Sinopsis ‘Those Who Wish Me Dead’: Ketika Angelina Jolie Bertarung Melawan Api dan Pembunuh Berdarah Dingin

Dewi Lestari | ZonaKabar
05 Mei 2026, 19:42 WIB
Sinopsis 'Those Who Wish Me Dead': Ketika Angelina Jolie Bertarung Melawan Api dan Pembunuh Berdarah Dingin

ZonaKabar — Dunia perfilman sering kali menyajikan kisah bertahan hidup yang memacu adrenalin, namun jarang ada yang menggabungkan elemen ancaman manusia dan amukan alam seintens dalam film “Those Who Wish Me Dead”. Karya yang memadukan genre thriller aksi dengan nuansa survival ini dijadwalkan kembali menyapa pemirsa melalui layar kaca Bioskop Trans TV pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 21.00 WIB. Bagi Anda pencinta ketegangan yang konstan, film ini bukan sekadar tontonan biasa, melainkan sebuah perjalanan emosional yang dibalut dengan kobaran api yang mengerikan.

Disutradarai oleh tangan dingin Taylor Sheridan, sosok di balik kesuksesan serial “Yellowstone” dan penulis skenario “Sicario”, film ini membawa penonton masuk ke dalam hutan belantara Montana yang luas namun menyesakkan. Dirilis pertama kali pada tahun 2021, Those Who Wish Me Dead menandai kembalinya Angelina Jolie ke genre aksi murni dengan karakter yang rapuh namun tangguh secara bersamaan. Didukung oleh Warner Bros. Pictures, film ini menawarkan kualitas visual yang memanjakan mata sekaligus meneror nyali.

Baca Juga Jadwal Sholat Cirebon Minggu 17 Mei 2026: Panduan Ibadah dan Rahasia Keberkahan di Kota Udang
Jadwal Sholat Cirebon Minggu 17 Mei 2026: Panduan Ibadah dan Rahasia Keberkahan di Kota Udang

Sinopsis Mendalam: Saksi Kunci di Tengah Perburuan Maut

Cerita bermula dari kehidupan seorang remaja laki-laki bernama Connor (diperankan dengan apik oleh Finn Little). Kehidupan normalnya hancur dalam semalam ketika ia menjadi saksi mata tunggal dari sebuah pembunuhan brutal yang dilakukan oleh dua pembunuh bayaran profesional. Bukan sekadar pembunuh biasa, duo Jack dan Patrick Blackwell (diperankan oleh Aidan Gillen dan Nicholas Hoult) adalah eksekutor berdarah dingin yang tidak menyisakan jejak sedikit pun. Connor membawa sebuah rahasia besar, sebuah bukti fisik yang dapat menjatuhkan organisasi kriminal tingkat tinggi.

Dalam keputusasaan untuk menyelamatkan diri, Connor melarikan diri ke dalam lebatnya hutan Montana. Di sanalah takdir mempertemukannya dengan Hannah Faber (Angelina Jolie), seorang smokejumper atau petugas pemadam kebakaran hutan yang diterjunkan dari udara. Hannah sendiri bukanlah pahlawan tanpa cela; ia adalah seorang wanita yang hancur, dihantui oleh trauma masa lalu akibat kegagalannya menyelamatkan tiga nyawa dalam sebuah kebakaran hutan hebat beberapa waktu sebelumnya. Pertemuan mereka di tengah kesunyian hutan menjadi titik balik bagi keduanya untuk saling menyelamatkan, baik secara fisik maupun mental.

Baca Juga Netanyahu Sebut Hizbullah Sabotase Perdamaian: Babak Baru Eskalasi di Perbatasan Israel-Lebanon
Netanyahu Sebut Hizbullah Sabotase Perdamaian: Babak Baru Eskalasi di Perbatasan Israel-Lebanon

Hannah Faber: Antara Trauma Masa Lalu dan Insting Penyelamat

Sebagai seorang petugas pemadam kebakaran, Hannah biasanya berhadapan dengan api sebagai musuh utamanya. Namun, dalam narasi ini, musuhnya berlipat ganda. Hannah menemukan Connor dalam keadaan terguncang dan penuh luka. Meski awalnya enggan terlibat terlalu dalam karena beban psikologis yang ia pikul, insting kemanusiaan Hannah bangkit saat ia menyadari bahwa anak ini sedang diburu oleh kekuatan yang jauh lebih besar dari sekadar hukum rimba.

Angelina Jolie memberikan performa yang sangat manusiawi sebagai Hannah. Kita tidak melihat sosok superhero yang tak terkalahkan, melainkan seorang profesional yang sedang berjuang melawan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Setiap langkah yang diambil Hannah untuk melindungi Connor adalah bentuk penebusan atas dosa-dosa masa lalunya yang ia rasakan sendiri. Hubungan antara Hannah dan Connor berkembang secara organik, dari rasa curiga menjadi sebuah ikatan emosional antara dua jiwa yang sama-sama terluka.

Ancaman Ganda: Amukan Api dan Kekejaman Manusia

Ketegangan dalam film ini mencapai puncaknya ketika para pembunuh bayaran menyadari bahwa hutan Montana terlalu luas untuk dijelajahi dengan cara konvensional. Untuk memojokkan mangsanya dan menghapus segala bukti, mereka mengambil langkah ekstrem yang mengerikan: membakar hutan secara sengaja. Api yang awalnya hanya berupa percikan kecil dengan cepat bertransformasi menjadi neraka dunia yang melahap apa pun di depannya.

Baca Juga Laskar Kalinyamat Sang Penentu Takhta: Persijap Jepara Berada di Pusaran Duel Maut Persib vs Borneo FC
Laskar Kalinyamat Sang Penentu Takhta: Persijap Jepara Berada di Pusaran Duel Maut Persib vs Borneo FC

Di sinilah kejeniusan Taylor Sheridan terlihat. Ia menggunakan kebakaran hutan bukan hanya sebagai latar belakang, tetapi sebagai karakter antagonis tambahan yang tidak memiliki belas kasihan. Hannah dan Connor kini terjepit di antara dua pilihan yang mustahil: menghadapi senapan otomatis para pembunuh yang menunggu di pinggiran hutan, atau terus berlari ke dalam kepungan api yang kian mendekat. Situasi ini menciptakan rasa urgensi yang luar biasa bagi penonton, membuat kita bertanya-tanya: mampukah manusia bertahan di tengah amukan alam yang paling destruktif?

Di Balik Layar: Realisme di Tengah Kobaran Api

Satu hal yang membuat film thriller ini terasa sangat nyata adalah komitmen sutradara untuk meminimalisir penggunaan CGI. Sebagian besar adegan kebakaran yang kita lihat adalah api sungguhan yang dikendalikan secara teknis di lokasi syuting. Taylor Sheridan ingin para aktornya merasakan panas yang sesungguhnya agar ekspresi ketakutan dan kelelahan mereka terpancar secara autentik. Syuting dilakukan di lokasi terbuka yang ekstrem, memberikan nuansa mentah dan kasar yang menjadi ciri khas karya-karya Sheridan.

Baca Juga Petaka Makan Siang di SDN Ciadeg Cianjur: Belasan Siswa Tumbang Akibat Dugaan Keracunan Massal
Petaka Makan Siang di SDN Ciadeg Cianjur: Belasan Siswa Tumbang Akibat Dugaan Keracunan Massal

Selain Angelina Jolie, performa Nicholas Hoult dan Aidan Gillen sebagai duo antagonis juga patut diacungi jempol. Mereka tidak digambarkan sebagai penjahat kartun yang banyak bicara, melainkan sebagai profesional yang tenang, metodis, dan sangat efisien dalam melakukan kekerasan. Kehadiran Jon Bernthal sebagai sheriff lokal juga menambah dimensi konflik dalam cerita, memberikan perspektif tentang bagaimana sebuah komunitas kecil terancam oleh konspirasi besar dari luar.

Mengapa Anda Harus Menonton ‘Those Who Wish Me Dead’?

Lebih dari sekadar film kejar-kejaran, “Those Who Wish Me Dead” adalah sebuah studi karakter tentang keberanian dan pengorbanan. Film ini diadaptasi dari novel karya Michael Koryta, yang juga turut membantu dalam penulisan naskahnya, sehingga kedalaman cerita tetap terjaga dari sumber aslinya. Alur ceritanya yang cepat dipadukan dengan sinematografi yang memukau dari Ben Richardson membuat setiap menitnya terasa berharga.

Bagi Anda yang menyukai film dengan tema survival, film ini menyajikan teknik-teknik bertahan hidup di hutan yang menarik untuk disimak. Bagaimana cara menghadapi sambaran petir di padang terbuka, hingga cara mencari perlindungan di tengah kebakaran hebat, semuanya disajikan dengan riset yang mendalam. Namun, jantung dari film ini tetaplah pada perjuangan Hannah untuk bangkit dari kegelapan hatinya sendiri demi menyelamatkan satu nyawa yang tersisa.

Baca Juga Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat: Rahasia Mencari Sapi dan Kambing Berkualitas
Panduan Lengkap Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat: Rahasia Mencari Sapi dan Kambing Berkualitas

Jangan lewatkan keseruan dan ketegangan luar biasa dalam film ini. Pastikan Anda sudah menyiapkan camilan dan waktu luang untuk menyaksikan bagaimana takdir Connor dan Hannah ditentukan di tengah hutan yang membara. Apakah mereka berhasil selamat dari kepungan pembunuh dan kobaran api? Saksikan selengkapnya hanya di Bioskop Trans TV pada slot jam tayang utama Anda. Ini adalah tontonan yang akan meninggalkan kesan mendalam tentang arti sejati dari keberanian di bawah tekanan yang tak terbayangkan.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *