Tragedi Berdarah di Mojokerto: Badut Penjual Balon Habisi Mertua dan Lukai Istri, Pelaku Masih Buron

Budi Santoso | ZonaKabar
06 Mei 2026, 13:42 WIB
Tragedi Berdarah di Mojokerto: Badut Penjual Balon Habisi Mertua dan Lukai Istri, Pelaku Masih Buron

ZonaKabar — Sebuah insiden memilukan mengguncang ketenangan warga di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Seorang pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai badut penjual balon berinisial Satuan (40), diduga kuat melakukan tindakan keji dengan menghabisi nyawa ibu mertuanya sendiri, Siti Arofah (53). Tidak hanya itu, pelaku juga melakukan penganiayaan berat terhadap istrinya, Sri Wahyuni alias Yuni (35), hingga menderita luka-luka serius.

Kronologi Awal: Misteri Paket COD yang Tak Terjawab

Pagi itu, Rabu (6/5/2026), suasana di Dusun Sumbertempur awalnya tampak seperti biasa. Namun, sebuah kejanggalan mulai dirasakan oleh Nur Aidah (32), tetangga sebelah rumah korban. Sekitar pukul 08.00 WIB, ia melihat seorang kurir paket sedang menunggu lama di depan rumah kontrakan yang dihuni oleh Satuan dan Yuni. Sang kurir tampak bingung karena paket dengan sistem cash on delivery (COD) tersebut tidak kunjung diterima oleh penghuni rumah, padahal hari sudah mulai siang.

Siti Arofah, yang tinggal hanya sekitar 15 meter di sebelah timur rumah putrinya, menyadari keberadaan kurir yang cukup lama menunggu tersebut. Dengan niat baik untuk membantu, Siti bergegas mendatangi rumah Yuni. Namun, sesampainya di sana, ia mendapati pintu depan dan belakang rumah dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci dari luar. Tak menaruh curiga akan bahaya yang mengintai, Siti memutuskan masuk melalui pintu belakang yang ia upayakan untuk dibuka.

Baca Juga Vesakha Sananda 2026: Menelusuri Jejak Spiritual dan Kemanusiaan Menuju Puncak Tri Suci Waisak 2570 BE
Vesakha Sananda 2026: Menelusuri Jejak Spiritual dan Kemanusiaan Menuju Puncak Tri Suci Waisak 2570 BE

“Bu Siti sempat lewat di samping rumah saya. Beliau bilang mau masuk lewat pintu belakang karena ada paket itu. Setelah itu saya masuk untuk mandi dan tidak mendengar ada suara keributan sama sekali dari arah rumah mereka,” ungkap Nur Aidah saat memberikan keterangan kepada tim kriminal Mojokerto di lokasi kejadian.

Detik-Detik Penemuan Jasad dan Korban Luka

Keheningan yang mencekam di dalam rumah kontrakan tersebut akhirnya pecah ketika warga mulai mencium adanya sesuatu yang tidak beres. Suroto, Ketua RT 02 setempat, yang saat itu sedang sibuk memperbaiki salon (pengeras suara) di dekat rumah korban, sempat melihat pelaku Satuan berjalan kaki dengan terburu-buru meninggalkan area rumahnya sekitar pukul 08.30 WIB. Gerak-gerik Satuan yang tampak gelisah dan tergesa-gesa memicu kecurigaan Suroto.

“Saya merasa curiga melihat dia jalan begitu cepat. Saya langsung lari mengecek rumahnya. Pintu depan terkunci rapat, dan menurut informasi warga, kunci itu sengaja dilempar ke dalam melalui celah oleh pelaku. Saat saya mencoba mengintip dari lubang angin-angin di atas pintu, saya sangat terkejut melihat genangan darah sudah mengalir di lantai ruang tengah,” tutur Suroto dengan nada gemetar menceritakan pembunuhan di Mojokerto tersebut.

Baca Juga Jadwal Bioskop Surabaya Hari Ini 12 Mei 2026: Dari Horor Mencekam hingga Laga Epik Mortal Kombat II
Jadwal Bioskop Surabaya Hari Ini 12 Mei 2026: Dari Horor Mencekam hingga Laga Epik Mortal Kombat II

Sadar telah terjadi tindak kekerasan, Suroto segera melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Bersama-sama, mereka terpaksa mendobrak pintu rumah untuk masuk ke dalam. Pemandangan mengerikan langsung menyambut mereka. Siti Arofah ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar dengan luka bacok yang cukup dalam pada bagian leher dan perut. Sementara itu, Yuni ditemukan di kamar belakang dalam kondisi bersimbah darah namun masih bernafas.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Yuni, yang ditemukan dalam kondisi lemas dengan luka di bagian dada serta wajah yang penuh lebam, segera dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk mendapatkan perawatan intensif. Meskipun dalam kondisi setengah sadar, Yuni sempat berusaha memberikan informasi kepada warga sebelum akhirnya harus ditangani secara medis oleh pihak rumah sakit.

Di sisi lain, jasad Siti Arofah yang menjadi korban tewas dalam insiden ini dievakuasi oleh tim identifikasi Polres Mojokerto ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo. Langkah ini diambil untuk dilakukan proses autopsi guna mengetahui secara pasti penyebab kematian dan jenis senjata tajam yang digunakan oleh pelaku dalam aksi kejamnya tersebut.

Baca Juga Tensi Panas di Kota Pahlawan: Satpol PP Surabaya Geram Disebut Maling Usai Razia PKL di Karang Menjangan
Tensi Panas di Kota Pahlawan: Satpol PP Surabaya Geram Disebut Maling Usai Razia PKL di Karang Menjangan

“Satu korban jiwa telah kami evakuasi untuk proses autopsi. Sedangkan korban luka lainnya saat ini sedang berjuang dalam perawatan medis intensif. Kami fokus pada pemulihan korban luka untuk bisa menggali keterangan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, saat memimpin langsung olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pengejaran Pelaku: Badut Penjual Balon Jadi Buronan

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran besar-besaran terhadap Satuan. Pelaku yang dikenal warga sebagai badut penjual balon ini mendadak menghilang setelah aksi berdarahnya. Polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk meminta keterangan dari para saksi kunci guna memetakan arah pelarian pelaku.

Motif di balik tindakan nekat pelaku yang merupakan suami kedua dari Yuni ini masih menjadi misteri yang tengah didalami oleh penyidik. Isu mengenai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan konflik internal keluarga sempat mencuat, namun pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai pemicu utama pembunuhan sadis ini.

Baca Juga Langkah Bersejarah Prabowo di Nganjuk: Resmikan Museum Marsinah dan Luncurkan Ribuan Koperasi Desa
Langkah Bersejarah Prabowo di Nganjuk: Resmikan Museum Marsinah dan Luncurkan Ribuan Koperasi Desa

“Kami telah mengantongi identitas lengkap pelaku. Tim kami saat ini sudah bergerak di lapangan untuk melakukan pengejaran. Kami menghimbau kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur,” tegas AKP Aldhino. Warga diimbau untuk segera melapor jika melihat keberadaan pria dengan ciri-ciri yang sesuai dengan Satuan guna membantu proses penegakan hukum.

Dampak Psikologis bagi Warga Sekitar

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam dan trauma bagi warga Dusun Sumbertempur. Tak ada yang menyangka bahwa profesi pelaku sebagai badut yang identik dengan kegembiraan anak-anak, justru menyimpan sisi gelap yang sangat mengerikan. Kehadiran polisi dan garis kuning yang melintang di rumah kontrakan tersebut menjadi pengingat pahit akan peristiwa berdarah yang baru saja terjadi.

Warga berharap agar pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan lingkungan terhadap potensi tindak kriminal yang bisa terjadi kapan saja, bahkan di lingkungan pemukiman yang selama ini dianggap aman dan kondusif. Penyelidikan masih terus berlanjut, dan ZonaKabar akan terus memantau perkembangan terbaru dari kasus yang menyita perhatian publik di Jawa Timur ini.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Balik Kostum Badut: Tabir Gelap Pembunuhan Ibu Mertua di Mojokerto Terungkap
Tragedi Berdarah di Balik Kostum Badut: Tabir Gelap Pembunuhan Ibu Mertua di Mojokerto Terungkap
Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *