Polemik Fashion Olivia Rodrigo: Antara Estetika Retro Babydoll dan Kritik ‘Gaya Balita’

Siti Maemunah | ZonaKabar
13 Mei 2026, 09:04 WIB
Polemik Fashion Olivia Rodrigo: Antara Estetika Retro Babydoll dan Kritik 'Gaya Balita'

ZonaKabar — Dunia hiburan internasional kembali diguncang oleh perdebatan panas yang melibatkan salah satu ikon pop paling berpengaruh saat ini, Olivia Rodrigo. Penyanyi yang dikenal lewat lirik-liriknya yang emosional ini mendadak menjadi pusat perhatian, bukan karena peluncuran single barunya, melainkan karena pilihan busananya yang dianggap kontroversial oleh sebagian kalangan netizen. Penampilan terbarunya yang mengusung tema retro feminin justru memicu gelombang kritik di media sosial, di mana sang bintang dituding mengenakan pakaian yang terlalu menyerupai anak kecil atau balita.

Olivia Rodrigo, yang kini telah menginjak usia 23 tahun, sebenarnya sedang berada dalam fase transisi artistik yang sangat terencana. Untuk mendukung promosi album terbarunya yang bertajuk ‘You seem pretty sad for a girl so in love’, Olivia konsisten menampilkan estetika yang memadukan unsur nostalgia, kemanisan yang satir, dan sentuhan grunge. Salah satu elemen kunci dari citra visualnya kali ini adalah penggunaan gaun babydoll yang memiliki potongan mengembang dan detail-detail yang sangat feminin. Namun, apa yang dianggap sebagai seni oleh tim kreatifnya, ternyata ditangkap berbeda oleh mata publik yang kritis.

Baca Juga Ramalan Zodiak 26 April: Strategi Masa Depan Libra, Keberuntungan Scorpio, dan Kewaspadaan Sagitarius
Ramalan Zodiak 26 April: Strategi Masa Depan Libra, Keberuntungan Scorpio, dan Kewaspadaan Sagitarius

Panggung Barcelona yang Menjadi Pusat Sorotan

Puncak dari kontroversi ini terjadi saat Olivia tampil di acara eksklusif Spotify Billions Club di Barcelona pada Sabtu, 9 Mei 2026. Acara yang digelar untuk merayakan kemitraan antara platform streaming raksasa tersebut dengan klub sepak bola legendaris FC Barcelona ini seharusnya menjadi momen kemenangan bagi Olivia. Namun, busana yang ia kenakan justru mencuri panggung dengan alasan yang tak terduga. Malam itu, Olivia melangkah ke atas panggung dengan mengenakan atasan puff sleeve yang penuh dengan ornamen embellishment mewah hasil rancangan rumah mode Generation78.

Hal yang paling menarik perhatian—sekaligus memicu kritik—adalah fakta bahwa Olivia mengenakan atasan tersebut tanpa dipadukan dengan bawahan celana atau rok panjang, menciptakan siluet yang sangat pendek. Penampilan ini kemudian ia lengkapi dengan sepatu bot hitam tinggi dari Dr. Martens, sebuah kombinasi yang memberikan kontras tajam antara kelembutan atasan dengan ketangguhan alas kaki. Gaya ini sebenarnya merujuk langsung pada nuansa visual yang ia tampilkan dalam video musik terbarunya, ‘Drop Dead’, yang memang kental dengan fashion retro era akhir 90-an.

Baca Juga Jungkook BTS Cetak Rekor Bersejarah, Jadi Idol K-Pop Pertama di Seri Biografi Anak Amerika Serikat
Jungkook BTS Cetak Rekor Bersejarah, Jadi Idol K-Pop Pertama di Seri Biografi Anak Amerika Serikat

Gelombang Kritik di Media Sosial: ‘Baju Tidur Bayi?’

Tak butuh waktu lama bagi netizen untuk memberikan reaksi keras di platform X (dahulu Twitter) dan Instagram. Foto-foto penampilan Olivia di Barcelona tersebut dengan cepat menyebar dan dibanjiri komentar pedas. Banyak pengguna internet yang merasa bahwa tren berbusana seperti ini sudah melewati batas antara estetika dewasa dan gaya yang terlalu kekanak-kanakan. “Bisakah Olivia Rodrigo berbusana seperti bintang pop yang normal dan berhenti mencoba terlihat seperti balita?” tulis salah satu netizen yang komentarnya mendapatkan ribuan tanda suka.

Kritik tersebut tidak berhenti di situ. Beberapa komentar bahkan lebih spesifik dan tajam, menyebutkan bahwa gaun tersebut tampak seperti pakaian tidur bayi lengkap dengan penutup popok. Fenomena ini memicu diskusi yang lebih luas mengenai tren ‘infantilisasi’ para bintang pop wanita di era modern. Beberapa pengamat tren busana mulai membandingkan Olivia dengan rekan sejawatnya, Sabrina Carpenter, yang juga kerap mengenakan potongan babydoll dalam penampilan panggungnya. Netizen menyoroti adanya pola di mana penyanyi dewasa sengaja didandani dengan elemen-elemen yang identik dengan anak perempuan kecil, namun tetap mempertahankan sisi seksualitas tertentu.

Baca Juga Ramalan Zodiak 22 Mei: Energi Keberuntungan Aries dan Tantangan Disiplin Taurus di Tengah Dinamika Kosmik
Ramalan Zodiak 22 Mei: Energi Keberuntungan Aries dan Tantangan Disiplin Taurus di Tengah Dinamika Kosmik

Sejarah di Balik Gaun Babydoll: Bukan Sekadar Baju Anak

Melihat serangan yang begitu masif, para penggemar setia Olivia Rodrigo, yang dikenal dengan sebutan ‘Livies’, tidak tinggal diam. Mereka melakukan pembelaan dengan memberikan edukasi mengenai sejarah panjang di balik desain gaun babydoll. Akun penggemar populer @liviefiles menuliskan bahwa Olivia sebenarnya sedang memberikan penghormatan kepada sejarah fashion yang mendalam selama era album barunya ini. Mereka menekankan bahwa publik sering kali salah kaprah dalam mengartikan istilah ‘babydoll’.

Secara historis, gaun babydoll bukanlah pakaian yang diciptakan untuk anak-anak. Desain ini pertama kali diperkenalkan oleh desainer pakaian dalam Amerika, Sylvia Nightingale, pada tahun 1942 sebagai solusi untuk kekurangan bahan selama masa perang. Babydoll pada awalnya adalah jenis lingerie atau pakaian tidur pendek untuk wanita dewasa. Model ini kemudian berevolusi menjadi pakaian luar yang modis pada era 1960-an berkat pengaruh desainer seperti Cristobal Balenciaga, dan mencapai puncak popularitas ‘pemberontakannya’ di era 1990-an.

Di era 90-an, musisi grunge legendaris seperti Courtney Love mempopulerkan gaya yang dikenal sebagai ‘Kinderwhore’. Gaya ini justru menggunakan gaun-gaun feminin yang ‘manis’ untuk didekonstruksi dan dipadukan dengan riasan yang berantakan serta sepatu bot berat sebagai bentuk protes terhadap standar kecantikan tradisional. Inilah yang kemungkinan besar menjadi inspirasi utama bagi Olivia Rodrigo, mengingat ia adalah penggemar berat musik rock dan grunge era tersebut.

Baca Juga Strategi Jitu Mengelola Keuangan: Mengakhiri Fenomena Gaji Numpang Lewat dan Membangun Masa Depan Finansial
Strategi Jitu Mengelola Keuangan: Mengakhiri Fenomena Gaji Numpang Lewat dan Membangun Masa Depan Finansial

Evolusi Gaya Olivia Rodrigo di Era Baru

Konsistensi Olivia dalam memilih busana babydoll, pita, dan material transparan seperti sifon atau sutra bukanlah sebuah ketidaksengajaan. Ini adalah bagian dari narasi besar album ‘You seem pretty sad for a girl so in love’. Dalam industri musik modern, fashion adalah alat bercerita yang sama kuatnya dengan lirik lagu. Melalui busana yang terlihat rapuh namun dipadukan dengan sikap yang tangguh, Olivia seolah ingin menunjukkan kontradiksi dalam perasaan wanita muda yang ia tuangkan dalam karya musiknya.

Meskipun kritik terus mengalir, Olivia tampaknya belum berniat untuk mengubah arah estetikanya. Baginya, setiap helai kain yang ia kenakan di atas panggung adalah representasi dari karakter yang ia bangun. Fenomena kritik ini juga mencerminkan betapa sulitnya posisi seorang bintang pop wanita yang tumbuh besar di bawah sorotan publik. Sejak memulai kariernya di Disney, Olivia selalu berada dalam tekanan untuk tampil sempurna namun tetap sesuai dengan usianya. Kini, di usia 23 tahun, keberaniannya untuk mengeksplorasi gaya yang ‘berisiko’ menunjukkan kedewasaan artistik, meskipun publik mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk memahaminya.

Baca Juga Pesona Miley Cyrus di Hollywood Walk of Fame: Tampil Memukau dengan Gaun Vintage Versace yang Ikonik
Pesona Miley Cyrus di Hollywood Walk of Fame: Tampil Memukau dengan Gaun Vintage Versace yang Ikonik

Menatap Masa Depan Fashion Pop

Perdebatan mengenai gaun babydoll Olivia Rodrigo ini pada akhirnya membuka dialog penting tentang kebebasan berekspresi dalam fashion artis. Apakah seorang penyanyi harus selalu mengikuti standar ‘pop star normal’ seperti yang dituntut netizen, ataukah mereka berhak menggunakan tubuh dan busana mereka sebagai kanvas untuk referensi sejarah yang lebih dalam?

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, satu hal yang pasti: Olivia Rodrigo berhasil membuat semua orang membicarakannya. Di tengah persaingan industri musik yang begitu ketat, kemampuan untuk memicu diskusi budaya—baik itu positif maupun negatif—adalah sebuah kekuatan tersendiri. Bagi para pengamat mode, apa yang dilakukan Olivia adalah langkah berani untuk membawa kembali estetika subculture masa lalu ke panggung arus utama (mainstream).

Seiring dengan berjalannya tur dan promosi album barunya, publik mungkin akan melihat lebih banyak lagi eksperimen busana dari pelantun lagu ‘Vampire’ ini. Apakah ia akan terus bertahan dengan gaya babydoll yang kontroversial, atau akan bertransisi ke gaya yang lebih ‘diterima’ oleh massa? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun untuk saat ini, Olivia Rodrigo telah membuktikan bahwa ia bukan sekadar penyanyi dengan suara merdu, melainkan juga seorang provokator gaya yang mampu mengguncang tatanan standar kecantikan pop dunia.

Bagi Anda yang ingin terus mengikuti perkembangan terbaru seputar gaya hidup dan tren selebriti dunia, pastikan untuk tetap memantau informasi terkini hanya di koleksi busana dan berita hiburan kami. Fashion mungkin bisa memicu perdebatan, namun keberanian untuk tampil beda adalah esensi dari kreativitas yang sesungguhnya.

Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *