Aksi Heroik Jukir Wanita di Brebes: Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar dari Mobil Pajero hingga Maling Terseret Motor

Aris Munandar | ZonaKabar
16 Jun 2026, 19:43 WIB
Aksi Heroik Jukir Wanita di Brebes: Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar dari Mobil Pajero hingga Maling Terseret Motor

ZonaKabar — Suasana siang yang terik di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Brebes, seketika berubah menjadi panggung drama yang menegangkan. Sebuah aksi kriminalitas yang nyaris merugikan korbannya hingga miliaran rupiah berhasil digagalkan berkat keberanian seorang perempuan tangguh. Kusriyati, seorang juru parkir (jukir) wanita, menjadi sosok sentral yang menyelamatkan uang tunai sebesar Rp 3,6 miliar dari cengkeraman komplotan pencurian bermodus pecah kaca mobil.

Peristiwa yang menghebohkan warga sekitar ini terjadi pada Senin siang, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban, yang diketahui bernama Kliwon Alwawan, baru saja melakukan transaksi besar di salah satu bank di wilayah Brebes. Tanpa disadari, gerak-geriknya telah dipantau oleh komplotan penjahat yang sudah mengincar tas plastik berisi tumpukan uang di dalam mobil Pajero miliknya. Namun, insting tajam sang pemilik mobil dan keberanian sang jukir menjadi penghalang besar bagi rencana jahat tersebut.

Firasat Korban dan Upaya Menghindar

Kisah ini bermula saat Kliwon Alwawan keluar dari bank dengan membawa uang tunai dalam jumlah fantastis. Sebagai seorang pengusaha atau nasabah besar, membawa uang miliaran tentu memiliki risiko tinggi. Kliwon mengaku sejak awal sudah merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Ia merasa diikuti oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor sejak meninggalkan area bank pertama.

Baca Juga Tragedi Tanggul Jebol Mangkang Kulon: Perjuangan Tim SAR Temukan Lansia yang Hanyut Terseret Arus
Tragedi Tanggul Jebol Mangkang Kulon: Perjuangan Tim SAR Temukan Lansia yang Hanyut Terseret Arus

Merasakan kriminalitas di Brebes yang kian mengancam, Kliwon mencoba melakukan manuver untuk memastikan kecurigaannya. Ia memutuskan untuk membelokkan kendaraannya dan berhenti di bank lain yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Ia berharap dengan berhenti di tempat yang ramai dan dijaga oleh juru parkir, para penguntit tersebut akan mengurungkan niatnya. Namun, nyatanya para pelaku sudah gelap mata dan tetap nekat melancarkan aksinya di tengah keramaian.

Detik-Detik Aksi Pecah Kaca yang Menegangkan

Begitu mobil Pajero tersebut terparkir, Kliwon bergegas masuk ke dalam kantor bank untuk suatu keperluan singkat. Di saat itulah, komplotan maling ini melihat celah. Dalam hitungan detik, salah satu pelaku turun dari motor dan mendekati mobil korban. Dengan peralatan khusus, mereka memecahkan kaca mobil dengan suara yang cukup keras, namun berusaha tetap tenang agar tidak memancing kecurigaan.

Kusriyati, sang jukir wanita yang saat itu sedang bertugas mengawasi area parkir, melihat kejanggalan tersebut dari jarak dekat. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana salah satu pelaku merogoh ke dalam kabin mobil dan menarik bungkusan plastik besar berisi uang. Tanpa rasa takut sedikitpun, Kusriyati mengambil inisiatif yang luar biasa untuk menghentikan aksi tersebut.

Baca Juga Misteri Teror Pocong di Sawangan Depok Terungkap, Benarkah Ada Penampakan Gaib atau Sekadar Hoax?
Misteri Teror Pocong di Sawangan Depok Terungkap, Benarkah Ada Penampakan Gaib atau Sekadar Hoax?

Teriakan Kusriyati: Senjata Paling Mematikan bagi Pencuri

“Saya melihat ada orang memecah kaca mobil, lalu mengambil bungkusan plastik dari dalam mobil. Saya langsung teriak sekuat tenaga, pencuri… pencuri…!” kenang Kusriyati saat menceritakan kembali momen dramatis tersebut kepada awak media ZonaKabar. Suaranya yang melengking di tengah kebisingan jalan raya sontak membuat para pelaku panik bukan main.

Teriakan heroik ini tidak hanya mengejutkan pelaku, tetapi juga memancing perhatian warga dan pengguna jalan lainnya. Efek psikologis dari teriakan tersebut terbukti sangat efektif. Para pelaku yang awalnya merasa di atas angin, tiba-tiba kehilangan kendali atas situasi. Keberanian Kusriyati menunjukkan bahwa aksi heroik tidak melulu harus melibatkan kekerasan fisik, melainkan keberanian untuk bersuara di saat yang tepat.

Drama Maling Terseret Motor dan Uang yang Tercecer

Kepanikan luar biasa melanda kedua pelaku. Rekan pelaku yang menunggu di atas motor Vario putih langsung menarik gas dengan kencang saat melihat warga mulai berdatangan. Tragisnya, rekan yang bertugas mengambil uang belum sepenuhnya naik ke atas motor. Akibatnya, pelaku tersebut sempat terseret beberapa meter di aspal jalan.

Baca Juga Skandal Culas di Purwokerto: Oknum Mandiri Taspen Kuras Tabungan Pensiunan hingga Rp 13,3 Miliar
Skandal Culas di Purwokerto: Oknum Mandiri Taspen Kuras Tabungan Pensiunan hingga Rp 13,3 Miliar

Dalam kondisi panik dan terseret motor, bungkusan plastik berisi uang Rp 3,6 miliar yang sempat berada di genggamannya terlepas dan jatuh kembali ke jalan. Karena merasa nyawanya terancam oleh amukan massa yang mulai mendekat, kedua pelaku memilih untuk melarikan diri dengan tangan hampa, meninggalkan uang miliaran rupiah tersebut tergeletak begitu saja di dekat mobil korban.

Jari, seorang saksi mata yang juga berprofesi sebagai jukir di kawasan perbankan tersebut, menambahkan bahwa ia sempat menaruh curiga pada motor Vario putih yang terparkir mencurigakan. “Saya sempat tanya menunggu siapa, tapi dia diam saja. Begitu ada teriakan maling, dia langsung tancap gas tanpa peduli temannya sudah naik sempurna atau belum,” ungkap Jari.

Lega, Uang Miliaran Rupiah Kembali ke Tangan Pemilik

Kliwon Alwawan yang mendengar keributan di luar langsung berlari keluar dari bank. Ia terkejut mendapati kaca mobil Pajero miliknya sudah hancur berantakan. Namun, rasa terkejutnya berubah menjadi rasa syukur yang mendalam saat melihat bungkusan uang miliknya masih ada di lokasi, meskipun sempat berpindah tangan sejenak.

Baca Juga Tragedi Maut di Semarang: Gara-gara Ejekan ‘Minum Sedikit Sudah Mabuk’, Adik Tega Tikam Kakak Kandung Hingga Tewas
Tragedi Maut di Semarang: Gara-gara Ejekan ‘Minum Sedikit Sudah Mabuk’, Adik Tega Tikam Kakak Kandung Hingga Tewas

“Saya langsung cek dan menghitung uang tersebut di lokasi dengan pengawalan warga. Alhamdulillah, masih utuh Rp 3,6 miliar, tidak ada satu rupiah pun yang hilang. Saya benar-benar berterima kasih kepada Ibu Kusriyati dan warga yang membantu,” ujar Kliwon dengan nada lega. Kejadian ini menjadi pengingat bagi setiap nasabah untuk selalu waspada terhadap keamanan nasabah bank saat membawa uang dalam jumlah besar.

Respon Cepat Polres Brebes dalam Penanganan Kasus

Tidak lama setelah kejadian, tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Brebes segera tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung memasang garis polisi dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Beberapa saksi kunci, termasuk Kusriyati dan Jari, dimintai keterangan untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan.

Kapolsek Brebes, AKP Prapto, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa kasus ini dikategorikan sebagai percobaan pencurian dengan pemberatan bermodus pecah kaca. “Pelaku belum berhasil membawa lari barang bukti. Mereka panik karena diteriaki oleh juru parkir dan warga sekitar. Saat ini kami sedang mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memburu para pelaku,” tegasnya.

Baca Juga Hattrick Spektakuler David da Silva: Malut United Bungkam Persis Solo Meski Bermain 10 Orang
Hattrick Spektakuler David da Silva: Malut United Bungkam Persis Solo Meski Bermain 10 Orang

Pentingnya Kewaspadaan dan Pengawalan Kepolisian

Kasus di Brebes ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas. Pihak kepolisian kembali menghimbau agar nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar selalu meminta pengawalan resmi dari kepolisian. Layanan pengawalan ini umumnya diberikan secara gratis guna mencegah terjadinya modus pecah kaca atau perampokan di jalan raya.

Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada Kusriyati. Di tengah risiko bahaya yang mengintai, ia memilih untuk tidak diam. Keberaniannya adalah bukti nyata bahwa peran masyarakat sangat vital dalam menjaga keamanan lingkungan. Kini, publik menanti kepiawaian polisi dalam meringkus komplotan yang telah meresahkan warga Brebes tersebut agar mendapatkan hukuman yang setimpal.

Untuk saat ini, Jalan Ahmad Yani Brebes telah kembali normal, namun cerita tentang keberanian seorang jukir wanita menggagalkan perampokan miliaran rupiah akan terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat sebagai pengingat akan pentingnya kepedulian antar sesama.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *