Aksi Tanam Pohon Pisang Berbuah Hasil: Pemprov Jateng Percepat Betonisasi Jalan Randublatung-Cepu dengan Anggaran Puluhan Miliar
ZonaKabar — Suara kegelisahan masyarakat di ujung timur Jawa Tengah akhirnya mendapat jawaban konkret dari pemangku kebijakan. Setelah sempat diwarnai aksi protes teatrikal yang unik sekaligus menyentil, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kini bergerak cepat melakukan perbaikan pada ruas jalan utama yang menghubungkan Randublatung dan Cepu di Kabupaten Blora. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai respon atas viralnya aksi warga, melainkan sebagai bagian dari komitmen besar dalam memantapkan konektivitas wilayah.
Kondisi infrastruktur yang prima merupakan urat nadi bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, bagi warga di Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, kesabaran mereka sempat mencapai titik nadir. Ruas jalan provinsi yang menjadi jalur vital aktivitas sehari-hari tersebut mengalami kerusakan parah hingga membentuk lubang-lubang yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Sebagai bentuk kritik sosial, warga setempat bahkan sempat melakukan aksi menanam pohon pisang di tengah jalan serta menaburkan material sirtu (grosok) secara swadaya sebagai sindiran atas lambatnya penanganan fisik.
Respon Cepat Dinas PUPR Jawa Tengah
Menanggapi dinamika yang berkembang di lapangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memberikan penjelasan mendalam saat meninjau lokasi di Blora. Ia mengakui bahwa aspirasi masyarakat melalui aksi tersebut menjadi salah satu pemicu percepatan, namun ia menekankan bahwa rencana peningkatan infrastruktur jalan sebenarnya sudah masuk dalam agenda prioritas Gubernur.
“Aksi warga itu sebenarnya merupakan salah satu pemicu yang menyuarakan kondisi di lapangan. Namun, pada sisi lain, ini adalah langkah strategis yang diambil oleh Bapak Gubernur untuk memastikan seluruh ruas jalan provinsi di Jawa Tengah mengalami peningkatan kualitas yang signifikan,” ujar Henggar di sela-sela kegiatannya di Blora pada Selasa (9/6/2026).
Henggar menjelaskan bahwa penanganan ruas Randublatung-Cepu tidak hanya sekadar tambal sulam. Pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan yang jauh lebih besar dari rencana awal demi memastikan jalan tersebut memiliki ketahanan jangka panjang melalui teknik beton rigid.
Transformasi Anggaran Melalui Skema Perkada 2026
Salah satu poin menarik dalam penanganan krisis jalan di Blora ini adalah keberanian pemerintah dalam melakukan realokasi anggaran. Awalnya, ruas jalan Randublatung-Cepu hanya dijatah alokasi sebesar Rp 5,276 miliar. Namun, menyadari tingkat kerusakan dan urgensi mobilitas warga, Pemprov Jateng menggunakan instrumen Peraturan Kepala Daerah (Perkada) 2026 untuk menambah kucuran dana.
Tak tanggung-tanggung, tambahan anggaran sebesar Rp 28,7 miliar digelontorkan untuk menyempurnakan proyek ini. Dengan demikian, total investasi yang dikerahkan untuk membenahi akses Randublatung-Cepu mencapai angka fantastis, yakni Rp 33,976 miliar. Penggunaan skema Perkada ini memungkinkan anggaran segera tersedia tanpa harus menunggu proses evaluasi APBD Perubahan yang biasanya baru cair pada bulan September.
“Target Bapak Gubernur sangat jelas: jalan provinsi di Jawa Tengah harus tuntas 100 persen dalam kondisi mantap. Dengan tambahan alokasi sekitar Rp 200 miliar untuk seluruh wilayah Jateng melalui Perkada, kita bisa bergerak lebih fleksibel dan cepat tanpa terhambat birokrasi anggaran yang kaku,” tambah Henggar menjelaskan strategi pembangunan daerah yang lebih dinamis.
Beton Rigid: Solusi Permanen untuk Jalur Logistik
Secara teknis, perbaikan yang akan dilakukan di wilayah Randublatung-Cepu ini difokuskan pada segmen yang paling terdampak. Dari total panjang ruas Doplang-Randublatung-Cepu yang mencapai 45 kilometer, terdapat titik krusial sepanjang 2.600 meter atau 2,6 kilometer yang akan dibangun menggunakan konstruksi beton rigid.
Konstruksi beton rigid dipilih karena kemampuannya dalam menahan beban kendaraan berat yang sering melintasi area tersebut, terutama truk-truk pengangkut hasil bumi dan logistik migas yang menjadi ciri khas wilayah Cepu. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan lelang. Sembari menunggu pemenang tender dan proses administratif selesai, petugas di lapangan tetap melakukan langkah darurat berupa penambalan lubang agar jalan tetap bisa dilalui dengan aman oleh masyarakat.
“Sambil menunggu proses tender tuntas, kami melakukan perbaikan rutin untuk menutup lubang-lubang yang rusak parah. Begitu keputusan lelang keluar, kontraktor akan langsung bekerja melakukan pengecoran beton secara menyeluruh,” tegas Henggar.
Sinergi dengan Inpres Jalan Daerah (IJD)
Selain mengandalkan kekuatan APBD Provinsi, Pemprov Jateng juga secara aktif mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Khusus untuk Kabupaten Blora, terdapat tiga ruas jalan strategis yang telah diusulkan untuk mendapatkan kucuran dana pusat. Langkah ini merupakan hasil komunikasi intensif antara pemerintah daerah dengan anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur.
Upaya ini menunjukkan bahwa penanganan jalan di Blora dilakukan secara komprehensif dari berbagai pintu pendanaan. Masyarakat diharapkan dapat bersabar selama proses transisi konstruksi berlangsung, karena tujuan akhirnya adalah menciptakan jalur transportasi yang aman, nyaman, dan mampu bertahan hingga belasan tahun ke depan.
Refleksi Sosial: Mengapa Warga Sampai Menanam Pohon Pisang?
Melihat kembali ke belakang, aksi penanaman pohon pisang yang dilakukan warga Randublatung pada 31 Mei dan 4 Juni 2026 merupakan simbol dari kebuntuan komunikasi. Bagi masyarakat pedesaan, jalan yang rusak bukan hanya soal ketidaknyamanan berkendara, tetapi juga soal biaya logistik yang membengkak, kerusakan kendaraan pribadi, hingga risiko kecelakaan maut.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi para birokrat bahwa di era digital, suara rakyat dapat teramplifikasi dengan sangat cepat. Berita viral mengenai jalan rusak kini menjadi kontrol sosial yang efektif untuk mempercepat kinerja pemerintah. Namun, respon positif dari Pemprov Jateng kali ini patut diapresiasi karena mereka tidak hanya bereaksi terhadap tekanan massa, tetapi juga menyiapkan solusi teknis dan anggaran yang sistematis.
Dengan total anggaran perbaikan jalan provinsi di Blora yang menyentuh angka Rp 51,4 miliar untuk tahun ini, wajah infrastruktur di kawasan penghasil kayu jati tersebut diprediksi akan berubah drastis. Masyarakat kini menanti realisasi fisik dari komitmen yang telah diucapkan, berharap agar di masa depan, pohon pisang hanya tumbuh di kebun, bukan di tengah aspal jalan raya.
Ke depannya, pemeliharaan rutin dan pengawasan terhadap tonase kendaraan yang melintas harus menjadi perhatian bersama agar investasi puluhan miliar ini tidak sia-sia. Dengan jalan yang mantap, Randublatung-Cepu akan kembali menjadi poros kekuatan ekonomi yang mampu menyejahterakan warga di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.