Surabaya Akselerasi Ekosistem Hijau: 10 Unit SPKLU Ultra Fast Charging Resmi Beroperasi di Lima Titik Strategis

Budi Santoso | ZonaKabar
06 Mei 2026, 11:42 WIB
Surabaya Akselerasi Ekosistem Hijau: 10 Unit SPKLU Ultra Fast Charging Resmi Beroperasi di Lima Titik Strategis

ZonaKabar — Kota Surabaya kembali menunjukkan taringnya sebagai pionir kota cerdas yang berkelanjutan di Indonesia. Mengambil langkah konkret dalam mendukung transformasi energi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi mulai mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah kawasan parkir strategis. Inisiatif ini bukan sekadar pemenuhan fasilitas, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa Kota Pahlawan siap bertransisi menuju era transportasi yang bebas emisi.

Langkah progresif ini diwujudkan melalui kolaborasi apik antara Pemkot Surabaya dengan PT Utomo Charge+ Indonesia. Sebanyak 10 unit gun charger kini telah terpasang dan siap melayani para pemilik kendaraan listrik yang jumlahnya terus merangkak naik di Surabaya. Kehadiran infrastruktur ini menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan tempat pengisian daya yang memadai di ruang publik.

Menyasar Titik Vital di Jantung Kota Surabaya

Distribusi pemasangan SPKLU ini tidak dilakukan secara acak. Pemkot Surabaya telah memetakan lima lokasi vital yang memiliki intensitas mobilitas tinggi. Penempatan di area parkir publik bertujuan agar masyarakat dapat mengisi daya kendaraan mereka sembari beraktivitas, baik itu bekerja, berbelanja, maupun menikmati layanan publik.

Baca Juga Update Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Ternate Mei 2026: Rincian Harga Tiket, Fasilitas KM Sinabung, dan Panduan Lengkap Pemesanan
Update Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Ternate Mei 2026: Rincian Harga Tiket, Fasilitas KM Sinabung, dan Panduan Lengkap Pemesanan

Adapun lima titik yang kini telah dilengkapi dengan fasilitas pengisian daya tersebut meliputi Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), gedung Park & Ride Mayjend Sungkono, area Balai Kota Surabaya, kompleks Siola Tunjungan, hingga Park & Ride Arif Rahman Hakim. Dengan sebaran yang merata dari pusat hingga ke wilayah timur dan barat, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi warga Surabaya untuk ragu beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Teknologi Ultra Fast Charging: Mengisi Daya Tanpa Menunggu Lama

Salah satu keunggulan utama dari fasilitas yang dihadirkan ZonaKabar kali ini adalah spesifikasi teknisnya yang mumpuni. Setiap unit pengisian memiliki kapasitas daya mencapai 180 kWh. Angka ini menempatkan SPKLU Surabaya dalam kategori ultra fast charging. Artinya, pemilik kendaraan tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menunggu baterai penuh.

Teknologi pengisian super cepat ini menjadi krusial dalam mendukung gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat. Dengan waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan pengisian daya standar, efisiensi penggunaan lahan parkir juga akan meningkat karena rotasi kendaraan yang melakukan pengisian daya menjadi lebih dinamis. Ini adalah standar baru dalam infrastruktur pendukung kendaraan listrik di tingkat kota.

Baca Juga Tragedi Jalur Pantura Rejoso: Gagal Menyalip, Pemotor Vixion Tewas Mengenaskan Terlindas Dump Truk
Tragedi Jalur Pantura Rejoso: Gagal Menyalip, Pemotor Vixion Tewas Mengenaskan Terlindas Dump Truk

Sinergi dengan Transportasi Publik Listrik

Pembangunan SPKLU ini tidak hanya ditujukan bagi pengguna kendaraan pribadi. Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari ekosistem besar transportasi publik di Surabaya. Salah satu fokus utamanya adalah mendukung operasional armada Suroboyo Bus elektrik yang kini menjadi primadona baru warga.

“Saat ini kita memiliki setidaknya 13 unit bus listrik yang beroperasi melayani warga. Kehadiran SPKLU di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) akan menjadi tulang punggung bagi armada kami. Jika dalam perjalanan bus memerlukan tambahan daya, pengemudi bisa langsung melakukan pengisian di sini tanpa harus kembali ke pool utama, sehingga layanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar Trio saat memberikan keterangan resmi di Terminal Joyoboyo.

Visi Elektrifikasi dan Pengurangan Polusi Udara

Langkah yang diambil Pemkot Surabaya ini selaras dengan program nasional mengenai percepatan elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia. Transformasi dari kendaraan berbasis bahan bakar fosil ke tenaga listrik dipercaya menjadi solusi paling efektif untuk menekan angka polusi udara di kota-kota besar. Kota Surabaya berupaya keras untuk memperbaiki kualitas udara demi kesehatan warganya di masa depan.

Baca Juga Potret Buram Pesisir Branta Pamekasan: Saat Keindahan Laut Terkubur dalam Lautan Sampah
Potret Buram Pesisir Branta Pamekasan: Saat Keindahan Laut Terkubur dalam Lautan Sampah

Menurut Trio, manfaat kendaraan listrik sangat nyata dalam mereduksi emisi karbon secara signifikan. Dengan menyediakan infrastruktur yang mudah diakses, pemerintah secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan hijau tersebut. Targetnya jelas: menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali oleh generasi mendatang.

Membangun Mobility Hub Terintegrasi

Di sisi lain, sektor swasta juga menyambut positif kolaborasi ini. Managing Director Utomo Charge+, Anthony Utomo, mengungkapkan bahwa kehadiran SPKLU di titik-titik kelolaan Pemkot adalah bagian dari visi besar untuk menciptakan mobility hub. Konsep ini tidak hanya menawarkan tempat pengisian baterai, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan mobilitas dalam satu ekosistem yang efisien.

Selain lima lokasi milik Pemkot, Utomo Charge+ telah mengembangkan jaringan pengisian daya di area strategis lainnya seperti kawasan Spazio, Loop Graha Family, wilayah Anjasmoro, hingga koridor MERR. Ekspansi yang masif ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap sudut Surabaya terjangkau oleh layanan pengisian daya kendaraan listrik.

Masa Depan Transportasi yang Ramah Lingkungan

Keberhasilan pemasangan 10 gun charger ini hanyalah awal dari rencana besar Surabaya dalam mengadopsi teknologi hijau. Ke depannya, diprediksi akan ada lebih banyak penambahan titik pengisian daya seiring dengan meningkatnya populasi kendaraan listrik di jalanan. Pemerintah kota juga terus mengkaji potensi penerapan insentif lain bagi pengguna kendaraan listrik guna mempercepat masa transisi ini.

Baca Juga Ironi di Balik Senam Anak Indonesia Hebat: Puluhan Siswa Pamekasan Tumbang Akibat Penantian Panjang dan Terik Matahari
Ironi di Balik Senam Anak Indonesia Hebat: Puluhan Siswa Pamekasan Tumbang Akibat Penantian Panjang dan Terik Matahari

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin solid, Surabaya kini berdiri sejajar dengan kota-kota metropolitan dunia yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan transportasi bersih. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk mulai membangun ekosistem serupa demi mewujudkan target Net Zero Emission nasional.

Masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas dan mudah terhadap energi bersih. Dengan biaya operasional kendaraan listrik yang lebih hemat dan fasilitas pendukung yang semakin menjamur, masa depan transportasi di Kota Surabaya tampak lebih cerah dan berkelanjutan. Mari dukung langkah positif ini demi Surabaya yang lebih hijau dan bersih.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *