Heboh ‘Sapi Terbang’ di Klaten: Kronologi Lengkap Evakuasi Dramatis Menggunakan Crane Setelah Kabur ke Tegalan

Aris Munandar | ZonaKabar
27 Mei 2026, 15:41 WIB
Heboh 'Sapi Terbang' di Klaten: Kronologi Lengkap Evakuasi Dramatis Menggunakan Crane Setelah Kabur ke Tegalan

ZonaKabar — Suasana khidmat menjelang pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi panggung drama yang menegangkan sekaligus unik. Sebuah insiden yang melibatkan seekor sapi kurban jenis Metal berhasil menyita perhatian publik setelah video proses evakuasinya viral di berbagai platform media sosial. Bukan karena keganasannya semata, namun karena cara evakuasinya yang melibatkan alat berat hingga membuat hewan tersebut tampak seolah-olah sedang ‘terbang’ di angkasa.

Peristiwa yang menghebohkan warga Dukuh Krenekan, Desa Klepu, Kecamatan Ceper ini menjadi perbincangan hangat lantaran melibatkan strategi yang tidak biasa dalam menangani hewan kurban yang lepas. Kejadian yang berlangsung pada Rabu siang tersebut memperlihatkan betapa repotnya panitia dan warga ketika harus berhadapan dengan sapi berbobot ratusan kilogram yang kehilangan kendali di tengah pemukiman.

Awal Mula Insiden: Rapuhnya Ikatan di Pohon Jambu

Ketegangan bermula sekitar pukul 10.00 WIB, saat matahari mulai meninggi dan aktivitas persiapan penyembelihan sedang mencapai puncaknya. Menurut kesaksian Mukhson Huda (64), salah seorang warga setempat yang menyaksikan langsung kronologi kejadian, sapi tersebut awalnya ditambatkan pada sebuah pohon jambu di sekitar lokasi. Namun, tampaknya ada kesalahan teknis pada proses pengikatan yang membuat situasi menjadi tidak terkendali.

Baca Juga Menelusuri Jejak Keabadian: Rahasia di Balik Tradisi Kasur Raga dan Filosofi Kematian di Kalitanjung Banyumas
Menelusuri Jejak Keabadian: Rahasia di Balik Tradisi Kasur Raga dan Filosofi Kematian di Kalitanjung Banyumas

“Sapi itu sebenarnya sudah diikat di pohon jambu. Tapi masalahnya, ikatan bagian depan belum benar-benar kuat dan kencang, sementara bagian belakang sudah ditarik. Akibatnya, sapi merasa tertekan dan memberontak dengan tenaga penuh,” ujar Mukhson saat memberikan keterangan kepada tim ZonaKabar. Kekuatan sapi jenis Metal yang dikenal memiliki massa otot besar itu akhirnya mampu memutus tali pengikat leher, menciptakan kepanikan seketika di lokasi tersebut.

Aksi Kejar-kejaran dan Ambruknya Tenda Panitia

Begitu terlepas, naluri liar sapi tersebut muncul. Hewan itu berlari membabi buta ke arah kerumunan warga. Panitia kurban sempat berupaya melakukan tindakan cepat dengan mencoba mengikatkan sisa tali yang masih menempel di leher sapi ke tiang tratag atau tenda rangka besi yang telah disiapkan untuk area penyembelihan. Namun, upaya ini justru nyaris mendatangkan bencana baru.

Alih-alih terhenti, kekuatan tarikan sapi tersebut justru membuat rangka besi tenda bergoyang hebat dan nyaris ambruk. “Tratag-nya hampir saja katut (tertarik) ambruk karena ditarik sapi itu. Warga pun terpaksa melepasnya demi keamanan,” tambah Mukhson. Sapi tersebut kemudian melesat keluar dari area masjid, berlari sejauh kurang lebih setengah kilometer memasuki area tegalan atau ladang milik warga yang cukup luas.

Baca Juga Terbongkar! Skandal Dukun Cabul di Pati: Modus Ritual Threesome Demi Momongan Berujung Jeruji Besi
Terbongkar! Skandal Dukun Cabul di Pati: Modus Ritual Threesome Demi Momongan Berujung Jeruji Besi

Keputusan Darurat: Penyembelihan di Tengah Semak-Semak

Setelah melakukan aksi kejar-kejaran yang melelahkan selama beberapa waktu, sapi tersebut akhirnya berhenti di tengah tegalan yang dipenuhi semak belukar. Kondisi sapi yang sudah sangat lelah dan stres membuat panitia kurban dari Masjid Al Muttaqin harus mengambil keputusan cepat. Membawa kembali sapi dalam keadaan hidup ke area masjid dirasa tidak mungkin karena medan yang sulit dan risiko sapi mengamuk kembali sangat tinggi.

Wahyanto, salah satu panitia kurban, menjelaskan bahwa setelah melalui musyawarah singkat, diputuskan bahwa sapi tersebut disembelih di lokasi tempatnya berhenti. “Kami tidak punya pilihan lain. Mengangkutnya kembali ke tempat penyembelihan utama sangat berisiko dan warga sudah kehabisan tenaga. Akhirnya, eksekusi dilakukan di tegalan tersebut, di antara semak-semak,” jelasnya kepada ZonaKabar.

Evakuasi Dramatis Menggunakan Truk Crane

Masalah tidak berhenti sampai di penyembelihan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana membawa bangkai sapi seberat 2 hingga 3 kuintal itu kembali ke masjid untuk dikuliti dan dicacah. Mengingat lokasinya yang berada di tengah tegalan dengan akses jalan yang sempit dan tidak rata, tenaga manusia saja dipastikan tidak akan sanggup mengangkutnya.

Baca Juga LavAni Transmedia Tampil Perkasa di SBY Cup 2026: Tiket Semifinal dalam Genggaman Usai Bekuk Bank Jateng
LavAni Transmedia Tampil Perkasa di SBY Cup 2026: Tiket Semifinal dalam Genggaman Usai Bekuk Bank Jateng

Beruntung, salah seorang warga setempat bernama Fiki memiliki usaha yang melibatkan penggunaan truk crane. Inisiatif pun muncul untuk menggunakan alat berat tersebut sebagai sarana evakuasi. Truk crane dikerahkan menuju pinggir tegalan, kemudian lengan besi panjangnya menjulur untuk mengangkat tubuh sapi yang telah disembelih tersebut.

Momen inilah yang kemudian terekam kamera ponsel warga dan menjadi viral. Tubuh sapi yang diikat sedemikian rupa diangkat tinggi-tinggi oleh crane melewati pepohonan dan bangunan sebelum diletakkan di atas bak truk untuk dibawa ke Masjid Baitul Muttaqin. Pemandangan sapi yang menggantung tinggi di udara inilah yang membuat netizen menyebutnya sebagai ‘sapi terbang’ dari Klaten.

Pelajaran Berharga dalam Penanganan Hewan Kurban

Peristiwa unik di Desa Klepu ini menjadi pelajaran penting bagi para panitia kurban di daerah lain. Mengelola hewan kurban berukuran besar seperti jenis Metal atau Limousin membutuhkan teknik pengikatan dan penanganan yang profesional. Idul Adha memang seringkali diwarnai insiden sapi lepas, namun penggunaan alat berat seperti crane merupakan salah satu solusi kreatif sekaligus ekstrem yang pernah tercatat.

Baca Juga Prahara Pengantin Pati: Calon Istri Kabur Menjelang Akad, Tuntutan Ganti Rugi Capai Puluhan Juta Rupiah
Prahara Pengantin Pati: Calon Istri Kabur Menjelang Akad, Tuntutan Ganti Rugi Capai Puluhan Juta Rupiah

Berikut adalah beberapa tips yang bisa diambil dari kejadian ini agar proses kurban berjalan lancar:

  • Pastikan kualitas tali pengikat kuat dan tidak mudah putus saat hewan meronta.
  • Gunakan teknik simpul yang benar agar tidak mencekik hewan namun tetap terkunci rapat.
  • Hindari mengikat hewan pada objek yang mudah roboh atau pohon yang tidak cukup kuat menahan beban kejut.
  • Siapkan tim khusus yang memiliki pengalaman dalam menjinakkan hewan jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
  • Jika hewan lepas ke area sulit, pertimbangkan faktor keamanan warga di atas segalanya sebelum mencoba menangkapnya kembali.

Kini, setelah drama ‘sapi terbang’ tersebut berakhir, warga Dukuh Krenekan akhirnya bisa melanjutkan proses pembagian daging kurban kepada yang berhak. Meskipun sempat diwarnai kepanikan, kejadian ini justru meninggalkan cerita unik yang mungkin akan terus dikenang oleh warga Desa Klepu setiap kali hari raya kurban tiba. Sapi kurban tersebut kini telah terdistribusi, namun videonya masih terus melanglang buana di jagat maya sebagai pengingat akan dinamika kurban yang penuh warna.

Baca Juga Brebes Cetak Sejarah Baru: Inovasi Jejaring Pariwara Antikorupsi Resmi Mengudara di Hari Kebangkitan Nasional
Brebes Cetak Sejarah Baru: Inovasi Jejaring Pariwara Antikorupsi Resmi Mengudara di Hari Kebangkitan Nasional
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *