Misteri Hilangnya Agung Haritono di Dau Malang: Jejak Terakhir di Puncak Tidar dan Kecemasan Keluarga yang Mendalam

Budi Santoso | ZonaKabar
16 Mei 2026, 19:48 WIB
Misteri Hilangnya Agung Haritono di Dau Malang: Jejak Terakhir di Puncak Tidar dan Kecemasan Keluarga yang Mendalam

ZonaKabar — Sebuah kabar memilukan sekaligus misterius datang dari sudut Kabupaten Malang, di mana seorang pria paruh baya dilaporkan hilang tanpa jejak dari tempat kerjanya. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus orang hilang yang memicu atensi luas dari masyarakat sekitar, terutama karena adanya faktor risiko kesehatan yang dialami oleh korban.

Agung Haritono, pria berusia 54 tahun yang berasal dari Kota Probolinggo, kini menjadi pusat pencarian intensif setelah dirinya dinyatakan menghilang dari kawasan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pria yang dikenal sebagai sosok pekerja keras ini diketahui terakhir kali terlihat di area tempatnya mencari nafkah sejak Minggu, 3 Mei 2026. Hingga saat ini, jejaknya seolah menguap ditelan bumi, meninggalkan tanda tanya besar bagi keluarga dan rekan sejawatnya.

Kronologi Kepergian yang Mendadak

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim ZonaKabar, Agung terakhir kali terlihat meninggalkan tempat kerjanya yang beralamat di Ruko Perumahan Puncak Tidar, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Lokasi ini merupakan kawasan yang cukup strategis namun bisa menjadi sangat sepi saat malam mulai merayap. Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 19.00 WIB ketika Agung memacu kendaraan roda duanya keluar dari area ruko.

Baca Juga Update Harga Emas Antam 26 April 2026: Analisis Stagnansi Harga dan Panduan Investasi Logam Mulia di Surabaya
Update Harga Emas Antam 26 April 2026: Analisis Stagnansi Harga dan Panduan Investasi Logam Mulia di Surabaya

Ketut Suparyantono (61), kakak kandung Agung, menceritakan dengan nada penuh kekhawatiran bahwa adiknya telah bekerja di Toko Ro Green selama kurang lebih lima tahun. Selama masa pengabdiannya itu, Agung dikenal sebagai pribadi yang stabil dan tidak pernah menunjukkan perilaku aneh. Namun, pada malam kejadian tersebut, Agung pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan sepatah kata pun kepada rekan kerja maupun pemilik toko.

Kepergiannya yang mendadak ini menjadi sangat janggal mengingat Agung biasanya selalu berkomunikasi jika ingin bepergian jauh. Ketut menjelaskan bahwa adiknya pergi dengan mengendarai satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU dengan nomor polisi N-6857-EFL. Sejak saat itu, saluran komunikasi melalui ponsel pribadinya pun terputus total, menambah pekat kabut misteri dalam kasus Malang ini.

Riwayat Medis yang Memperkeruh Kecemasan

Hal yang paling membuat pihak keluarga merasa terpukul adalah kondisi kesehatan Agung yang tidak sedang dalam keadaan prima. Ketut mengungkapkan bahwa adiknya memiliki riwayat medis khusus pada bagian kepala. Di masa lalu, Agung pernah mengalami cedera kepala serius atau gegar otak yang membuatnya sangat rentan jika mengalami benturan atau tekanan psikologis yang berat.

Baca Juga Roger Bonet ‘Ruxi’: Bek Madura United yang Mendobrak Tradisi Melalui Literasi dan Visi Kepelatihan
Roger Bonet ‘Ruxi’: Bek Madura United yang Mendobrak Tradisi Melalui Literasi dan Visi Kepelatihan

“Terakhir beliau memang keluar dari toko pukul 19.00 tanpa pamitan. Namun, yang perlu ditekankan juga beliau memang ada kekurangan dan pernah terjadi sakit di kepala seperti gegar otak. Jadi, seumpama terbentur, beliaunya khawatirnya akan ada efek yang fatal. Nah, kami khawatir beliau juga ada apa-apa di jalan,” ujar Ketut Suparyantono saat memberikan keterangan kepada media.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Seseorang dengan riwayat gegar otak terkadang dapat mengalami disorientasi atau gangguan ingatan sesaat jika berada di bawah tekanan tinggi atau kelelahan hebat. Kondisi inilah yang membuat keluarga sangat berharap agar Agung segera ditemukan dalam keadaan selamat sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di jalanan.

Upaya Pencarian Mandiri dan Laporan ke Polsek Dau

Setelah menunggu beberapa hari dengan harapan Agung akan kembali dengan sendirinya, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Pada tanggal 8 Mei 2026, hilangnya Agung secara resmi dilaporkan ke Polsek Dau. Laporan ini menjadi landasan bagi pihak kepolisian untuk memulai penyelidikan lebih mendalam terkait keberadaan pria asal Probolinggo tersebut.

Baca Juga Jadwal Sholat Surabaya 16 Mei 2026: Meraih Keberkahan Melalui Ibadah Tepat Waktu dan Niat yang Ikhlas
Jadwal Sholat Surabaya 16 Mei 2026: Meraih Keberkahan Melalui Ibadah Tepat Waktu dan Niat yang Ikhlas

Selama bekerja di Malang, Agung diketahui tinggal seorang diri di mess yang disediakan oleh pihak toko. Anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa tidak tinggal bersamanya, melainkan menetap di Kabupaten Situbondo. Jarak yang membentang antara Malang, Probolinggo, dan Situbondo ini membuat koordinasi keluarga sempat mengalami kendala di awal masa hilangnya korban.

Pihak keluarga dari Probolinggo pun langsung bergerak cepat menuju Malang untuk melakukan penyisiran mandiri. Mereka mendatangi beberapa titik yang biasa dikunjungi oleh Agung, bertanya kepada warga sekitar, hingga menyebarkan informasi melalui media sosial. Namun, upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil yang signifikan.

Ciri-Ciri Fisik dan Identitas Korban

Untuk memudahkan pencarian, pihak keluarga telah merilis ciri-ciri fisik Agung Haritono kepada publik. Masyarakat yang mungkin secara tidak sengaja berpapasan atau melihat keberadaan pria dengan ciri-ciri berikut diharapkan segera memberikan informasi masyarakat kepada pihak berwajib:

  • Tinggi badan: Cukup tinggi dan proporsional.
  • Warna kulit: Sawo matang cenderung kuning langsat.
  • Pakaian terakhir: Mengenakan kaos berwarna cokelat.
  • Kendaraan: Suzuki Satria FU, Nomor Polisi N-6857-EFL.

Ketut sangat berharap masyarakat dapat menjadi mata dan telinga bagi keluarganya. “Barangkali masyarakat ada yang melihat, bisa membantu untuk menghubungi kami atau pihak kepolisian terdekat. Sekecil apa pun informasi tersebut akan sangat berharga bagi kami yang sedang dalam kecemasan ini,” harap Ketut dengan penuh haru.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Surabaya 13 Mei 2026: Terik Matahari Menyengat, Suhu Udara Tembus 35 Derajat Celsius
Prakiraan Cuaca Surabaya 13 Mei 2026: Terik Matahari Menyengat, Suhu Udara Tembus 35 Derajat Celsius

Penyelidikan Polisi Terus Berlanjut

Hingga laporan ini diturunkan, pihak kepolisian bersama keluarga masih terus mendalami segala kemungkinan motif di balik perginya Agung. Penyelidikan difokuskan pada pengecekan kamera CCTV di sekitar jalur Puncak Tidar serta menelusuri aktivitas ponsel korban sebelum akhirnya tidak aktif. Polisi juga memeriksa apakah ada permasalahan pribadi atau tekanan di lingkungan kerja yang mungkin menjadi pemicu kepergian korban.

“Kita mesti dalami apakah ada masalah atau seperti apa. Karena beliau juga rentan secara kesehatan. Kami juga khawatir akan keselamatannya di luar sana, apalagi anak-anaknya berada jauh di Situbondo, sehingga di sini beliau benar-benar sendiri,” pungkas Ketut menutup pembicaraan.

Kehilangan anggota keluarga secara misterius merupakan beban mental yang sangat berat. ZonaKabar mengajak seluruh pembaca untuk turut serta membagikan informasi ini agar jangkauan pencarian menjadi lebih luas. Mari kita doakan agar Agung Haritono dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat. Jika Anda memiliki informasi terkait keberadaan beliau, jangan ragu untuk menghubungi layanan kepolisian setempat atau mendatangi kantor polisi terdekat.

Baca Juga Menjamin Kualitas Ibadah: Strategi Komprehensif Pemkot Surabaya dalam Pengawasan Hewan Kurban Menjelang Idul Adha 2026
Menjamin Kualitas Ibadah: Strategi Komprehensif Pemkot Surabaya dalam Pengawasan Hewan Kurban Menjelang Idul Adha 2026
Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *