Misi Bertahan di Tengah Badai: Persijap Jepara Siap Tempur Tanpa Borja Herrera Hadapi Persita Tangerang

Aris Munandar | ZonaKabar
09 Mei 2026, 21:41 WIB
Misi Bertahan di Tengah Badai: Persijap Jepara Siap Tempur Tanpa Borja Herrera Hadapi Persita Tangerang

ZonaKabar — Tekanan besar kini tengah menghimpit pundak skuad Laskar Kalinyamat menjelang laga krusial di pekan ke-32 kompetisi sepak bola kasta tertinggi tanah air. Persijap Jepara dijadwalkan akan melakoni laga tandang yang sangat menentukan saat bertamu ke markas Persita Tangerang di Banten International Stadium. Namun, di tengah ambisi untuk mencuri poin demi mengamankan posisi di klasemen, kabar kurang sedap justru menghampiri kubu tamu.

Persijap dipastikan harus tampil pincang tanpa diperkuat oleh bek asing andalan mereka, Borja Herrera. Pemain bertahan asal Spanyol tersebut terpaksa absen merumput akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Kehilangan Borja tentu menjadi tamparan keras bagi lini pertahanan Persijap, mengingat perannya yang selama ini begitu sentral dalam menjaga kedalaman lini belakang dari gempuran lawan.

Krisis Lini Belakang dan Absennya Borja Herrera

Borja Herrera bukan sekadar pemain bertahan biasa bagi Persijap. Ia adalah komandan yang mengatur ritme pertahanan dan seringkali menjadi inisiator transisi dari bertahan ke menyerang. Absennya sang pemain di laga krusial melawan tim sekelas Pendekar Cisadane tentu memicu kekhawatiran di kalangan pendukung setia Jepara. Dengan absennya Borja, pelatih Mario Lemos kini harus memutar otak untuk meracik formula alternatif guna membendung lini serang Persita yang dikenal eksplosif saat bermain di kandang sendiri.

Baca Juga Misteri Dukuh Mao Klaten: Desa Subur Tanpa Sebatang Pun Pohon Pisang dan Rahasia Prasasti Kuno
Misteri Dukuh Mao Klaten: Desa Subur Tanpa Sebatang Pun Pohon Pisang dan Rahasia Prasasti Kuno

“Kekuatan kami besok sejatinya sudah siap tempur. Proses pemulihan fisik pemain berjalan dengan sangat baik, namun memang kami harus menerima kenyataan bahwa Borja Herrera tidak bisa tampil karena akumulasi kartu,” ungkap Mario Lemos saat memberikan keterangan resmi kepada awak media. Meski demikian, Mario tetap optimistis bahwa pemain lain yang akan ditunjuk sebagai pengganti mampu memberikan performa maksimal di lapangan hijau.

Menjauh dari Bibir Jurang Degradasi

Kondisi Persijap Jepara saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Kekalahan menyakitkan 0-2 di kandang sendiri saat menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-31 lalu telah meninggalkan luka mental sekaligus menempatkan tim dalam situasi yang sangat berbahaya. Laskar Kalinyamat kini terlempar ke posisi 15 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 31 poin.

Posisi ini sangat rawan karena mereka hanya terpaut jarak tipis, yakni tiga angka, dari Persis Solo yang menghuni peringkat ke-16 atau batas akhir zona merah. Satu kesalahan kecil saja dalam laga kontra Persita bisa berakibat fatal yang menyeret Persijap masuk ke zona degradasi. Oleh karena itu, raihan poin di Banten International Stadium adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi jika ingin tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Baca Juga Insiden Berdarah di Jalur Pelabuhan: Pemotor NMAX Ringsek Usai Hantam Truk Parkir di Jalan Yos Sudarso Semarang
Insiden Berdarah di Jalur Pelabuhan: Pemotor NMAX Ringsek Usai Hantam Truk Parkir di Jalan Yos Sudarso Semarang

Memori Pahit Putaran Pertama dan Evaluasi Mario Lemos

Menghadapi Persita Tangerang juga membawa kenangan pahit bagi Mario Lemos. Pada pertemuan putaran pertama lalu, Persijap yang bertindak sebagai tuan rumah sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu. Namun, konsentrasi yang kendur di menit-menit akhir membuat mereka harus bertekuk lutut dengan skor 1-2. Pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran berharga yang terus ditekankan Mario kepada anak asuhnya.

“Kami telah melewati pertandingan-pertandingan sebelumnya dengan berbagai detail kecil yang sangat mempengaruhi hasil. Contohnya saat melawan Persita di pertemuan pertama, kami unggul duluan tapi akhirnya kalah. Ini menunjukkan bahwa fokus hingga menit akhir adalah kunci,” jelas juru taktik asal Portugal tersebut. Menurutnya, pekerjaan rumah terbesar tim saat ini bukan sekadar bertahan, melainkan bagaimana menciptakan peluang dan menyelesaikannya menjadi gol.

Mario menambahkan bahwa jika timnya mampu mencetak gol lebih dulu, kepercayaan diri pemain akan meningkat drastis. “Tujuan utama kami adalah mencetak gol. Namun, di saat yang sama, kedisiplinan dalam bertahan harus dijaga agar tidak terjadi kebobolan yang tidak perlu. Kami butuh poin untuk menjauhi zona merah agar para pemain bisa lebih tenang dan fokus dalam menatap sisa pertandingan di musim ini,” imbuhnya dengan nada serius.

Baca Juga Update Tarif Listrik PLN Mei 2026: Benarkah Ada Kenaikan? Simak Rincian Lengkap dan Penjelasannya
Update Tarif Listrik PLN Mei 2026: Benarkah Ada Kenaikan? Simak Rincian Lengkap dan Penjelasannya

Faktor Kelelahan dan Pentingnya Recovery Pemain

Di sisi lain, bek asing lainnya, Carlos Franca, mengakui bahwa tantangan utama yang dihadapi para pemain saat ini adalah jadwal pertandingan yang sangat padat. Waktu istirahat yang singkat memaksa para pemain untuk benar-benar menjaga kondisi fisik mereka agar tetap prima saat peluit pertandingan dibunyikan. Baginya, profesionalisme di luar lapangan sama pentingnya dengan performa di dalam lapangan.

“Persiapan kami sejauh ini sama seperti pertandingan-pertandingan besar lainnya. Namun yang paling krusial sekarang adalah proses recovery atau pemulihan diri. Jarak antar pertandingan sangat pendek, jadi kami harus pandai-pandai menjaga kondisi tubuh agar bisa tampil maksimal selama 90 menit,” tutur Franca. Pemain asal Brasil ini menegaskan bahwa seluruh skuad datang ke Tangerang dengan misi tunggal: membawa pulang poin penuh.

Franca juga mengajak rekan-rekan setimnya untuk tidak terbebani oleh absennya Borja Herrera. Baginya, sepak bola adalah permainan kolektif. Siapa pun yang dipercaya pelatih untuk turun sejak menit awal harus memiliki semangat juang yang sama untuk menyelamatkan muka Jepara di kancah nasional.

Baca Juga Janji Suci di Altar Megah: Kisah Lengkap Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang Penuh Haru
Janji Suci di Altar Megah: Kisah Lengkap Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang Penuh Haru

Prediksi Laga dan Harapan Publik Jepara

Pertandingan antara Persita vs Persijap diprediksi akan berjalan dengan tensi tinggi sejak awal laga. Persita Tangerang yang didukung oleh ribuan suporternya tentu tidak ingin membuang poin di rumah sendiri. Namun, determinasi Persijap yang tengah berjuang hidup-mati untuk keluar dari ancaman degradasi bisa menjadi kejutan besar bagi tuan rumah.

Masyarakat Jepara tentu berharap Laskar Kalinyamat mampu menunjukkan karakter aslinya yang pantang menyerah. Kemenangan dalam laga ini tidak hanya akan memberikan tiga poin tambahan, tetapi juga menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi seluruh elemen tim dalam menghadapi sisa kompetisi yang kian sengit. Mampukah Persijap membungkam keraguan publik dan mematahkan kutukan absennya Borja Herrera? Jawaban itu akan tersaji di atas rumput hijau Banten International Stadium besok.

Dengan strategi yang matang dan mental baja, Persijap Jepara bertekad membuktikan bahwa mereka belum habis. Pertarungan di pekan ke-32 ini bukan sekadar soal teknik sepak bola, melainkan soal harga diri dan semangat untuk tetap berada di jajaran elit sepak bola Indonesia.

Baca Juga Apes! Maling Motor di Cilacap Masuk Perangkap Korban Saat Jual Hasil Curian via COD Medsos
Apes! Maling Motor di Cilacap Masuk Perangkap Korban Saat Jual Hasil Curian via COD Medsos
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *