Jejak Kelam Sindikat Emas Palsu di Kendal: Polisi Kini Buru Sosok Wanita Berinisial M yang Menghilang

Aris Munandar | ZonaKabar
08 Mei 2026, 13:40 WIB
Jejak Kelam Sindikat Emas Palsu di Kendal: Polisi Kini Buru Sosok Wanita Berinisial M yang Menghilang

ZonaKabar — Kabar mengejutkan datang dari hiruk-pikuk pusat perniagaan di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal. Penyelidikan mendalam terkait kasus penipuan yang menyasar Toko Emas Pusakamas kini memasuki babak baru yang semakin kompleks. Setelah sebelumnya berhasil meringkus dua pria yang diduga kuat sebagai otak dan eksekutor di lapangan, pihak kepolisian kini mengendus keterlibatan pihak lain yang selama ini tersembunyi di balik bayang-bayang. Satu sosok wanita misterius kini menjadi target utama dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian setempat.

Tim penyidik dari Polsek Sukorejo terus bergerak lincah mengembangkan kasus ini. Berdasarkan hasil interogasi maraton terhadap para tersangka yang sudah diamankan, terungkap bahwa jaringan ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan pada awalnya. Ada struktur peran yang tertata, dan sosok wanita berinisial M kini disebut-sebut sebagai mata rantai yang hilang dalam komplotan penjual perhiasan emas palsu tersebut.

Babak Baru Penyelidikan: Sosok Wanita di Balik Layar

Kanit Reskrim Polsek Sukorejo, Aiptu Daniel Wewen, mengungkapkan bahwa tabir gelap kasus ini mulai tersingkap setelah tersangka Muhamad Hasan memberikan keterangan tambahan. Jika pada awalnya polisi hanya menduga ada dua orang yang terlibat, kini fakta berbicara lain. Pemeriksaan intensif menunjukkan adanya keterlibatan orang ketiga yang memiliki peran cukup vital dalam melancarkan aksi penipuan tersebut.

Baca Juga Diterjang Angin Kencang, Festival Balon Udara Alun-Alun Solo Terpaksa Dihentikan Demi Keselamatan
Diterjang Angin Kencang, Festival Balon Udara Alun-Alun Solo Terpaksa Dihentikan Demi Keselamatan

“Kami menemukan titik terang baru. Setelah melakukan pendalaman dan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka Hasan, ia akhirnya mengakui bahwa mereka tidak bekerja berdua saja. Total ada tiga orang yang terlibat dalam sindikat ini,” ujar Aiptu Daniel Wewen saat memberikan keterangan resmi kepada awak media. Penemuan ini tentu mengubah arah penyelidikan polisi yang kini mulai menyisir jejak keberadaan pelaku wanita tersebut.

Kehadiran sosok wanita berinisial M ini sempat tertutup rapat karena pada pengakuan awal, kedua tersangka yakni Muhamad Hasan dan Amy Zakaria bersikukuh bahwa mereka beraksi secara mandiri. Namun, kepiawaian penyidik dalam menggali informasi akhirnya meruntuhkan tembok kebohongan para tersangka, hingga munculah nama M sebagai bagian dari kelompok kriminal ini.

Hubungan Asmara yang Berujung Pidana

Narasi di balik keterlibatan M ternyata menyimpan sisi lain yang cukup menarik perhatian. Berdasarkan keterangan Hasan, M bukanlah orang asing baginya. Wanita tersebut diketahui berasal dari Bandung namun sehari-harinya berdomisili dan bekerja di wilayah Kabupaten Batang. Hubungan antara Hasan dan M terjalin melalui kedekatan personal yang baru seumur jagung.

Baca Juga Drama Evakuasi Sapi ‘Giras’ di Klaten: Terperosok ke Bak Sedalam 4 Meter, Damkar Kerahkan 12 Ribu Liter Air
Drama Evakuasi Sapi ‘Giras’ di Klaten: Terperosok ke Bak Sedalam 4 Meter, Damkar Kerahkan 12 Ribu Liter Air

“M ini sebenarnya adalah teman kencan dari tersangka Hasan. Mereka baru saling mengenal selama kurang lebih tiga minggu. Karena merasa sudah cukup dekat dan memiliki kepercayaan satu sama lain, Hasan kemudian membujuk M untuk ikut serta dalam rencana jahatnya menjual perhiasan palsu ke toko-toko emas,” tambah Aiptu Daniel. Hal ini menunjukkan betapa rentannya seseorang terjerumus dalam tindak kriminalitas hanya karena pengaruh lingkungan atau orang-orang terdekat.

M tidak hanya sekadar ikut-ikutan. Dalam skema yang disusun Hasan, M memiliki peran yang sangat strategis. Ia bertugas sebagai wajah di depan toko, berperan layaknya pelanggan biasa yang ingin menjual perhiasan miliknya. Paras wanita yang seringkali dianggap kurang mencurigakan dimanfaatkan oleh komplotan ini untuk mengelabui ketelitian para pemilik toko emas.

Modus Operandi yang Terorganisir

Komplotan ini tidak bekerja secara amatir. Mereka menggunakan modus operandi yang cukup rapi dengan memanfaatkan perhiasan yang secara fisik sangat menyerupai emas asli. Dengan berbagi peran antara Amy Zakaria dan M, mereka mencoba menggempur kepercayaan toko emas di berbagai waktu yang berbeda. Kadang M bertindak sebagai penjual, dan di waktu lain ia bisa berperan sebagai pembeli untuk menciptakan suasana yang natural di dalam toko.

Baca Juga Skandal Kekerasan Oknum DPRD Temanggung: Proses Pemecatan NR Menanti Keputusan Final Gubernur Jawa Tengah
Skandal Kekerasan Oknum DPRD Temanggung: Proses Pemecatan NR Menanti Keputusan Final Gubernur Jawa Tengah

“Tugas M ini hampir sama dengan Amy Zakaria. Dia bisa berperan ganda, namun berdasarkan pengakuan tersangka, M lebih sering ditugaskan untuk melakukan transaksi penjualan perhiasan palsu tersebut. Keberadaannya sangat membantu Hasan dalam mendistribusikan barang-barang palsu itu ke pasaran,” papar penyidik lebih lanjut. Polisi menduga bahwa aksi ini sudah dilakukan di beberapa tempat, namun Toko Emas Pusakamas di Sukorejo menjadi titik di mana keberuntungan mereka berakhir.

Saat ini, polisi tengah melakukan pengejaran intensif ke wilayah Batang dan sekitarnya, tempat di mana M diduga terakhir kali terlihat. Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan wanita asal Bandung ini segera melapor ke pihak berwajib agar kasus penipuan toko emas ini bisa segera diselesaikan secara tuntas.

Ketelitian Karyawan dan Peran Vital Rekaman CCTV

Terbongkarnya kasus ini sebenarnya bermula dari ketelitian luar biasa yang ditunjukkan oleh karyawan Toko Emas Pusakamas. Pada Rabu (06/05/2026) siang, salah satu tersangka, Amy Zakaria (37), warga Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, datang ke toko untuk melakukan transaksi. Namun, ia tidak menyadari bahwa wajahnya sudah masuk dalam daftar pantauan pemilik toko.

Baca Juga Tragedi di Jalur Pantura: Pemotor Asal Jakarta Tewas Terlindas di Jalan Yos Sudarso Semarang Usai Tergelincir
Tragedi di Jalur Pantura: Pemotor Asal Jakarta Tewas Terlindas di Jalan Yos Sudarso Semarang Usai Tergelincir

Kapolsek Sukorejo, AKP Sugiyono, menjelaskan bahwa pemilik toko emas sudah lama menaruh curiga. Pasalnya, toko tersebut pernah mengalami kerugian akibat transaksi serupa di masa lalu. Setelah memeriksa kembali rekaman kamera pengawas (CCTV), pemilik toko berhasil mengidentifikasi ciri-ciri fisik dan wajah pelaku yang pernah beraksi sebelumnya.

“Keberhasilan pengungkapan ini tak lepas dari peran teknologi dan kewaspadaan korban. Rekaman CCTV menjadi bukti kunci yang membuat wajah para tersangka terekam dengan jelas. Saat salah satu tersangka kembali datang, karyawan yang sudah hafal wajahnya langsung melakukan tindakan pengamanan,” jelas AKP Sugiyono. Setelah Amy diamankan, polisi kemudian berhasil menjemput Muhamad Hasan (35) di kediamannya di Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu.

Himbauan Polisi dan Ancaman Hukuman

Dengan masih buronnya satu pelaku, Polsek Sukorejo memberikan peringatan keras. Aiptu Daniel Wewen berharap agar M segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat. “Kami sudah mengantongi identitas lengkap dan ciri-cirinya. Alangkah baiknya jika yang bersangkutan bersikap kooperatif dan menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegasnya.

Baca Juga Dilema Truk Tebu di Todanan Blora: Antara Napas Ekonomi Petani dan Keluhan Pengguna Jalan
Dilema Truk Tebu di Todanan Blora: Antara Napas Ekonomi Petani dan Keluhan Pengguna Jalan

Kasus ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha, khususnya pemilik toko emas, untuk selalu waspada terhadap segala bentuk modus penipuan curang. Penggunaan alat pendeteksi kadar emas yang modern serta pemasangan CCTV berkualitas tinggi terbukti menjadi tameng yang efektif dalam menghadapi sindikat kriminal semacam ini.

Kini, Hasan dan Amy harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Sukorejo. Mereka dijerat dengan pasal penipuan dan perbuatan curang yang merugikan orang lain. Sementara itu, pengejaran terhadap M terus dilakukan hingga ke pelosok Batang, guna memastikan tidak ada lagi korban-korban baru yang berjatuhan akibat ulah sindikat emas palsu ini. Penyelidikan masih terus berkembang, dan tidak menutup kemungkinan akan ditemukan fakta-fakta baru mengenai jaringan yang lebih luas di wilayah Jawa Tengah.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *