Misteri Hilangnya ABK Klaten di Perairan Sampang: Penantian Pilu Keluarga Sri Saptono di Balik Ganasnya Laut Jawa

Aris Munandar | ZonaKabar
03 Jun 2026, 21:40 WIB
Misteri Hilangnya ABK Klaten di Perairan Sampang: Penantian Pilu Keluarga Sri Saptono di Balik Ganasnya Laut Jawa

ZonaKabar — Kabar duka sekaligus kecemasan mendalam tengah menyelimuti warga Dukuh Ringinanom, Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, Klaten. Seorang pelaut tangguh kebanggaan desa tersebut, Sri Saptono (39), dilaporkan hilang secara misterius saat sedang bertugas di atas kapal di sekitar perairan Sampang, Jawa Timur. Hingga memasuki pekan pertama pencarian, keberadaan pria yang telah belasan tahun mengarungi lautan ini masih menjadi teka-teki besar yang belum terpecahkan oleh tim SAR gabungan.

Kejadian yang menghentak publik di Klaten ini bermula pada Selasa malam, 26 Mei lalu. Sri Saptono, yang tercatat sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di MT Kusuma I, dilaporkan terjatuh ke laut lepas. Sejak saat itu, jejaknya seolah tertelan ombak laut utara, meninggalkan luka mendalam dan ketidakpastian yang menyiksa bagi anak dan istrinya yang setia menunggu di rumah.

Kronologi Malam Kelabu di MT Kusuma I

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim redaksi, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Saat itu, kapal MT Kusuma I yang sedang mengangkut komoditas karet tengah melintas di koordinat 06⁰ 34,839° LS dan 113⁰ 10,066° BT. Kondisi malam yang mulai gelap menyulitkan pengawasan visual di atas dek.

Baca Juga Geger di Demak: Kisah Suhardi, Lansia yang ‘Bangkit dari Kematian’ Saat Prosesi Pemandian Jenazah
Geger di Demak: Kisah Suhardi, Lansia yang ‘Bangkit dari Kematian’ Saat Prosesi Pemandian Jenazah

Saksi mata menyebutkan bahwa korban diduga kuat terjatuh dari sisi gangway sebelah kiri kapal. Begitu menyadari ada kru yang hilang, nakhoda kapal segera mengambil tindakan darurat dengan mengaktifkan prosedur man overboard (MOB). Ini merupakan protokol standar keselamatan internasional di laut untuk menyelamatkan awak yang terjatuh, namun sayangnya, upaya pencarian mandiri oleh kru kapal malam itu tidak membuahkan hasil hingga akhirnya laporan diteruskan ke Basarnas.

Penantian Keluarga dan Upaya Desa Gemampir

Kepala Desa Gemampir, Sri Lestari, dalam keterangannya mengungkapkan betapa hancurnya perasaan keluarga saat menerima kabar tersebut. Informasi kehilangan baru sampai ke telinga keluarga di Klaten pada Rabu, sehari setelah kejadian. Tanpa membuang waktu, pihak keluarga langsung bertolak menuju Gresik untuk mencari kejelasan dan memantau proses pencarian secara langsung.

“Keluarga sempat berada di Jawa Timur selama beberapa hari untuk memantau perkembangan. Namun, hingga hari Selasa kemarin mereka memutuskan pulang ke Klaten karena belum ada titik terang. Kami di pemerintah desa terus memantau dan memberikan dukungan moral,” ujar Sri Lestari dengan nada prihatin. Ia menambahkan bahwa Sri Saptono adalah sosok pekerja keras yang sudah 11 tahun malang melintang sebagai anak buah kapal.

Baca Juga Ironi Kasus Asusila di Jepara: Korban Kekerasan Seksual Pengasuh Ponpes Justru Dilaporkan Atas Tuduhan Perzinaan
Ironi Kasus Asusila di Jepara: Korban Kekerasan Seksual Pengasuh Ponpes Justru Dilaporkan Atas Tuduhan Perzinaan

Kehilangan ini terasa semakin menyesakkan mengingat Sri Saptono adalah tulang punggung keluarga. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Di mata warga sekitar, Sri adalah sosok yang bertanggung jawab dan rela merantau jauh demi masa depan buah hatinya.

Operasi SAR Skala Besar di Laut Utara Sampang

Pencarian terhadap Sri Saptono bukanlah operasi kecil. Kantor SAR Kelas A Surabaya telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menyisir area yang sangat luas. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa pihaknya telah memberangkatkan KN SAR 249 Permadi dari Dermaga Navigasi Tanjung Perak untuk memimpin operasi di lini depan.

Kapal penyelamat tersebut menempuh jarak sekitar 55,8 mil laut dengan kecepatan tinggi menuju lokasi kejadian. Sesampainya di sana, tim rescue langsung melakukan penyisiran di area seluas 235 mil laut persegi. Strategi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran pola paralel, namun tantangan alam di laut lepas seringkali menjadi kendala utama.

Baca Juga Pesona Jogja Run D-City 2026: Lebih dari Sekadar Lari, Hadiah Melimpah hingga Konser Musisi Papan Atas Menanti!
Pesona Jogja Run D-City 2026: Lebih dari Sekadar Lari, Hadiah Melimpah hingga Konser Musisi Papan Atas Menanti!

“Kami tidak hanya melakukan penyisiran fisik dengan kapal, tetapi juga melakukan broadcast informasi kepada kapal-kapal lain yang melintas di sekitar area pencarian, seperti Kapal Marine Hawk 2. Harapannya, jika ada kru kapal lain yang melihat tanda-tanda keberadaan korban, mereka bisa segera melapor,” jelas Nanang.

Koordinasi Lintas Instansi dan Pencarian Darat

Selain fokus di tengah laut, operasi SAR ini juga melibatkan tim darat. Pos SAR Sumenep dikerahkan untuk memantau sepanjang garis pantai Kabupaten Sampang. Logikanya, arus laut mungkin saja membawa tubuh korban menuju ke pesisir. Koordinasi intensif juga dijalin dengan nelayan lokal dan instansi terkait seperti KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, dan VTS Surabaya.

Camat Karangnongko, Erni Kusumawati, menyatakan bahwa pihak kecamatan tidak tinggal diam. Pihaknya berencana untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) guna memastikan hak-hak korban sebagai pekerja terlindungi. “Kami akan berkoordinasi dengan keluarga dan Disnaker. Ini menyangkut warga kami yang sedang bekerja di luar daerah, tentu perlindungan haknya harus diperhatikan,” tegas Erni.

Baca Juga Misteri dan Makna Weton Jumat Pon: Panduan Lengkap Kalender Jawa 1 Mei 2026 dan Hitungan Neptunya
Misteri dan Makna Weton Jumat Pon: Panduan Lengkap Kalender Jawa 1 Mei 2026 dan Hitungan Neptunya

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai penemuan tanda-tanda keberadaan Sri Saptono. Pihak Pemerintah Desa Gemampir juga menyayangkan belum adanya surat pemberitahuan resmi dari perusahaan tempat Sri bekerja terkait insiden ini. Ketidakhadiran komunikasi formal dari pihak perusahaan menambah beban pikiran bagi keluarga yang sedang berduka.

Misteri hilangnya Sri Saptono di laut Jawa menjadi pengingat keras akan risiko tinggi yang dihadapi oleh para pelaut Indonesia. Di balik gemerlapnya industri logistik laut, ada nyawa yang dipertaruhkan demi mengais rezeki. Kini, warga Klaten hanya bisa memanjatkan doa, berharap ada mukjizat yang membawa Sri Saptono pulang, atau setidaknya memberikan kepastian bagi keluarga yang terus menanti di ambang pintu rumah mereka di Dukuh Ringinanom.

Pencarian diprediksi akan terus berlanjut sesuai dengan protokol SAR yang berlaku, sembari mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut di perairan Sampang yang seringkali sulit ditebak. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi antara teknologi pencarian, koordinasi antar-lembaga, dan peran serta masyarakat nelayan di sepanjang pesisir utara Jawa Timur.

Baca Juga Aksi Balap Liar Remaja di Prambanan Klaten Berujung Penertiban: 15 Anak dan 10 Motor Diamankan Polisi
Aksi Balap Liar Remaja di Prambanan Klaten Berujung Penertiban: 15 Anak dan 10 Motor Diamankan Polisi
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *