Teror Melata di Handapherang: Ular Sanca Raksasa 3,5 Meter Menyelinap ke Pemukiman Warga Ciamis

Dewi Lestari | ZonaKabar
16 Mei 2026, 11:42 WIB
Teror Melata di Handapherang: Ular Sanca Raksasa 3,5 Meter Menyelinap ke Pemukiman Warga Ciamis

ZonaKabar — Suasana senja yang biasanya tenang di kawasan Dusun Desa, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah menjadi panggung ketegangan yang mencekam. Menjelang waktu magrib, saat warga mulai bersiap mengakhiri aktivitas harian mereka, sebuah pemandangan mengerikan muncul dari balik bayang-bayang tumpukan kayu di belakang rumah salah seorang warga.

Adalah Dendis Yudistira, sang pemilik rumah, yang sore itu berniat melakukan rutinitas sederhana: membuang sampah. Namun, langkah kakinya mendadak terkunci, jantungnya berdegup kencang ketika matanya menangkap siluet panjang yang bergerak melata dengan anggun namun mematikan. Seekor ular sanca berukuran jumbo, dengan panjang diperkirakan mencapai 3,5 meter, melintas tepat di hadapannya.

Kejadian yang berlangsung pada Jumat (15/5) ini bukan sekadar insiden biasa. Ukuran ular yang luar biasa besar untuk lingkungan pemukiman padat penduduk membuat kepanikan menjalar dengan cepat. Sang predator berdarah dingin itu nampak tidak terganggu dengan keberadaan manusia, ia bergerak perlahan menuju tumpukan kayu kering di area belakang rumah, lalu menghilang ke dalam celah-celah kayu seolah-olah mengklaim wilayah tersebut sebagai sarang barunya.

Baca Juga Mimpi Mexico City Kandas: Nestapa Garuda Jalanan dan Absennya Peran Negara di Homeless World Cup 2026
Mimpi Mexico City Kandas: Nestapa Garuda Jalanan dan Absennya Peran Negara di Homeless World Cup 2026

Detik-Detik Penampakan Sang Predator di Balik Kayu

Dendis menceritakan betapa mencekamnya momen ketika ia harus berhadapan langsung dengan hewan melata tersebut. “Rasanya campur aduk, antara kaget dan takut yang luar biasa. Ular itu sangat besar, lebih besar dari lengan orang dewasa. Saya langsung berhenti dan tidak berani bergerak lebih dekat ketika melihatnya meluncur ke arah tumpukan kayu,” ungkapnya menceritakan kembali peristiwa tersebut.

Ketakutan Dendis sangat beralasan. Kehadiran predator sebesar itu di lingkungan rumah, terutama di dekat tempat tinggal keluarga, adalah ancaman nyata bagi keselamatan manusia maupun hewan ternak di sekitarnya. Tanpa membuang waktu, Dendis segera mencari bantuan. Ia menyadari bahwa menangkap ular seukuran itu sendirian bukanlah pilihan yang bijak dan justru bisa berakibat fatal.

Laporan darurat pun segera diteruskan kepada pihak berwenang. Sekitar pukul 17.48 WIB, tim UPTD Damkar Ciamis menerima panggilan bantuan. Kesigapan petugas dalam merespons laporan warga menjadi kunci utama agar situasi tidak semakin memburuk atau menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Baca Juga Ketegangan di Parepare: Cerita Umuh Muchtar Tentang Invasi Lapangan dan Kehangatan Warga Makassar Usai Laga Persib
Ketegangan di Parepare: Cerita Umuh Muchtar Tentang Invasi Lapangan dan Kehangatan Warga Makassar Usai Laga Persib

Respon Cepat Tim Penyelamat dan Evakuasi Dramatis

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim ahli evakuasi hewan liar ke lokasi kejadian. Mengingat ukuran ular yang dilaporkan cukup besar, tim berangkat dengan peralatan lengkap guna memastikan keselamatan warga dan personel di lapangan.

“Begitu menerima laporan dari saudara Dendis, tim kami segera bergerak menuju Kecamatan Cijeungjing. Fokus utama kami adalah mengamankan area agar ular tersebut tidak berpindah ke dalam rumah atau melarikan diri ke area pemukiman warga lainnya yang lebih padat,” ujar Budi Rahmat saat memberikan keterangan resmi kepada media.

Proses evakuasi ular sanca jenis Malayopython reticulatus ini berlangsung cukup dramatis. Karena ular tersebut bersembunyi di bawah tumpukan kayu yang cukup berat, petugas harus bekerja dengan ekstra hati-hati. Menggunakan snake hook dan penjepit khusus, tim Damkar mencoba memancing ular keluar dari persembunyiannya tanpa menyakiti hewan tersebut.

Butuh waktu sekitar 30 menit bagi para personel terlatih untuk bisa menundukkan sang raksasa. Dengan koordinasi yang apik, mereka berhasil memegang bagian kepala ular sebelum akhirnya melilitkan tubuh panjangnya yang kuat ke peralatan evakuasi. Beruntung, proses ini berjalan lancar tanpa ada korban luka baik dari sisi warga maupun petugas.

Baca Juga Tragedi Memilukan di Indramayu: Kronologi Lengkap Nenek Tewas Terkena Senapan Angin Sang Cucu
Tragedi Memilukan di Indramayu: Kronologi Lengkap Nenek Tewas Terkena Senapan Angin Sang Cucu

Faktor Penyebab: Mengapa Ular Kini Sering Masuk Pemukiman?

Fenomena masuknya ular ke pemukiman warga di Kabupaten Ciamis ternyata bukan kali ini saja terjadi. Menurut catatan pihak Damkar, intensitas kemunculan hewan melata di area perumahan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Budi Rahmat menjelaskan ada beberapa faktor alamiah dan lingkungan yang melatarbelakangi fenomena ini.

Pertama adalah masalah perubahan habitat. Ekspansi lahan perumahan dan berkurangnya area hutan atau semak belukar memaksa ular untuk mencari tempat baru. Selain itu, ketersediaan sumber makanan seperti tikus, unggas peliharaan, atau hewan kecil lainnya di sekitar rumah warga menjadi daya tarik utama bagi predator ini.

“Ular adalah hewan yang oportunis. Mereka akan mencari tempat yang lembap, dekat dengan sumber air, atau area yang banyak tumpukan barang yang jarang disentuh manusia karena itu menyerupai habitat asli mereka di alam liar,” jelas Budi. Musim hujan juga kerap menjadi pemicu, karena lubang-lubang tempat mereka bersarang biasanya tergenang air, memaksa mereka keluar ke permukaan yang lebih tinggi.

Baca Juga Lautan Biru di Jantung Sukabumi: Gemuruh Bobotoh Rayakan Kemenangan Krusial Persib Bandung
Lautan Biru di Jantung Sukabumi: Gemuruh Bobotoh Rayakan Kemenangan Krusial Persib Bandung

Edukasi Masyarakat: Langkah Tepat Menghadapi Ancaman Hewan Liar

Pasca evakuasi yang berhasil tersebut, pihak Damkar Ciamis tak lupa memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat luas. Hal ini penting mengingat tidak semua orang memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara menangani hewan berbahaya. Menghadapi ular besar tanpa keahlian khusus adalah tindakan yang sangat berisiko karena ular sanca memiliki kekuatan lilitan yang sanggup melumpuhkan mangsa jauh lebih besar dari ukurannya.

Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan warga untuk meminimalisir risiko masuknya ular ke dalam rumah:

  • Menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membiarkan tumpukan barang atau kayu bekas di dekat rumah.
  • Membersihkan semak-semak secara rutin di area pekarangan.
  • Memastikan rumah tidak menjadi sarang tikus, karena tikus adalah makanan utama ular.
  • Menggunakan pengharum ruangan atau bahan dengan aroma menyengat yang tidak disukai ular.
  • Menutup celah-celah kecil di pintu atau jendela yang bisa menjadi akses masuk hewan melata.

Budi Rahmat menegaskan kembali bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk menghubungi layanan bantuan darurat jika menemukan situasi serupa. “Kami siap membantu 24 jam untuk menangani hewan liar atau keadaan darurat lainnya. Layanan ini sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apapun demi keamanan warga Kabupaten Ciamis,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Baca Juga Tragedi Maut di Tol Cipularang: Diduga Microsleep, Minibus Hantam Truk Hingga Ringsek Parah di KM 94
Tragedi Maut di Tol Cipularang: Diduga Microsleep, Minibus Hantam Truk Hingga Ringsek Parah di KM 94

Kini, ular sanca jumbo tersebut telah diamankan di markas komando Damkar untuk nantinya akan dilepaskan kembali ke habitat yang jauh dari jangkauan manusia, demi menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjamin keamanan masyarakat.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *