Tragedi Sound Horeg Terbakar di Pati: Getaran Bass Berganti Kobaran Api Jelang Kirab Malam 1 Suro

Aris Munandar | ZonaKabar
16 Jun 2026, 11:43 WIB
Tragedi Sound Horeg Terbakar di Pati: Getaran Bass Berganti Kobaran Api Jelang Kirab Malam 1 Suro

ZonaKabar — Perayaan malam pergantian tahun baru Islam atau yang akrab disapa Malam 1 Suro di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tahun ini menyisakan cerita pilu yang tak terduga. Alih-alih menjadi pesta budaya yang meriah dengan dentuman bass yang menggetarkan dada, sebuah unit sound horeg raksasa justru ludes dilahap si jago merah. Peristiwa yang terjadi di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil ini mendadak viral dan menjadi buah bibir di jagat maya, menyusul beredarnya video amatir yang merekam detik-detik mencekam saat api berkobar hebat di tengah persiapan kirab.

Kronologi Kejadian: Dari Cek Sound Menuju Bencana

Insiden kebakaran ini bermula ketika warga dan panitia sedang melakukan persiapan akhir untuk menyambut Malam 1 Suro. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim ZonaKabar di lapangan, pemilik perangkat pengeras suara tersebut, Mulyadi, awalnya melakukan aktivitas rutin yakni ‘cek sound’ sejak pukul 19.00 WIB. Bagi masyarakat pesisir utara Jawa, suara bass yang menggelegar adalah bagian dari prestise dan kemeriahan sebuah acara rakyat.

Namun, suasana riuh rendah itu berubah menjadi kepanikan luar biasa sekitar pukul 21.30 WIB. Lokasi kejadian yang berada di halaman sebuah gudang tepung di Desa Pasucen menjadi saksi bisu bagaimana energi listrik yang begitu besar berubah menjadi ancaman. Menurut keterangan saksi mata, sempat terdengar suara aneh sebelum api benar-benar muncul ke permukaan.

Baca Juga Fenomena ‘Hujan Lele’ di Klaten: Ribuan Ikan Tumpah Ruah Penuhi SPBU Cokro, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Total
Fenomena ‘Hujan Lele’ di Klaten: Ribuan Ikan Tumpah Ruah Penuhi SPBU Cokro, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Total

Kapolsek Trangkil, AKP Suntoro, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai kebakaran tersebut tak lama setelah api mulai membesar. “Benar, kejadiannya terjadi pada Senin malam di wilayah hukum kami. Bagian yang terbakar adalah unit mesin genset pendukung sound system tersebut,” jelasnya saat memberikan keterangan resmi.

Ledakan Besar dan Kobaran Api yang Menakutkan

Sebelum api membubung tinggi, pemilik sound sempat menyadari ada yang tidak beres dengan sistem kelistrikannya. Terdengar suara percikan kabel yang cukup tajam dari arah belakang truk pengangkut. Saat pemilik berusaha mendekat untuk memeriksa kondisi teknis, sebuah ledakan cukup besar terjadi tepat di bagian unit mesin generator (genset).

Ledakan tersebut memicu timbulnya api yang dengan cepat merambat ke bagian-bagian sensitif di dalam mesin. Dalam hitungan detik, api sudah menyelimuti mesin pembangkit listrik tersebut. Beruntung, kesigapan para pekerja dan pemilik dalam melakukan evakuasi darurat berhasil menyelamatkan komponen utama lainnya. Truk pengangkut dan tumpukan box speaker yang bernilai ratusan juta rupiah berhasil dijauhkan dari pusat api sebelum terlambat.

Baca Juga Strategi Batang Terang: Pemkab Batang Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Keamanan Melalui Proyek PJU Terintegrasi Senilai Rp153 Miliar
Strategi Batang Terang: Pemkab Batang Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Keamanan Melalui Proyek PJU Terintegrasi Senilai Rp153 Miliar

“Yang terbakar utamanya adalah genset. Berkat tindakan cepat, bagian sound dan kendaraan truk berhasil diamankan dari jilatan api,” tambah AKP Suntoro. Meskipun demikian, kerugian tetap tak terhindarkan mengingat spesifikasi genset untuk sound horeg bukanlah alat yang murah.

Upaya Pemadaman dan Kerugian Material Mencapai Ratusan Juta

Melihat kobaran api yang kian beringas, warga setempat sempat mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena api berasal dari komponen elektrikal dan bahan bakar mesin, pemadaman manual sulit dilakukan. Dua unit mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk memastikan api tidak merembet ke pemukiman warga atau gudang tepung yang berada di dekatnya.

Proses pendinginan berlangsung sekitar satu jam hingga area tersebut benar-benar dinyatakan aman. Dampak dari insiden ini sangat nyata. Mulyadi selaku pemilik harus menelan pil pahit karena rencana untuk tampil maksimal dalam kirab budaya yang dijadwalkan keesokan harinya harus terkendala.

Estimasi kerugian material yang dialami korban ditaksir mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp 275 juta. Angka ini mencakup kerusakan total pada unit genset berkapasitas besar serta beberapa kerusakan minor pada kabel-kabel instalasi profesional yang digunakan. Bagi pengusaha jasa penyewaan sound system, kerugian sebesar ini tentu merupakan pukulan telak di tengah momentum panen pesanan di bulan Suro.

Baca Juga Tragedi di Balik Kedok Agama: Ayah Pendiri Madrasah di Klaten Tega Cabuli Dua Anak Kandung
Tragedi di Balik Kedok Agama: Ayah Pendiri Madrasah di Klaten Tega Cabuli Dua Anak Kandung

Dugaan Penyebab: Masalah Arus Pendek Listrik

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Dugaan sementara mengarah pada adanya hubungan arus pendek atau korsleting pada bagian instalasi listrik genset. Penggunaan beban listrik yang maksimal dalam durasi waktu yang cukup lama diduga membuat suhu komponen meningkat drastis hingga memicu percikan api.

Fenomena sound horeg memang dikenal menggunakan daya listrik yang sangat besar untuk menghasilkan getaran suara yang maksimal. Hal ini menuntut ketersediaan daya yang stabil dan sistem pengamanan kelistrikan yang sangat ketat. Sedikit saja kelalaian atau keausan pada material kabel dapat berakibat fatal seperti yang terjadi di Desa Pasucen ini.

Mengenal Budaya Sound Horeg dan Resikonya

Bagi Anda yang mungkin belum familiar, istilah ‘Sound Horeg’ merujuk pada tren perangkat pengeras suara berskala besar yang populer di Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Pati. Sound system ini biasanya dipasang di atas truk dan dibawa berkeliling dalam acara karnaval atau kirab budaya. Karakteristik utamanya adalah dentuman bass yang sangat keras hingga mampu menggetarkan kaca bangunan dan dada manusia.

Baca Juga Panduan Lengkap Puasa Muharam 2026: Niat, Jadwal, dan Keutamaan yang Menghapus Dosa Setahun
Panduan Lengkap Puasa Muharam 2026: Niat, Jadwal, dan Keutamaan yang Menghapus Dosa Setahun

Meskipun menjadi daya tarik bagi kaum muda dan pecinta audio, tren ini bukannya tanpa risiko. Beberapa hal yang sering menjadi sorotan antara lain:

  • Beban listrik yang luar biasa tinggi yang menuntut performa genset di batas maksimal.
  • Risiko kerusakan infrastruktur bangunan akibat getaran frekuensi rendah yang ekstrem.
  • Potensi bahaya kebakaran jika sistem pendinginan mesin dan instalasi kabel tidak dirawat dengan standar profesional.
  • Gangguan pendengaran bagi masyarakat yang berada terlalu dekat dengan sumber suara.

Kasus di Trangkil ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku industri hiburan rakyat untuk selalu mengedepankan aspek keselamatan kerja (K3) di atas sekadar performa suara.

Refleksi Malam 1 Suro: Keselamatan Menjadi Utama

Malam 1 Suro sejatinya adalah momen untuk melakukan refleksi diri atau ‘tapa bisu’ bagi sebagian masyarakat Jawa, namun kini seringkali dirayakan dengan berbagai acara budaya yang lebih terbuka dan meriah. Kejadian terbakarnya sound horeg di Pati ini memberikan pelajaran berharga bahwa di balik kemeriahan perayaan, kewaspadaan tetap harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga Penyegaran Strategis di Tubuh Polres Demak: Estafet Kepemimpinan demi Transformasi Pelayanan Publik
Penyegaran Strategis di Tubuh Polres Demak: Estafet Kepemimpinan demi Transformasi Pelayanan Publik

Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam mengoperasikan peralatan elektronik berdaya besar. Pastikan seluruh peralatan telah melalui pengecekan rutin dan memiliki sistem pengaman otomatis yang berfungsi dengan baik. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh panitia acara kirab budaya lainnya untuk selalu melakukan koordinasi terkait aspek keamanan teknis guna menghindari kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.

Meski diwarnai insiden kebakaran, semangat warga di Desa Pasucen untuk merayakan tahun baru Islam tetap terjaga, meski dengan rasa prihatin atas musibah yang menimpa salah satu kru pendukung acara mereka. Semoga kejadian ini menjadi momentum untuk standarisasi keamanan yang lebih baik dalam penyelenggaraan hiburan rakyat di Tanah Air.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *