Teror Pocong Bersajam di Grobogan Ternyata Hoax, Polisi Ungkap Motif di Balik Video Viral Stasiun Karangsono

Aris Munandar | ZonaKabar
24 Mei 2026, 21:43 WIB
Teror Pocong Bersajam di Grobogan Ternyata Hoax, Polisi Ungkap Motif di Balik Video Viral Stasiun Karangsono

ZonaKabar — Masyarakat di Kabupaten Grobogan belakangan ini dikejutkan oleh serangkaian unggahan di media sosial yang menggambarkan sosok makhluk astral, pocong, yang disebut-sebut berkeliaran di pemukiman warga. Kabar yang beredar melalui pesan berantai dan grup komunitas ini tidak hanya membawa narasi mistis, tetapi juga dibumbui dengan ancaman kriminalitas yang memicu keresahan massal di tengah malam.

Ketegangan bermula ketika sebuah unggahan muncul di grup Facebook populer, Info Juwangi Sendangharjo Karangrayung. Dalam unggahan tersebut, seorang netizen mempertanyakan kebenaran kabar mengenai fenomena yang disebut sebagai “Poling” atau pocong maling. Narasi ini menyebutkan bahwa sosok pocong tersebut tidak sekadar menakuti warga, tetapi juga membawa senjata tajam dan melakukan aksi pencurian di wilayah Desa Karangsono.

Gelombang Keresahan di Jagat Maya

Fenomena ini dengan cepat menjalar ke berbagai platform. Berdasarkan pantauan tim redaksi, unggahan tersebut tidak berdiri sendiri. Ia disertai dengan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menggunakan bahasa Jawa kental, memberikan kesan otentik seolah kejadian tersebut benar-benar baru saja berlangsung. Video berdurasi singkat yang memperlihatkan sosok putih mengetuk jendela rumah warga turut dibagikan secara masif, meskipun kualitas visualnya buram dan tidak menunjukkan detail lokasi yang jelas.

Baca Juga Misteri dan Filosofi Sabtu Legi 9 Mei 2026: Menelusuri Jejak Karakter Rahayu dalam Naungan Wuku Tolu
Misteri dan Filosofi Sabtu Legi 9 Mei 2026: Menelusuri Jejak Karakter Rahayu dalam Naungan Wuku Tolu

Akun Instagram @infogrobogan.id juga sempat mengunggah tangkapan layar status WhatsApp yang memperingatkan warga untuk waspada. Pesan tersebut menginstruksikan masyarakat agar tidak keluar rumah setelah pukul 01.00 WIB karena adanya sosok yang mengetuk pintu rumah dengan modus operandi yang mencurigakan. Keresahan ini pun menjadi bola salju yang menggelinding liar, menciptakan atmosfer ketakutan di beberapa desa di Kabupaten Grobogan.

Klarifikasi Tegas dari Polres Grobogan

Menanggapi situasi yang kian tidak kondusif, pihak kepolisian segera turun tangan untuk melakukan investigasi digital dan lapangan. Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, memberikan pernyataan tegas terkait kegaduhan ini. Dirinya memastikan bahwa seluruh informasi mengenai teror pocong bersenjata tajam tersebut adalah berita bohong atau hoax.

“Hoax. Dalam postingan tersebut, daerah Karangsono yang dimaksud diklaim berada di sekitar Stasiun Karangsono, Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Namun, setelah kami cek, tidak ada kejadian seperti yang dinarasikan,” ujar Ipda Arif saat dikonfirmasi pada Minggu (24/5/2026).

Polisi menemukan pola yang mencurigakan dari video yang beredar. Berdasarkan hasil patroli siber, video yang sama ternyata telah diunggah berulang kali di berbagai daerah dengan klaim lokasi yang berbeda-beda. Hal ini membuktikan adanya upaya sistematis untuk menyebarkan ketakutan dengan memanfaatkan konten lama yang dimodifikasi narasinya.

Baca Juga Duka Mendalam di Lebanon: Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur Pasca Serangan Udara Israel
Duka Mendalam di Lebanon: Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur Pasca Serangan Udara Israel

Motif di Balik Penyebaran Hoax: Antara Ekonomi dan Teror

Lebih lanjut, Ipda Arif menjelaskan bahwa ada motif tertentu yang biasanya melandasi penyebaran konten-konten mistis yang provokatif seperti ini. Di era digital saat ini, sensasionalisme sering kali menjadi komoditas yang menguntungkan bagi pemilik akun tertentu.

  • Pengejaran Engagement: Banyak akun media sosial yang sengaja mengunggah konten kontroversial atau menakutkan demi mendapatkan views, likes, dan shares yang tinggi. Semakin viral sebuah konten, semakin besar potensi keuntungan finansial yang didapatkan pemilik akun dari platform tersebut.
  • Penyebaran Teror Psikologis: Ada kelompok atau individu tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin menciptakan instabilitas di masyarakat dengan menyebar teror hantu yang dibumbui isu kriminalitas.
  • Modus Kejahatan Nyata: Meski isu pocongnya bohong, polisi tetap waspada jika isu ini digunakan sebagai taktik untuk membuat warga takut keluar rumah, sehingga situasi lingkungan menjadi sepi dan memudahkan aksi kriminalitas yang sebenarnya.

Ipda Arif menekankan bahwa masyarakat harus lebih cerdas dalam memfilter informasi. Jangan sampai jempol kita lebih cepat bertindak daripada logika saat menerima pesan yang belum jelas sumbernya.

Baca Juga Update Lengkap Jadwal KRL Solo-Jogja Pekan Ini 4-10 Mei 2026: Strategi Perjalanan Efisien untuk Komuter
Update Lengkap Jadwal KRL Solo-Jogja Pekan Ini 4-10 Mei 2026: Strategi Perjalanan Efisien untuk Komuter

Kemiripan dengan Kasus di Magelang

Kasus di Grobogan ini ternyata memiliki kemiripan yang identik dengan kejadian di Kabupaten Magelang beberapa waktu lalu. Di sana, warga sempat geger dengan isu pocong bersenjata tajam di wilayah Kajoran. Akibat isu tersebut, warga di Desa Sambak bahkan sempat berkumpul di rumah tokoh masyarakat dan melakukan ronda besar-besaran karena merasa terancam.

Plt Kapolsek Kajoran, AKP Darmawan, kala itu juga mengonfirmasi bahwa situasi di lapangan sebenarnya sangat kondusif dan tidak ada laporan tindak pidana. Keresahan warga murni dipicu oleh hoax pocong yang viral di media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa pola penyebaran berita bohong bertema mistis memiliki dampak psikologis yang nyata dan seragam di berbagai daerah.

Edukasi Lewat Bhabinkamtibmas

Sebagai langkah preventif guna meredam kepanikan warga, Polres Grobogan kini menginstruksikan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif memberikan edukasi di desa binaan masing-masing. Polisi desa diminta untuk menyambangi warga dan menjelaskan bahwa isu yang beredar hanyalah karangan orang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga Tragedi di Tepian Sungai Tegalsari: Penemuan Jasad Bayi Perempuan Mengguncang Warga Klaten Utara
Tragedi di Tepian Sungai Tegalsari: Penemuan Jasad Bayi Perempuan Mengguncang Warga Klaten Utara

“Kami mengedepankan peran Bhabinkamtibmas untuk memberikan himbauan agar masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terprovokasi. Keamanan dan ketertiban adalah prioritas kami, dan kami pastikan wilayah Grobogan tetap aman,” tegas Ipda Arif. Polisi juga meminta masyarakat untuk segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang benar-benar mencurigakan, alih-alih menyebarkannya secara liar di media sosial.

Pentingnya Literasi Digital di Tengah Masyarakat

Munculnya fenomena berita palsu bertema mistis ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya literasi digital. Masyarakat dihimbau untuk selalu melakukan cross-check melalui media massa yang kredibel atau akun resmi instansi pemerintah sebelum mempercayai sebuah kabar.

Seringkali, narasi yang dibangun dalam hoax sengaja menyentuh sisi emosional seperti ketakutan atau rasa penasaran yang berlebihan. Dengan tetap tenang dan berpikir kritis, kita dapat memutus rantai penyebaran hoax yang dapat merugikan ketenangan publik. Ingat, keamanan lingkungan dimulai dari kecerdasan kita dalam mengelola informasi di genggaman tangan.

Polres Grobogan juga menegaskan akan terus memantau perkembangan di dunia maya. Bagi siapa saja yang sengaja menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di tengah masyarakat, dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Oleh karena itu, bijaklah dalam bermedia sosial demi kenyamanan bersama.

Baca Juga Tragedi Kemanusiaan di Klaten: Jerat Predator di Lingkaran Terdekat, dari Sopir Kepercayaan hingga Ayah Tiri
Tragedi Kemanusiaan di Klaten: Jerat Predator di Lingkaran Terdekat, dari Sopir Kepercayaan hingga Ayah Tiri
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *