Tragedi Berdarah di Patikraja: Cucu Tega Habisi Nyawa Nenek dan Gadis Muda, Tertangkap Dalam Pelarian Singkat

Aris Munandar | ZonaKabar
12 Jun 2026, 17:44 WIB
Tragedi Berdarah di Patikraja: Cucu Tega Habisi Nyawa Nenek dan Gadis Muda, Tertangkap Dalam Pelarian Singkat

ZonaKabar — Keheningan fajar di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, mendadak pecah oleh jeritan histeris warga. Sebuah rumah yang biasanya tenang menjadi saksi bisu peristiwa pembunuhan banyumas yang teramat keji. Dua orang wanita ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, memicu gelombang ketakutan sekaligus kemarahan di tengah masyarakat setempat.

Hanya dalam hitungan jam setelah laporan diterima, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan perburuan. Kerja keras tim gabungan membuahkan hasil manis ketika terduga pelaku berhasil diringkus di wilayah tetangga, Kabupaten Banjarnegara. Penangkapan ini mengakhiri pelarian singkat sang pelaku yang mencoba menghindar dari jeratan hukum atas tindakan biadab yang dilakukannya.

Kecepatan Polresta Banyumas Mengendus Jejak Pelaku

Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil koordinasi intensif di lapangan. Begitu mendapatkan informasi mengenai adanya temuan mayat, tim Inafis dan Satreskrim langsung diterjunkan untuk mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti awal yang mengarah pada sosok pelaku.

Baca Juga Menelusuri Jejak Kiai Wongsoniti: Legenda ‘Kesusu Menyang’ di Balik Asal-usul Desa Sumyang Klaten
Menelusuri Jejak Kiai Wongsoniti: Legenda ‘Kesusu Menyang’ di Balik Asal-usul Desa Sumyang Klaten

“Setelah laporan masuk, tim langsung melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk yang ada, kami berhasil mengidentifikasi dan mengamankan terduga pelaku berinisial A alias D yang berusia 24 tahun. Pelaku kami amankan di wilayah Banjarnegara dalam kurun waktu kurang dari lima jam,” ujar Petrus dengan tegas saat memberikan keterangan pers pada Jumat (12/6/2026).

Kecepatan polisi dalam menangani kasus kriminalitas ini mendapat apresiasi dari warga, mengingat kekhawatiran akan pelaku yang membawa senjata atau kembali membahayakan orang lain di sekitar lokasi kejadian. Penangkapan ini diharapkan dapat membuka tabir motif di balik tindakan nekat pelaku yang masih tergolong muda tersebut.

Kronologi Penemuan Jasad di Dalam Sumur dan Kamar

Peristiwa kelam ini bermula pada Jumat pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Seorang tetangga korban yang merasa curiga dengan suasana rumah yang tampak tidak biasa memutuskan untuk berkunjung. Alangkah terkejutnya dia ketika menemukan kenyataan pahit di dalam rumah milik Kartinah (81). Sosok Kartinah, yang dikenal sebagai wanita lansia yang ramah, justru ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam sumur rumahnya sendiri.

Baca Juga Menuju Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026: Simak Pedoman Resmi BPIP, Tema, hingga Naskah Pidato Lengkap
Menuju Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026: Simak Pedoman Resmi BPIP, Tema, hingga Naskah Pidato Lengkap

Pencarian warga tidak berhenti di situ. Saat memeriksa bagian dalam rumah, warga menemukan satu lagi korban di sebuah kamar samping. Korban kedua adalah seorang remaja putri berinisial AA yang diperkirakan berusia 18 tahun. Kondisinya jauh lebih tragis, di mana ia ditemukan bersimbah darah dengan sejumlah luka terbuka yang mengindikasikan adanya kekerasan fisik yang sangat brutal sebelum kematiannya.

Sudarmo, salah seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian, menceritakan suasana mencekam yang dirasakan warga saat itu. “Awalnya kami mencari Mbah Kartinah, tapi tidak ada di tempat tidur. Saat melihat penutup sumur terbuka, kecurigaan muncul. Setelah disorot pakai senter, barulah terlihat ada tubuh di bawah sana,” kenangnya dengan nada bergetar.

Kecurigaan Terhadap Sang Cucu yang Melarikan Diri

Sebelum kedua jasad ditemukan secara utuh, warga sempat menjumpai D, yang tak lain adalah cucu dari korban Kartinah, berada di dalam rumah tersebut. Namun, sikap D sangat aneh dan tidak kooperatif. Ketika ditanya mengenai keberadaan neneknya, ia memberikan jawaban yang ketus dan terlihat sangat gelisah.

Baca Juga Sawah Dilindungi Berubah Jadi Tambak Udang: Pria di Batang Terancam Denda Miliaran Rupiah
Sawah Dilindungi Berubah Jadi Tambak Udang: Pria di Batang Terancam Denda Miliaran Rupiah

“Keluarga sempat membangunkan dia dan bertanya di mana neneknya. Dia cuma menjawab ‘pergi’, lalu menyuruh warga mencari sendiri dengan nada menantang,” kata Sudarmo. Merasa terdesak oleh pertanyaan warga yang semakin banyak, D kemudian nekat menghidupkan sepeda motornya dan kabur dengan kecepatan tinggi. Dalam upayanya melarikan diri, ia bahkan sempat menabrak salah satu warga yang mencoba menghalanginya.

Sikap agresif dan pelarian D inilah yang menjadi petunjuk kuat bagi pihak Polresta Banyumas untuk menetapkannya sebagai tersangka utama. Tidak butuh waktu lama bagi tim buser untuk melacak keberadaan motor yang digunakan pelaku hingga akhirnya ia terpojok di Banjarnegara.

Hasil Pemeriksaan Medis dan Luka-luka Korban

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim Inafis bersama tenaga medis di lokasi kejadian, ditemukan banyak bekas kekerasan pada tubuh korban AA. Remaja putri tersebut menderita luka robek di bagian dagu, luka benturan di kepala, serta tanda-tanda pencekikan pada leher yang memperkuat dugaan adanya perjuangan atau perlawanan sebelum korban menghembuskan napas terakhirnya.

Baca Juga Jeritan Warga di Balik Proyek Turunan Gombel Semarang: Hunian Rusak Akibat Getaran Alat Berat
Jeritan Warga di Balik Proyek Turunan Gombel Semarang: Hunian Rusak Akibat Getaran Alat Berat

Sementara itu, untuk korban Kartinah, polisi masih menunggu hasil otopsi lengkap guna memastikan apakah korban meninggal karena luka kekerasan terlebih dahulu atau akibat tenggelam setelah dibuang ke dalam sumur. Keberadaan dua korban di lokasi yang berbeda namun dalam satu kompleks rumah menunjukkan adanya tindakan sistematis yang dilakukan pelaku.

“Proses otopsi sedang berjalan untuk mendapatkan gambaran pasti mengenai penyebab kematian masing-masing korban. Hasil forensik ini akan menjadi bukti kunci dalam persidangan nantinya,” tambah Kombes Petrus.

Misteri Hubungan Pelaku dengan Korban Remaja Putri

Salah satu poin yang masih menjadi teka-teki bagi warga dan pihak kepolisian adalah identitas serta hubungan AA dengan keluarga tersebut. Warga Desa Patikraja menyatakan bahwa mereka tidak mengenal sosok AA dan tidak pernah melihatnya berkunjung ke rumah Kartinah sebelumnya.

Ada spekulasi yang berkembang bahwa AA mungkin merupakan teman dekat pelaku, namun hal ini masih didalami melalui pemeriksaan intensif terhadap D. Polisi tengah mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi untuk mengetahui sejak kapan AA berada di rumah tersebut dan apa yang memicu terjadinya konflik berdarah itu.

Baca Juga Jejak Kelam Kasus Bilqis: Akhir Pelarian Sang Pembunuh Bocah Sragen di Tangan Aparat
Jejak Kelam Kasus Bilqis: Akhir Pelarian Sang Pembunuh Bocah Sragen di Tangan Aparat

Kematian Kartinah yang sudah sangat sepuh (90-an tahun menurut keterangan warga) menambah pilu kisah ini. Sebagai nenek yang tinggal sendirian, kehadiran sang cucu yang seharusnya menjadi pelindung justru berubah menjadi petaka yang merenggut nyawanya secara tragis.

Langkah Hukum dan Harapan Masyarakat

Saat ini, terduga pelaku A alias D masih menjalani pemeriksaan maraton di Mapolresta Banyumas. Polisi juga tengah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor pelaku dan alat-alat yang diduga digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut. Pelaku terancam dijerat dengan pasal berlapis mengenai pembunuhan berencana yang membawa hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Masyarakat Jawa Tengah, khususnya Banyumas, berharap agar proses hukum berjalan transparan dan adil. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya pengawasan terhadap perilaku anggota keluarga dan kerawanan sosial yang bisa terjadi di mana saja. Pantau terus perkembangan berita jateng untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kelanjutan kasus ini.

Tragedi di Patikraja ini meninggalkan luka mendalam bagi warga desa. Mereka berencana mengadakan doa bersama untuk ketenangan arwah Kartinah dan AA, sembari berharap agar desa mereka kembali damai dan kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa depan.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *