Kilas Balik Super League 2025/26: Dominasi Persib Bandung dan Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Individu

Dewi Lestari | ZonaKabar
24 Mei 2026, 07:41 WIB
Kilas Balik Super League 2025/26: Dominasi Persib Bandung dan Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Individu

ZonaKabar — Gemuruh sorak-sorai di stadion-stadion besar seantero nusantara akhirnya menemui puncaknya. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League musim 2025/2026, resmi berakhir pada Sabtu malam (23/5/2026). Musim ini bukan sekadar tentang perebutan trofi, melainkan sebuah panggung drama yang menampilkan determinasi, air mata, dan kebangkitan para talenta luar biasa. Persib Bandung sekali lagi mengukuhkan dominasinya dengan keluar sebagai kampiun, namun di balik kejayaan Maung Bandung, deretan prestasi individu para aktor lapangan hijau turut menjadi buah bibir yang menarik untuk dikupas tuntas.

Keberhasilan sebuah tim tentu tidak lepas dari kontribusi vital para individu yang menunjukkan performa di atas rata-rata sepanjang musim. Setelah peluit panjang pekan terakhir ditiupkan, operator liga secara resmi mengumumkan nama-nama yang berhak menyandang gelar terbaik. Dari penjaga gawang yang menjadi tembok terakhir hingga juru taktik yang meracik strategi di balik layar, setiap penghargaan mencerminkan dedikasi yang tak terukur selama satu musim penuh yang melelahkan namun prestisius.

Mariano Peralta: Sang Dirigen Serangan Borneo FC yang Tak Terbendung

Meski Borneo FC harus puas mengakhiri musim sebagai runner-up setelah persaingan sengit hingga detik terakhir, nama Mariano Peralta tetap bersinar paling terang. Pemain asal Argentina ini dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (MVP) Super League 2025/2026. Keputusan ini dirasa sangat tepat mengingat kontribusi statistiknya yang luar biasa: mengemas 20 gol dan menyumbangkan 14 assist sepanjang musim.

Baca Juga Ancaman Penyusutan Otak di Balik Kurang Tidur: Mengapa Tidur Nyenyak Adalah Investasi Masa Depan
Ancaman Penyusutan Otak di Balik Kurang Tidur: Mengapa Tidur Nyenyak Adalah Investasi Masa Depan

Peralta bukan sekadar pencetak gol; ia adalah roh permainan Pesut Etam. Kemampuannya dalam membaca ruang dan memberikan umpan-umpan manja menjadi alasan mengapa lini serang Borneo FC begitu ditakuti musim ini. Ia menjadi sosok yang membuat persaingan gelar juara tetap hidup hingga pekan-pekan krusial, memaksa Persib Bandung untuk tidak boleh terpeleset sedikit pun. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas etos kerja dan kreativitasnya yang konsisten di setiap pertandingan.

Bojan Hodak dan Rekor Emas Bersama Persib Bandung

Di pinggir lapangan, sosok Bojan Hodak kembali membuktikan kelasnya sebagai salah satu pelatih asing terbaik yang pernah berkarier di Indonesia. Pelatih berkebangsaan Kroasia ini kembali terpilih sebagai Pelatih Terbaik setelah berhasil membawa Persib Bandung mempertahankan gelar juara. Keberhasilan ini bukan sekadar juara biasa, melainkan sebuah pencapaian bersejarah karena ia mampu membawa Maung Bandung merengkuh gelar juara kasta tertinggi tiga kali secara berturut-turut.

Tangan dingin Hodak dalam mengelola kedalaman skuat dan kemampuannya menjaga mentalitas juara para pemainnya di tengah tekanan tinggi menjadi kunci sukses. Di bawah arahannya, Persib tampil sebagai tim yang sangat pragmatis namun efektif, mampu menyerang dengan tajam dan bertahan dengan sangat solid. Hat-trick gelar ini memastikan nama Bojan Hodak akan tertulis dengan tinta emas dalam buku sejarah Persib Bandung dan sepak bola nasional.

Baca Juga Waspada Teror di Area Lembap! Inilah 4 Alasan Utama Mengapa Ular Sering Masuk ke Kamar Mandi
Waspada Teror di Area Lembap! Inilah 4 Alasan Utama Mengapa Ular Sering Masuk ke Kamar Mandi

Fenomena David da Silva: Berganti Kostum, Tetap Predator

Banyak pengamat sepak bola sempat meragukan apakah ketajaman David da Silva akan memudar saat ia memutuskan untuk pindah ke Malut United. Namun, penyerang asal Brasil ini menjawab keraguan tersebut dengan cara yang paling elegan: mencetak gol demi gol. David da Silva resmi menyabet gelar Top Skor Super League 2025/2026 dengan koleksi 23 gol.

Ketajamannya di kotak penalti lawan seolah tidak termakan usia. Sebagai ujung tombak Malut United, ia menjadi ancaman nyata bagi setiap lini pertahanan lawan. Koleksi golnya musim ini membuktikan bahwa naluri predatornya masih sangat tajam, sekaligus membantu tim barunya bersaing di papan tengah dan atas. David da Silva terus memantapkan posisinya sebagai salah satu striker asing tersukses yang pernah merumput di liga Indonesia.

Tembok Kokoh Nadeo dan Progresivitas Dony Tri Pamungkas

Penghargaan individu lainnya jatuh ke tangan penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata. Kiper utama Borneo FC ini dinobatkan sebagai Kiper Terbaik setelah mencatatkan performa impresif dengan 12 kali cleansheet. Refleks yang sigap dan kepemimpinannya di lini belakang menjadi alasan mengapa Borneo FC menjadi tim dengan pertahanan paling sulit ditembus sepanjang musim.

Baca Juga Geger di Garut: Kronologi Oknum Polisi Mabuk Bawa Samurai Cari Anggota DPR RI Ade Ginanjar hingga Diperiksa Propam
Geger di Garut: Kronologi Oknum Polisi Mabuk Bawa Samurai Cari Anggota DPR RI Ade Ginanjar hingga Diperiksa Propam

Sementara itu, gelar Pemain Muda Terbaik jatuh ke tangan talenta berbakat Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas. Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, Dony telah menunjukkan kematangan bermain yang luar biasa di posisi bek kiri. Tampil dalam 26 pertandingan, ia tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan dengan sumbangan satu gol dan satu assist. Dony dianggap sebagai representasi masa depan cerah bagi posisi bek sayap di tanah air.

Estetika Gol Salto Muhammad Iqbal

Sepak bola juga tentang seni, dan Muhammad Iqbal dari PSIM Yogyakarta menjadi seniman paling menonjol musim ini. Ia meraih penghargaan Gol Terbaik berkat aksi akrobatiknya saat melawan Madura United pada pekan ke-33. Gol salto yang ia sarangkan ke pojok gawang lawan tidak hanya penting secara skor, tetapi juga memukau ribuan pasang mata yang menyaksikan langsung maupun melalui layar kaca.

Momen tersebut dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Super League karena tingkat kesulitan dan teknik eksekusi yang sempurna. Gol Iqbal mengingatkan publik bahwa talenta lokal memiliki kemampuan teknis yang setara dengan pemain internasional dalam menciptakan momen-momen magis di lapangan hijau.

Baca Juga Jadwal Sholat Kota Cirebon Hari Ini 4 Mei 2026: Meniti Keberkahan dengan Ibadah Tepat Waktu
Jadwal Sholat Kota Cirebon Hari Ini 4 Mei 2026: Meniti Keberkahan dengan Ibadah Tepat Waktu

Best XI Super League 2025/2026: Formasi Impian Para Bintang

Selain penghargaan individu, operator liga juga merilis daftar sebelas pemain terbaik yang mengisi Best XI Super League musim ini. Formasi ini menggunakan skema 4-3-3 yang sangat ofensif dan diisi oleh para pemain yang tampil dominan di posisinya masing-masing.

Di posisi penjaga gawang, Nadeo Argawinata berdiri tegak sebagai pilihan utama. Lini pertahanan dikawal oleh kuartet Catur Pamungkas, Federico Barba, Joao Ferarri, dan Dony Tri Pamungkas yang menyisir sisi kiri. Kombinasi ini dianggap sebagai benteng pertahanan yang paling ideal antara kekuatan fisik dan kecepatan transisi.

Sektor tengah dihuni oleh para jenderal lapangan tengah berkelas dunia seperti Juan Villa, Thom Haye, dan Francisco Rivera. Kehadiran Thom Haye memberikan dimensi baru dalam permainan dengan visi bermainnya yang visioner. Sementara itu, lini serang dipercayakan kepada trio maut yang terdiri dari Beckham Putra, David da Silva, dan sang MVP Mariano Peralta. Trio ini diyakini akan menjadi momok bagi pertahanan manapun di Asia jika benar-benar bermain dalam satu tim.

Baca Juga Daftar Lengkap Rumah Sakit & Klinik Rujukan BPJS 24 Jam di Bandung: Panduan Darurat Medis Terpercaya
Daftar Lengkap Rumah Sakit & Klinik Rujukan BPJS 24 Jam di Bandung: Panduan Darurat Medis Terpercaya

Daftar Lengkap Penerima Penghargaan Individu

  • Pemain Terbaik: Mariano Peralta (Borneo FC)
  • Pelatih Terbaik: Bojan Hodak (Persib Bandung)
  • Top Skor: David da Silva (Malut United) – 23 Gol
  • Pemain Muda Terbaik: Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
  • Kiper Terbaik: Nadeo Argawinata (Borneo FC)
  • Gol Terbaik: Muhammad Iqbal (PSIM Yogyakarta)

Berakhirnya musim 2025/2026 meninggalkan banyak catatan positif bagi perkembangan industri sepak bola di Indonesia. Kualitas pertandingan yang semakin meningkat, persaingan yang lebih kompetitif, serta munculnya talenta-talenta muda memberikan harapan baru. Kini, seluruh mata mulai tertuju pada bursa transfer dan persiapan musim depan yang diprediksi akan jauh lebih sengit dan menarik untuk diikuti.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *