Malam Kelam di Jayapura: Tragedi Amuk Massa Pasca Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Puluhan Kendaraan Hangus

Dewi Lestari | ZonaKabar
09 Mei 2026, 15:44 WIB
Malam Kelam di Jayapura: Tragedi Amuk Massa Pasca Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Puluhan Kendaraan Hangus

ZonaKabar — Langit Jayapura yang biasanya tenang berubah menjadi kelabu saat asap hitam membubung tinggi dari kawasan Stadion Lukas Enembe pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Apa yang seharusnya menjadi pesta olahraga dan ajang pembuktian semangat juang tim kebanggaan Papua, justru berakhir dengan duka dan kerugian materiil yang luar biasa besar. Kericuhan pecah tak terkendali setelah wasit meniup peluit panjang yang menandai kekalahan tipis Persipura Jayapura atas tamunya, Adhyaksa FC.

Kekalahan ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan pil pahit yang harus ditelan para pendukung fanatik karena impian melihat tim kesayangan mereka kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League atau Liga 1, harus terkubur dalam-dalam. Namun, kekecewaan tersebut bermanifestasi menjadi aksi anarkis yang menghanguskan puluhan kendaraan dan merusak berbagai fasilitas publik di ikon olahraga kebanggaan masyarakat Papua tersebut.

Kronologi Meletusnya Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe

Pertandingan yang mempertemukan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada Jumat (8/5) sebenarnya berlangsung sangat ketat. Kedua tim menunjukkan determinasi tinggi, mengingat laga ini memiliki nilai krusial bagi nasib Mutiara Hitam musim depan. Namun, gol tunggal yang dilesakkan tim tamu, Adhyaksa FC, menjadi pembeda yang menyakitkan. Skor 0-1 bertahan hingga laga usai, sekaligus menutup pintu promosi bagi Persipura.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Bandung Raya 22 Mei 2026: Waspada Guyuran Hujan di Akhir Pekan, Suhu Dingin Menyapa Parahyangan
Prakiraan Cuaca Bandung Raya 22 Mei 2026: Waspada Guyuran Hujan di Akhir Pekan, Suhu Dingin Menyapa Parahyangan

Sesaat setelah pertandingan berakhir, tensi tinggi yang sudah terasa sejak pertengahan babak kedua akhirnya meledak. Ribuan suporter yang memadati tribun tidak mampu membendung rasa frustrasi mereka. Berawal dari lemparan botol dan benda tumpul ke arah lapangan, situasi dengan cepat bereskalasi menjadi kerusuhan massal di luar stadion. Massa yang tersulut emosi mulai menyasar fasilitas di sekitar stadion dan kendaraan yang terparkir di area tersebut.

Daftar Kerugian: 25 Mobil Hangus dan Puluhan Motor Hilang

Polda Papua melalui Kabid Humas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito memberikan rincian yang mengejutkan terkait dampak dari kerusuhan sepak bola ini. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Sabtu (9/5/2026), kerusakan yang dialami di lokasi kejadian sangat masif. Sedikitnya terdapat 25 unit mobil yang mengalami kerusakan berat akibat dirusak massa, bahkan sebagian besar di antaranya hangus terbakar hingga hanya menyisakan kerangka besi.

“Kami mencatat kerugian materiil yang sangat signifikan. Terdapat 25 unit mobil yang dirusak atau dibakar selama aksi ricuh berlangsung. Ini adalah angka yang sangat memprihatinkan untuk sebuah peristiwa olahraga,” ujar Cahyo saat memberikan keterangan resmi kepada awak media. Tidak hanya kendaraan roda empat, amukan massa juga menyasar kendaraan roda dua. Tercatat ada 9 unit sepeda motor umum yang dibakar di tempat.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Balik Tabir Asmara Sesama Jenis: Kisah Penganiayaan Sadis yang Mengguncang Kuningan
Tragedi Berdarah di Balik Tabir Asmara Sesama Jenis: Kisah Penganiayaan Sadis yang Mengguncang Kuningan

Namun, salah satu poin yang paling mengejutkan adalah laporan mengenai hilangnya aset kepolisian. “Selain kendaraan warga dan operasional yang rusak, kami juga mendata ada 27 unit sepeda motor milik petugas kepolisian yang dinyatakan hilang saat kerusuhan pecah. Hal ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, apakah motor-motor tersebut ikut dibakar di titik lain atau dijarah oleh oknum tertentu,” tambahnya.

Kerusakan Fasilitas Vital: Area Aquatic dan Ruang Kontrol Menjadi Sasaran

Tim gabungan dari Satreskrim Polres Jayapura dan Tim Inafis Polda Papua telah bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memetakan kerusakan. Dari hasil identifikasi sementara, pihak kepolisian menemukan empat titik utama yang menjadi pusat amukan massa. Dua lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah area Aquatic dan ruang kontrol video atau Video Control Room (VCO) Stadion Lukas Enembe.

Area Aquatic, yang merupakan salah satu fasilitas renang bertaraf internasional, mengalami kerusakan pada bagian eksterior dan akses masuk. Sementara itu, ruang VCO yang menjadi jantung pengawasan visual di dalam stadion juga tak luput dari sasaran. Kaca-kaca di area tersebut hancur berkeping-keping akibat lemparan batu dan benda keras lainnya. Kerusakan pada ruang kendali ini tentu saja menghambat sistem pengamanan digital yang ada di stadion tersebut.

Baca Juga Tragedi di Balik Tembok Beton: Buruh Harian Tewas Tertimbun Longsor TPT di Puncak Cianjur
Tragedi di Balik Tembok Beton: Buruh Harian Tewas Tertimbun Longsor TPT di Puncak Cianjur

Investigasi Provokator di Balik Layar

Kepolisian menduga kuat bahwa kericuhan ini tidak terjadi secara spontan murni karena emosi suporter. Ada indikasi kehadiran oknum provokator yang memanfaatkan momen kekecewaan massa untuk memicu tindakan kriminalitas yang lebih luas. Stadion yang saat itu dipadati oleh ribuan orang menciptakan kondisi yang sulit dikendalikan secara instan, sehingga provokasi kecil saja bisa berdampak luas.

“Kami akan melakukan pendalaman dan penyelidikan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga kuat terlibat dalam aksi provokasi ini. Rekaman CCTV dan bukti-bukti di lapangan sedang dikumpulkan untuk mengidentifikasi siapa saja yang memulai perusakan fasilitas umum ini,” tegas Cahyo Sukarnito. Polisi juga menyayangkan bahwa kios-kios pedagang kecil di sekitar stadion ikut menjadi sasaran amuk massa, yang menambah beban ekonomi bagi warga lokal.

Masa Depan Sepak Bola Papua dan Sanksi yang Membayangi

Tragedi ini menjadi noda hitam bagi dunia olahraga di Bumi Cenderawasih. Kegagalan Persipura untuk promosi ke Liga 1 sebenarnya adalah dinamika dalam kompetisi, namun cara menyikapinya dengan kekerasan justru merugikan banyak pihak. Selain kerugian materiil yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, sanksi berat dari federasi sepak bola juga kini membayangi Persipura Jayapura.

Baca Juga Filosofi di Balik Kabut Ciremai: Bupati Kuningan Lantik Pejabat Pilihan dengan Semangat Pendaki
Filosofi di Balik Kabut Ciremai: Bupati Kuningan Lantik Pejabat Pilihan dengan Semangat Pendaki

Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen pecinta sepak bola, tidak hanya di Papua tetapi di seluruh Indonesia. Keamanan di Stadion Lukas Enembe kini diperketat, dan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan pertandingan akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang liar di media sosial sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.

Kini, Jayapura tengah berusaha pulih dari sisa-sisa bara api semalam. Puing-puing kaca dan bangkai kendaraan yang hangus menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah kekecewaan yang tidak terkelola dengan baik. Harapan agar Persipura kembali berjaya tetap ada, namun jalannya kini terasa semakin panjang dan terjal akibat kejadian ini.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *