Strategi Batang Terang: Pemkab Batang Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Keamanan Melalui Proyek PJU Terintegrasi Senilai Rp153 Miliar

Aris Munandar | ZonaKabar
18 Mei 2026, 23:40 WIB
Strategi Batang Terang: Pemkab Batang Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Keamanan Melalui Proyek PJU Terintegrasi Senilai Rp15

ZonaKabar — Di tengah derap industrialisasi yang kian kencang di pesisir Jawa Tengah, Kabupaten Batang terus berbenah untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kesiapan infrastruktur dasar. Langkah nyata terbaru diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang di bawah kepemimpinan Penjabat Bupati M. Faiz Kurniawan. Dalam sebuah langkah strategis yang visioner, Pemkab Batang kini tengah menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Alat Penerangan Jalan Umum (KPBU APJU) guna menerangi seluruh pelosok daerah yang selama ini masih terbelenggu kegelapan di malam hari.

Langkah Berani Menuju Batang Terang

Penjajakan minat pasar atau market sounding yang digelar baru-baru ini bukan sekadar seremoni administratif. Acara ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menarik investasi infrastruktur yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak. Dihadiri oleh lebih dari 120 peserta yang terdiri dari raksasa investor, kontraktor berpengalaman, hingga lembaga pembiayaan (lenders), pertemuan ini menandai babak baru bagi Kabupaten Batang. Kehadiran perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kemendagri, Bappenas, hingga jajaran pimpinan DPRD menunjukkan bahwa proyek ini memiliki landasan hukum dan dukungan pusat yang sangat kuat.

Baca Juga Jejak Akulturasi dalam Gurihnya Bakwan: Sejarah Panjang dan Kumpulan Resep Gorengan Favorit Nusantara
Jejak Akulturasi dalam Gurihnya Bakwan: Sejarah Panjang dan Kumpulan Resep Gorengan Favorit Nusantara

Bupati Faiz Kurniawan menegaskan bahwa kebutuhan akan lampu penerangan jalan bukan lagi sekadar pelengkap estetika kota, melainkan kebutuhan mendesak yang berkaitan erat dengan nyawa dan kesejahteraan warga. Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi, saat ini ketersediaan PJU di Batang baru mencapai angka 37 persen, atau hanya sekitar 4.000 titik dari total kebutuhan ideal yang mencapai 13.000 titik.

Melawan Keterbatasan Anggaran dengan Inovasi

Dalam pemaparannya yang lugas, Bupati Faiz memberikan sebuah analogi yang cukup menohok mengenai urgensi penggunaan skema KPBU. Beliau menyatakan bahwa jika pemerintah daerah hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni yang hanya mampu membiayai sekitar 100 titik PJU baru per tahun, maka warga Batang harus menunggu hingga sembilan dekade untuk menikmati jalanan yang terang benderang.

“Jika setiap tahun kita hanya bisa mengadakan 100 titik PJU baru, masa masyarakat harus menunggu 90 tahun? Kita pasti akan semakin tertinggal dan masyarakat harus merasakan kondisi yang tidak aman ketika malam hari,” ujar Faiz dengan nada penuh keprihatinan sekaligus optimisme akan perubahan melalui pembangunan daerah yang inovatif. Ketertinggalan ini ingin segera dipangkas melalui program “Batang Terang” yang telah termaktub dalam RPJMD Pemda Batang 2025-2029.

Baca Juga Misteri Topeng Lionel Messi di Balik Aksi Pembobolan Rumah Mewah Bogor: Dua WNA China Tertangkap Saat Hendak Kabur
Misteri Topeng Lionel Messi di Balik Aksi Pembobolan Rumah Mewah Bogor: Dua WNA China Tertangkap Saat Hendak Kabur

Tiga Pilar Utama Urgensi PJU: Keamanan, Keselamatan, dan Ekonomi

Setidaknya ada tiga faktor krusial yang menjadi motor penggerak proyek ini. Pertama, menyangkut tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: pada tahun 2023 tercatat 500 kejadian, naik menjadi 520 pada 2024, dan diprediksi melonjak hingga mendekati 550 kejadian pada 2025 jika tidak ada intervensi pencahayaan yang memadai.

Kedua, menyangkut keamanan para pejuang ekonomi, khususnya pekerja shift malam. Seiring bertumbuhnya kawasan industri di Batang, mobilitas warga di malam hari meningkat pesat. Banyak pekerja perempuan yang harus pulang pergi saat hari sudah gelap gulita. Tanpa penerangan yang cukup, risiko tindak kriminalitas menjadi ancaman nyata bagi keamanan masyarakat dan kenyamanan warga dalam mencari nafkah.

Ketiga, adalah pemberdayaan ekonomi malam hari atau night economy. Minimnya lampu jalan membatasi aktivitas ekonomi rakyat kecil. Dengan jalanan yang terang, ekosistem usaha di sekitar pabrik atau jalan utama dapat tumbuh subur. Warung-warung makan, jasa transportasi, hingga UMKM lokal diprediksi akan lebih hidup karena merasa aman beroperasi hingga larut malam. Bupati mencontohkan bagaimana operasional pabrik yang berjalan dalam tiga shift akan membawa dampak berantai (multiplier effect) bagi pendapatan masyarakat sekitar.

Baca Juga Skandal Gelap di Balik Jeruji Suci: Eks Santri Bongkar Doktrin ‘Halal’ Pengasuh Ponpes Cabul di Pati
Skandal Gelap di Balik Jeruji Suci: Eks Santri Bongkar Doktrin ‘Halal’ Pengasuh Ponpes Cabul di Pati

Integrasi Teknologi Smart City: Bukan Sekadar Lampu Biasa

Proyek KPBU APJU ini direncanakan tidak hanya memasang lampu jalan konvensional. Sebanyak 9.387 lampu akan disebar di titik-titik krusial mulai dari jalan nasional (Pantura), jalan provinsi, hingga jalan kabupaten sepanjang 8.500 meter. Menariknya, infrastruktur ini akan diintegrasikan dengan teknologi masa depan. ZonaKabar mencatat adanya rencana pemasangan 150 titik CCTV pemantau yang akan terhubung secara terpusat.

Tak berhenti di situ, sensor udara dan sensor banjir juga akan disematkan pada tiang-tiang PJU tersebut, menjadikan Batang selangkah lebih maju menuju konsep smart city. Hal ini bertujuan untuk memberikan deteksi dini terhadap potensi bencana dan memantau kualitas lingkungan secara real-time, yang tentunya menjadi nilai tambah luar biasa bagi para calon investor yang melirik Batang sebagai tujuan investasi.

Detail Teknis dan Skema Pengembalian Investasi

Kepala Baperrida Batang, Bagus Pambudi, menjelaskan secara mendalam bahwa proyek berskala besar ini memiliki nilai belanja modal atau biaya konstruksi mencapai Rp 153 miliar, dengan estimasi biaya operasional rutin sebesar Rp 3,4 miliar per tahun. Untuk membiayai ini tanpa membebani kas daerah secara mendadak, digunakanlah skema Availability Payment (Pembayaran Ketersediaan Layanan).

Baca Juga Misteri Sate Kiriman di Boyolali: Dari Kematian Mendadak Aminah hingga Teka-teki Lima Bangkai Ayam
Misteri Sate Kiriman di Boyolali: Dari Kematian Mendadak Aminah hingga Teka-teki Lima Bangkai Ayam

Dalam skema ini, badan usaha pemenang lelang akan membangun dan memelihara seluruh infrastruktur PJU selama masa konsesi 10,5 tahun (6 bulan konstruksi dan 10 tahun pemeliharaan). Pemerintah kemudian akan membayar secara berkala berdasarkan kualitas layanan yang diberikan. Ini menjamin bahwa lampu akan selalu menyala dan terpelihara dengan baik, karena jika layanan menurun, pembayaran kepada pihak swasta pun akan disesuaikan.

Timeline Pelaksanaan: Menuju Realisasi di Tahun 2026

Bagi masyarakat yang sudah tidak sabar menunggu perubahan ini, Bagus Pambudi memberikan gambaran lini masa yang jelas. Pengumuman lelang proyek APJU ditargetkan dimulai pada Juli 2026. Selanjutnya, penetapan pemenang dan penandatanganan kerja sama diproyeksikan terjadi pada November 2026.

Konstruksi fisik diharapkan bisa dipacu mulai Desember 2026 secara bertahap. Target ambisius pun ditetapkan: 50 persen titik lampu yang menjadi ruang lingkup KPBU harus sudah menyala pada April 2027, dan sisa 50 persen lainnya ditargetkan tuntas pada Juli 2027. Dengan jadwal yang terukur ini, Pemkab Batang menunjukkan komitmen kuat dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur.

Kesimpulan: Harapan Baru di Bawah Cahaya PJU

Melalui inisiatif besar ini, Kabupaten Batang sedang menuliskan sejarah baru dalam tata kelola infrastruktur daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta menjadi kunci untuk mendobrak keterbatasan yang selama ini menghambat potensi daerah. Proyek KPBU APJU ini bukan hanya tentang memasang bohlam lampu di pinggir jalan, melainkan tentang membangun rasa aman, menyelamatkan nyawa di jalan raya, dan menyediakan panggung yang lebih layak bagi ekonomi rakyat untuk terus berputar tanpa mengenal waktu.

Baca Juga Mengapa Bangkai Kucing Jarang Ditemukan? Menguak Misteri di Balik Perilaku ‘Menghilang’ Saat Ajal Menjemput
Mengapa Bangkai Kucing Jarang Ditemukan? Menguak Misteri di Balik Perilaku ‘Menghilang’ Saat Ajal Menjemput

Dengan dukungan penuh dari berbagai kementerian dan antusiasme tinggi dari para pelaku usaha, impian mewujudkan “Batang Terang” bukan lagi sekadar janji politik di atas kertas, melainkan sebuah realitas yang tengah diperjuangkan untuk masa depan Batang yang lebih cerah, maju, dan berdaya saing global.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *