Tragedi PRT Asal Batang di Benhil: Mimpi Membantu Orang Tua yang Berakhir di Lantai Beton

Aris Munandar | ZonaKabar
25 Apr 2026, 15:57 WIB
Tragedi PRT Asal Batang di Benhil: Mimpi Membantu Orang Tua yang Berakhir di Lantai Beton

ZonaKabar — Jakarta kembali menjadi saksi bisu sebuah tragedi kemanusiaan yang menyayat hati. Seorang remaja asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, harus mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat tragis di tengah gemerlapnya Ibu Kota. Niat mulia untuk mengangkat derajat ekonomi keluarga berubah menjadi duka mendalam setelah korban ditemukan tewas usai melompat dari lantai empat sebuah bangunan kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu (24/4), meninggalkan luka yang teramat dalam bagi keluarga di Desa Ngoroto, Kecamatan Reban, Batang. Korban yang diketahui berinisial D, merupakan seorang remaja yang baru saja menapaki usia produktif namun harus memikul beban hidup yang berat di pundaknya. Kepergiannya memicu tanda tanya besar mengenai kondisi kerja yang ia alami selama merantau sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Jakarta.

Pengorbanan Besar dari Sebuah Desa Kecil

Di balik sosoknya yang masih belia, D dikenal sebagai pribadi yang memiliki etos kerja luar biasa. Kepala Desa Ngoroto, Siam Susanto, mengungkapkan bahwa D adalah pahlawan bagi keluarganya. Demi membantu kedua orang tuanya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, ia dengan ikhlas memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA setelah lulus dari bangku SMP. Keputusan ini diambil bukan karena ia malas belajar, melainkan karena rasa tanggung jawabnya sebagai anak pertama.

Baca Juga Menelusuri Jejak Kiai Wongsoniti: Legenda ‘Kesusu Menyang’ di Balik Asal-usul Desa Sumyang Klaten
Menelusuri Jejak Kiai Wongsoniti: Legenda ‘Kesusu Menyang’ di Balik Asal-usul Desa Sumyang Klaten

“Korban ini anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya masih kecil, baru berusia tujuh tahun. Melihat kondisi orang tuanya yang bekerja serabutan, dia memilih untuk mandiri dan bekerja,” ujar Siam Susanto saat memberikan keterangan kepada tim ZonaKabar. Sebelum memutuskan merantau ke Jakarta, D sehari-hari membantu orang tuanya menjadi buruh pembuat emping mlinjo di desa. Kabupaten Batang memang dikenal dengan produksi empingnya, namun penghasilan dari sektor ini seringkali tidak mencukupi untuk kebutuhan pendidikan menengah.

Merantau Setelah Lebaran: Harapan yang Pupus

Momentum setelah Lebaran biasanya dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mencari peruntungan baru. Begitu pula dengan D. Hanya berselang sekitar sepekan setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga, ia berangkat ke Jakarta dengan harapan bisa mengirimkan uang untuk adik dan orang tuanya. Namun, siapa sangka bahwa keberangkatannya itu adalah pamit terakhirnya kepada keluarga di desa.

D baru bekerja selama hitungan hari di sebuah hunian di kawasan Benhil. Namun, lingkungan kerja yang ia harapkan menjadi ladang rezeki justru diduga berubah menjadi jeruji psikologis. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak desa dan kerabat, D merasa tidak betah dan tertekan selama bekerja di sana. Alih-alih mendapatkan bimbingan sebagai pekerja pemula, ia justru dikabarkan mengalami pembatasan komunikasi yang ketat.

Baca Juga Misi Kebangkitan Laskar Sambernyawa: Strategi Persis Solo Rombak Skuad dan Manajemen Demi Kembali ke Kasta Tertinggi
Misi Kebangkitan Laskar Sambernyawa: Strategi Persis Solo Rombak Skuad dan Manajemen Demi Kembali ke Kasta Tertinggi

Dugaan Perlakuan Tak Manusiawi di Balik Pintu Terkunci

Tragedi ini memicu spekulasi mengenai adanya dugaan malpraktik dalam hubungan kerja. Muncul laporan mengejutkan bahwa telepon genggam (HP) milik korban sempat ditahan oleh sang majikan. Hal ini membuat D terisolasi dan tidak bisa mengadu kepada keluarganya di Batang mengenai kesulitan yang ia hadapi. Tidak hanya itu, beredar informasi bahwa akses keluar masuk bangunan tersebut sangat terbatas bagi para pekerja di sana.

“Katanya HP ditahan majikan, korban merasa sangat tidak betah. Ada niatan untuk pergi atau kabur melalui lantai empat karena diduga pintu utama dikunci dari luar,” ungkap Siam Susanto dengan nada prihatin. Tindakan nekat melompat dari ketinggian tersebut diduga kuat merupakan upaya terakhir yang dilakukan korban bersama rekan kerjanya demi mendapatkan kebebasan. Dalam insiden yang sama, seorang rekan korban berinisial M juga ikut melompat, namun ia berhasil selamat meski harus menderita patah tulang yang cukup serius.

Langkah Hukum dan Penyelidikan Kepolisian

Pihak kepolisian dari Polsek Tanah Abang segera bergerak cepat menangani kasus ini setelah mendapatkan laporan dari warga sekitar. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengonfirmasi bahwa motif sementara dari tindakan nekat kedua PRT tersebut adalah rasa tidak betah bekerja. Pihak kepolisian masih terus mendalami apakah ada unsur pelanggaran hukum atau tindakan kekerasan yang memicu korban hingga berani mengambil risiko nyawa.

Baca Juga Skandal Penggelapan Mobil di Kejari Blora: Daftar Korban Bertambah, Oknum PNS dan Satpam Kini Diburu Polisi
Skandal Penggelapan Mobil di Kejari Blora: Daftar Korban Bertambah, Oknum PNS dan Satpam Kini Diburu Polisi

Hingga saat ini, pihak keluarga dan perangkat desa masih berupaya menjalin komunikasi dengan majikan korban untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena majikan yang bersangkutan belum bisa ditemui secara langsung. Pihak desa berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini agar keadilan bagi warganya dapat ditegakkan.

Proses Pemulangan Jenazah ke Tanah Kelahiran

Duka mendalam masih menyelimuti kediaman keluarga D di Desa Ngoroto. Setelah mendapatkan kabar duka langsung dari pihak kepolisian, perangkat desa segera berangkat ke Jakarta untuk melakukan pendampingan dan mengurus proses administrasi pemulangan jenazah. Jenazah D harus menjalani proses autopsi di rumah sakit untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut sebelum diizinkan dibawa pulang.

“Proses autopsi dijadwalkan selesai dalam waktu beberapa jam. Jika semua lancar, jenazah akan langsung kami bawa pulang ke Batang untuk dimakamkan secara layak,” tambah Siam. Kehadiran jenazah D sangat dinantikan oleh orang tuanya yang hingga kini masih tampak syok dan tak percaya bahwa anak sulung mereka kembali dalam kondisi tak bernyawa.

Baca Juga Tragedi di Jalur Rel Grobogan: Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Barang Banteng Cargo
Tragedi di Jalur Rel Grobogan: Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Barang Banteng Cargo

Pentingnya Perlindungan Bagi Pekerja Rumah Tangga

Tragedi yang menimpa D kembali membuka mata publik mengenai urgensi perlindungan bagi para pekerja domestik, terutama mereka yang masih berusia remaja. Kasus ini menambah daftar panjang potret buram sektor perlindungan tenaga kerja informal di Indonesia. Tanpa payung hukum yang kuat dan pengawasan yang ketat, para pekerja seperti D sangat rentan terhadap eksploitasi dan perlakuan yang tidak adil.

Sangat ironis ketika seorang remaja yang ingin berbakti kepada orang tua harus kehilangan nyawanya di tengah perjuangan tersebut. Kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan instansi terkait untuk lebih memperhatikan keamanan dan kesejahteraan para perantau yang mengadu nasib di Jakarta. ZonaKabar akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas, demi memastikan bahwa suara-suara mereka yang terbungkam mendapatkan ruang untuk didengar.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, agar tidak ada lagi nyawa yang terhempas hanya karena keinginan untuk keluar dari belenggu tekanan di tempat kerja. Selamat jalan, D. Pengorbananmu untuk keluarga akan selalu dikenang oleh warga Desa Ngoroto.

Baca Juga Inspirasi Mendunia: Kisah Nazril, Anak TKW yang Taklukkan 5 Kampus Top Global dari SMA CT Arsa
Inspirasi Mendunia: Kisah Nazril, Anak TKW yang Taklukkan 5 Kampus Top Global dari SMA CT Arsa
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *