Panduan Lengkap Puasa Asyura dan Tasua 2026: Jadwal Versi Pemerintah, NU, dan Keutamaannya

Aris Munandar | ZonaKabar
17 Jun 2026, 09:41 WIB
Panduan Lengkap Puasa Asyura dan Tasua 2026: Jadwal Versi Pemerintah, NU, dan Keutamaannya

ZonaKabar — Memasuki ambang tahun baru Islam 1448 Hijriah, umat Muslim di seluruh penjuru tanah air mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Muharam yang penuh berkah. Sebagai salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang disucikan, Muharam menawarkan momentum spiritual yang luar biasa, terutama melalui ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan, yakni Puasa Tasua dan Puasa Asyura.

Namun, sebagaimana yang sering terjadi dalam penanggalan Islam di Indonesia, terdapat sedikit perbedaan mengenai penetapan awal bulan Muharam antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Perbedaan ini tentu berimplikasi pada jadwal pelaksanaan ibadah puasa di hari kesembilan dan kesepuluh Muharam tersebut. Lantas, kapan tepatnya kita harus melaksanakan puasa tersebut di tahun 2026?

Memahami Perbedaan Kalender Hijriah 1448 H

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim redaksi, terdapat dua acuan utama dalam menentukan jatuhnya 1 Muharam 1448 H. Pemerintah RI melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 telah menetapkan bahwa awal tahun baru Islam jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Ketetapan ini sejalan dengan kalender yang diterbitkan oleh Muhammadiyah melalui metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Baca Juga Tragedi PRT Asal Batang di Benhil: Mimpi Membantu Orang Tua yang Berakhir di Lantai Beton
Tragedi PRT Asal Batang di Benhil: Mimpi Membantu Orang Tua yang Berakhir di Lantai Beton

Di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah memiliki perspektif yang berbeda. Berdasarkan hasil pengamatan atau rukyatul hilal, NU mengabarkan bahwa Tahun Baru Islam 1448 H justru baru dimulai pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Adanya selisih satu hari ini menuntut umat Muslim untuk lebih teliti dalam melihat penanggalan guna menunaikan Puasa Tasua dan Asyura.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam, sementara Puasa Tasua dilaksanakan satu hari sebelumnya, yaitu pada 9 Muharam. Berikut adalah rincian jadwal lengkapnya agar Anda dapat merencanakan ibadah dengan tepat:

1. Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Bagi Anda yang merujuk pada ketetapan pemerintah dan Muhammadiyah, maka jadwal puasanya adalah sebagai berikut:

  • Puasa Tasua (9 Muharam 1448 H): Jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026.
  • Puasa Asyura (10 Muharam 1448 H): Jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.

2. Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Sedangkan bagi warga Nahdliyin atau umat yang mengikuti hasil rukyatul hilal NU, jadwal pelaksanaannya adalah:

  • Puasa Tasua (9 Muharam 1448 H): Jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.
  • Puasa Asyura (10 Muharam 1448 H): Jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026.

Penting untuk dicatat bahwa jika seseorang karena satu dan lain hal terlewat melaksanakan puasa pada 9 Muharam, para ulama memberikan kelonggaran untuk menggantinya dengan berpuasa pada tanggal 11 Muharam sebagai pendamping puasa Asyura. Hal ini dilakukan demi menjaga kehati-hatian dalam menentukan awal bulan serta untuk membedakan diri dari kebiasaan ibadah umat lain.

Baca Juga Eks Bupati Pati Sudewo Angkat Bicara: Klaim Nama Dicatut dalam Pusaran Kasus Jual Beli Jabatan Perangkat Desa
Eks Bupati Pati Sudewo Angkat Bicara: Klaim Nama Dicatut dalam Pusaran Kasus Jual Beli Jabatan Perangkat Desa

Niat Puasa Tasua dan Asyura: Arab, Latin, dan Terjemah

Dalam menjalankan ibadah puasa Muharam, niat merupakan rukun yang sangat krusial. Meskipun niat pada dasarnya terletak di dalam hati, melafalkannya secara lisan dianggap sebagai sunnah oleh sebagian besar ulama di Indonesia untuk membantu kemantapan hati. Berikut adalah tuntunan niat yang bisa Anda gunakan:

Lafal Niat Puasa Tasua (9 Muharam)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT.”

Lafal Niat Puasa Asyura (10 Muharam)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَشْرَ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘Asyra sunnatan lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”

Filosofi dan Keutamaan Puasa di Bulan Muharam

Mengapa kita begitu dianjurkan untuk berpuasa di bulan Muharam? Sejarah mencatat bahwa Puasa Asyura memiliki akar historis yang sangat kuat dalam tradisi kenabian. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah al-Anshari RA, Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang keutamaan puasa Asyura. Beliau menjawab dengan tegas bahwa puasa tersebut dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.

Baca Juga Kepulangan Kloter Pertama: Sujud Syukur dan Haru Jemaah Haji Jawa Tengah di Debarkasi Solo
Kepulangan Kloter Pertama: Sujud Syukur dan Haru Jemaah Haji Jawa Tengah di Debarkasi Solo

Ini adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk melakukan “pembersihan spiritual” di awal tahun. Selain itu, Puasa Tasua (9 Muharam) diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk pembeda (khilaf) agar ibadah umat Islam tidak persis sama dengan ibadah kaum Yahudi yang juga mengagungkan tanggal 10 Muharam sebagai hari kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun.

Tips Menjalankan Ibadah Puasa Muharam

Agar ibadah puasa Anda di tahun 2026 ini berjalan lancar dan penuh berkah, berikut beberapa tips praktis yang bisa diterapkan:

  • Siapkan Fisik: Pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi saat sahur, terutama karena bulan Juni di Indonesia biasanya masuk dalam musim kemarau yang cukup terik.
  • Perbanyak Amal Lain: Selain berpuasa, bulan Muharam adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim, terutama pada hari Asyura.
  • Pahami Perbedaan: Tetaplah menjaga ukhuwah Islamiyah meskipun terdapat perbedaan hari dalam memulai puasa. Keduanya memiliki dasar ijtihad yang kuat.
  • Cari Informasi Terkini: Selalu pantau pengumuman resmi dari otoritas keagamaan setempat atau melalui berita Islam terpercaya untuk memastikan tidak ada perubahan jadwal akibat kondisi alam.

Kesimpulan

Ibadah Puasa Tasua dan Asyura pada Muharam 2026 adalah momentum bagi kita untuk meraih ampunan Allah SWT. Meskipun terdapat dua versi jadwal antara Pemerintah/Muhammadiyah dan NU, esensi dari ibadah ini tetaplah sama: mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Baca Juga Kemeriahan SBY Cup 2026: LavAni Siap Guncang Magelang dalam Turnamen Voli Nasional Bergengsi
Kemeriahan SBY Cup 2026: LavAni Siap Guncang Magelang dalam Turnamen Voli Nasional Bergengsi

Mari kita jadikan bulan Muharam 1448 H ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak kebaikan dalam catatan amal kita. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita semua.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *