Aksi Cepat Tanggap: Pertamina EP Jatibarang Field Berhasil Kendalikan Situasi Pasca Insiden di SPU Cemara Losarang

Dewi Lestari | ZonaKabar
06 Mei 2026, 15:42 WIB
Aksi Cepat Tanggap: Pertamina EP Jatibarang Field Berhasil Kendalikan Situasi Pasca Insiden di SPU Cemara Losarang

ZonaKabar Insiden tak terduga sempat mewarnai operasional di kawasan industri migas Indramayu pada pertengahan pekan ini. Ketenangan di Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, seketika berubah menjadi kesiapsiagaan tinggi saat laporan mengenai munculnya api di area fasilitas vital milik negara mulai mengemuka. Beruntung, profesionalisme dan kecepatan respons yang ditunjukkan oleh tim internal berhasil meredam potensi bahaya sebelum meluas lebih jauh.

Peristiwa ini terjadi di area fasilitas ‘unloading’ Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara yang dikelola oleh PT Pertamina EP Jatibarang Field pada Rabu (6/5/2026). Kebakaran yang dilaporkan muncul sekitar pukul 12.30 WIB tersebut segera memicu protokol darurat perusahaan. Tim penanggulangan keadaan darurat (Emergency Response Team) langsung bergerak secara presisi untuk memastikan titik api tidak merambat ke fasilitas produksi lainnya yang berada di sekitarnya.

Kronologi dan Penanganan Terpadu di Lapangan

Menurut informasi yang dihimpun oleh tim redaksi, kepulan asap mulai terlihat dari titik bongkar muat atau unloading di SPU Cemara saat aktivitas operasional sedang berlangsung. Menyadari risiko yang ada, personel di lapangan segera melakukan isolasi area sesuai dengan prosedur operasional standar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pasokan oksigen dan bahan bakar yang bisa memperbesar nyala api di lokasi kejadian.

Baca Juga Gempita Pasundan Muaythai Championship 2026: Saat Basement DPRD Tasikmalaya Menjadi Kawah Candradimuka Mental Baja
Gempita Pasundan Muaythai Championship 2026: Saat Basement DPRD Tasikmalaya Menjadi Kawah Candradimuka Mental Baja

Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, mengonfirmasi bahwa penanganan dilakukan dengan sangat intensif sejak menit-menit awal. Beliau menegaskan bahwa tim pemadam kebakaran internal perusahaan langsung dikerahkan ke titik koordinat untuk melakukan pemadaman secara langsung sekaligus melakukan pendinginan (cooling) pada struktur tangki dan pipa di sekitarnya.

“Sekitar pukul 13.40 WIB, atau kurang lebih satu jam sepuluh menit sejak laporan pertama diterima, api berhasil dikendalikan dan sepenuhnya dipadamkan oleh tim kami yang bergerak cepat. Upaya ini mencakup pemadaman sumber api utama serta langkah-langkah mitigasi berkelanjutan guna menstabilkan kondisi di lapangan agar benar-benar aman,” jelas Pinto dalam keterangan resminya kepada publik.

Standar Keselamatan HSSE Sebagai Garda Terdepan

Dalam industri minyak dan gas bumi, aspek keselamatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Keberhasilan pemadaman dalam waktu yang relatif singkat ini merupakan buah dari latihan rutin dan implementasi ketat standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Pertamina EP Jatibarang memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selama masa kritis tersebut telah memenuhi regulasi keamanan internasional yang berlaku di lingkungan perusahaan.

Baca Juga Estetika Budaya di Pusat Pemerintahan: Bupati Cirebon Instruksikan Pembangunan Gapura Candi Bentar di Seluruh Kantor Dinas
Estetika Budaya di Pusat Pemerintahan: Bupati Cirebon Instruksikan Pembangunan Gapura Candi Bentar di Seluruh Kantor Dinas

Pinto menambahkan bahwa proses mitigasi tidak berhenti saat api padam. Tim di lapangan terus memantau suhu di area terdampak untuk mencegah terjadinya penyalaan ulang (re-ignition). Penggunaan busa khusus pemadam api (foam) dan teknik semprotan presisi menjadi kunci utama mengapa insiden ini tidak berkembang menjadi malapetaka yang lebih besar di Kecamatan Losarang.

Pihak manajemen juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel yang bertugas, karena mampu tetap tenang dan menjalankan fungsinya di bawah tekanan tinggi. Koordinasi antar lini, mulai dari petugas keamanan, teknisi lapangan, hingga tim medis yang bersiaga, berjalan secara sinkron tanpa hambatan berarti.

Investigasi Mendalam dan Komitmen Lingkungan

Meskipun situasi saat ini sudah dinyatakan aman dan terkendali sepenuhnya, pihak Pertamina EP tidak lantas berpuas diri. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan upaya perbaikan berkelanjutan, perusahaan telah membentuk tim investigasi internal yang bersifat independen. Tim ini bertugas untuk menelusuri secara mendetail akar penyebab (root cause) dari munculnya percikan api di fasilitas unloading tersebut.

Baca Juga Jadwal Lengkap SIM Keliling Bandung Mei 2026: Lokasi Strategis, Syarat Terbaru, dan Panduan Praktis Bagi Pengendara
Jadwal Lengkap SIM Keliling Bandung Mei 2026: Lokasi Strategis, Syarat Terbaru, dan Panduan Praktis Bagi Pengendara

“Investigasi sedang berjalan. Kami ingin memastikan penyebab pastinya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Ini adalah bagian dari komitmen kami terhadap aspek keselamatan kerja dan keberlangsungan operasional perusahaan,” tegas Pinto lebih lanjut.

Satu hal yang menjadi prioritas utama adalah memastikan tidak adanya dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Berdasarkan penilaian cepat (rapid assessment) yang dilakukan pasca-kejadian, Pertamina EP memastikan bahwa tidak ada korban luka, baik dari pihak pekerja maupun masyarakat sipil. Selain itu, tidak ditemukan adanya kebocoran material berbahaya yang mencemari tanah atau sumber air penduduk di Desa Rajaiyang.

Dukungan Masyarakat dan Stabilitas Energi

Peristiwa di SPU Cemara ini juga sempat menarik perhatian warga setempat yang tinggal tak jauh dari lokasi fasilitas. Namun, berkat komunikasi yang transparan dari pihak perusahaan dan aparat keamanan setempat, kekhawatiran masyarakat dapat diredam dengan cepat. Kehadiran fasilitas migas di Jawa Barat, khususnya di Indramayu, memang memegang peranan krusial dalam menyokong kebutuhan energi nasional, sehingga stabilitas operasionalnya menjadi perhatian banyak pihak.

Baca Juga Tragedi Jembatan Cirahong: Misteri Lansia yang Tinggalkan Sepeda dan Jajanan Sebelum Terjun ke Sungai Citanduy
Tragedi Jembatan Cirahong: Misteri Lansia yang Tinggalkan Sepeda dan Jajanan Sebelum Terjun ke Sungai Citanduy

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di area SPU Cemara perlahan mulai kembali normal, meski pengawasan ketat masih diberlakukan di titik spesifik terjadinya insiden. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi hoaks yang mungkin beredar di media sosial terkait skala insiden tersebut. Pihak berwenang memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung lainnya tetap berfungsi optimal untuk menjamin pasokan energi tidak terganggu.

Dengan berakhirnya penanganan insiden ini, Pertamina EP Jatibarang kembali membuktikan efektivitas sistem tanggap darurat yang mereka miliki. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan kolektif dalam mengelola aset-aset strategis negara demi keamanan bersama dan kedaulatan energi Indonesia.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *