”. Dengan membatasi akses, bahkan kepada orang terkaya sekalipun, Hermes berhasil menjaga aura mistis dan keinginan pasar yang tak pernah padam.

Bagi Kim Kardashian, penolakan ini mungkin hanya sebuah kerikil kecil dalam perjalanan fashion-nya yang spektakuler. Namun bagi para pengamat industri, ini adalah pengingat bahwa di puncak piramida eksklusivitas, ada aturan-aturan tak tertulis yang melampaui sekadar angka-angka di saldo bank. Hermes tetap menjadi penjaga gerbang yang tak segan menunjukkan bahwa mereka lebih besar dari nama besar mana pun.

Kini, North West telah menginjak usia 12 tahun dan terus berkembang menjadi remaja yang memiliki selera fashion tajam. Dengan akses tanpa batas ke lemari pakaian sang ibu yang bernilai jutaan dolar, satu tas Mini Kelly yang tertunda mungkin bukanlah masalah besar, namun ceritanya akan tetap menjadi legenda urban yang menarik di dunia mode internasional.

Baca Juga Ramalan Zodiak 7 Mei: Cancer Perlu Fokus Ekstra, Leo Waspada Risiko Tersembunyi, dan Momentum Emas Virgo
Ramalan Zodiak 7 Mei: Cancer Perlu Fokus Ekstra, Leo Waspada Risiko Tersembunyi, dan Momentum Emas Virgo
Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *