Tragedi Berdarah di Sekelimus Bandung: Nanda Tritami Tewas di Tangan Eks Kakak Ipar, Ini Kronologi Lengkapnya

Dewi Lestari | ZonaKabar
12 Mei 2026, 07:41 WIB
Tragedi Berdarah di Sekelimus Bandung: Nanda Tritami Tewas di Tangan Eks Kakak Ipar, Ini Kronologi Lengkapnya

ZonaKabar — Suasana tenang di kawasan Jalan Sekelimus Tengah, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, mendadak pecah oleh teriakan histeris pada Sabtu (9/5/2026) malam. Sebuah insiden memilukan merenggut nyawa Nanda Tritami Raina, seorang wanita muda berusia 26 tahun yang harus mengembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban keberingasan mantan kakak iparnya sendiri.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas dengan motif konflik keluarga di Kota Kembang. Nanda, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras, tidak pernah menyangka bahwa pertemuannya malam itu dengan sang mantan kakak ipar, Cecep Muktar Maulana (30), akan menjadi akhir dari perjalanan hidupnya.

Sosok Pelaku dan Hubungan Keluarga yang Retak

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim redaksi, pelaku penusukan adalah Cecep Muktar Maulana, pria yang pernah menjadi bagian dari keluarga besar korban. Hubungan Cecep dengan kakak kandung Nanda diketahui telah berakhir dalam perceraian, namun tampaknya bara api konflik pasca-perpisahan tersebut belum sepenuhnya padam. Kapolsek Bandung Kidul, Kompol Sulardjo, mengonfirmasi bahwa antara pelaku dan korban memang masih memiliki keterikatan hubungan keluarga sebagai mantan adik ipar.

Baca Juga Darurat Ekologi di Kota Hujan: Dedi Mulyadi Sebut Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok Bencana Bogor
Darurat Ekologi di Kota Hujan: Dedi Mulyadi Sebut Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok Bencana Bogor

Kehadiran Cecep di lokasi kejadian malam itu sebenarnya dilandasi oleh niat untuk mencari mantan istri dan anaknya. Dengan menggunakan angkutan kota, ia menyambangi kediaman di Jalan Sekelimus Tengah dengan harapan bisa melakukan mediasi atau sekadar bertemu darah dagingnya. Namun, takdir berkata lain. Orang yang ia cari tidak berada di tempat, dan justru Nanda lah yang muncul di lokasi dengan menggunakan mobil pribadinya.

Kronologi Penusukan: Cekcok Mulut Berujung Maut

Pertemuan yang tidak disengaja itu memicu ketegangan hebat. Kasus penusukan ini diduga bermula dari percekcokan mulut yang terjadi di area parkir. Menurut keterangan kepolisian, sempat terjadi aksi saling gertak. Bahkan, korban disebut sempat menabrak pelaku menggunakan mobilnya sebelum akhirnya turun dari kendaraan untuk menghadapi Cecep secara langsung.

Emosi yang sudah memuncak membuat Cecep gelap mata. Ia yang ternyata sudah membekali diri dengan sebilah pisau dapur langsung melakukan serangan membabi buta. “Pelaku langsung menusuk korban menggunakan pisau dapur sebanyak empat sampai lima kali ke bagian dada,” ungkap Kompol Sulardjo saat memberikan keterangan resmi kepada media. Serangan tersebut dilakukan dengan sangat cepat, membuat korban tidak sempat memberikan perlawanan berarti.

Baca Juga Kecerobohan Maut di Perlintasan Purwakarta: KA Papandayan Tempa Truk Parkir Liar, KAI Siap Pidanakan Pelaku
Kecerobohan Maut di Perlintasan Purwakarta: KA Papandayan Tempa Truk Parkir Liar, KAI Siap Pidanakan Pelaku

Kesaksian Dramatis Penjaga Keamanan

Hamzah (40), seorang petugas keamanan di sebuah rumah makan Padang yang berlokasi tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), menjadi saksi kunci detik-detik mengerikan tersebut. Ia menceritakan bagaimana suasana malam itu berubah menjadi mencekam ketika suara benturan mobil diikuti dengan teriakan minta tolong terdengar nyaring.

“Kejadiannya malam, korban itu warga Sumedang yang mengontrak di daerah sini karena bekerja di rumah sakit. Pelaku adalah mantan kakak iparnya. Kabarnya, kalau ada masalah antara kakak korban dan pelaku, si kakak ini sering mengadu ke adiknya (Nanda),” tutur Hamzah saat ditemui di lokasi. Ia juga menambahkan bahwa motif utama pelaku diduga kuat adalah keinginan untuk rujuk yang merasa dihalangi oleh pihak keluarga, termasuk oleh korban.

Hamzah sempat berusaha mendekat saat melihat adanya keributan di dalam mobil. Namun, ia sempat ragu karena pelaku berteriak agar orang lain tidak ikut campur dalam urusan keluarga mereka. “Pelaku buka pintu, korban didorong. Pas saya mau bantu, pelaku bilang jangan ikut campur ini masalah keluarga. Tapi saat saya melihat ada darah yang mengucur di dalam mobil, saya sadar ini bukan sekadar pertengkaran biasa. Ini sudah kriminal,” tegasnya dengan nada getir.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Kota Cirebon 1 Mei 2026: Waspada Potensi Hujan Ringan dan Kelembapan Tinggi di Akhir Pekan
Prakiraan Cuaca Kota Cirebon 1 Mei 2026: Waspada Potensi Hujan Ringan dan Kelembapan Tinggi di Akhir Pekan

Upaya Penyelamatan yang Berujung Duka

Melihat korban yang sudah bersimbah darah dan jatuh tersungkur, warga sekitar segera bergerak cepat. Beberapa warga berhasil mengepung dan menangkap pelaku sebelum ia sempat melarikan diri dari kawasan Kota Bandung tersebut. Sementara itu, warga lainnya segera memanggil ambulans untuk mengevakuasi Nanda ke fasilitas medis terdekat.

Nanda segera dilarikan ke Rumah Sakit Pindad dalam kondisi kritis. Tim medis berupaya keras memberikan pertolongan darurat untuk menghentikan pendarahan hebat di bagian dadanya. Namun, luka-luka yang diderita terlalu parah. Pada pukul 21.13 WIB, pihak rumah sakit menyatakan bahwa Nanda Tritami Raina telah meninggal dunia. Kepergian wanita muda ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan kerjanya di rumah sakit.

Langkah Hukum dan Penanganan Polrestabes Bandung

Saat ini, pelaku Cecep Muktar Maulana telah diamankan di Mapolsek Bandung Kidul guna menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau dapur yang digunakan pelaku dan mobil milik korban. Pihak kepolisian akan mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam pembunuhan ini, mengingat pelaku sudah membawa senjata tajam saat menuju lokasi.

Baca Juga Jadwal Sholat Kota Cirebon Hari Ini, Jumat 22 Mei 2026: Keutamaan Menjaga Waktu Ibadah di Hari yang Mulia
Jadwal Sholat Kota Cirebon Hari Ini, Jumat 22 Mei 2026: Keutamaan Menjaga Waktu Ibadah di Hari yang Mulia

Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang betapa berbahayanya konflik domestik yang tidak terselesaikan dengan baik. Polrestabes Bandung terus mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan jalur hukum atau mediasi resmi dalam menyelesaikan masalah keluarga, guna menghindari tindakan main hakim sendiri yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Kini, kawasan Sekelimus Tengah masih diselimuti duka. Karangan bunga dan doa mengalir untuk Nanda, sosok yang dikenal ramah namun harus menjadi korban dari amarah buta seorang mantan anggota keluarga. Kasus ini kini ditangani sepenuhnya oleh pihak berwajib untuk memastikan keadilan bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *