Sinopsis Rambo: Last Blood, Misi Balas Dendam Berdarah Sang Veteran di Bioskop Trans TV

Siti Maemunah | ZonaKabar
02 Jun 2026, 18:02 WIB
Sinopsis Rambo: Last Blood, Misi Balas Dendam Berdarah Sang Veteran di Bioskop Trans TV

ZonaKabar — Dunia perfilman laga tidak akan pernah lengkap tanpa menyebut nama John Rambo. Karakter ikonik yang diperankan oleh aktor kawakan Sylvester Stallone ini kembali hadir untuk menutup sebuah era panjang melalui film bertajuk Rambo: Last Blood. Bagi Anda para penikmat ketegangan, film ini dijadwalkan menyapa pemirsa melalui layar kaca dalam program Bioskop Trans TV pada Selasa (2/6/2026), tepat pukul 20.00 WIB.

Sekuel Terakhir dari Legenda Perang Vietnam

Dirilis perdana pada tahun 2019, Rambo: Last Blood merupakan seri kelima sekaligus babak penutup dari waralaba yang telah dimulai sejak tahun 1982 melalui First Blood. Di bawah arahan sutradara Adrian Grunberg, film ini membawa nuansa yang berbeda dibandingkan seri-seri sebelumnya. Jika dulu kita melihat Rambo bertempur di hutan belantara Vietnam atau padang pasir Afghanistan, kali ini konflik terasa jauh lebih personal dan menyentuh sisi kemanusiaan sang veteran.

Meskipun sudah puluhan tahun berlalu sejak perang berakhir, bayang-bayang trauma masa lalu tidak pernah benar-benar meninggalkan John Rambo. Namun, dalam film ini, penonton diajak melihat sisi lain Rambo yang mencoba hidup normal dan tenang. Ketenangan itu tentu saja tidak berlangsung lama, karena sebuah petualangan menegangkan baru segera menyeretnya kembali ke dalam kubangan darah dan kekerasan.

Baca Juga Kreasi Skincare Mandiri: Ubah Me Time Jadi Lebih Produktif Lewat Workshop Body Milk Butter di Kemang
Kreasi Skincare Mandiri: Ubah Me Time Jadi Lebih Produktif Lewat Workshop Body Milk Butter di Kemang

Kehidupan Tenang yang Terusik di Bowie, Arizona

Kisah ini mengambil latar waktu 11 tahun setelah peristiwa di film keempat. John Rambo kini menjalani sisa hidupnya sebagai seorang peternak kuda di Bowie, Arizona. Ia menghuni tanah warisan mendiang ayahnya bersama Maria Beltran (Adriana Barraza), sahabat lamanya yang setia, serta cucu Maria yang telah dianggapnya seperti anak sendiri, Gabriela (Yvette Monreal). Di tempat terpencil ini, Rambo mencoba mengubur hantu-hantu Perang Vietnam yang masih sering menghantuinya.

Kehidupan domestik yang damai ini memberikan nuansa melankolis di awal film. Kita melihat Rambo sebagai sosok kakek pelindung yang sangat menyayangi Gabriela. Namun, konflik mulai muncul ketika Gabriela yang kini beranjak dewasa, menyimpan rasa penasaran yang besar terhadap identitas ayah kandungnya, Manuel, yang telah lama meninggalkan dirinya dan ibunya. Rasa penasaran inilah yang menjadi sumbu ledak bagi keseluruhan plot film ini.

Perjalanan Berbahaya Menuju Meksiko

Melalui informasi dari temannya, Gizelle (Fenessa Pineda), Gabriela mengetahui bahwa ayahnya kini berada di Meksiko. Dengan niat tulus untuk mencari jawaban mengapa ia ditinggalkan, Gabriela mengutarakan keinginannya kepada Rambo dan Maria. Namun, kedua orang tua itu menentang keras rencana tersebut. Mereka tahu betul betapa berbahayanya wilayah perbatasan Meksiko, terutama bagi seorang gadis muda yang polos.

Baca Juga Kontroversi ‘Jeans’ Bhavitha Mandava di MET Gala 2026: Chanel Akhirnya Buka Suara Mengenai Tuduhan Rasisme
Kontroversi ‘Jeans’ Bhavitha Mandava di MET Gala 2026: Chanel Akhirnya Buka Suara Mengenai Tuduhan Rasisme

Sayangnya, keinginan keras Gabriela tak terbendung. Secara sembunyi-sembunyi, ia nekat melintasi perbatasan menuju Meksiko untuk menemui Manuel. Pertemuan yang ia bayangkan akan penuh haru justru berakhir tragis. Manuel dengan dingin menyatakan bahwa ia tidak pernah memedulikan Gabriela ataupun ibunya. Hancur karena penolakan tersebut, Gabriela yang sedang bersedih diajak Gizelle ke sebuah klub malam. Tanpa disadari, itu adalah jebakan. Gabriela dibius dan diculik oleh kartel perdagangan manusia yang sangat keji.

Kebangkitan Sang Predator di Kandang Lawan

Kabar menghilangnya Gabriela sampai ke telinga Rambo. Jiwa prajuritnya yang sempat tertidur pun bangkit seketika. Ia segera bergegas menuju Meksiko, menelusuri jejak Manuel dan Gizelle untuk mencari keberadaan sang cucu angkat. Pencariannya membawanya berhadapan dengan El Flaco, seorang perantara yang menggiring Rambo langsung ke sarang macan.

Di sana, Rambo harus berhadapan dengan Martinez bersaudara, Hugo (Sergio Peris-Mencheta) dan Victor (Óscar Jaenada), pemimpin kartel yang sangat berkuasa. Pada pertemuan pertama, Rambo yang kini sudah tidak muda lagi sempat kalah jumlah. Ia dipukuli, disiksa, dan dibiarkan terluka parah sebagai peringatan agar tidak mencampuri urusan kartel. Namun, mereka melakukan kesalahan besar: membiarkan Rambo hidup. Di sinilah film action terbaik ini mulai menunjukkan taringnya.

Baca Juga Mitos SPF Tinggi: Benarkah Jaminan Mutlak Perlindungan Kulit? Simak Penjelasan Pakar
Mitos SPF Tinggi: Benarkah Jaminan Mutlak Perlindungan Kulit? Simak Penjelasan Pakar

Misi Penyelamatan dan Jebakan Mematikan

Setelah diselamatkan oleh seorang jurnalis bernama Carmen Delgado (Paz Vega), yang juga menyimpan dendam pada kartel tersebut, Rambo menyusun rencana balas dendam yang sistematis. Ia berhasil menemukan Gabriela, namun kondisi gadis itu sudah sangat memprihatinkan akibat eksploitasi yang dilakukan kartel. Kematian Gabriela menjadi titik balik di mana Rambo benar-benar berubah menjadi sosok mesin pembunuh seperti masa lalunya.

Rambo memancing para anggota kartel untuk datang ke peternakannya di Arizona. Ia menyulap lahan pertaniannya menjadi sebuah medan perang yang dipenuhi dengan berbagai jebakan mematikan, terowongan bawah tanah yang membingungkan, dan senjata rahasia. Pertempuran final di peternakan ini adalah salah satu adegan paling brutal dan memuaskan dalam sejarah John Rambo, menunjukkan bahwa meski sudah tua, ia tetaplah seorang ahli taktik perang gerilya yang tak tertandingi.

Produksi dan Kesuksesan Komersial

Rambo: Last Blood diproduksi dengan anggaran sekitar US$ 50 juta. Meskipun mendapatkan ulasan yang beragam dari para kritikus karena tingkat kekerasannya yang cukup eksplisit, film ini berhasil membuktikan daya tariknya di box office global dengan meraup pendapatan sekitar US$ 91 juta. Para penggemar setia waralaba ini memuji akting Sylvester Stallone yang mampu menampilkan kerapuhan emosional seorang veteran di balik otot-ototnya yang masih terlihat tangguh.

Baca Juga Ramalan Zodiak 6 Mei: Strategi Leo Menangkap Peluang Emas dan Tantangan Pengendalian Diri bagi Virgo serta Cancer
Ramalan Zodiak 6 Mei: Strategi Leo Menangkap Peluang Emas dan Tantangan Pengendalian Diri bagi Virgo serta Cancer

Situs rating IMDb memberikan skor 6,1 dari 10, sebuah angka yang cukup solid untuk sebuah film laga murni. Bagi banyak orang, film ini bukan sekadar tentang perkelahian, melainkan tentang perlindungan keluarga dan konsekuensi dari kekerasan yang tak berujung. Melalui sinopsis film ini, kita bisa melihat bagaimana Rambo berusaha menutup buku hidupnya dengan cara yang paling ia pahami: bertempur demi orang yang ia cintai.

Jangan Lewatkan Keseruannya

Apakah John Rambo berhasil menuntaskan dendamnya dan menemukan kedamaian yang selama ini ia cari? Bagaimana kebrutalan Martinez bersaudara saat menghadapi jebakan-jebakan jenius di peternakan Rambo? Temukan jawabannya dalam tayangan penuh adrenalin ini. Rambo: Last Blood adalah pengingat bahwa pahlawan tua tidak pernah mati, mereka hanya menunggu saat yang tepat untuk kembali menunjukkan kekuatannya.

Pastikan Anda menyiapkan camilan dan duduk manis di depan televisi. Jangan lewatkan aksi epik ini hanya di berita hiburan melalui kanal kesayangan Anda. Saksikan kehebatan strategi perang John Rambo dalam menghadapi kartel Meksiko di Bioskop Trans TV malam ini!

Baca Juga Ahn Hyo Seop Buka-bukaan: Cerita Di Balik Kegagalan Debut Bareng GOT7 hingga Menjadi Aktor Papan Atas
Ahn Hyo Seop Buka-bukaan: Cerita Di Balik Kegagalan Debut Bareng GOT7 hingga Menjadi Aktor Papan Atas
Siti Maemunah

Siti Maemunah

Kreator konten gaya hidup yang berdedikasi mengulas tren fashion dan tips keseharian di kategori Zona Wolipop.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *