Kisah Haru Wisudawati Majene Rayakan Kelulusan di Dalam Bus, Berburu Restu Orang Tua Sebelum ke Tanah Suci

Siti Maemunah | ZonaKabar
03 Mei 2026, 09:15 WIB
Kisah Haru Wisudawati Majene Rayakan Kelulusan di Dalam Bus, Berburu Restu Orang Tua Sebelum ke Tanah Suci

ZonaKabar — Perpaduan antara rasa syukur atas pencapaian akademik dan tangis haru melepas keberangkatan orang tua ke Tanah Suci menyelimuti sebuah kisah yang baru-baru ini menyentuh hati jutaan netizen. Di tengah hiruk-pikuk persiapan keberangkatan jamaah haji, terselip sebuah momen langka yang memperlihatkan betapa kuatnya ikatan batin antara seorang anak dan orang tuanya, meski harus dirayakan dalam keterbatasan ruang di dalam sebuah bus.

Bukan di atas panggung megah dengan sorotan lampu auditorium, seorang gadis asal Majene, Sulawesi Barat, terpaksa merayakan kelulusannya di lorong sempit bus rombongan haji. Kejadian ini menjadi viral setelah diunggah melalui media sosial, memicu gelombang simpati dan doa dari berbagai penjuru negeri. Kisah ini bukan sekadar tentang perayaan gelar sarjana, melainkan tentang dedikasi, pengorbanan, dan restu yang melampaui seremoni formalitas.

Momen Langka: Toga di Tengah Rombongan Haji

Suasana haru tersebut terekam jelas dalam sebuah unggahan video di akun TikTok @abcdepiiili. Dalam video singkat tersebut, tampak seorang wanita mengenakan kebaya biru lengkap dengan jubah wisuda dan toga. Di hadapannya, duduk sang ayah yang sudah mengenakan seragam batik haji resmi dan peci hitam, siap untuk berangkat menunaikan rukun Islam kelima.

Baca Juga Gemerlap Dunia ke Keheningan Biara: Kisah Scott-Vincent Borba, Bos e.l.f. Cosmetics yang Melepas Triliunan Rupiah demi Panggilan Tuhan
Gemerlap Dunia ke Keheningan Biara: Kisah Scott-Vincent Borba, Bos e.l.f. Cosmetics yang Melepas Triliunan Rupiah demi Panggilan Tuhan

Dengan tangan yang sedikit bergetar karena emosi yang meluap, wisudawati tersebut memindahkan tali toganya sendiri dari kiri ke kanan di depan kedua orang tuanya. Tindakan simbolis yang biasanya dilakukan oleh rektor atau dekan itu, kini dilakukan sebagai bentuk laporan kepada orang tua bahwa tugas belajarnya telah usai. Sang ayah tampak menatap putrinya dengan pandangan bangga sekaligus berkaca-kaca, sebuah pemandangan yang membuat siapa pun yang melihatnya ikut terenyuh.

“Jadwal wisuda dan keberangkatan ibadah haji orang tuaku bersamaan masyaallah. Semoga lancar ibadahnya ya bapak mama, diberi kesehatan, keselamatan serta haji mabrur Aaminn Allahumma Aminn,” tulis akun tersebut dalam keterangan videonya yang kini telah ditonton ratusan ribu kali.

Dilema Hari Bahagia yang Bersamaan

Setelah ditelusuri lebih lanjut, sosok di balik video viral tersebut adalah Devi Febrianti, seorang gadis berusia 22 tahun asal Majene, Sulawesi Barat. Devi merupakan anak bungsu dari 11 bersaudara, sebuah fakta yang menambah kedalaman makna kelulusannya sebagai penutup perjuangan pendidikan di keluarganya. Ia baru saja menyelesaikan studinya di STAIN Majene, mengambil Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam pada Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Baca Juga Ramalan Zodiak 26 April: Strategi Masa Depan Libra, Keberuntungan Scorpio, dan Kewaspadaan Sagitarius
Ramalan Zodiak 26 April: Strategi Masa Depan Libra, Keberuntungan Scorpio, dan Kewaspadaan Sagitarius

Kepada tim redaksi, Devi menceritakan bahwa hari Senin, 27 April 2026, seharusnya menjadi hari paling membahagiakan di mana ia didampingi kedua orang tuanya di podium wisuda. Namun, takdir berkata lain. Jadwal keberangkatan haji orang tuanya melalui embarkasi setempat ternyata jatuh pada hari yang sama dengan prosesi wisudanya.

Situasi ini menempatkan Devi dalam posisi dilematis. Di satu sisi, ia ingin merayakan keberhasilannya bersama orang tua di gedung kampus. Di sisi lain, keberangkatan ke Tanah Suci adalah momen sakral yang telah dinantikan orang tuanya selama bertahun-tahun. Kursi pendamping wisudanya di kampus pun terpaksa dibiarkan kosong, sebuah pemandangan yang sempat membuatnya merasa sedih di tengah kemeriahan acara.

Perjuangan Mengejar Bus demi Sebuah Restu

Rasa tidak ingin melewatkan restu orang tua membuat Devi melakukan aksi heroik sesaat setelah prosesi di kampus selesai. Tanpa sempat mengganti pakaian wisudanya, ia bergegas mencari keberadaan bus yang membawa rombongan jamaah haji dari daerahnya. Ia tahu bahwa waktu sangat terbatas sebelum bus tersebut berangkat menuju bandara atau pelabuhan embarkasi.

Baca Juga Krisis Kesehatan di Kerajaan Norwegia: Perjuangan Hidup Matinya Putri Mahkota Mette-Marit
Krisis Kesehatan di Kerajaan Norwegia: Perjuangan Hidup Matinya Putri Mahkota Mette-Marit

Devi akhirnya berhasil menemukan bus tersebut saat sedang berhenti sejenak untuk beristirahat di salah satu masjid besar di wilayah Majene. Tanpa memedulikan tatapan orang-orang di sekitar, ia masuk ke dalam bus dengan pakaian kebesarannya sebagai sarjana. Pertemuan di dalam bus itu menjadi sangat emosional karena orang tuanya berangkat dari Mamuju, sementara kampus Devi berada di Majene.

“Jadi saya menemui keduanya di waktu persinggahan di salah satu masjid besar Majene. Kedua orang tua saya berangkatnya beda kota. Mereka di Mamuju dan tempat kuliah saya ada di Majene,” tutur Devi dengan nada suara yang masih menyimpan sisa-sisa keharuan. Di dalam bus itulah, di antara tas-tas perlengkapan haji dan rekan-rekan jamaah lainnya, Devi merayakan kelulusannya secara privat namun sangat bermakna.

Gelombang Simpati dan Doa dari Warganet

Kisah Devi yang diunggah ke media sosial ini pun memancing ribuan komentar. Banyak warganet yang mengaku meneteskan air mata melihat pengorbanan dan keteguhan hati Devi. Mereka menilai bahwa keberhasilan Devi meraih gelar sarjana adalah hadiah terindah bagi orang tuanya yang hendak bertamu ke rumah Allah.

Baca Juga Rahasia di Balik Karakter Penyuka Warna Cokelat: Sosok Tangguh yang Sering Salah Dimengerti
Rahasia di Balik Karakter Penyuka Warna Cokelat: Sosok Tangguh yang Sering Salah Dimengerti

Beberapa netizen memberikan komentar penyemangat, seperti akun @ZERINA yang menuliskan, “Sehat selalu bapak ibu.” Ada pula akun @Aufaa yang memberikan doa tulus, “Semoga bapak sama ibunya menjadi haji yang mabrurah ya kak, dan buat kakaknya barakallah fii ilmi kak.”

Tak sedikit pula yang merasa terinspirasi oleh kegigihan Devi dalam mencari orang tuanya. “Kak, aku kok berkaca-kaca ya lihat ini. Sukses selalu ya kak, bapak ibu dilancarkan hajinya, disehatkan badannya dimampukan menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci,” tulis akun @My.Lin dengan penuh kekaguman. Fenomena ini menunjukkan betapa nilai-nilai kekeluargaan dan bakti kepada orang tua masih sangat dijunjung tinggi dalam budaya masyarakat kita.

Makna di Balik Kebaya Biru dan Kesuksesan

Penampilan Devi dalam video tersebut juga menarik perhatian. Kebaya biru yang dikenakannya tampak serasi dengan nuansa batik yang dipakai ayahnya. Keserasian ini seolah menjadi simbol keharmonisan antara cita-cita anak dan doa orang tua. Menjadi anak bungsu dari 11 bersaudara tentu bukan hal yang mudah, dan menyelesaikan kuliah di STAIN Majene adalah pembuktian bahwa ia mampu menjaga amanah tersebut hingga akhir.

Baca Juga Siasat Cerdik Vanilla Hijab Menantang Badai Dolar: Strategi Bertahan di Tengah Margin yang Menipis
Siasat Cerdik Vanilla Hijab Menantang Badai Dolar: Strategi Bertahan di Tengah Margin yang Menipis

Bagi banyak keluarga di Sulawesi Barat, keberangkatan haji adalah puncak dari perjalanan spiritual dan finansial yang panjang. Sementara wisuda adalah puncak dari perjalanan intelektual. Ketika kedua momen ini bersatu, ia menciptakan ledakan emosi yang luar biasa. Devi telah menunjukkan bahwa meski ia tidak mendapatkan dokumentasi wisuda yang sempurna di studio foto atau panggung utama, ia mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga: tangis bangga sang ayah dan doa tulus sang ibu tepat sebelum mereka menginjakkan kaki di Mekkah.

Kini, Devi hanya bisa berharap agar ibadah haji yang dijalani orang tuanya berjalan lancar. Ia percaya bahwa gelar sarjana hukum keluarga yang kini disandangnya akan menjadi berkah tersendiri bagi keluarganya di masa depan. Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi gelar yang diraih, tapi tentang seberapa besar kita melibatkan orang tua dalam setiap langkah pencapaian tersebut.

Terima kasih telah mengikuti liputan mendalam dari ZonaKabar. Semoga kisah inspiratif dari tanah Sulawesi ini dapat memotivasi kita semua untuk selalu berbakti dan menghargai setiap momen bersama orang-orang tercinta, sesulit apa pun kondisinya.

Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *