Aroma Petis di Tengah Gelora Sepak Bola: Kemeriahan Festival Rujak Uleg Surabaya 2026 dalam Balutan Karisma Event Nusantara

Budi Santoso | ZonaKabar
09 Mei 2026, 21:42 WIB
Aroma Petis di Tengah Gelora Sepak Bola: Kemeriahan Festival Rujak Uleg Surabaya 2026 dalam Balutan Karisma Event Nusant

ZonaKabar — Suasana Sabtu malam di jantung Kota Surabaya mendadak berubah menjadi lautan manusia yang penuh energi. Aroma menyengat namun menggoda dari petis udang berkualitas tinggi menyeruak di antara ribuan warga yang memadati eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS). Kawasan legendaris yang kini bertransformasi menjadi Surabaya Expo Center (SBEC) tersebut menjadi saksi bisu kemeriahan Festival Rujak Uleg 2026 yang digelar pada Sabtu (9/5) malam.

Perhelatan akbar ini bukan sekadar pesta kuliner biasa. Tahun ini, Festival Rujak Uleg tampil lebih prestisius karena kembali berhasil menembus daftar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, festival ini mengawinkan tradisi leluhur dengan euforia global melalui tema yang unik dan visioner: “Rujak Phoria: Festival Rujak Menyambut Pesta Sepak Bola Dunia”.

Harmonisasi Kuliner Tradisional dan Demam Sepak Bola Dunia

Ada yang berbeda dengan lanskap Festival Rujak Uleg tahun ini. Area utama tempat para peserta meracik bumbu disulap sedemikian rupa hingga menyerupai tribun stadion sepak bola yang megah. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, mengingat gairah sepak bola yang mendarah daging di tengah masyarakat Surabaya, apalagi menjelang pesta bola dunia 2026 mendatang.

Baca Juga Teror Gangster Bersenjata Celurit di Porong Sidoarjo: Warkop Diobrak-abrik, Pengunjung Kocar-kacir
Teror Gangster Bersenjata Celurit di Porong Sidoarjo: Warkop Diobrak-abrik, Pengunjung Kocar-kacir

Sorak-sorai penonton tidak hanya ditujukan untuk mendukung aksi mengulek bumbu, tetapi juga menyerupai yel-yel suporter di stadion. Atribut-atribut olahraga tampak mendominasi, mulai dari bendera kebanggaan Persebaya yang berkibar gagah hingga berbagai ornamen bertema pertandingan internasional. Kreativitas tanpa batas terlihat dari kostum para peserta yang memadukan celemek memasak dengan jersey bola, menciptakan sebuah pemandangan budaya kontemporer yang sangat estetik.

Acara resmi dibuka tepat pada pukul 18.30 WIB dengan sebuah pertunjukan teatrikal yang memukau bertajuk “Rujak Phoria”. Pertunjukan ini menggambarkan bagaimana semangat olahraga dapat menyatu dengan kearifan lokal kuliner. Kemeriahan semakin memuncak saat peragaan busana “Surabaya World Fashion Carnival” dimulai, menampilkan deretan busana bertema sport fashion yang menunjukkan bahwa Surabaya siap menjadi pusat perhatian dunia.

Pesan Persatuan dari Atas Cobek Raksasa

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir di tengah-tengah warga, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Dalam sambutannya yang penuh semangat, ia menegaskan bahwa Festival Rujak Uleg adalah manifestasi nyata dari filosofi hidup warga Kota Pahlawan. Baginya, mencampur berbagai bahan seperti kacang, petis, cabai, dan buah-buahan menjadi satu harmoni rasa dalam satu cobek adalah simbol dari persatuan masyarakat.

Baca Juga Derby Jatim Membara: Misi Arema FC Hentikan Dominasi Persebaya di Tengah Badai Kelelahan
Derby Jatim Membara: Misi Arema FC Hentikan Dominasi Persebaya di Tengah Badai Kelelahan

“Rujak Uleg ini menunjukkan bahwa Surabaya dibangun dari kekuatan kekeluargaan yang luar biasa. Lihatlah siapa yang ada di sini, mulai dari pengurus RW, perwakilan Sentra Wisata Kuliner (SWK), staf perhotelan, hingga berbagai komunitas hobi. Semuanya nyawiji dadi siji (menyatu jadi satu),” ujar Eri Cahyadi dengan nada bangga.

Beliau menekankan bahwa rahasia kekuatan Surabaya bukan terletak pada kemegahan gedungnya, melainkan pada karakter warganya yang guyub rukun. Festival ini menjadi ruang di mana batasan sosial luruh. Pejabat tinggi dan rakyat jelata berdiri sejajar, sama-sama memegang uleg-uleg, dan sama-sama berkeringat demi menyajikan racikan rujak terbaik bagi pengunjung.

Pengakuan Nasional dan Dampak Ekonomi Kreatif

Keberhasilan Festival Rujak Uleg masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) merupakan pencapaian strategis bagi pariwisata Surabaya. Setelah bersaing dengan ratusan event dari seluruh pelosok negeri, festival ini diakui memiliki kualitas penyelenggaraan yang mumpuni serta dampak sosial-ekonomi yang signifikan.

Menurut Eri Cahyadi, status KEN ini bukan sekadar label, melainkan mesin penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM dan industri kreatif. Berikut adalah beberapa dampak positif yang dihasilkan dari festival ini:

Baca Juga Operasi Skala Besar di Kawasan GOR Ken Arok: Polsek Kedungkandang Sita Ratusan Botol Miras Ilegal
Operasi Skala Besar di Kawasan GOR Ken Arok: Polsek Kedungkandang Sita Ratusan Botol Miras Ilegal
  • Peningkatan Kunjungan Wisata: Wisatawan mancanegara dan luar kota sengaja datang untuk merasakan pengalaman autentik budaya Surabaya.
  • Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Ratusan stan UMKM mendapatkan panggung untuk mempromosikan produk unggulan mereka kepada ribuan pengunjung.
  • Pelestarian Budaya: Memperkenalkan kuliner Rujak Uleg kepada generasi Z agar tetap mencintai warisan rasa Nusantara.
  • Ekosistem Pariwisata: Memperkuat kolaborasi antara sektor perhotelan, transportasi, dan jasa pariwisata di Jawa Timur.

Simfoni Persaudaraan di Hari Jadi Kota Surabaya ke-733

Menginjak usia ke-733, Kota Surabaya terus bertransformasi tanpa meninggalkan akar budayanya. Festival Rujak Uleg 2026 ini menjadi kado manis bagi seluruh warga. Antusiasme yang meluap dari sore hingga malam hari menunjukkan betapa rindunya masyarakat akan hiburan rakyat yang berkualitas dan sarat akan nilai-nilai edukasi.

Walikota Eri kembali mengingatkan agar semangat persatuan yang terlihat malam ini tidak hanya berhenti saat festival usai. “Pantes perkoro opo? Suroboyo iku guyub rukun. Dijogo persatuane, mergo Rujak Uleg iki dadi siji. Gak ndelok pangkate opo. Surabaya iki dibangun karo wong sing gelem noto Suroboyo,” tegasnya menggunakan dialek khas Suroboyoan yang akrab di telinga.

Baca Juga Menjelajahi Permata Tersembunyi di Jalur Cangar: 8 Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Wajib Dikunjungi
Menjelajahi Permata Tersembunyi di Jalur Cangar: 8 Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Wajib Dikunjungi

Beliau berharap, perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ini menjadi pengingat abadi bahwa di kota ini, setiap orang adalah saudara. Semangat keberagaman yang menyatu dalam satu rasa layaknya bumbu rujak diharapkan terus hidup hingga generasi-generasi mendatang.

Penutup yang Manis di Surabaya Expo Center

Seiring malam yang semakin larut, kemeriahan tak kunjung surut. Para pemenang lomba mengulek diumumkan, dan warga pun berpesta menikmati sajian rujak uleg gratis yang telah disiapkan. Transformasi eks THR-TRS menjadi SBEC pun dinilai sukses sebagai lokasi penyelenggaraan event berskala internasional.

Festival Rujak Uleg 2026 telah membuktikan bahwa tradisi lokal bisa bersanding apik dengan tren global. Dengan semangat “Rujak Phoria”, Surabaya tidak hanya siap menyambut pesta sepak bola dunia, tetapi juga siap menjadi barometer pariwisata berbasis budaya di Indonesia. Sampai jumpa di Festival Rujak Uleg tahun depan dengan inovasi yang pastinya akan jauh lebih mengejutkan!

“Semoga malam ini akan terus menjadi pengingat kita, bahwa Surabaya punya semangat untuk hari jadinya dengan menunjukkan kita saudara sampai ilah yaumil qiyamah,” pungkas Eri Cahyadi mengakhiri malam yang penuh sejarah tersebut.

Baca Juga Menelisik Rahasia Weton Sabtu Pon: Kalender Jawa 16 Mei 2026 dan Panduan Lengkap Bulan Mei
Menelisik Rahasia Weton Sabtu Pon: Kalender Jawa 16 Mei 2026 dan Panduan Lengkap Bulan Mei
Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *