Wajah Baru Bandung: Penertiban Kios Cicadas Market Demi Akselerasi Proyek BRT Bandung Raya

Dewi Lestari | ZonaKabar
05 Mei 2026, 11:42 WIB
Wajah Baru Bandung: Penertiban Kios Cicadas Market Demi Akselerasi Proyek BRT Bandung Raya

ZonaKabar — Transformasi tata ruang di Kota Kembang kembali memasuki babak baru yang lebih krusial. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, melalui satuan penegak perdanya, baru-baru ini melakukan langkah tegas namun persuasif di salah satu titik paling ikonik sekaligus padat, yakni kawasan Cicadas. Langkah ini bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan sebuah persiapan matang demi menyongsong masa depan transportasi publik yang lebih terintegrasi melalui proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.

Langkah Tegas Satpol PP di Jantung Cicadas

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung kembali menerjunkan personelnya untuk melakukan pembongkaran terhadap deretan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah lama dibiarkan kosong di kawasan Cicadas Market. Penertiban ini dilakukan secara sistematis guna memastikan bahwa lahan yang ada dapat difungsikan kembali sesuai dengan rencana tata kota yang telah ditetapkan. Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi ini berjalan kondusif tanpa adanya gesekan berarti dengan warga maupun pedagang setempat.

Data yang dihimpun oleh tim redaksi menunjukkan bahwa terdapat sedikitnya 11 titik lapak PKL yang menjadi sasaran utama dalam operasi kali ini. Rinciannya mencakup 6 unit kios permanen dan 5 meja dagangan yang kondisinya sudah tidak lagi digunakan oleh pemiliknya. Operasi pembongkaran yang berlangsung pada Senin awal Mei tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam menata ulang penataan kota Bandung agar lebih estetis dan fungsional.

Baca Juga Jadwal Sholat Cirebon Hari Ini Kamis 14 Mei 2026: Panduan Ibadah Lengkap untuk Meraih Ridha Ilahi
Jadwal Sholat Cirebon Hari Ini Kamis 14 Mei 2026: Panduan Ibadah Lengkap untuk Meraih Ridha Ilahi

Visi Transportasi Modern: Proyek BRT Bandung Raya

Lantas, mengapa kawasan Cicadas yang selama ini dikenal sebagai pusat niaga kerakyatan harus mengalami perubahan? Jawabannya terletak pada rencana besar pengembangan infrastruktur transportasi. Kawasan ini diproyeksikan akan menjadi salah satu jalur utama yang dilintasi oleh Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jitu dalam mengatasi problematika kemacetan yang kian menahun di ibu kota Jawa Barat tersebut.

Kasatpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, dalam keterangannya menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari sosialisasi berkelanjutan. “Pada prinsipnya, tindakan ini adalah tindak lanjut dari upaya kita menertibkan kios maupun lapak yang terbengkalai. Ini juga menjadi bentuk edukasi langsung kepada masyarakat bahwa area ini akan bertransformasi menjadi jalur BRT,” ungkap Bambang saat ditemui di sela-sela kegiatannya.

Menilik Sejarah dan Regulasi Zona Merah Cicadas

Jika kita menengok ke belakang, keberadaan PKL di Cicadas Market sebenarnya memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Secara regulasi, kawasan ini sebenarnya berstatus sebagai zona merah, yang berarti dilarang untuk aktivitas perdagangan kaki lima. Namun, mengingat nilai sejarah dan ekonomi yang tinggi, pemerintah sempat melakukan upaya penataan pada tahun 2019 silam.

Baca Juga Menelusuri Jejak Kearifan Lokal di Desa Wisata Tikukur Sukabumi: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat
Menelusuri Jejak Kearifan Lokal di Desa Wisata Tikukur Sukabumi: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

Kala itu, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Telkomsel, dilakukan penataan yang menyediakan sekitar 542 tempat berjualan bagi 602 pedagang. Namun, seiring berjalannya waktu, dinamika ekonomi membuat beberapa lapak tersebut ditinggalkan oleh pedagangnya. Lapak-lapak kosong inilah yang kini menjadi prioritas untuk dibongkar agar tidak menciptakan kesan kumuh dan menghambat infrastruktur transportasi yang akan dibangun.

Pendekatan Persuasif dan Kolaborasi dengan Koordinator Pedagang

Satu hal yang patut diapresiasi dari operasi kali ini adalah metode yang digunakan. Alih-alih menggunakan pendekatan represif, Satpol PP lebih mengedepankan dialog dan kesepakatan bersama. Sebelum alat berat dan personel dikerahkan, telah terjalin komunikasi intensif dengan koordinator PKL Cicadas Market. Kesepakatan ini menjadi kunci utama mengapa proses pembongkaran bisa berjalan dengan lancar tanpa ada penolakan dari massa.

“Kami memberikan bantuan penuh, mulai dari tenaga personel hingga armada pengangkutan material sisa bongkaran. Semuanya dilakukan secara kolektif. Alhamdulillah, suasana di lapangan tetap tertib dan kondusif. Kami berharap model pendekatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi titik-titik lain di Kota Bandung,” tambah Bambang dengan nada optimis. Kerja sama ini membuktikan bahwa ketertiban umum bisa dicapai melalui sinergi yang baik antara pemerintah dan komunitas.

Baca Juga 35 Inspirasi Ucapan Hari Kebangkitan Nasional 2026: Kobarkan Semangat Persatuan Menuju Indonesia Emas
35 Inspirasi Ucapan Hari Kebangkitan Nasional 2026: Kobarkan Semangat Persatuan Menuju Indonesia Emas

Ekspansi Penertiban ke 12 Kecamatan

Langkah yang dimulai di Cicadas ini ternyata hanyalah permulaan dari rencana besar yang lebih luas. Bambang Sukardi menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan 12 kecamatan di Kota Bandung yang akan menjadi target sasaran penertiban serupa. Fokus utamanya tetap sama: mengamankan jalur-jalur yang akan digunakan untuk kesuksesan proyek BRT Bandung Raya di masa depan.

Pemerintah Kota Bandung menyadari bahwa proyek BRT bukan sekadar membangun halte atau menyediakan bus baru, melainkan tentang mengubah perilaku mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, sterilisasi jalur dari hambatan samping seperti kios ilegal atau lapak kosong menjadi harga mati agar waktu tempuh moda transportasi publik ini nantinya bisa bersaing dengan kendaraan pribadi.

Edukasi Mandiri dan Harapan Masa Depan

Selain melakukan tindakan fisik berupa pembongkaran, pemerintah juga terus mendorong para pedagang untuk melakukan penertiban secara mandiri. Untuk kios-kios yang masih aktif digunakan, Satpol PP melakukan pendekatan persuasif agar para pedagang mulai bersiap mencari alternatif lokasi yang lebih legal dan tidak melanggar aturan tata ruang.

Baca Juga Tragedi di Riyadh: Gamba Osaka Bungkam Al Nassr, Dahaga Trofi Cristiano Ronaldo Masih Berlanjut
Tragedi di Riyadh: Gamba Osaka Bungkam Al Nassr, Dahaga Trofi Cristiano Ronaldo Masih Berlanjut

“Intinya kami ingin para pedagang paham bahwa suatu saat nanti ketika proyek BRT mulai beroperasi penuh, mereka sudah mengerti posisinya. Ini semua demi kepentingan masyarakat luas yang lebih besar. Kami berupaya meminimalisir segala bentuk potensi konflik sosial melalui sosialisasi yang masif,” tutup Bambang. Dengan adanya pembangunan berkelanjutan ini, diharapkan Cicadas tidak lagi dipandang sebagai titik kemacetan, melainkan sebuah simpul transportasi modern yang menjadi kebanggaan warga Bandung.

Kini, publik tinggal menunggu realisasi dari proyek ambisius tersebut. Apakah perubahan wajah Cicadas akan mampu mengembalikan kenyamanan bagi para pejalan kaki dan pengguna jalan? Waktu yang akan menjawab, namun langkah berani yang diambil hari ini adalah fondasi penting bagi kemajuan Kota Bandung di masa depan.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *