Persis Solo di Ujung Tanduk: Antara Asa Bertahan dan Bayang-Bayang Degradasi Liga 1

Aris Munandar | ZonaKabar
09 Mei 2026, 23:43 WIB
Persis Solo di Ujung Tanduk: Antara Asa Bertahan dan Bayang-Bayang Degradasi Liga 1

ZonaKabar — Gemuruh di Stadion Manahan, Solo, perlahan berubah menjadi keheningan yang menyesakkan saat peluit panjang ditiup wasit pada Sabtu malam (9/5/2026). Papan skor tetap menunjukkan angka nol bagi kedua tim, sebuah hasil yang terasa seperti kekalahan bagi tuan rumah. Persis Solo, tim kebanggaan warga Surakarta, kini harus menghadapi kenyataan pahit: nasib mereka untuk tetap berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tidak lagi berada sepenuhnya di tangan mereka sendiri.

Hasil imbang tanpa gol melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi Liga 1 ini memaksa Laskar Sambernyawa untuk mulai melirik hasil pertandingan tim-tim rival. Ketergantungan pada tim lain menjadi skenario yang paling dihindari oleh pelatih mana pun, namun bagi Persis Solo, inilah realitas yang harus mereka telan mentah-mentah di penghujung musim yang penuh drama ini.

Skenario Rumit di Papan Bawah Klasemen

Saat ini, posisi Persis Solo masih tertahan di urutan ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin. Angka ini menempatkan mereka tepat di garis merah zona degradasi. Situasi menjadi kian pelik karena para pesaing terdekat mereka, yakni Persijap Jepara dan Madura United, masih memiliki keunggulan poin dan tabungan pertandingan yang krusial.

Baca Juga Dugaan Penganiayaan Siswa SD di Blora: Niat Melerai Keributan, Kepala Sekolah Justru Berakhir di Kantor Polisi
Dugaan Penganiayaan Siswa SD di Blora: Niat Melerai Keributan, Kepala Sekolah Justru Berakhir di Kantor Polisi

Laskar Sambernyawa tertinggal tiga poin dari Persijap yang berada satu tingkat di atas mereka, dan terpaut empat poin dari Madura United. Perlu diingat bahwa Madura United belum memainkan laga pekan ini, yang berarti jarak tersebut berpotensi melebar jika tim asal Pulau Garam itu berhasil mencuri poin di laga berikutnya. Dengan hanya menyisakan dua laga pamungkas melawan Dewa United dan Persita Tangerang, setiap detik di lapangan hijau kini bernilai sejarah bagi eksistensi Persis di kasta tertinggi.

Harapan Milomir Seslija: Sportivitas dan Keajaiban

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, tidak menampik bahwa timnya kini berada dalam posisi yang sangat terjepit. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan di Stadion Manahan, pria yang akrab disapa Coach Milo ini mengungkapkan kegelisahannya sekaligus harapannya agar tim-tim pesaing menghadapi lawan yang tangguh dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Ya, memang benar kami kini bergantung pada hasil tim lain. Namun, perlu dicatat bahwa tim pesaing kami juga akan menghadapi lawan-lawan yang kuat di sisa musim ini. Saya sangat berharap mereka menjalani laga yang fair, sebagaimana kami menghadapi Persebaya malam ini yang turun dengan kekuatan terbaiknya,” ujar Milo dengan nada serius.

Baca Juga Skandal Memilukan di Brebes: Kakak Ipar Tega Perkosa Adik Sendiri Berulang Kali, Terancam Hukuman Berat dan Denda Miliaran Rupiah
Skandal Memilukan di Brebes: Kakak Ipar Tega Perkosa Adik Sendiri Berulang Kali, Terancam Hukuman Berat dan Denda Miliaran Rupiah

Milo juga menambahkan bahwa tekanan tidak hanya dirasakan oleh anak asuhnya. Beberapa tim seperti PSM Makassar dan Madura United menurutnya juga belum sepenuhnya aman dari intaian degradasi. “Belum ada yang benar-benar di zona aman saat ini. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam dua pekan ke depan,” imbuhnya, mencoba membakar semangat optimisme di tengah situasi sulit.

Analisis Pertandingan: Dominasi yang Berujung Buntu

Jika menilik jalannya pertandingan melawan Persebaya, Persis sebenarnya memiliki modal untuk menang. Strategi yang diterapkan Milo terlihat sangat hati-hati pada babak pertama. Laskar Sambernyawa lebih banyak menunggu dan bermain defensif, seolah ingin meredam agresivitas Bajul Ijo terlebih dahulu sebelum melancarkan serangan balik.

Memasuki babak kedua, Persis Solo melakukan transformasi gaya bermain. Mereka tampil lebih menekan dan mendominasi penguasaan bola. Gelombang serangan dibangun dari berbagai sisi, memaksa lini belakang Persebaya bekerja ekstra keras. Namun, penyelesaian akhir kembali menjadi momok menakutkan bagi tim kebanggaan Pasoepati ini.

“Kami mengawali laga tidak sesuai dengan yang diinginkan. Pada babak kedua, kami memang lebih mendominasi, namun gol yang dinanti tak kunjung datang. Saya melihat para pemain terlalu memaksakan diri dan terburu-buru saat mendapatkan peluang, sehingga terjadi kesalahan fatal. Seharusnya mereka bisa lebih tenang dan bersabar dalam mengeksekusi peluang,” ungkap Milo mengevaluasi performa lini depannya.

Baca Juga Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Perairan Selatan Cilacap, BMKG Ingatkan Kewaspadaan di Pesisir Selatan Jawa
Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Perairan Selatan Cilacap, BMKG Ingatkan Kewaspadaan di Pesisir Selatan Jawa

Perjudian Taktis dan Munculnya Arkhan Kaka

Dalam upaya memecah kebuntuan, Milo melakukan sejumlah pergantian pemain yang cukup berisiko. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah ditariknya Bruno Gomes untuk digantikan oleh striker muda potensial, Arkhan Kaka. Pergantian ini sempat memicu pertanyaan di kalangan suporter, mengingat Bruno merupakan pemain senior yang diharapkan mampu memberikan dampak instan.

Milo menjelaskan bahwa keputusannya tersebut didorong oleh keterbatasan opsi di lini serang. Striker andalan mereka, Septian Bagaskara, harus absen setelah mengalami cedera pada sesi latihan terakhir sebelum pertandingan. Hal ini memaksa Milo untuk mempercayakan lini depan kepada talenta muda.

“Kaka adalah seorang game changer. Saya berharap dia bisa membawa perubahan signifikan di lapangan. Dia adalah pemain yang sangat berbakat dan memiliki potensi besar untuk menjadi bintang masa depan. Namun, di pertandingan sebesar ini, dia memang harus belajar untuk lebih percaya diri lagi,” tutur Milo memberikan pembelaan sekaligus motivasi bagi pemain mudanya tersebut.

Respon Tim Lawan: Drama di Akhir Musim

Di sisi lain, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberikan apresiasi atas perlawanan sengit yang diberikan tuan rumah. Meski gagal membawa pulang poin penuh, Tavares merasa satu poin dari kandang Persis adalah hasil yang patut disyukuri mengingat tekanan yang diberikan Laskar Sambernyawa sepanjang babak kedua.

Baca Juga Tragedi Penembakan di Candisari Semarang: Kondisi Terbaru Korban dan Sisi Gelap Fenomena ‘Kreak’
Tragedi Penembakan di Candisari Semarang: Kondisi Terbaru Korban dan Sisi Gelap Fenomena ‘Kreak’

“Saya sangat menghargai kerja keras pemain saya di lapangan. Kami datang dengan target tiga poin, tapi Persis bermain sangat bagus malam ini dan berhasil mematahkan tren kemenangan kami. Mendapatkan satu poin di Manahan bukanlah hal yang mudah,” kata Bernardo Tavares.

Menanggapi situasi Persis Solo yang kini terjerembab di zona merah, Tavares hanya bisa memberikan doa terbaik. Ia memahami betapa beratnya tekanan mental yang dihadapi tim yang sedang berjuang melawan degradasi. “Semoga mereka beruntung di laga berikutnya. Kita semua tahu momen akhir musim seperti ini penuh dengan drama. Hanya akan ada satu juara, dan sayangnya, tiga tim harus turun kasta,” pungkasnya.

Dua Laga Final di Depan Mata

Kini, publik Solo hanya bisa berharap pada keajaiban dan kerja keras luar biasa di dua laga tersisa. Pertandingan melawan Dewa United dan Persita Tangerang bukan lagi sekadar pertandingan biasa, melainkan laga hidup mati yang akan menentukan masa depan klub. Persis Solo diwajibkan menyapu bersih kemenangan sambil berdoa agar rival-rival mereka terpeleset di sisa laga.

Baca Juga Komplotan WNA ‘Gendam’ Teror Klaten: Modus Tukar Uang, Perhiasan Belasan Juta Raib dalam Sekejap
Komplotan WNA ‘Gendam’ Teror Klaten: Modus Tukar Uang, Perhiasan Belasan Juta Raib dalam Sekejap

Dukungan dari suporter setia kini menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan. Stadion Manahan mungkin akan tetap menjadi saksi, apakah Laskar Sambernyawa mampu bangkit dari keterpurukan atau justru harus merelakan tempatnya di Liga 1 musim depan. Satu hal yang pasti, perjuangan Persis Solo belum berakhir hingga peluit panjang di laga ke-34 ditiupkan.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *