Kabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Bandara Madinah Sesaat Sebelum Lepas Landas

Aris Munandar | ZonaKabar
20 Jun 2026, 15:41 WIB
Kabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Bandara Madinah Sesaat Sebelum Lepas Landas

ZonaKabar — Suasana haru menyelimuti kepulangan rombongan jemaah haji Kloter 53 SOC (Embarkasi Solo). Di tengah sukacita setelah menyelesaikan rukun Islam kelima, kabar duka datang dari gerbang kepulangan. Seorang jemaah haji asal Kota Solo, Bapak Sukasto (84), dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di Bandara Internasional Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, tepat sebelum dirinya dijadwalkan naik ke pesawat untuk kembali ke Tanah Air.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan sesama jemaah. Betapa tidak, Sukasto telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, baik saat di Makkah maupun Madinah. Namun, garis takdir menentukan bahwa perjalanan spiritualnya berakhir di tanah yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW tersebut.

Kronologi Detik-Detik Terakhir di Bandara Madinah

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, peristiwa ini terjadi pada Kamis malam (18/6/2026). Saat itu, Bapak Sukasto bersama istri tercinta dan rombongan Kloter 53 tengah bersiap untuk proses boarding. Segalanya tampak berjalan normal hingga tiba-tiba kondisi kesehatan pria lanjut usia tersebut menurun drastis sesaat setelah tiba di terminal keberangkatan bandara.

Baca Juga Teror Pocong Bersajam di Grobogan Ternyata Hoax, Polisi Ungkap Motif di Balik Video Viral Stasiun Karangsono
Teror Pocong Bersajam di Grobogan Ternyata Hoax, Polisi Ungkap Motif di Balik Video Viral Stasiun Karangsono

Melihat kondisi fisik almarhum yang melemah secara mendadak, petugas kesehatan yang berjaga segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasinya ke klinik bandara. Tim medis telah berupaya maksimal untuk menstabilkan kondisi jantung dan pernapasan almarhum. Namun, pada pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS), dokter menyatakan bahwa Bapak Sukasto telah wafat.

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, dalam keterangannya mengonfirmasi kabar duka ini dengan rasa bela sungkawa yang sangat mendalam. “Innalillahi wa innailaihi raji’un, kami menyampaikan duka cita yang tulus atas berpulangnya Bapak Sukasto. Beliau sebenarnya dalam kondisi sehat selama menjalankan ibadah, namun qodarullah, Allah berkehendak memanggil beliau di bandara, sesaat sebelum terbang,” ungkapnya pada Sabtu (20/6/2026).

Ketegaran Sang Istri dan Kepulangan Rombongan Kloter 53

Kepergian mendadak ini tentu menjadi pukulan berat bagi sang istri yang senantiasa mendampingi almarhum selama di Tanah Suci. Meskipun diselimuti kesedihan, sang istri tetap melanjutkan perjalanan pulang bersama rombongan lainnya demi menuntaskan amanah perjalanan haji ini. Diketahui, rombongan Kloter 53 kini telah mendarat dengan selamat dan tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Baca Juga Obsesi Tak Wajar Berujung Petaka: Pria di Banyumas Nyaris Diamuk Massa Usai Tepergok ‘Berburu’ Pakaian Dalam di Kos Wanita
Obsesi Tak Wajar Berujung Petaka: Pria di Banyumas Nyaris Diamuk Massa Usai Tepergok ‘Berburu’ Pakaian Dalam di Kos Wanita

Mengenai pengurusan jenazah, pihak Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Madinah bergerak cepat melakukan koordinasi. Sesuai dengan prosedur dan keinginan keluarga, almarhum Bapak Sukasto dimakamkan di Madinah. Dalam tradisi Islam, meninggal dunia di Tanah Suci, terutama di Madinah, sering kali dipandang sebagai sebuah kemuliaan dan keberkahan tersendiri bagi seorang jemaah haji.

Statistik Jemaah Haji Wafat: Tantangan Kesehatan di Tanah Suci

Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, memberikan data terbaru mengenai jumlah jemaah haji asal Embarkasi Solo yang wafat pada musim haji tahun ini. Kepergian Bapak Sukasto menambah daftar panjang perjuangan fisik para tamu Allah di tengah cuaca ekstrem dan rangkaian ibadah yang menguras energi.

Hingga saat ini, total terdapat 52 jemaah dari Embarkasi Solo yang dinyatakan wafat dengan rincian sebagai berikut:

  • 48 jemaah mengembuskan napas terakhir di Tanah Suci (Makkah dan Madinah).
  • 1 jemaah wafat di dalam pesawat saat perjalanan udara.
  • 3 jemaah wafat setelah sempat tiba kembali di Tanah Air namun dalam perawatan medis.

Fenomena jemaah haji lansia yang wafat sesaat setelah menyelesaikan ibadah memang sering terjadi. Faktor kelelahan akumulatif dari prosesi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sering kali baru terasa efeknya saat tubuh mulai memasuki fase relaksasi menjelang kepulangan. Oleh karena itu, pemerintah terus menekankan pentingnya program Haji Ramah Lansia untuk memitigasi risiko kesehatan bagi jemaah usia lanjut.

Baca Juga Fenomena ‘Hujan Lele’ di Klaten: Ribuan Ikan Tumpah Ruah Penuhi SPBU Cokro, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Total
Fenomena ‘Hujan Lele’ di Klaten: Ribuan Ikan Tumpah Ruah Penuhi SPBU Cokro, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Total

Makna Spiritual di Balik Kepergian di Madinah

Bagi umat Muslim, wafat di Madinah memiliki makna yang sangat sakral. Madinah bukan sekadar kota persinggahan, melainkan tempat bersemayamnya Rasulullah SAW. Banyak jemaah yang secara tulus berdoa agar diberikan akhir hayat yang baik (husnul khatimah) saat berada di tanah haram tersebut. Bapak Sukasto telah menunaikan tugas sucinya, melengkapi rukun Islamnya, dan kini beristirahat dengan tenang di bumi Madinah.

Pihak PPIH Embarkasi Solo pun memastikan bahwa seluruh hak almarhum, termasuk asuransi dan dokumen-dokumen terkait, akan diurus dengan sebaik-baiknya untuk diberikan kepada ahli waris di Solo. Segenap doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi para jemaah lain yang masih menunggu jadwal kepulangan agar tetap menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri dalam melakukan ibadah sunnah secara berlebihan di hari-hari terakhir kepulangan. Koordinasi dengan tim medis kloter menjadi kunci utama untuk memastikan keselamatan jemaah hingga kembali ke pelukan keluarga di rumah.

Baca Juga Penyegaran Strategis di Tubuh Polres Demak: Estafet Kepemimpinan demi Transformasi Pelayanan Publik
Penyegaran Strategis di Tubuh Polres Demak: Estafet Kepemimpinan demi Transformasi Pelayanan Publik

Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji

Menanggapi angka kematian jemaah yang mencapai 52 orang di lingkup Embarkasi Solo saja, pengamat kebijakan haji menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terkait skrining kesehatan sebelum keberangkatan. Meskipun takdir adalah otoritas Tuhan, upaya medis preventif tetap harus dioptimalkan, terutama bagi jemaah dengan risiko tinggi (risti).

Kisah Bapak Sukasto menjadi bagian dari sejarah perjalanan haji tahun ini—sebuah perjalanan panjang yang berakhir pada perjumpaan abadi dengan Sang Pencipta di gerbang kepulangan. Semoga setiap langkah almarhum menjadi saksi atas ketaatannya dan ibadah hajinya diterima sebagai haji yang mabrur.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *