Air Mata dan Doa Mengiringi Keberangkatan Jemaah Haji Cimahi: Sebuah Penantian 12 Tahun Menuju Tanah Suci

Dewi Lestari | ZonaKabar
26 Apr 2026, 13:42 WIB
Air Mata dan Doa Mengiringi Keberangkatan Jemaah Haji Cimahi: Sebuah Penantian 12 Tahun Menuju Tanah Suci

ZonaKabar — Suasana haru menyelimuti kawasan Gedung S. Parman, Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom), Kota Cimahi, pada Minggu, 26 April 2026. Di tengah udara pagi yang sejuk, ratusan calon jemaah haji asal Kota Cimahi akhirnya bersiap menuntaskan rindu yang telah terpendam selama belasan tahun. Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik menuju Arab Saudi, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang penuh dengan tetesan air mata, perjuangan, dan keteguhan hati.

Gema Takbir dan Tangis Haru di Pusdikpom Cimahi

Penantian panjang yang memakan waktu lebih dari satu dekade akhirnya mencapai puncaknya. Sejak pagi buta, para calon jemaah yang didominasi oleh lansia dan dewasa telah berkumpul dengan rapi di dalam gedung. Di luar area gedung, ribuan sanak keluarga berdiri dengan setia di balik barikade, menatap nanar ke arah bus-bus yang akan membawa orang-orang terkasih mereka menuju Embarkasi Kertajati.

Ketika sirine pemberangkatan mulai dibunyikan, tanggul emosi seolah jebol. Isak tangis tak lagi terbendung saat pelukan terakhir diberikan. Bagi banyak keluarga, momen ini adalah titik balik dari doa-doa yang dipanjatkan di setiap sujud. Mereka menyadari bahwa perjalanan ini adalah undangan khusus dari Sang Khalik yang tidak semua orang bisa mendapatkannya dengan mudah.

Baca Juga Malam Kelam di Jayapura: Tragedi Amuk Massa Pasca Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Puluhan Kendaraan Hangus
Malam Kelam di Jayapura: Tragedi Amuk Massa Pasca Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Puluhan Kendaraan Hangus

Kisah Alifiya: Menggantikan Sang Ayah di Kursi Pesawat Menuju Baitullah

Di tengah barisan jemaah yang mayoritas berambut perak, tampak seorang gadis muda dengan raut wajah yang tegar namun menyimpan kesedihan mendalam. Alifiya Nur Syabani (20), mahasiswi semester empat asal Kelurahan Padasuka, Cimahi Tengah, menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian. Alifiya tidak berangkat sendirian; ia mendampingi ibundanya. Namun, ada satu kursi kosong di hati mereka yang seharusnya diisi oleh sang ayah.

“Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan untuk menemani Ibu berangkat haji tahun ini. Namun, keberangkatan saya adalah untuk menggantikan almarhum Ayah yang telah berpulang ke Rahmatullah pada tahun 2024 kemarin,” tutur Alifiya dengan suara yang sedikit bergetar saat ditemui tim ZonaKabar. Penantian selama 12 tahun yang dijalani kedua orang tuanya sejak mendaftar pada 2014 berakhir dengan skenario yang tak terduga.

Meskipun diliputi duka karena sang ayah tak bisa menyaksikan keberangkatannya, Alifiya meyakini bahwa ini adalah takdir terbaik. Persiapan fisik dan mental telah ia lakukan secara maksimal, mulai dari menjaga kebugaran hingga memastikan kondisi kesehatan ibunya tetap prima. Ia sadar betul bahwa tanggung jawabnya kini ganda: menjalankan ibadah untuk dirinya sendiri dan menjadi tongkat penopang bagi sang ibu selama di Tanah Suci.

Baca Juga Kisah Menginspirasi Kosong 3: Menghapus Lapar di Sudut Kota Cirebon Lewat Sepiring Nasi Gratis
Kisah Menginspirasi Kosong 3: Menghapus Lapar di Sudut Kota Cirebon Lewat Sepiring Nasi Gratis

Perjuangan Lansia: Cinta dan Kesetiaan di Jalur Ibadah

Kisah inspiratif lainnya datang dari pasangan lansia, Erniyati (65) dan Mashur (69), warga Kelurahan Cipageran. Bagi mereka, keberangkatan ini adalah kemenangan melawan waktu dan usia. Sejak mendaftar pada tahun 2014, mereka selalu menjaga kesehatan agar tetap kuat saat panggilan itu tiba. Erniyati membawa tas kecil berisi perlengkapan medis, bukan hanya untuk dirinya yang mengidap kolesterol, tetapi juga untuk sang suami tercinta.

“Suami saya membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait kondisi kesehatan jiwanya yang harus selalu dijaga agar tetap tenang dan bahagia. Saya sudah menyiapkan obat-obatan dan instruksi dokter agar selama di sana beliau tidak stres. Insyaallah, niat tulus kami akan memudahkan segalanya,” ungkap Erniyati dengan optimisme yang terpancar dari wajahnya yang bersahaja.

Kisah Erniyati dan Mashur menjadi potret nyata bagaimana ibadah haji juga merupakan ujian kesabaran dan kasih sayang bagi pasangan suami istri. Mereka adalah bukti bahwa usia dan keterbatasan fisik bukanlah penghalang jika niat sudah terpatri kuat untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Baca Juga Dominasi Blaugrana! Barcelona Kunci Gelar LaLiga 2025/2026 Usai Taklukkan Real Madrid di El Clasico
Dominasi Blaugrana! Barcelona Kunci Gelar LaLiga 2025/2026 Usai Taklukkan Real Madrid di El Clasico

Pelepasan Resmi oleh Pemerintah Kota Cimahi

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, hadir langsung untuk melepas rombongan yang terdiri dari 11 bus tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kloter 7 ini membawa 441 jemaah dari total kuota 575 calon jemaah haji asal Cimahi untuk tahun ini. Sisanya dijadwalkan akan menyusul pada pemberangkatan gelombang berikutnya di bulan Mei.

Ngatiyana menekankan pentingnya peran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam memantau kondisi jemaah secara berkala. “Saya titipkan jemaah kami kepada para petugas. Berikan pelayanan terbaik, terutama bagi mereka yang lansia dan membutuhkan bantuan khusus. Pastikan mereka merasa nyaman dan aman sehingga bisa fokus menjalankan rukun-rukun haji dengan sempurna,” tegasnya.

Beliau juga berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kekompakan dan saling tolong-menolong sesama jemaah asal Cimahi. Mengingat cuaca di Arab Saudi yang mungkin sangat berbeda dengan di tanah air, aspek hidrasi dan istirahat yang cukup menjadi poin penting yang ditekankan oleh jajaran pemerintah kota.

Logistik dan Persiapan Menuju BIJB Kertajati

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jemaah haji asal Jawa Barat kini mulai diakomodasi melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Penggunaan bandara ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dan memberikan kenyamanan lebih bagi para jemaah sebelum menempuh penerbangan panjang menuju Madinah atau Jeddah.

Baca Juga Strategi Iwan Suryawan Pulihkan Kepercayaan Publik: Dari Teras Rumah Hingga Gedung Parlemen Jawa Barat
Strategi Iwan Suryawan Pulihkan Kepercayaan Publik: Dari Teras Rumah Hingga Gedung Parlemen Jawa Barat

Proses administrasi mulai dari paspor, visa, hingga pemeriksaan kesehatan terakhir telah dilakukan dengan ketat oleh instansi terkait. Keberhasilan pemberangkatan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kota Cimahi yang telah bekerja keras mempersiapkan segala sesuatunya sejak beberapa bulan yang lalu.

Menuju Haji Mabrur: Harapan dan Doa Masyarakat

Keberangkatan jemaah haji Cimahi ini diiringi doa dari seluruh lapisan masyarakat. Di media sosial, ucapan syukur dan doa mengalir deras untuk keselamatan para tamu Allah tersebut. Banyak yang berharap agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar tanpa kendala berarti.

Perjalanan haji adalah perjalanan yang mengubah hidup. Bagi warga Cimahi yang berangkat hari ini, mereka membawa harapan besar untuk kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur—haji yang membawa perubahan positif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Setiap langkah mereka di tanah suci nantinya akan menjadi bagian dari catatan sejarah perjalanan spiritual individu yang penuh makna.

Kini, bus-bus tersebut telah bergerak menjauh meninggalkan Cimahi, membawa ratusan impian yang akhirnya menjadi kenyataan. Selamat jalan para jemaah haji, semoga perlindungan Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kalian di bumi para nabi.

Baca Juga Aura Juara Menyalala! Pentolan Viking Sumedang Prediksi Persib Bakal Bungkam Persija 2-1 di Samarinda
Aura Juara Menyalala! Pentolan Viking Sumedang Prediksi Persib Bakal Bungkam Persija 2-1 di Samarinda
Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *