Menjemput Mahkota Juara: Walikota Bandung Instruksikan Nobar Serentak di 30 Kecamatan Jelang Laga Persib vs Persijap
ZonaKabar — Suasana di sudut-sudut Kota Bandung kian memanas, bukan karena terik matahari, melainkan karena gairah sepak bola yang membuncah di dada setiap warga. Menjelang laga krusial yang akan mempertemukan Persib Bandung melawan Persijap Jepara pada Sabtu (23/5/2026) mendatang, Pemerintah Kota Bandung tidak ingin euforia ini hanya dirasakan oleh segelintir orang. Walikota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi menginstruksikan seluruh jajaran di 30 kecamatan untuk menggelar agenda nonton bareng (nobar) secara serentak.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Persib Bandung saat ini berada di ambang sejarah besar. Skuad berjuluk Maung Bandung tersebut hanya memerlukan satu langkah pasti untuk mengunci gelar juara Super League musim 2025/2026. Dengan tensi pertandingan yang diprediksi akan sangat tinggi, penyediaan fasilitas nobar di tingkat kewilayahan dianggap sebagai solusi jitu untuk mengakomodasi antusiasme Bobotoh yang tidak bisa hadir langsung di stadion.
Mengurai Massa, Menjaga Kondusivitas
Instruksi yang dikeluarkan oleh Walikota Farhan pada Jumat (22/5/2026) ini bertujuan utama untuk memecah konsentrasi massa. Selama ini, setiap kali Persib berlaga di partai final atau penentuan juara, pusat kota selalu menjadi titik tumpu keramaian yang luar biasa. Dengan adanya nobar di setiap kantor kecamatan, diharapkan pergerakan massa bisa lebih tersebar dan terkendali.
“Oh sudah pasti itu mah, di 30 kecamatan pasti ada nobar. Lembaga-lembaga juga bikin nobar sendiri-sendiri,” ungkap Farhan dengan nada optimis saat ditemui di Balai Kota. Beliau menekankan bahwa nobar Persib adalah tradisi yang memperkuat ikatan emosional antarwarga, namun aspek keamanan tetap menjadi prioritas yang tidak boleh ditawar.
Menurut Farhan, fokus utama pemerintah saat ini adalah mengamati dinamika pergerakan Bobotoh. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa euforia yang berlebihan terkadang bisa memicu gangguan ketertiban jika tidak diarahkan dengan baik. “Yang paling penting adalah mengamati pergerakan bobotoh setelah nonton ngapain, atau pada saat nonton menjaga supaya tetap kondusif,” tambahnya.
Titik Pantau Keamanan di Perbatasan Kota
Selain menginstruksikan nobar di tiap kecamatan, Pemkot Bandung telah berkoordinasi erat dengan jajaran kepolisian dan dinas perhubungan. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi nobar, tetapi juga pada jalur-jalur vital yang menjadi pintu masuk dan keluar Kota Bandung. Pengawasan ketat akan diberlakukan di area perbatasan untuk memastikan arus lalu lintas tetap mengalir meski gelombang perayaan kemungkinan besar akan tumpah ke jalan.
Beberapa wilayah yang mendapatkan perhatian khusus antara lain adalah Cibeureum yang berbatasan dengan Cimahi, serta Cibiru yang menjadi gerbang utama dari arah timur. Tidak hanya itu, titik keramaian tradisional seperti Alun-alun Ujung Berung dan kawasan strategis di Gedebage juga masuk dalam radar pengawasan intensif petugas keamanan.
“Ada beberapa titik lain juga yang memang perlu diperhatikan keamanannya, mulai dari Cibeureum, kemudian sampai ke Cibiru. Alun-alun Ujung Berung juga menjadi perhatian khusus, dan Gedebage,” tegas Farhan. Langkah preventif ini dilakukan agar pesta kemenangan yang sudah dinanti-nantikan selama satu musim penuh tidak ternoda oleh insiden yang merugikan publik.
Antara Ambisi Juara dan Kewaspadaan Bojan Hodak
Di sisi teknis lapangan, kesiapan Persib vs Persijap menjadi magnet utama perhatian publik. Persib Bandung dilaporkan bakal turun dengan kekuatan penuh. Tidak ada pemain inti yang mengalami cedera serius maupun akumulasi kartu, sebuah kondisi ideal bagi pelatih Bojan Hodak untuk meramu strategi maut demi mengamankan tiga poin terakhir.
Namun, di tengah rasa percaya diri yang tinggi, Bojan Hodak sempat melontarkan kekhawatirannya. Pelatih asal Kroasia tersebut mewaspadai adanya euforia dini atau rencana konvoi besar-besaran sebelum peluit panjang dibunyikan. Baginya, konsentrasi pemain adalah kunci. Gangguan dari luar lapangan, termasuk kebisingan perayaan yang terlalu awal, dikhawatirkan bisa membuat fokus para pemain terpecah dan justru mengakibatkan hasil yang tidak diinginkan.
Manajemen Persib juga terus mengimbau agar para pendukung tetap tertib. Meski dukungan spiritual dan semangat dari acara nobar sangat dibutuhkan, para pemain butuh ketenangan untuk menyelesaikan tugas mereka di atas rumput hijau.
Nobar Sebagai Wadah Ekonomi Kreatif Lokal
Penyelenggaraan nobar di 30 kecamatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Di setiap titik nobar, biasanya muncul pedagang-pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang menjajakan atribut Persib, makanan, hingga minuman. Ini selaras dengan visi Walikota Farhan untuk menjadikan setiap momen publik sebagai penggerak roda ekonomi kerakyatan.
Setiap kecamatan diinstruksikan untuk menata para pedagang ini agar tetap rapi dan tidak mengganggu jalannya acara. Dengan demikian, nobar bukan sekadar ajang menonton sepak bola, melainkan pesta rakyat yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Harapan Besar di Hari Sabtu
Sabtu, 23 Mei 2026, akan menjadi hari yang bersejarah. Jika Persib berhasil menaklukkan Persijap Jepara, maka trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan kembali bersemayam di Kota Kembang. Walikota Farhan berharap, seluruh warga Bandung bisa merayakan momen ini dengan penuh kedewasaan.
“Kita ingin Bandung menjadi contoh bagaimana sebuah kota merayakan kemenangan dengan cara yang beradab. Nobar di kecamatan adalah ruang kita untuk bersorak bersama, tetapi setelah itu, mari kita jaga kota ini tetap aman dan nyaman bagi semua orang,” pungkasnya dalam wawancara tersebut.
Bagi warga Bandung yang berencana mengikuti nobar, disarankan untuk datang lebih awal ke kantor kecamatan masing-masing guna mendapatkan tempat terbaik. Pastikan juga untuk selalu mematuhi instruksi petugas di lapangan demi kelancaran bersama. Mari kita kawal perjuangan Maung Bandung hingga podium juara!