Kemegahan Puncak Waisak 2570 BE di Borobudur: Harmoni 2.570 Lampion dan Spektakuler Drone Show
ZonaKabar — Langit malam di atas kemegahan Candi Borobudur dipastikan akan menjadi saksi bisu sebuah perayaan spiritual yang tak terlupakan pada akhir Mei mendatang. Sebagai monumen Buddhis terbesar di dunia, Candi Borobudur bersiap menyambut ribuan umat dan wisatawan dalam puncak peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026. Perayaan tahun ini dijanjikan bakal jauh lebih megah dengan perpaduan apik antara tradisi sakral dan sentuhan teknologi modern.
Simbolisme Cahaya: Penerbangan 2.570 Lampion Perdamaian
Salah satu momen yang paling dinantikan dalam setiap perayaan Waisak di Borobudur adalah penerbangan lampion. Untuk tahun 2026, panitia penyelenggara telah menyiapkan sebanyak 2.570 buah lampion yang akan dilepaskan ke angkasa. Angka ini bukanlah kebetulan semata, melainkan merepresentasikan tahun Buddhis Era (BE) yang sedang dirayakan. Tradisi menerbangkan lampion ini bukan sekadar tontonan visual, melainkan simbol doa dan harapan agar cahaya kedamaian menyinari seluruh penjuru dunia.
Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, menjelaskan bahwa jumlah lampion yang diterbangkan selalu bertambah setiap tahunnya seiring dengan bergantinya tahun Buddhis. “Kami selalu menambah satu lampion setiap tahunnya untuk mengikuti angka tahun Buddhis Era. Hal ini kami yakini membawa keberuntungan atau ‘hoki’ tersendiri bagi kita semua,” ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar di Kompleks Borobudur Cultural Center (BCC) baru-baru ini.
Pelepasan lampion ini akan dibagi menjadi dua sesi utama untuk menampung antusiasme peserta yang luar biasa. Sesi pertama dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.30 WIB, sementara sesi kedua yang menjadi penutup rangkaian malam akan dilaksanakan pada pukul 23.00 WIB. Pemandangan ribuan titik cahaya yang perlahan naik membubung di latar belakangi stupa megah Borobudur diprediksi akan kembali menjadi momen ikonik yang mendunia.
Inovasi Teknologi: Dongeng Visual Melalui 570 Drone
Tidak hanya terpaku pada tradisi lampion, Hari Raya Waisak tahun ini juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan teknologi tingkat tinggi berupa drone show. Sebanyak 570 drone akan diterbangkan secara serempak untuk membentuk formasi-formasi cahaya di langit Magelang. Jumlah drone ini juga diambil dari tiga digit terakhir tahun 2570 BE, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 450 drone.
Pertunjukan drone ini bukan sekadar pamer teknologi. Fatmawati menekankan bahwa drone-drone tersebut akan berkolaborasi membentuk narasi visual tentang sejarah perjalanan agama Buddha. Penonton akan disuguhkan kisah Tri Suci Waisak, mulai dari kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian penerangan sempurna menjadi Buddha, hingga momen Parinibbana (wafatnya Sang Buddha). Atraksi memukau ini dijadwalkan tampil setelah prosesi Dharmasanti Waisak selesai, atau sekitar pukul 22.30 WIB.
Rangkaian Kegiatan Spiritual dan Sosial yang Komprehensif
Perayaan Waisak di Borobudur sejatinya adalah rangkaian panjang yang melibatkan aspek spiritual dan kemanusiaan. Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, memaparkan bahwa kegiatan akan dimulai jauh sebelum hari puncak. Pada Sabtu (23/5) dan Minggu (24/5), akan digelar aksi bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi masyarakat umum. Layanan medis yang disediakan meliputi operasi bibir sumbing, pengobatan gigi, hingga operasi katarak.
Setelah aksi sosial, rangkaian dilanjutkan dengan ritual pengambilan api suci dari Mrapen, Grobogan pada Jumat (29/5). Api abadi tersebut kemudian akan dibawa dan disemayamkan di Candi Mendut untuk disakralkan. Keesokan harinya, Sabtu (30/5), giliran air suci yang diambil dari Umbul Jumprit, Temanggung, yang akan dibawa ke tempat yang sama. Kedua unsur alam ini, api dan air, memiliki makna filosofis mendalam dalam ajaran Buddha sebagai simbol semangat dan ketenangan jiwa.
Sinergitas Pemerintah dan Harapan bagi Pariwisata Nasional
Dukungan penuh datang dari pemerintah melalui Kementerian Agama RI. Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh panitia yang tidak hanya fokus pada Candi Borobudur, tetapi juga mengintegrasikan candi-candi lain seperti Candi Mendut, Candi Sewu, dan Candi Sojiwan dalam satu rangkaian besar. Gerakan yang dinamakan “Waisak Asananda” ini berlangsung selama sebulan penuh, dimulai dari tanggal 1 hingga 31 Mei.
“Kami ingin menciptakan sinergitas yang kuat antara pusat dan daerah. Ini adalah kali kedua kami melakukan koordinasi semasif ini, dan kami berharap di masa depan pola ini akan terus berlanjut. Tujuannya jelas, agar seluruh kegiatan terkoordinasi dengan baik, terukur, dan mampu memberikan dampak positif yang luas, baik dari sisi spiritual bagi umat Buddha maupun dari sisi ekonomi dan pariwisata bagi Indonesia,” jelas Supriyadi kepada tim ZonaKabar.
Jadwal Puncak Acara di Hari Minggu
Bagi Anda yang berencana hadir, prosesi puncak pada Minggu, 31 Mei 2026 akan dimulai dengan kirab atau jalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur pada pukul 10.00 pagi. Momen yang paling sakral, yakni Detik-detik Waisak, akan jatuh tepat pada pukul 15.44.44 WIB. Setelah itu, umat akan mengikuti ritual doa bersama sebelum akhirnya memasuki acara puncak hiburan dan meditasi lampion pada malam hari.
Perayaan Waisak 2570 BE ini bukan hanya milik umat Buddha, namun menjadi kekayaan budaya bangsa yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan kedamaian. Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat dari berbagai penjuru tanah air untuk datang dan menyaksikan sendiri momen istimewa di candi agung ini. Dengan persiapan matang dan skala acara yang lebih besar, Waisak 2026 di Borobudur siap mengukir sejarah baru dalam pariwisata religi di Indonesia.
Pastikan Anda mencatat jadwalnya dan menjadi bagian dari perhelatan akbar penuh cahaya ini. Borobudur menanti untuk membagikan kedamaiannya kepada dunia.