Geger di Garut: Kronologi Oknum Polisi Mabuk Bawa Samurai Cari Anggota DPR RI Ade Ginanjar hingga Diperiksa Propam

Dewi Lestari | ZonaKabar
22 Mei 2026, 09:42 WIB
Geger di Garut: Kronologi Oknum Polisi Mabuk Bawa Samurai Cari Anggota DPR RI Ade Ginanjar hingga Diperiksa Propam

ZonaKabar — Suasana tenang di kawasan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa sore yang lalu. Sebuah insiden yang melibatkan seorang penegak hukum justru menjadi sumber ketakutan bagi warga setempat. Seorang oknum anggota kepolisian berinisial F melakukan aksi yang jauh dari nilai-nilai institusinya, yakni mengamuk di tempat umum dalam kondisi mabuk sambil menenteng senjata tajam jenis samurai.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Letjen Ibrahim Adjie ini tak pelak menjadi buah bibir masyarakat luas. Bagaimana tidak, oknum tersebut secara terang-terangan menunjukkan perilaku agresif yang mengancam keselamatan warga sipil. Fokus utama dari kemarahannya adalah mencari keberadaan salah satu tokoh politik nasional, yakni Anggota DPR RI Ade Ginanjar, yang diketahui memiliki kediaman di sekitar lokasi kejadian.

Awal Mula Ketegangan di Tarogong Kaler

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi di lapangan, aksi meresahkan ini bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, aktivitas warga masih cukup ramai. Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di pinggir jalan dan keluarlah oknum berinisial F tersebut dengan gerak-gerik yang tidak stabil. Aroma alkohol tercium menyengat, menandakan bahwa sang oknum sedang berada di bawah pengaruh minuman keras.

Baca Juga Analisis Mendalam Head to Head Bhayangkara FC vs Persib Bandung: Misi Maung Bandung Pertahankan Dominasi di Pekan ke-30
Analisis Mendalam Head to Head Bhayangkara FC vs Persib Bandung: Misi Maung Bandung Pertahankan Dominasi di Pekan ke-30

Tanpa basa-basi, ia langsung mengeluarkan senjata tajam jenis samurai dari dalam kendaraannya. Kehadiran senjata tajam di tangan seorang aparat yang tengah emosional ini seketika membuat para pedagang dan pejalan kaki di sekitar lokasi berhamburan menyelamatkan diri. Kejadian ini menambah daftar panjang catatan kelam oknum polisi yang mencoreng citra Korps Bhayangkara di mata publik.

Mencari Ade Ginanjar: Aksi Nekat di Kediaman Anggota DPR RI

Tujuan utama dari kedatangan oknum F tersebut ternyata adalah mencari sosok Ade Ginanjar. Dengan nada tinggi dan kata-kata kasar, ia berulang kali menanyakan keberadaan politisi tersebut. Tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari warga, oknum ini mencoba merangsek masuk ke area rumah pribadi Ade Ginanjar melalui pintu bagian belakang.

Beruntung, aksi nekat tersebut berhasil dihalau sebelum ia masuk lebih jauh ke dalam bangunan utama. Namun, frustrasi karena gagal menemui sasarannya, oknum F melampiaskan amarahnya pada fasilitas yang ada. Ia dilaporkan merusak bagian atap bangunan kecil atau pos penjagaan yang terletak persis di pintu keluar rumah tersebut. Tindakan anarkis ini dilakukan di depan mata warga yang hanya bisa menyaksikan dengan perasaan was-was dari kejauhan.

Baca Juga Update Erupsi Gunung Dukono: PVMBG Pastikan Jalur Penerbangan Tetap Aman dan Terkendali
Update Erupsi Gunung Dukono: PVMBG Pastikan Jalur Penerbangan Tetap Aman dan Terkendali

Perusakan Lapak Pedagang dan Teror Video Amatir

Tak berhenti di situ, kegaduhan berlanjut ke area publik. Beberapa lapak pedagang kaki lima dan tenda jualan warga yang berada di sekitar lokasi turut menjadi sasaran amukan. Oknum tersebut dengan beringas merusak properti milik warga kecil yang sedang mencari nafkah. Garut yang biasanya kondusif berubah menjadi zona penuh ketegangan akibat ulah satu individu yang tidak mampu mengontrol emosinya.

Aksi yang sering disebut netizen sebagai perilaku “bang jago” ini sempat terekam oleh kamera ponsel milik warga. Video amatir berdurasi lebih dari dua menit itu kini telah tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana sang oknum menodongkan samurainya ke arah warga sambil melontarkan ancaman dan kata-kata makian. Video ini menjadi bukti tak terbantahkan atas tindakan semena-mena yang dilakukannya.

Detik-Detik Penangkapan oleh Massa dan Petugas

Keberanian warga akhirnya muncul saat melihat peluang untuk melumpuhkan pria tersebut. Di tengah ketegangan, seorang warga yang cukup berani berhasil mendekat dari arah belakang tanpa disadari oleh oknum F. Dengan satu dorongan kuat, oknum polisi yang sedang mabuk itu tersungkur ke tanah. Senjata tajam yang ia genggam pun terlepas.

Baca Juga Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat: Rahasia Mencari Sapi dan Kambing Berkualitas
Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat: Rahasia Mencari Sapi dan Kambing Berkualitas

Massa yang sudah tersulut emosi melihat perilaku semena-mena sang oknum tak lagi bisa membendung amarahnya. Oknum F sempat menjadi bulan-bulanan massa sebelum akhirnya petugas dari Polsek Tarogong Kaler tiba di lokasi untuk mengamankan situasi. Beruntung bagi pelaku, pihak kepolisian segera bertindak cepat untuk mengevakuasi rekannya tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang lebih fatal akibat amuk massa yang semakin memanas.

Penyidikan Intensif oleh Bid Propam Polda Jabar

Setelah diamankan di tingkat polsek, kasus ini langsung ditarik ke level yang lebih tinggi mengingat pelakunya adalah anggota aktif Polri. Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, mengonfirmasi bahwa saat ini oknum berinisial F tersebut telah diserahkan ke Bid Propam Polda Jawa Barat di Bandung. Penanganan oleh Propam menunjukkan bahwa institusi kepolisian serius dalam menangani pelanggaran disiplin dan kode etik yang dilakukan anggotanya.

“Sudah dibawa oleh Bid Propam Polda Jawa Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendalam mengenai motif serta pelanggaran yang dilakukan,” ujar Ipda Susilo Adi saat memberikan keterangan resmi. Langkah ini diambil untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan objektif tanpa ada keberpihakan, meskipun pelakunya adalah bagian dari institusi itu sendiri.

Baca Juga Jadwal Sholat Bandung Hari Ini Selasa 5 Mei 2026: Meraih Keberkahan Melalui Ibadah Tepat Waktu
Jadwal Sholat Bandung Hari Ini Selasa 5 Mei 2026: Meraih Keberkahan Melalui Ibadah Tepat Waktu

Sanksi Berat dan Pertanggungjawaban Kerusakan

Selain menghadapi ancaman pemecatan atau sanksi disiplin berat dari sidang kode etik, oknum F juga diwajibkan untuk bertanggung jawab secara material. Pihak kepolisian menegaskan bahwa segala bentuk kerusakan yang ditimbulkan akibat aksi anarkis tersebut harus diganti rugi sepenuhnya oleh pelaku. Hal ini mencakup perbaikan atap bangunan di rumah Ade Ginanjar hingga penggantian tenda dan lapak pedagang yang hancur.

Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi para korban, terutama warga kecil yang mengalami kerugian materiil. Masyarakat berharap agar kasus ini tidak hanya berakhir dengan ganti rugi, tetapi juga proses hukum pidana atas kepemilikan senjata tajam serta ancaman kekerasan yang telah dilakukan di muka umum.

Sorotan Publik Terhadap Profesionalisme Polri

Insiden di Garut ini kembali memicu diskusi publik mengenai pentingnya pengawasan internal di tubuh kepolisian. Kasus polisi mabuk yang mengamuk dengan senjata tajam dinilai sangat mencederai martabat kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Perlunya tes psikologi rutin serta pengawasan ketat terhadap gaya hidup anggota kepolisian menjadi masukan utama dari masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga Sinopsis Peppermint: Amarah Jennifer Garner dan Perjuangan Seorang Ibu Melawan Ketidakadilan Kartel Narkoba
Sinopsis Peppermint: Amarah Jennifer Garner dan Perjuangan Seorang Ibu Melawan Ketidakadilan Kartel Narkoba

Di sisi lain, respons cepat dari Polda Jabar dalam mengambil alih kasus ini mendapatkan apresiasi terbatas, namun warga tetap menuntut agar hasil pemeriksaan nantinya dipublikasikan secara terbuka. Transparansi dianggap sebagai kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap integritas Polri dalam menangani kasus-kasus internal.

Kesimpulan dari Kejadian di Tarogong Kaler

Peristiwa oknum polisi ngamuk di Garut ini menjadi pengingat keras bahwa penyalahgunaan kekuasaan dan pengaruh alkohol adalah kombinasi berbahaya. Berikut adalah rangkuman fakta penting dari kejadian tersebut:

  • Pelaku merupakan anggota polisi aktif berinisial F yang beraksi dalam kondisi mabuk.
  • Lokasi kejadian berada di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Tarogong Kaler, Garut pada sore hari.
  • Senjata yang digunakan adalah sebilah samurai yang digunakan untuk mengancam warga.
  • Motif utama masih didalami, namun pelaku secara spesifik mencari Anggota DPR RI Ade Ginanjar.
  • Terjadi perusakan fasilitas rumah dan lapak pedagang di sekitar lokasi kejadian.
  • Kasus kini sepenuhnya ditangani oleh Bid Propam Polda Jawa Barat untuk penindakan lebih lanjut.

Mari kita kawal bersama proses hukum ini agar keadilan benar-benar ditegakkan. Keamanan masyarakat adalah prioritas utama, dan tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum, sekalipun mereka mengenakan seragam abdi negara. Pantau terus perkembangan berita terkini mengenai kasus ini hanya di kanal informasi terpercaya.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *