Teror Koboi Jalanan di Sidoarjo: Driver Ojol Ditodong Pistol Misterius Saat Antar Pesanan

Budi Santoso | ZonaKabar
30 Apr 2026, 16:28 WIB
Teror Koboi Jalanan di Sidoarjo: Driver Ojol Ditodong Pistol Misterius Saat Antar Pesanan

ZonaKabar — Suasana malam yang biasanya tenang di kawasan Buduran, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi mencekam bagi Juhari. Seorang pejuang nafsu di aspal yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) ini harus mengalami pengalaman paling traumatis dalam hidupnya. Alih-alih menyelesaikan pesanan makanan dengan tenang, ia justru berhadapan dengan moncong benda yang diduga kuat adalah senjata api milik pengendara misterius.

Insiden yang menggegerkan publik Sidoarjo ini terjadi pada Rabu malam, 29 April 2026. Juhari, yang saat itu tengah menjalankan tugasnya menyusuri jalanan demi memenuhi kebutuhan pelanggan, tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan menjadi target aksi arogan di jalan raya. Peristiwa yang melibatkan sosok koboi jalanan ini kini tengah menjadi sorotan hangat di kalangan warga setempat dan komunitas transportasi online.

Kronologi Teror yang Menimpa Juhari

Kejadian bermula ketika Juhari melintasi wilayah Buduran untuk mengantarkan pesanan makanan. Di tengah perjalanan, konsentrasinya terpecah saat sebuah sepeda motor berwarna hitam yang dikendarai oleh dua orang tak dikenal tiba-tiba membuntutinya. Tanpa alasan yang jelas, pengendara tersebut terus-menerus membunyikan klakson dengan nada provokatif.

Baca Juga Kalender Jawa 23 Mei 2026: Menelusuri Karakter Weton Sabtu Kliwon dan Keistimewaan Bulan Besar
Kalender Jawa 23 Mei 2026: Menelusuri Karakter Weton Sabtu Kliwon dan Keistimewaan Bulan Besar

“Awalnya saya hanya diklakson terus-menerus,” ungkap Juhari saat menceritakan pengalaman pahitnya tersebut. Situasi semakin memanas ketika salah satu dari pelaku yang berboncengan tersebut mengeluarkan benda yang menyerupai pistol. Tanpa keraguan, pelaku mengarahkan benda berbahaya tersebut tepat ke arah Juhari. Ancaman tersebut seketika membuat nyalinya ciut dan menyisakan trauma mendalam hingga saat ini.

Bagi para pekerja di sektor transportasi online, keselamatan di jalan raya adalah taruhan utama setiap harinya. Namun, ancaman dengan senjata api seperti ini merupakan level kriminalitas yang jauh lebih serius dan membutuhkan perhatian khusus dari aparat penegak hukum.

Kesaksian yang Mengudara di Gelombang Radio

Kisah pilu Juhari ini pertama kali mencuat ke publik setelah ia memberanikan diri menceritakan detail kejadian tersebut saat mengudara di Radio Suara Surabaya. Suaranya yang masih bergetar menggambarkan betapa besar dampak psikologis yang ia alami akibat todongan pistol tersebut. Juhari berharap ceritanya bisa menjadi peringatan bagi rekan sesama driver ojol lainnya untuk selalu waspada saat melintasi jalur sepi di malam hari.

Baca Juga Skandal Galian C di Mojokerto: 26 Tambang Ilegal Terbongkar Gerus Lahan Lindung dan Pertanian
Skandal Galian C di Mojokerto: 26 Tambang Ilegal Terbongkar Gerus Lahan Lindung dan Pertanian

Berita ini dengan cepat menyebar dan memicu gelombang simpati dari netizen. Banyak yang mendesak agar pihak kepolisian segera bertindak tegas untuk menangkap pelaku yang telah menciptakan ketakutan di ruang publik. Penggunaan senjata, baik itu senjata api asli maupun replika, dalam aksi pengancaman adalah tindakan pidana berat yang tidak bisa ditoleransi.

Respons Cepat Pihak Kepolisian Polsek Buduran

Mendengar informasi yang beredar luas di radio dan media sosial, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Kapolsek Buduran, Kompol Subadri, menyatakan bahwa pihaknya segera bergerak cepat setelah menerima laporan awal dari anggota patroli yang memantau siaran radio tersebut. Langkah responsif ini diambil untuk memastikan keamanan wilayah dan mengantisipasi jatuhnya korban lain.

“Setelah kami mendapatkan informasi mengenai adanya dugaan penodongan terhadap driver ojol dengan menggunakan senjata mirip pistol, saya bersama Kanit Reskrim dan anggota langsung terjun melakukan patroli skala besar di wilayah Buduran,” ujar Kompol Subadri saat dikonfirmasi oleh tim redaksi kami.

Patroli penyisiran dilakukan di berbagai titik yang dianggap rawan dan memungkinkan menjadi lokasi kejadian. Polisi berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, termasuk mencari saksi mata yang mungkin melihat pergerakan motor hitam mencurigakan pada malam kejadian tersebut.

Baca Juga Skandal Getok Parkir Kayutangan Malang Kembali Viral, Wisatawan ‘Dipalak’ Rp 25 Ribu Tanpa Karcis Resmi
Skandal Getok Parkir Kayutangan Malang Kembali Viral, Wisatawan ‘Dipalak’ Rp 25 Ribu Tanpa Karcis Resmi

Tantangan dalam Proses Penyelidikan

Meskipun patroli maksimal telah dilakukan, pihak kepolisian mengaku menghadapi kendala teknis dalam mengusut kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, lokasi pasti kejadian masih belum dapat diidentifikasi secara spesifik. Informasi awal yang diterima kepolisian hanya menyebutkan wilayah Buduran secara umum tanpa titik koordinat yang jelas.

Selain itu, Kompol Subadri mengungkapkan bahwa korban, dalam hal ini Juhari, belum datang ke kantor polisi untuk memberikan laporan resmi secara tertulis. Laporan resmi sangat krusial agar polisi memiliki landasan hukum yang kuat untuk melakukan tindakan penyelidikan lebih lanjut, seperti pengecekan CCTV di sekitar lokasi atau pengejaran identitas kendaraan pelaku.

“Kami sudah berupaya maksimal melakukan penyisiran semalam, namun lokasi pastinya belum kami temukan. Kami juga sangat menunggu kehadiran korban untuk membuat laporan resmi agar kasus ini bisa segera kami tindaklanjuti secara hukum,” tambahnya lagi.

Urgensi Keamanan Bagi Pekerja Malam di Sidoarjo

Fenomena kriminalitas di Sidoarjo, khususnya yang menyasar pekerja sektor informal seperti ojek online, menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem keamanan kota. Buduran, sebagai salah satu titik penghubung vital, memang dikenal memiliki beberapa ruas jalan yang cukup lengang saat malam hari, menjadikannya titik rawan bagi aksi kejahatan jalanan.

Baca Juga Potret Buram Pesisir Branta Pamekasan: Saat Keindahan Laut Terkubur dalam Lautan Sampah
Potret Buram Pesisir Branta Pamekasan: Saat Keindahan Laut Terkubur dalam Lautan Sampah

Para driver online berharap adanya penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) serta peningkatan intensitas patroli kepolisian di jam-jam rawan, yakni antara pukul 23.00 hingga 04.00 dini hari. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, namun kolaborasi antara laporan cepat warga dan respons sigap petugas menjadi kunci utama.

Himbauan Kepolisian untuk Masyarakat

Kompol Subadri menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para pengendara yang beraktivitas di malam hari, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Jika mengalami atau melihat tindakan kriminal, masyarakat diminta untuk tidak ragu segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi nomor darurat yang tersedia.

“Kami siap menindaklanjuti segala bentuk gangguan kamtibmas. Kepada korban, kami harap segera melapor agar kami memiliki data yang akurat untuk mengejar para pelaku. Jangan biarkan aksi koboi seperti ini merajalela dan meresahkan warga Sidoarjo,” tegasnya menutup pembicaraan.

Saat ini, tim kepolisian dari Polsek Buduran masih terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan di jalan raya adalah hal yang utama, dan kerja sama antara masyarakat dan kepolisian sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif serta bebas dari teror bersenjata.

Baca Juga Kalender Jawa 15 Mei 2026: Menguak Rahasia Weton Jumat Pahing dan Panduan Lengkap Bulan Mei
Kalender Jawa 15 Mei 2026: Menguak Rahasia Weton Jumat Pahing dan Panduan Lengkap Bulan Mei
Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *