Aksi Damai Mahasiswa Solo Raya di DPRD: Suarakan Kesejahteraan Rakyat hingga Isu Lokal

Aris Munandar | ZonaKabar
12 Jun 2026, 19:44 WIB
Aksi Damai Mahasiswa Solo Raya di DPRD: Suarakan Kesejahteraan Rakyat hingga Isu Lokal

ZonaKabar — Gelombang massa yang memadati gerbang gedung wakil rakyat di Kota Bengawan akhirnya melandai. Suasana di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta yang sempat riuh oleh orasi dan nyanyian perjuangan mahasiswa, kini kembali tenang setelah aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya memutuskan untuk membubarkan diri secara tertib pada Jumat sore.

Dinamika Aksi Mahasiswa Solo Raya di Gedung Parlemen

Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026) ini menjadi sorotan publik karena membawa berbagai isu krusial, mulai dari kebijakan nasional hingga permasalahan mendesak di tingkat lokal. Sejak siang hari, ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam BEM Solo Raya berkumpul untuk menyuarakan aspirasi mereka di depan gedung DPRD Solo. Dengan atribut almamater yang berwarna-warni, mereka membentuk barisan rapat sebagai simbol persatuan dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Meskipun situasi sempat memanas akibat perdebatan di lapangan, aksi ini berakhir tanpa insiden kekerasan yang berarti. Narasi mengenai adanya mahasiswa yang ditahan oleh pihak kepolisian sempat berembus di tengah massa, memicu ketegangan singkat. Namun, koordinasi yang cepat antara perwakilan mahasiswa dan pihak keamanan berhasil mendinginkan suasana, memastikan bahwa seluruh peserta aksi dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Jalur Wuryantoro-Eromoko: Adu Banteng Dua Motor Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Anak di Bawah Umur
Tragedi Berdarah di Jalur Wuryantoro-Eromoko: Adu Banteng Dua Motor Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Anak di Bawah Umur

Klarifikasi Polresta Solo Terkait Isu Penahanan Massa

Menanggapi kabar burung yang sempat beredar di lokasi aksi, pihak kepolisian segera memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan simpang siur informasi. Kasi Humas Polresta Solo, AKP Lingga Ramadhani, menegaskan bahwa tidak ada satu pun peserta demo mahasiswa yang diamankan atau diproses secara hukum oleh pihaknya.

“Kami ingin meluruskan informasi yang beredar. Ada narasi yang menyebutkan bahwa ada peserta yang kami amankan. Alhamdulillah, sampai saat ini kabar tersebut tidak benar. Tidak ada satu pun individu yang diamankan oleh Polresta Solo,” ujar AKP Lingga saat memberikan keterangan kepada awak media. Ia menambahkan bahwa seluruh massa aksi telah membubarkan diri secara mandiri dan kondusif menuju titik kumpul masing-masing.

Sebelumnya, sempat terjadi negosiasi antara perwakilan massa dengan Kapolresta Solo, Kombes Catur Cahyono Wibowo. Hal ini dipicu oleh dugaan adanya dua mahasiswa yang sempat dibawa petugas saat aksi berlangsung. Namun, setelah dilakukan klarifikasi di tempat, kedua mahasiswa tersebut dipastikan tetap berada di barisan massa dan melanjutkan aksi hingga selesai tanpa hambatan lebih lanjut.

Baca Juga Aksi Nekat Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Viral: Ancaman Nyawa dan Sanksi Tegas Menanti Pelanggar
Aksi Nekat Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Viral: Ancaman Nyawa dan Sanksi Tegas Menanti Pelanggar

Fokus Tuntutan: Dari Stabilitas Ekonomi hingga Isu Regional

Tuntutan yang dibawa oleh BEM Solo Raya dalam aksi kali ini cukup beragam dan mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat. Di level nasional, mahasiswa menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait pemberhentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai perlu dievaluasi kembali efektivitasnya.

Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta lonjakan harga barang kebutuhan pokok menjadi poin kritis dalam orasi mereka. Mahasiswa menilai bahwa stabilitas ekonomi saat ini sedang teruji, dan masyarakat kelas bawah menjadi pihak yang paling terdampak oleh inflasi yang tidak terkendali. Mereka menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan harga pangan dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Tak berhenti di isu nasional, massa juga membawa aspirasi lokal yang sangat relevan dengan warga Solo. Isu pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo dan kebijakan kenaikan pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi poin tambahan yang disuarakan. Masalah lingkungan dan beban pajak daerah dianggap sebagai persoalan nyata yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari konstituen di Kota Surakarta.

Baca Juga Misi Ambisius Persijap Jepara: Siap Menjadi Batu Sandungan Terakhir Persib Bandung Menuju Tahta Juara
Misi Ambisius Persijap Jepara: Siap Menjadi Batu Sandungan Terakhir Persib Bandung Menuju Tahta Juara

Rekayasa Lalu Lintas dan Pengamanan Ketat

Guna memastikan aksi penyampaian pendapat di muka umum ini berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum secara masif, Polresta Solo mengerahkan sedikitnya 490 personel gabungan. Tim pengamanan ini terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta.

Penutupan jalan di sekitar Jalan Adi Sucipto tidak dapat dihindari mengingat jumlah massa yang cukup besar. Untuk meminimalisir kemacetan, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas sejak siang hari. Kendaraan dari arah timur menuju barat dialihkan mulai dari simpang empat Fajar Indah, sementara kendaraan dari arah barat diarahkan menuju Jalan Sawo Raya.

“Kami terpaksa melakukan pengalihan arus karena jumlah massa yang menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD cukup banyak. Ini dilakukan demi kelancaran arus lalu lintas bagi pengguna jalan lainnya,” jelas AKP Lingga. Langkah antisipatif ini terbukti efektif menjaga ritme mobilitas kota meskipun terdapat pusat konsentrasi massa di jalur utama.

Komitmen DPRD Solo Menampung Aspirasi Rakyat

Aspirasi mahasiswa tidak hanya menggema di jalanan, tetapi juga disambut baik oleh para pemangku kebijakan. Sejumlah anggota DPRD Solo tampak turun ke jalan untuk duduk bersama mahasiswa, mendengarkan poin-poin tuntutan secara langsung dalam suasana yang dialogis.

Baca Juga Skandal Megakorupsi BPR Bank Purworejo: Kerugian Rp 41 Miliar, Modus ‘Debitur Topengan’ Seret Eks Dirut ke Penjara
Skandal Megakorupsi BPR Bank Purworejo: Kerugian Rp 41 Miliar, Modus ‘Debitur Topengan’ Seret Eks Dirut ke Penjara

Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, memberikan apresiasi atas masukan yang diberikan oleh para mahasiswa. Menurutnya, kritik dan saran dari elemen mahasiswa adalah vitamin bagi demokrasi dan perbaikan kinerja pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Kami atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Surakarta mendukung apa yang menjadi tuntutan rekan-rekan mahasiswa hari ini. Aspirasi ini adalah suara rakyat yang harus kami kawal,” tegas Budi Prasetyo di hadapan massa. Ia menjanjikan bahwa tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan pusat akan segera diteruskan ke DPR RI, sementara isu-isu lokal akan dikoordinasikan dengan Wali Kota Solo untuk ditindaklanjuti lebih mendalam.

Dengan berakhirnya aksi ini secara damai, mahasiswa menunjukkan bahwa penyampaian pendapat dapat dilakukan dengan elegan dan beretika. Di sisi lain, respons terbuka dari pihak legislatif dan kepolisian memberikan harapan bahwa dialog antara pemerintah dan rakyat tetap terjaga dengan baik di Kota Solo.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *