Tragedi di Aliran Sungai Babadan Klaten: Misteri Hilangnya Kakek PM Berakhir Pilu di Tepian Dengkeng

Aris Munandar | ZonaKabar
07 Jun 2026, 09:42 WIB
Tragedi di Aliran Sungai Babadan Klaten: Misteri Hilangnya Kakek PM Berakhir Pilu di Tepian Dengkeng

ZonaKabar — Suasana sunyi yang menyelimuti kawasan Sungai Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, mendadak pecah oleh kabar memilukan pada Minggu dini hari. Seorang lansia berinisial PM (80), warga Dukuh Ngrendeng, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jasad sang kakek ditemukan mengapung di aliran Sungai Dengkeng, mengakhiri pencarian pihak keluarga yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Peristiwa penemuan mayat ini menambah deretan kejadian tragis di wilayah perairan Kabupaten Klaten. Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar sungai pada jam yang tidak biasa, memicu respons cepat dari tim relawan gabungan dan pihak kepolisian setempat yang langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi di tengah kegelapan malam.

Detik-Detik Penemuan di Tengah Kegelapan Malam

Kejadian bermula ketika seorang warga yang tengah menghabiskan waktu dengan memancing di tepian Sungai Babadan dikejutkan oleh sesosok benda yang mengapung di permukaan air sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah memastikan bahwa objek tersebut adalah tubuh manusia, saksi mata segera melaporkan temuannya kepada perangkat desa setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Karangdowo dan markas relawan.

Baca Juga Tragedi Maut di Randugarut: Truk Hantam Halte BRT Semarang Hingga Hancur, Satu Penumpang Tewas di Lokasi
Tragedi Maut di Randugarut: Truk Hantam Halte BRT Semarang Hingga Hancur, Satu Penumpang Tewas di Lokasi

Koordinator Relawan Karangdowo (Rekad), M. Husni Thamrin, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan tersebut tepat pada tengah malam menjelang pagi. “Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 01.00 WIB. Tanpa menunda waktu, bersama personel Polsek, relawan gabungan, dan dibantu warga sekitar, kami segera melakukan proses evakuasi,” ujar Husni saat memberikan keterangan kepada media pada Minggu pagi.

Kondisi medan yang gelap dan tepian sungai yang licin menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun, berkat koordinasi yang solid, jasad korban berhasil diangkat ke daratan untuk menjalani pemeriksaan awal. Berdasarkan pengamatan fisik di lokasi, korban diduga kuat sudah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.

Evakuasi Dramatis dan Kondisi Korban

Proses pengangkatan jenazah dari Sungai Dengkeng berlangsung cukup dramatis. Dengan menggunakan peralatan keselamatan standar, para relawan harus berhati-hati mengingat kondisi jenazah yang mulai mengalami dekomposisi akibat terendam air dalam waktu yang cukup lama. Husni Thamrin menjelaskan bahwa posisi mayat saat ditemukan memang sudah mengapung sepenuhnya.

Baca Juga Komplotan WNA ‘Gendam’ Teror Klaten: Modus Tukar Uang, Perhiasan Belasan Juta Raib dalam Sekejap
Komplotan WNA ‘Gendam’ Teror Klaten: Modus Tukar Uang, Perhiasan Belasan Juta Raib dalam Sekejap

“Posisinya mayat mengapung. Berdasarkan indikasi fisik, kemungkinan besar korban sudah berada di air selama lebih dari tiga hari,” tambah Husni. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban terjatuh ke sungai tak lama setelah dilaporkan menghilang dari rumahnya di wilayah Pedan. Lokasi penemuan di Karangdowo sendiri berjarak cukup jauh dari rumah tinggal korban, menunjukkan bahwa tubuh korban kemungkinan terbawa arus sungai yang cukup tenang namun konsisten.

Kronologi Kepergian Korban Sebelum Ditemukan

Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, kakek PM diketahui memang sempat pergi meninggalkan rumah tanpa pamit. Pihak keluarga dan warga sekitar sempat melakukan upaya pencarian mandiri. Beberapa saksi mata mengaku melihat korban berjalan seorang diri dalam kondisi yang tampak bingung di sekitar wilayah Majasto, sebuah desa yang terletak di sebelah timur Desa Babadan.

“Keterangan yang kami himpun dari warga, korban memang terlihat sudah dalam kondisi bingung atau disorientasi. Ia terpantau berada di sekitar Majasto beberapa hari yang lalu sebelum akhirnya ditemukan di sungai,” jelas Husni. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan ekstra terhadap lansia, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau penurunan fungsi kognitif yang kerap membuat mereka tersesat saat keluar rumah.

Baca Juga Aksi Nekat Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Viral: Ancaman Nyawa dan Sanksi Tegas Menanti Pelanggar
Aksi Nekat Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Viral: Ancaman Nyawa dan Sanksi Tegas Menanti Pelanggar

Setelah proses evakuasi selesai, sekitar pukul 04.00 WIB, jenazah kakek PM langsung dibawa untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Sobayan. Tangis haru dan duka menyambut kedatangan jenazah yang selama beberapa hari ini dinantikan kabarnya oleh anak dan cucunya.

Konfirmasi Kepolisian: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Kapolsek Karangdowo, AKP Sumasna, memberikan pernyataan resmi terkait penemuan jasad warga Desa Sobayan tersebut. Berdasarkan pengecekan medis luar yang dilakukan oleh petugas medis bersama pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya bekas luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian korban murni diduga akibat kecelakaan yang menyebabkan ia tenggelam di sungai.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Kami juga telah menggali informasi dari pihak keluarga,” tegas AKP Sumasna. Lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkapkan fakta penting mengenai riwayat kesehatan korban yang menjadi faktor kunci dalam tragedi ini. Diketahui bahwa kakek PM mengidap penyakit epilepsi yang sudah menahun.

Kondisi kesehatan ini diduga menjadi penyebab korban kehilangan kesadaran atau mengalami serangan saat berada di dekat aliran sungai, sehingga terjatuh dan tidak mampu menyelamatkan diri. “Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai murni musibah. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut dan memilih untuk segera memakamkan jenazah sesuai adat istiadat setempat,” tambah Kapolsek.

Baca Juga Ketegangan di Selat Hormuz Memuncak: Helikopter AS Gempur Kapal Cepat Iran dalam Misi ‘Project Freedom’
Ketegangan di Selat Hormuz Memuncak: Helikopter AS Gempur Kapal Cepat Iran dalam Misi ‘Project Freedom’

Pelajaran Berharga Tentang Pengawasan Lansia

Tragedi yang menimpa kakek PM di Karangdowo ini mengundang simpati luas dari masyarakat Klaten. Selain duka yang mendalam, kejadian ini menjadi refleksi kolektif tentang betapa krusialnya peran keluarga dan lingkungan dalam menjaga anggota keluarga yang sudah lanjut usia. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti epilepsi, pengawasan 24 jam menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Pihak relawan dan kepolisian mengimbau kepada warga yang memiliki orang tua atau keluarga lansia agar selalu memastikan keberadaan mereka. Memberikan identitas diri pada pakaian atau kalung juga disarankan sebagai langkah preventif jika sewaktu-waktu lansia tersebut pergi keluar rumah dan tersesat. Berita Jateng hari ini mengingatkan kita bahwa kewaspadaan lingkungan sekitar juga berperan penting; ketika melihat lansia yang tampak bingung, diharapkan warga segera mendekati dan membantu mencari tahu asal-usulnya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kini, kakek PM telah beristirahat dengan tenang. Meski diakhiri dengan duka, penemuan jenazahnya setidaknya memberikan kepastian bagi keluarga yang selama berhari-hari dirundung kecemasan. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, dan aliran Sungai Dengkeng kembali memberikan manfaat bagi warga tanpa harus membawa kabar duka lagi.

Baca Juga Tragedi di Tanjung Barat: Anggota BPK RI Haerul Saleh Meninggal Dunia dalam Kebakaran Hebat
Tragedi di Tanjung Barat: Anggota BPK RI Haerul Saleh Meninggal Dunia dalam Kebakaran Hebat
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *