Estetika Budaya di Pusat Pemerintahan: Bupati Cirebon Instruksikan Pembangunan Gapura Candi Bentar di Seluruh Kantor Dinas

Dewi Lestari | ZonaKabar
11 Mei 2026, 19:41 WIB
Estetika Budaya di Pusat Pemerintahan: Bupati Cirebon Instruksikan Pembangunan Gapura Candi Bentar di Seluruh Kantor Din

ZonaKabar — Di tengah deru pembangunan infrastruktur yang kian modern dan serba minimalis, Pemerintah Kabupaten Cirebon di bawah kepemimpinan Bupati Imron mengambil langkah berani untuk menarik kembali garis identitas sejarah ke permukaan. Sebuah kebijakan yang bukan sekadar soal estetika visual, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang keberpihakan pada nilai-nilai luhur setempat. Bupati Cirebon secara resmi menginstruksikan agar seluruh jajaran kantor dinas dan instansi pemerintahan mulai mengadopsi arsitektur khas daerah, khususnya melalui pembangunan gapura candi bentar di setiap gerbang masuk perkantoran.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar penataan ruang publik yang bertujuan untuk memperkuat marwah Kabupaten Cirebon sebagai daerah yang kaya akan warisan keraton dan sejarah keislaman di tanah Jawa. Bupati Imron menegaskan bahwa wajah pemerintahan harus mencerminkan jiwa masyarakatnya. Dengan menghadirkan ornamen tradisional di gedung-gedung pelayanan publik, diharapkan masyarakat akan merasakan kedekatan emosional dan kebanggaan saat mengunjungi fasilitas milik pemerintah.

Identitas Lokal sebagai Benteng Modernitas

Langkah memperluas penggunaan desain arsitektur tradisional ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak bangunan baru yang cenderung mengadopsi gaya arsitektur universal yang seringkali melupakan konteks geografis dan historis tempatnya berdiri. Oleh karena itu, penerapan desain arsitektur khas daerah menjadi sangat krusial. Konsep ini sudah mulai terlihat nyata di beberapa titik strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.

Baca Juga Jadwal Sholat Bandung Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026: Menjemput Berkah dan Ketenangan di Kota Kembang
Jadwal Sholat Bandung Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026: Menjemput Berkah dan Ketenangan di Kota Kembang

Beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah lebih dahulu melakukan langkah transformatif ini. Keberadaan gapura yang gagah dengan susunan bata merah yang presisi kini menjadi pemandangan baru yang menyegarkan mata. Tidak hanya terbatas pada instansi di bawah naungan langsung Pemkab, gelombang pelestarian budaya ini juga merambah ke instansi vertikal yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon. Hal ini menunjukkan adanya sinergi yang harmonis dalam menjaga pelestarian budaya lokal secara kolektif.

Daftar Instansi yang Telah Mengadopsi Nuansa Cirebonan

Beberapa lembaga negara yang telah mengimplementasikan visi ini antara lain adalah Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), hingga lembaga yudikatif seperti Pengadilan Agama. Bahkan, Gedung DPRD Kabupaten Cirebon yang menjadi simbol kedaulatan rakyat kini tampil lebih berkarakter dengan sentuhan ornamen lokal yang kental. Perpaduan antara fungsi administratif yang kaku dengan estetika tradisional yang hangat menciptakan atmosfer kerja yang lebih berwibawa.

Bupati Imron dalam keterangannya menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pemerintahan di masa depan tidak boleh meninggalkan akar budayanya. “Saya sudah menyampaikan instruksi kepada seluruh jajaran agar setiap pembangunan atau renovasi kantor pemerintahan wajib menyisipkan nuansa dan identitas khas Cirebon. Kita ingin siapa pun yang menginjakkan kaki di kantor pemerintah langsung menyadari bahwa mereka sedang berada di Cirebon,” ujar Imron saat ditemui awak media pada Senin (11/5/2026).

Baca Juga Tragedi Berdarah di Depan Puskesmas Ciracap: Menguak Fakta Mencekam Janji Temu yang Berujung Pembacokan
Tragedi Berdarah di Depan Puskesmas Ciracap: Menguak Fakta Mencekam Janji Temu yang Berujung Pembacokan

Filosofi Gapura Candi Bentar dalam Wajah Pemerintahan

Secara arsitektural, gapura candi bentar memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon yang memiliki pengaruh kuat dari tradisi keraton. Gapura jenis ini merupakan gapura terbelah yang melambangkan keterbukaan. Dalam konteks pelayanan publik, hal ini bisa dimaknai sebagai keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi serta melayani masyarakat tanpa sekat. Penggunaan material bata merah yang diekspos juga mengingatkan kita pada kemegahan situs-situs bersejarah seperti Keraton Kasepuhan dan Kanoman.

“Ini bukan sekadar tempelan atau ornamen bangunan biasa. Ada nilai budaya dan sejarah yang ingin terus kita hidupkan dalam wajah pemerintahan Kabupaten Cirebon. Kita ingin menyeimbangkan antara kemajuan teknologi pelayanan dengan nilai tradisional yang kita miliki,” tambah Imron. Dengan adanya simbol-simbol ini, pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai penambahan beton dan aspal, melainkan juga sebagai upaya merawat ingatan kolektif warga akan kejayaan masa lalu.

Penataan Ulang Kawasan Strategis Kantor Bupati

Rencana besar ini tidak berhenti pada pembangunan gapura di tingkat dinas saja. Pemkab Cirebon saat ini tengah menyusun rencana strategis untuk melakukan penataan ulang secara menyeluruh di kawasan depan kompleks perkantoran Bupati Cirebon. Kawasan ini nantinya diproyeksikan menjadi ikon baru (landmark) yang merepresentasikan wajah budaya Kabupaten Cirebon secara utuh. Penataan ini mencakup taman, pencahayaan, hingga jalur pedestrian yang semuanya akan diselaraskan dengan konsep budaya lokal.

Baca Juga Langkah Berani Menteri LH Jumhur Hidayat: Menggerakkan Ribuan Buruh untuk Reforestasi 12,4 Juta Hektar Lahan Kritis
Langkah Berani Menteri LH Jumhur Hidayat: Menggerakkan Ribuan Buruh untuk Reforestasi 12,4 Juta Hektar Lahan Kritis

Rencana revitalisasi ini bertujuan untuk menciptakan kawasan perkantoran yang tidak hanya representatif secara fungsional, tetapi juga memiliki daya tarik wisata sosiokultural. Dengan penataan yang apik, kawasan pusat pemerintahan bisa menjadi destinasi bagi warga untuk bersantai sekaligus belajar tentang arsitektur daerah. Hal inilah yang akan membedakan Cirebon dengan daerah lain di Jawa Barat maupun di tingkat nasional.

Pembangunan Bertahap dengan Mempertimbangkan Anggaran

Meskipun instruksi ini telah dikeluarkan secara resmi, Bupati Imron menyadari bahwa perubahan wajah fisik seluruh kantor pemerintahan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa realisasi pembangunan dan penggantian gapura tersebut akan dilakukan secara bertahap. Penyesuaian ini dilakukan agar tidak mengganggu alokasi anggaran pembangunan prioritas lainnya yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

“Semua akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia di masing-masing instansi. Kita tidak ingin memaksakan jika memang anggarannya belum siap, namun perencanaan ke arah sana harus sudah dimulai dari sekarang,” jelasnya. Pendekatan yang realistis namun konsisten ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Baca Juga Menjinakkan Bayang-Bayang Sesar Lembang: Ngabandungan Bandung 2026 Hadirkan Edukasi Bencana Berbalut Video Mapping Spektakuler
Menjinakkan Bayang-Bayang Sesar Lembang: Ngabandungan Bandung 2026 Hadirkan Edukasi Bencana Berbalut Video Mapping Spektakuler

Harapan untuk Kebanggaan Masyarakat Cirebon

Pada akhirnya, kebijakan ini diharapkan mampu memantik rasa bangga di hati masyarakat Kabupaten Cirebon. Identitas daerah yang kuat adalah modal sosial yang penting dalam pembangunan. Ketika masyarakat merasa bangga akan budayanya, mereka akan lebih peduli terhadap kemajuan daerahnya. Langkah kecil melalui sebuah gapura diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan kebangkitan budaya yang lebih besar di berbagai sektor lainnya.

Bupati Imron mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah ini. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi, Cirebon diharapkan dapat terus tumbuh menjadi daerah yang modern namun tetap memiliki jiwa dan karakter yang tak lekang oleh waktu. Berita Cirebon hari ini mencatatkan satu langkah penting dalam sejarah pelestarian identitas di tanah para wali.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *