Tragedi Malam di Sananwetan: KA Dhoho Hantam Dump Truk Bermuatan Pasir yang Mogok di Pelintasan Blitar

Budi Santoso | ZonaKabar
28 Apr 2026, 23:48 WIB
Tragedi Malam di Sananwetan: KA Dhoho Hantam Dump Truk Bermuatan Pasir yang Mogok di Pelintasan Blitar

ZonaKabar — Suasana malam yang tenang di kawasan Sananwetan, Kota Blitar, seketika berubah menjadi mencekam pada Selasa (28/4/2026). Sebuah insiden kecelakaan hebat melibatkan Kereta Api (KA) Dhoho relasi Blitar-Surabaya dengan sebuah dump truk bermuatan pasir terjadi di pelintasan sebidang Jalan Imam Bonjol. Kecelakaan ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan materiil yang cukup parah, tetapi juga memaksa jadwal perjalanan kereta api terganggu secara signifikan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.45 WIB tersebut menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Pasalnya, dentuman keras akibat tabrakan tersebut terdengar hingga radius beberapa ratus meter dari lokasi kejadian. Truk Hino berwarna kombinasi hijau dan biru yang tengah mengangkut pasir itu hancur di bagian depan setelah dihantam lokomotif KA Dhoho yang tengah melaju menuju arah Malang dan Surabaya.

Kronologi Kejadian: Mesin Mati di Saat Kritis

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim ZonaKabar di lokasi kejadian, peristiwa nahas ini bermula ketika dump truk yang dikemudikan oleh AG (39) bersama kerneknya MNE (24), keduanya merupakan warga Kediri, melaju dari arah utara di Jalan Imam Bonjol. Saat itu, truk tersebut hendak melintasi perlintasan kereta api JPL 190 yang berada di wilayah Kecamatan Sananwetan.

Baca Juga Update Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Ternate Mei 2026: Rincian Harga Tiket, Fasilitas KM Sinabung, dan Panduan Lengkap Pemesanan
Update Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Ternate Mei 2026: Rincian Harga Tiket, Fasilitas KM Sinabung, dan Panduan Lengkap Pemesanan

Namun, nasib buruk menimpa mereka. Tepat ketika bodi truk berada di tengah rel dan palang pintu kereta api mulai diturunkan, mesin truk tiba-tiba mati total atau mogok. Upaya sopir untuk menghidupkan kembali mesin kendaraannya tidak membuahkan hasil, sementara di saat yang bersamaan, KA Dhoho sudah semakin dekat dan tidak mungkin lagi melakukan pengereman mendadak secara instan.

Kanit Laka Lantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno, mengonfirmasi bahwa dugaan sementara penyebab truk terhenti di tengah perlintasan adalah masalah teknis pada mesin. “Kami menyampaikan kejadian sekitar pukul 21.45 WIB, terjadi kecelakaan antara KA Dhoho dengan dump truk. Truk diduga mengalami mati mesin tepat saat palang kereta mulai diturunkan,” ujar Ipda Suratno kepada media di lokasi evakuasi.

Aksi Penyelamatan Diri Sopir dan Kernek

Melihat maut yang sudah di depan mata, sopir AG dan kernek MNE menunjukkan reaksi cepat. Menyadari bahwa truk tidak mungkin lagi dipindahkan dan kereta api sudah memberikan semboyan peringatan berkali-kali, keduanya langsung melompat keluar dari kabin truk untuk menyelamatkan diri. Keputusan ini terbukti tepat, karena hanya dalam hitungan detik setelah mereka keluar, benturan keras tak terhindarkan.

Baca Juga Wujud Nyata Sinergi TNI-Rakyat: Menilik Transformasi Desa Slempit Melalui Program TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik
Wujud Nyata Sinergi TNI-Rakyat: Menilik Transformasi Desa Slempit Melalui Program TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik

Bagian depan lokomotif menghantam kabin truk dengan kekuatan besar. Benturan tersebut membuat bodi depan truk ringsek parah, nyaris tak berbentuk. Material pasir yang diangkut truk pun berhamburan di sekitar rel. Beruntung, meski kendaraan mereka hancur, sopir dan kernek dilaporkan selamat tanpa luka yang mengancam nyawa.

Kondisi kecelakaan kereta api ini mengundang keprihatinan banyak pihak, terutama terkait keamanan di pelintasan sebidang yang memang sering menjadi titik rawan kecelakaan di berbagai daerah.

Dampak Kerusakan dan Gangguan Perjalanan Kereta

Dampak dari kecelakaan ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik truk, tetapi juga oleh PT KAI dan para penumpang. KA Dhoho yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan pada bagian depan lokomotif. Akibat kerusakan tersebut, rangkaian kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan secara normal karena dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan penumpang jika dipaksakan melaju hingga ke Surabaya.

“Untuk kereta api terpaksa kembali mundur ke Stasiun Blitar untuk dilakukan penggantian sarana atau lokomotif terlebih dahulu. Hal ini sangat penting agar kereta bisa melanjutkan perjalanan dengan aman menuju Malang dan berakhir di Surabaya,” jelas Ipda Suratno lebih lanjut.

Baca Juga Tragedi di Balik Pintu Rumah: Menguak Fenomena Kekerasan Anak dan Perempuan di Tulungagung yang Masih Menghantui
Tragedi di Balik Pintu Rumah: Menguak Fenomena Kekerasan Anak dan Perempuan di Tulungagung yang Masih Menghantui

Para penumpang yang berada di dalam kereta sempat turun ke sisi rel untuk melihat apa yang terjadi. Beberapa dari mereka tampak cemas, sementara petugas KAI di lapangan berusaha memberikan penjelasan dan memastikan seluruh penumpang dalam keadaan baik-baik saja. Evakuasi bangkai truk yang bermuatan pasir juga memerlukan waktu yang tidak sebentar karena bobot kendaraan dan muatannya yang berat.

Pengalihan Arus Lalu Lintas di Kota Blitar

Guna mempermudah proses evakuasi truk dan pembersihan rel dari material pasir, pihak Polres Blitar Kota melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Imam Bonjol. Penutupan jalan sementara dilakukan bagi kendaraan besar agar tidak terjadi penumpukan arus di titik kecelakaan.

Pihak kepolisian mengalihkan arus lalu lintas dari arah Malang menuju Blitar melalui Jalan Sudanco Supriadi atau dialihkan melalui simpang tiga Berlangganan ke arah barat. Sementara itu, bagi pengendara dari arah Blitar atau Kediri yang hendak menuju Malang, diarahkan untuk mengambil jalur selatan melalui Jalan Bali di wilayah Karangtengah, Kota Blitar.

Baca Juga 7 Amalan Sunah Sebelum Sholat Idul Adha: Menjemput Keberkahan dengan Meneladani Tradisi Rasulullah
7 Amalan Sunah Sebelum Sholat Idul Adha: Menjemput Keberkahan dengan Meneladani Tradisi Rasulullah

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan para pengguna jalan. Pengalihan arus ini bersifat sementara hingga proses evakuasi dump truk dan pembersihan rel selesai dilakukan,” tambah Ratno.

Penyelidikan Lebih Lanjut dan Himbauan Keselamatan

Meski kronologi awal sudah didapatkan dari keterangan saksi di lokasi, pihak kepolisian menegaskan akan tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Selain meminta keterangan dari sopir dan saksi mata, polisi juga berencana memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar pelintasan kereta api JPL 190 tersebut.

Pemeriksaan teknis terhadap truk Hino tersebut juga akan dilakukan untuk mengetahui mengapa mesin bisa mati secara tiba-tiba di lokasi yang sangat berbahaya. Hal ini menjadi catatan penting bagi para pemilik armada angkutan barang untuk selalu memastikan kondisi mesin dalam keadaan prima sebelum beroperasi.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada saat melintasi rel kereta api. SOP (Standar Operasional Prosedur) keselamatan seperti berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta tidak memaksakan melintas saat tanda peringatan sudah berbunyi, harus benar-benar dipatuhi demi mencegah terjadinya tragedi kecelakaan serupa di masa mendatang.

Baca Juga Misi Besar Garuda Muda di Arab Saudi: Bedah Skuad Final Timnas Indonesia U-17 Menuju Piala Asia 2026
Misi Besar Garuda Muda di Arab Saudi: Bedah Skuad Final Timnas Indonesia U-17 Menuju Piala Asia 2026

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya menormalkan kembali jalur kereta api agar jadwal perjalanan KA lainnya tidak turut terdampak lebih lama. ZonaKabar akan terus memantau perkembangan evakuasi dan investigasi terkait insiden ini.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *