Lahir Kembali di Hollywood: Dior Cruise 2027 dan Kembalinya Motif Koran yang Legendaris

Siti Maemunah | ZonaKabar
19 Mei 2026, 21:42 WIB
Lahir Kembali di Hollywood: Dior Cruise 2027 dan Kembalinya Motif Koran yang Legendaris

ZonaKabar — Di bawah pendar lampu Los Angeles yang dramatis, sejarah mode seolah berputar kembali ke titik nol. Sebuah tas yang meluncur di atas panggung peragaan busana Dior Cruise 2027 bukan sekadar aksesori biasa; ia adalah sebuah mesin waktu. Kehadirannya membangkitkan kembali memori kolektif tentang salah satu motif paling kontroversial, paling dicintai, sekaligus paling dibenci dalam sejarah rumah mode mewah asal Prancis tersebut. Hollywood, dengan segala sandiwara dan kemegahannya, menjadi latar sempurna bagi kembalinya sang ‘Newspaper Print’ atau corak koran yang legendaris.

Direktur Kreatif Jonathan Anderson, yang kini memegang kendali visi estetika Dior, memilih Los Angeles County Museum of Art (LACMA) sebagai arena untuk memamerkan koleksi Cruise perdananya. Di sini, di area David Geffen Galleries yang masih segar, Anderson menyulap suasana menjadi sebuah set film noir. Deretan mobil klasik dan tata cahaya yang tajam menciptakan atmosfer yang kental dengan narasi sinematik, sebuah penghormatan bagi kota yang menjadi pusat industri hiburan dunia tersebut.

Baca Juga Waspada! 2 Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Merusak Skin Barrier Anda: Panduan Lengkap Menjaga Wajah Tetap Glowing
Waspada! 2 Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Merusak Skin Barrier Anda: Panduan Lengkap Menjaga Wajah Tetap Glowing

Gemerlap LACMA: Panggung Sinematik di Bawah Langit Los Angeles

Pemilihan Los Angeles sebagai destinasi peragaan koleksi Dior Cruise 2027 bukan tanpa alasan yang kuat. Di balik estetika yang memukau, terdapat kalkulasi bisnis yang matang. Industri fashion global saat ini sedang menghadapi tantangan besar, terutama dengan adanya kebijakan pajak impor di Amerika Serikat yang semakin ketat. Dengan memboyong koleksi ini langsung ke hadapan publik Amerika, Dior mencoba memperkuat cengkeramannya di pasar yang sangat krusial ini.

Dior tidak sendirian dalam strategi ini. Nama-nama besar lainnya seperti Gucci dan Louis Vuitton juga telah lebih dulu memusatkan perhatian mereka ke New York City. Namun, bagi Jonathan Anderson, Los Angeles memiliki tarikan emosional yang berbeda. Hubungannya dengan Hollywood melampaui sekadar mendandani selebriti untuk karpet merah. Ia adalah seorang desainer yang memahami bahasa visual film, terbukti dari keterlibatannya dalam merancang kostum untuk film ‘Challengers’ (2024) arahan Luca Guadagnino.

“Kita berada di Hollywood, dan kami ingin membangun sesuatu yang memiliki gambaran besar, sesuatu yang berkaitan erat dengan film atau narasi visual lainnya,” ungkap Anderson dalam wawancaranya dengan Vogue. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara rumah mode dan industri film bukan lagi sekadar kontrak endorsement, melainkan sebuah model bisnis baru yang mengintegrasikan seni peran dengan seni busana secara lebih mendalam.

Baca Juga Menggali Makna di Balik Biblical Diet: Revolusi Pola Makan Kuno yang Mengguncang Media Sosial
Menggali Makna di Balik Biblical Diet: Revolusi Pola Makan Kuno yang Mengguncang Media Sosial

Nostalgia yang Memicu Debat: Mengingat Kembali Era John Galliano

Bagian paling menarik sekaligus berisiko dari koleksi ini adalah keputusan Anderson untuk menghidupkan kembali motif koran. Bagi para pemerhati mode, motif ini secara otomatis membawa ingatan pada sosok John Galliano. Sang desainer Inggris yang eksentrik tersebut memperkenalkan corak ini sebagai bagian dari koleksi siap pakai Dior Fall/Winter 2000 bertajuk ‘Fly Girl’.

Kala itu, Galliano sudah empat tahun memimpin Dior dan dikenal karena pendekatannya yang sangat teatrikal. Namun, puncak kontroversi terjadi pada Januari 2000 saat ia mempersembahkan koleksi Haute Couture di Istana Versailles. Koleksi yang ia beri nama ‘Hobo’ itu terinspirasi dari kaum tunawisma yang ia lihat saat melakukan rutinitas lari pagi di sepanjang sungai Seine di Paris. Galliano mencoba memadukan kemewahan adibusana dengan elemen-elemen kemiskinan, seperti botol wiski mini sebagai aksesori dan busana yang terlihat ‘compang-camping’.

Sentimen publik kala itu terbelah. Banyak yang menuduh Galliano mengeksploitasi penderitaan kaum marginal demi estetika borjuis. Namun, di tengah badai kritik tersebut, motif koran yang ia cetak di atas kain sutra—yang mengambil inspirasi dari halaman mode International Herald Tribune—justru menjadi fenomena budaya pop. Motif tersebut bahkan semakin ikonik setelah dikenakan oleh karakter Carrie Bradshaw dalam serial Sex and the City.

Baca Juga Sinopsis Knives Out: Misteri Kematian Sang Novelis Kaya di Bioskop Trans TV Malam Ini
Sinopsis Knives Out: Misteri Kematian Sang Novelis Kaya di Bioskop Trans TV Malam Ini

Akar Sejarah: Dari Topi Nelayan Elsa Schiaparelli hingga Tas ‘Bow’ Modern

Meskipun Galliano adalah sosok yang memopulerkan motif koran di era modern, sejarah mencatat bahwa ide ini sebenarnya berakar jauh lebih lama. Jauh sebelum Dior, desainer legendaris Elsa Schiaparelli telah mengeksplorasi motif serupa pada tahun 1935. Inspirasinya datang dari hal yang sangat sederhana: ia melihat para istri nelayan di Denmark mengenakan topi yang terbuat dari kertas koran untuk melindungi diri dari cuaca.

Schiaparelli, yang dikenal dengan gaya surealisnya, mengubah hal tersebut menjadi sebuah pernyataan mode kelas atas. Jonathan Anderson tampaknya memahami sejarah panjang ini. Dalam versi terbarunya di Dior, motif tersebut tidak lagi tampil dengan kesan ‘pemberontakan’ yang sama seperti era Galliano. Kali ini, corak koran diaplikasikan pada tas ‘Bow’, sebuah siluet baru yang diperkenalkan Anderson sejak ia menjabat tahun lalu.

Tas tersebut hadir dengan estetika yang lebih bersih, elegan, namun tetap membawa aura nostalgia yang kuat. Ini adalah bentuk penghormatan Anderson terhadap warisan masa lalu rumah mode tersebut, sekaligus caranya untuk membuktikan bahwa kontroversi masa lalu bisa diredam dan diubah menjadi sesuatu yang bernilai luhur di masa kini.

Baca Juga Ramalan Zodiak 1 Juni: Aura Keemasan Aries dan Ujian Ketangguhan Taurus di Awal Bulan
Ramalan Zodiak 1 Juni: Aura Keemasan Aries dan Ujian Ketangguhan Taurus di Awal Bulan

Sinergi Fashion dan Film: Visi Jonathan Anderson yang Melampaui Estetika

Keberanian Anderson dalam menggali arsip Dior menunjukkan kedewasaannya sebagai desainer. Ia tidak hanya ingin membuat baju yang indah, tetapi juga baju yang memiliki cerita. Dengan latar belakang Hollywood, penggunaan motif koran terasa sangat relevan sebagai simbol dari berita, ketenaran, dan skandal—tiga elemen yang menjadi bahan bakar industri hiburan.

Anderson juga menekankan pentingnya peran desainer kostum dalam membangun karakter dalam film. Baginya, pakaian adalah alat komunikasi yang paling jujur. Kehadiran koleksi Dior Cruise 2027 di LACMA menjadi simbol bahwa fashion high-end kini harus mampu bercerita lebih banyak untuk tetap relevan di tengah arus informasi yang begitu cepat.

Masa Depan Motif Koran: Apakah Ini Tren Global Berikutnya?

Menariknya, Dior bukan satu-satunya yang membawa kembali motif ini. Dalam koleksi cruise perdana Matthieu Blazy untuk Chanel yang dipentaskan beberapa waktu lalu, motif serupa juga sempat muncul dalam beberapa potongan busana. Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan pengamat tren: apakah ‘Newspaper Print’ akan menjadi tren dominan di tahun 2025?

Baca Juga Bukan Sekadar Janji Manis, Inilah 10 Tanda Nyata Pasangan yang Serius Membangun Masa Depan Bersamamu

Ada sesuatu yang puitis tentang kembalinya motif media cetak di tengah era digital yang serba instan. Ia menawarkan sentuhan fisik, sejarah, dan romantisme masa lalu yang sulit ditemukan pada layar ponsel. Bagi Dior, ini adalah langkah cerdas untuk menggaet generasi baru yang haus akan estetika vintage namun tetap menginginkan kemewahan yang eksklusif.

Koleksi Dior Cruise 2027 telah membuktikan bahwa dalam dunia mode, tidak ada yang benar-benar hilang. Semuanya hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk dilahirkan kembali. Di tangan Jonathan Anderson, kontroversi masa lalu John Galliano telah bertransformasi menjadi simbol kemewahan baru yang siap menaklukkan trotoar Hollywood dan jalanan mode dunia.

Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *