Bongkar Mitos Healing Mahal: Psikolog Ungkap Rahasia Self-Care Berkualitas Tanpa Harus Kuras Kantong

Siti Maemunah | ZonaKabar
30 Apr 2026, 19:13 WIB
Bongkar Mitos Healing Mahal: Psikolog Ungkap Rahasia Self-Care Berkualitas Tanpa Harus Kuras Kantong

ZonaKabar — Di tengah hiruk-pikuk gaya hidup modern yang menuntut produktivitas tanpa batas, istilah healing dan self-care mendadak menjadi komoditas yang populer. Media sosial sering kali menggiring opini publik bahwa merawat diri berarti harus menginap di hotel bintang lima, terbang ke destinasi wisata eksotis, atau menghabiskan jutaan rupiah untuk sesi spa yang mewah. Namun, benarkah kesehatan mental hanya milik mereka yang berkantong tebal? Ternyata, persepsi ini adalah sebuah kekeliruan besar yang perlu segera diluruskan.

Mengapa Kita Terjebak dalam Stigma ‘Healing’ Mewah?

Fenomena konsumerisme yang berkedok kesehatan mental telah menciptakan standar baru yang cukup memberatkan. Banyak orang merasa semakin stres karena tidak mampu membiayai metode penyembuhan diri yang terlihat di layar ponsel mereka. Padahal, inti dari perawatan diri bukanlah pada seberapa besar nominal yang dikeluarkan, melainkan pada kualitas koneksi yang dibangun dengan diri sendiri. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi., dalam sebuah diskusi hangat, menyoroti bagaimana mitos ini telah mendarah daging di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang terpapar arus informasi digital secara masif.

Baca Juga Realita Pahit Cinta 4 Tahun Kalah dari Perkenalan 2 Minggu, Kisah Viral Della Jadi Pelajaran Berharga Tentang Ego dan Restu
Realita Pahit Cinta 4 Tahun Kalah dari Perkenalan 2 Minggu, Kisah Viral Della Jadi Pelajaran Berharga Tentang Ego dan Restu

Annisa menegaskan bahwa mengaitkan perawatan diri dengan pengeluaran finansial yang besar justru bisa menjadi bumerang. Alih-alih mendapatkan ketenangan, seseorang mungkin malah merasa cemas akibat pengeluaran yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, mendefinisikan ulang makna self-care menjadi sangat krusial agar setiap individu, tanpa memandang status ekonomi, dapat merasakan manfaat dari menjaga kesehatan mental mereka secara konsisten.

Kekuatan Tersembunyi di Balik ‘Rebahan’

Siapa sangka bahwa aktivitas yang sering dicap malas seperti berbaring atau ‘rebahan’ ternyata memiliki nilai terapeutik yang tinggi? Dalam perspektif psikologi, memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk benar-benar berhenti sejenak adalah bentuk penghargaan tertinggi terhadap diri sendiri. Annisa Axelta mengungkapkan bahwa banyak orang saat ini merasa bersalah ketika mereka tidak melakukan apa-apa. Rasa bersalah ini muncul karena adanya tuntutan sosial untuk selalu terlihat sibuk dan produktif.

“Dengan istirahat itu juga sudah termasuk self-care. Kita rebahan saja, kita buat me-time itu sudah termasuk,” jelas Annisa. Aktivitas sederhana ini memungkinkan sistem saraf kita untuk beralih dari mode waspada (fight-or-flight) ke mode istirahat dan cerna (rest-and-digest). Namun, ia juga memberikan catatan penting mengenai keseimbangan. Meski istirahat sangat diperlukan, durasinya harus tetap dikontrol agar tidak tergelincir menjadi perilaku prokrastinasi atau pelarian yang tidak sehat. Kuncinya adalah kesadaran penuh saat melakukan aktivitas tersebut, bukan sekadar membuang waktu tanpa tujuan.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Balik Gemerlap Catwalk: Detail Mengerikan Kematian Kristina Joksimovic di Tangan Suaminya
Tragedi Berdarah di Balik Gemerlap Catwalk: Detail Mengerikan Kematian Kristina Joksimovic di Tangan Suaminya

Filosofi Baterai: Mengisi Ulang ‘Tangki’ Energi yang Kosong

Untuk memudahkan pemahaman, Annisa mengibaratkan kondisi psikis manusia seperti sebuah baterai gawai. Sepanjang hari, kita menggunakan energi kita untuk bekerja, berinteraksi sosial, hingga menghadapi konflik. Jika terus digunakan tanpa diisi ulang, maka ‘baterai’ tersebut akan habis dan menyebabkan burnout. Di sinilah peran utama perawatan diri sebagai pengisi daya (charger) agar energi kita kembali pulih.

“Ibaratnya gelasnya kosong, kita sudah capek banget seharian, aktivitas kita padat. Nah, self-care ini kan bisa mengisi banyak tangki yang kosong ini menjadi ada isinya lagi,” tambahnya. Analogi ini menyadarkan kita bahwa gaya hidup yang sehat bukan hanya soal bekerja keras, tetapi juga soal seberapa cerdas kita mengelola cadangan energi mental kita. Tanpa adanya pengisian ulang yang rutin, performa fisik dan kualitas emosional seseorang pasti akan menurun drastis.

Variasi Self-Care Tanpa Biaya yang Bisa Anda Coba

Perawatan diri adalah spektrum yang luas dan sangat personal. Apa yang berhasil bagi satu orang, belum tentu efektif bagi orang lain. Annisa merinci beberapa pilar penting dalam perawatan diri yang bisa dilakukan secara gratis namun memberikan dampak yang luar biasa:

Baca Juga Ramalan Zodiak Cinta 6 Juni: Menjaga Api Asmara di Tengah Pasang Surut Emosi Semesta
Ramalan Zodiak Cinta 6 Juni: Menjaga Api Asmara di Tengah Pasang Surut Emosi Semesta
  • Spiritual Self-Care: Ini bukan selalu tentang ritual formal, tetapi bisa berupa meditasi, beribadah dengan khusyuk, atau sekadar merenungkan makna hidup di keheningan pagi. Aktivitas ini membantu memberikan perspektif yang lebih luas terhadap masalah yang dihadapi.
  • Mental Self-Care: Menjaga kesehatan pikiran bisa dilakukan dengan membaca buku yang inspiratif, mempelajari keterampilan baru secara mandiri melalui internet, atau membatasi paparan berita negatif dan media sosial.
  • Emotional Self-Care: Journaling atau menulis buku harian adalah metode yang sangat ampuh. Dengan menuangkan emosi ke dalam tulisan, kita dapat memvalidasi perasaan kita sendiri tanpa perlu takut dihakimi oleh orang lain.
  • Physical Self-Care: Selain tidur yang cukup, olahraga ringan seperti jalan santai di sekitar rumah atau melakukan peregangan selama 10 menit sudah cukup untuk memicu hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati.

Menetapkan Batasan Sebagai Bentuk Penghormatan Diri

Sering kali, bagian tersulit dari manajemen diri adalah berani berkata “tidak”. Menolak ajakan nongkrong saat Anda benar-benar merasa lelah, atau mematikan notifikasi pekerjaan setelah jam kantor berakhir, adalah bentuk self-care yang sangat fundamental. Kita sering kali merasa harus selalu tersedia bagi orang lain hingga lupa menyediakan waktu untuk diri sendiri.

Baca Juga Revolusi ‘Fibermaxxing’: Mengungkap Rahasia Serat untuk Umur Panjang dan Pesona Kulit yang Memukau
Revolusi ‘Fibermaxxing’: Mengungkap Rahasia Serat untuk Umur Panjang dan Pesona Kulit yang Memukau

Menetapkan batasan (boundaries) adalah langkah preventif agar tangki energi kita tidak terkuras habis oleh urusan luar yang tidak mendesak. Dengan memiliki batasan yang jelas, kita memberikan pesan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa waktu istirahat kita adalah hal yang sakral dan layak dihormati. Ini bukan bentuk keegoisan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan mental sendiri.

Kesimpulan: Ketenangan Adalah Hak Segala Bangsa

Pada akhirnya, psikologi positif mengajarkan kita bahwa kebahagiaan dan ketenangan jiwa tidak selalu berkorelasi dengan kemewahan material. Pesan dari Annisa Axelta sangat jelas: mulailah dari hal kecil, mulailah dari apa yang Anda miliki saat ini. Jangan biarkan standar semu di media sosial menghalangi Anda untuk merawat diri.

Perawatan diri yang paling efektif adalah yang dilakukan secara konsisten, bukan yang paling mahal. Apakah itu dengan rebahan tanpa gangguan, menulis di jurnal, atau sekadar menikmati segelas teh hangat di sore hari sambil memandang langit, lakukanlah dengan penuh kesadaran. Karena pada dasarnya, diri Anda adalah aset paling berharga yang Anda miliki, dan menjaganya agar tetap berenergi adalah investasi terbaik yang pernah ada.

Baca Juga Sinopsis 1911 Revolution: Mahakarya ke-100 Jackie Chan Menelusuri Runtuhnya Dinasti Qing di Bioskop Trans TV
Sinopsis 1911 Revolution: Mahakarya ke-100 Jackie Chan Menelusuri Runtuhnya Dinasti Qing di Bioskop Trans TV
Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *