Tragedi Maut di Randugarut: Truk Hantam Halte BRT Semarang Hingga Hancur, Satu Penumpang Tewas di Lokasi

Aris Munandar | ZonaKabar
10 Mei 2026, 23:43 WIB
Tragedi Maut di Randugarut: Truk Hantam Halte BRT Semarang Hingga Hancur, Satu Penumpang Tewas di Lokasi

ZonaKabar — Suasana siang yang terik di kawasan Jalan Jendral Urip Sumoharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, mendadak berubah menjadi mencekam pada Minggu (10/5/2026). Sebuah kecelakaan tragis melibatkan satu unit truk bak kayu yang melaju tak terkendali hingga menghantam fasilitas publik, yakni Halte BRT Randugarut. Insiden memilukan ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah, tetapi juga merenggut nyawa salah satu penumpang di dalamnya.

Peristiwa naas tersebut terjadi tepat pada pukul 12.15 WIB, di saat arus lalu lintas di jalur utama Semarang-Kendal tersebut sedang cukup lengang. Truk bermuatan kayu yang seharusnya mengantar logistik dengan aman, justru berakhir dalam kondisi ringsek setelah menabrak struktur beton halte dan kendaraan besar lainnya yang sedang terparkir di bahu jalan. Kejadian ini menjadi pengingat pahit tentang betapa fatalnya dampak dari hilangnya kendali saat berkendara di jalur cepat.

Kronologi Kejadian: Laju Tak Terkendali Menuju Petaka

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi di lapangan, truk Isuzu Light bermodel bak kayu tersebut awalnya melaju dari arah barat, yakni dari kawasan Pasar Mangkang, menuju ke arah timur atau Jrakah. Secara kasat mata, tidak ada tanda-tanda keganjilan pada awalnya. Namun, saat mendekati titik lokasi kejadian di depan Halte BRT Randugarut, truk tersebut mulai menunjukkan pergerakan yang tidak stabil.

Baca Juga Pratama Arhan Resmi Sandang Gelar Sarjana: Bukti Nyata Pendidikan dan Karier Bisa Berjalan Beriringan
Pratama Arhan Resmi Sandang Gelar Sarjana: Bukti Nyata Pendidikan dan Karier Bisa Berjalan Beriringan

Iptu Novita Candra, Kasubnit I Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, memberikan penjelasan detail mengenai alur kejadian tersebut. Melalui keterangan resminya, ia menyebutkan bahwa pengemudi diduga kuat kehilangan konsentrasi atau mengalami kendali mekanis yang bermasalah sehingga truk oleng ke arah kiri secara tiba-tiba.

“Semula pengemudi Isuzu Light truk bak kayu melaju dari arah barat ke timur. Namun, setibanya di lokasi, sopir diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya dengan baik. Truk kemudian merangsek ke kiri, menghantam keras bangunan halte BRT, dan baru berhenti setelah menabrak bagian belakang truk tronton box yang tengah parkir di sisi jalan,” ungkap Iptu Novita saat dikonfirmasi.

Identitas Korban dan Kondisi Pasca-Benturan

Dalam kabin truk maut tersebut, terdapat dua orang pria yang menempuh perjalanan jauh. Pengemudi truk diidentifikasi sebagai Adi S (49), seorang warga asal Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Sementara itu, duduk di kursi penumpang adalah M. Alamsyah (50), warga Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Nasib keduanya berujung tragis akibat benturan hebat yang menghancurkan bagian depan truk.

Baca Juga Janji Suci di Altar Megah: Kisah Lengkap Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang Penuh Haru
Janji Suci di Altar Megah: Kisah Lengkap Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang Penuh Haru

Benturan keras dengan halte dan bokong tronton membuat bagian depan truk ringsek tak berbentuk. M. Alamsyah yang berada di posisi paling dekat dengan titik benturan primer dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Korban mengalami luka terbuka yang sangat serius pada bagian perut akibat terjepit material kabin yang hancur. Jenazahnya segera dievakuasi oleh tim medis dan kepolisian ke kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang untuk penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, sang sopir, Adi S, berhasil selamat dari maut meski kondisinya cukup memprihatinkan. Ia mengalami patah tulang pada kaki kirinya akibat himpitan mesin dan dashboard truk. Warga di sekitar lokasi sempat bahu-membahu mencoba mengeluarkan Adi dari ruang kemudi sebelum akhirnya ia dilarikan ke RS Samsoe Hidajat untuk mendapatkan perawatan intensif secara medis.

Analisis Lokasi dan Risiko Jalur Pantura Semarang

Kawasan Jalan Jendral Urip Sumoharjo memang dikenal sebagai salah satu titik rawan dalam peta kecelakaan semarang. Sebagai bagian dari jalur utama Pantura yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Jawa Barat, jalanan ini kerap dilalui oleh kendaraan bertonase besar. Kontur jalan yang lurus dan lebar seringkali membuat pengemudi memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi tanpa menyadari adanya potensi bahaya di sisi jalan.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Temanggung: Penolakan Rujuk Berujung Maut, Suami Tega Habisi Nyawa Istri Secara Sadis
Tragedi Berdarah di Temanggung: Penolakan Rujuk Berujung Maut, Suami Tega Habisi Nyawa Istri Secara Sadis

Halte BRT Randugarut yang menjadi sasaran hantaman truk kini mengalami kerusakan struktural. Beruntung, pada saat kejadian tidak ada calon penumpang yang sedang menunggu bus di halte tersebut. Jika insiden ini terjadi pada jam sibuk kerja atau sekolah, dampaknya dipastikan akan jauh lebih mengerikan dengan jumlah korban yang lebih banyak dari masyarakat umum.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti mengapa truk tersebut bisa kehilangan kendali. Apakah murni karena faktor kelelahan sopir (human error) atau adanya kegagalan fungsi rem (rem blong). Penyelidikan teknis terhadap kondisi truk juga sedang dilakukan oleh tim ahli guna memberikan gambaran terang bagi proses hukum selanjutnya.

Imbauan Keselamatan Bagi Pengguna Jalan

Menanggapi peristiwa truk tabrak halte ini, pihak Satlantas Polrestabes Semarang kembali mengeluarkan imbauan keras bagi para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan barang lintas provinsi. Kelelahan saat menempuh perjalanan jauh seringkali menjadi pemicu utama kecelakaan fatal yang merugikan banyak pihak.

“Kami sangat mengimbau kepada para pengemudi, jika merasa lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri. Segera cari rest area atau tempat parkir yang aman untuk beristirahat. Keselamatan nyawa Anda dan orang lain jauh lebih berharga daripada waktu sampai di tujuan,” tambah Iptu Novita dalam penutup keterangannya.

Baca Juga Lari Sambil Berpesta di Jogja Run D-City 2026: Sensasi Maraton Ikonik dengan Bonus Konser Musisi Papan Atas
Lari Sambil Berpesta di Jogja Run D-City 2026: Sensasi Maraton Ikonik dengan Bonus Konser Musisi Papan Atas

Kejadian ini juga menjadi sorotan publik terkait keamanan penempatan fasilitas umum di pinggir jalan raya utama. Banyak warga berharap adanya pengaman tambahan seperti pembatas jalan yang lebih kokoh di depan halte-halte bus guna meminimalisir dampak jika terjadi kecelakaan lalu lintas serupa di masa depan. Hingga berita ini diturunkan, bangkai truk telah dievakuasi menggunakan mobil derek, dan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian telah kembali normal meski bekas kerusakan di halte masih nampak jelas sebagai saksi bisu tragedi siang bolong tersebut.

Bagi keluarga korban yang ditinggalkan, kejadian ini tentu menjadi duka mendalam. Pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban di Tulungagung dan Depok untuk mengabarkan situasi terkini serta proses kepulangan jenazah. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *