Menjelajahi Permata Tersembunyi di Jalur Cangar: 8 Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Wajib Dikunjungi

Budi Santoso | ZonaKabar
25 Apr 2026, 15:57 WIB
Menjelajahi Permata Tersembunyi di Jalur Cangar: 8 Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Wajib Dikunjungi

ZonaKabar — Jalur pegunungan yang menghubungkan Pacet, Mojokerto menuju Kota Batu selalu menyimpan daya tarik magis bagi para pelancong. Di tengah liukan jalan yang membelah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, terdapat kawasan Cangar yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai episentrum keindahan alam yang masih sangat asri. Udara dingin yang menusuk tulang seketika terbayar lunas oleh hamparan pepohonan hijau dan kabut tipis yang menyelimuti perbukitan.

Kawasan ini menawarkan pelarian sempurna dari kebisingan kota. Bagi Anda yang mendambakan suasana tenang, suara gemericik air terjun, hingga relaksasi air panas alami, Cangar adalah jawaban yang tepat. Tim redaksi kami telah merangkum delapan destinasi wisata pilihan yang bisa Anda jadikan referensi saat merencanakan wisata alam di akhir pekan nanti. Mari kita bedah satu per satu pesona yang tersimpan di balik rimbunnya hutan Cangar.

1. Coban Kembar Watu Ondo: Keajaiban Air Terjun Berdampingan

Salah satu ikon di jalur Pacet-Batu adalah Coban Kembar Watu Ondo. Sesuai namanya, destinasi ini menyuguhkan dua aliran air terjun yang saling berhadapan di dalam satu kawasan lembah. Keunikan utamanya terletak pada perbedaan tinggi yang kontras; satu sisi menjulang gagah setinggi 69 meter, sementara sisi lainnya mengalir lembut dari ketinggian 15 meter. Fenomena alam ini menciptakan simfoni suara air yang menenangkan jiwa.

Baca Juga Renungan Pagi Kristen: Memilih Jalan Kebenaran di Tengah Godaan Reputasi Dunia
Renungan Pagi Kristen: Memilih Jalan Kebenaran di Tengah Godaan Reputasi Dunia

Nama “Watu Ondo” sendiri merujuk pada akses jalan menuju lokasi yang tersusun dari bebatuan menyerupai anak tangga. Berjalan menuruni lembah ini memberikan pengalaman petualangan kecil yang menyenangkan di bawah naungan pohon-pohon besar. Fasilitas di sini cukup lengkap, mulai dari area parkir yang memadai hingga spot foto yang dirancang untuk menangkap keindahan kedua air terjun dalam satu bingkai. Harga tiket masuknya sangat terjangkau, yakni Rp10.000 untuk wisatawan domestik, menjadikannya pilihan favorit bagi keluarga maupun para pecinta alam.

2. Air Terjun Watu Lumpang: Jejak Sejarah di Balik Tebing Berundak

Tak jauh dari Watu Ondo, terdapat Air Terjun Watu Lumpang yang memiliki karakter unik. Berbeda dengan air terjun pada umumnya yang jatuh secara vertikal tajam, aliran air di sini menyebar di atas tebing batu berundak yang melebar. Ketinggiannya masing-masing sekitar 30 dan 20 meter. Konon, lokasi ini memiliki keterikatan historis dengan Kerajaan Majapahit. Masyarakat setempat percaya bahwa para putri kerajaan sering menjadikan tempat ini sebagai lokasi pemandian dan meditasi.

Baca Juga Skandal Galian C di Mojokerto: 26 Tambang Ilegal Terbongkar Gerus Lahan Lindung dan Pertanian
Skandal Galian C di Mojokerto: 26 Tambang Ilegal Terbongkar Gerus Lahan Lindung dan Pertanian

Kepercayaan ini diperkuat dengan adanya batuan berbentuk lumpang (alat penumbuk padi tradisional) dan fragmen genting kuno di sekitar area air terjun. Suasana mistis namun menenangkan menyelimuti tempat ini, terutama saat kabut mulai turun. Bagi pengunjung yang ingin menikmati sejarah Majapahit dalam balutan alam, Watu Lumpang adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. Harga tiket masuknya pun sama dengan Watu Ondo, sehingga Anda bisa mengunjungi keduanya dalam satu rangkaian perjalanan.

3. Coban Canggu: Keindahan yang Tersembunyi di Desa Padusan

Bergeser sedikit ke arah lereng Gunung Welirang, tepatnya di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, berdirilah tegak Coban Canggu. Air terjun dengan ketinggian mencapai 80 meter ini menawarkan pemandangan tebing batu cadas yang eksotis. Keunggulan utama Coban Canggu adalah aksesibilitasnya yang sangat baik. Pengelola telah menyediakan jalur berupa paving block sepanjang 500 meter dari loket tiket, sehingga sangat ramah bagi wisatawan dari berbagai kalangan usia.

Airnya yang sangat jernih dan dingin menjadi daya tarik bagi siapa saja yang ingin sekadar mencuci muka atau bermain air di tepian kolam alaminya. Di sepanjang jalur menuju air terjun, Anda akan ditemani oleh panorama hutan yang masih sangat terjaga. Dengan harga tiket masuk yang hanya Rp10.000, Coban Canggu menjadi salah satu destinasi wisata Pacet yang paling konsisten dikunjungi wisatawan setiap minggunya.

Baca Juga Derby Jatim Membara: Misi Arema FC Hentikan Dominasi Persebaya di Tengah Badai Kelelahan
Derby Jatim Membara: Misi Arema FC Hentikan Dominasi Persebaya di Tengah Badai Kelelahan

4. Taman Hortensia: Hamparan Bunga di Kaki Gunung

Bagi Anda yang lebih menyukai estetika visual bunga-bungaan, Taman Hortensia adalah surga yang nyata. Di sini, ribuan bunga Hortensia (Hydrangea) tumbuh subur dengan aneka warna mulai dari biru langit, ungu, hingga merah muda. Terletak di dataran tinggi, bunga-bunga ini mekar dengan indah berlatarkan gunung yang menjulang tinggi, menciptakan suasana ala pedesaan di Eropa.

Taman ini menjadi primadona baru bagi para pengguna media sosial yang mencari spot foto estetik. Meskipun akses masuknya gratis (pengunjung hanya perlu membayar parkir), kesadaran pengunjung untuk menjaga keasrian sangat diperlukan. Sangat dilarang untuk memetik atau menginjak tanaman bunga agar keindahan ini bisa terus dinikmati oleh orang lain. Udara yang sejuk di taman ini menjadikannya tempat yang sangat cocok untuk healing sejenak dari penatnya rutinitas pekerjaan.

5. Puncak Brakseng: Negeri di Atas Awan

Berada di ketinggian 1.700 mdpl, Puncak Brakseng menyuguhkan lanskap pertanian dataran tinggi yang luar biasa. Dari titik ini, Anda bisa melihat hamparan perkebunan sayur yang tertata rapi seperti permadani hijau. Jika cuaca sedang cerah, kemegahan Gunung Arjuno dan Gunung Kawi akan terlihat dengan jelas dari kejauhan. Namun, daya tarik paling magis adalah saat kabut menyelimuti kawasan ini, yang membuat Anda seolah-olah sedang berdiri di atas awan.

Baca Juga Jejak Kriminal di Lamongan: Tim Jaka Tingkir Bekuk Maling Spesialis yang Gasak 3 Motor dalam 2 Hari
Jejak Kriminal di Lamongan: Tim Jaka Tingkir Bekuk Maling Spesialis yang Gasak 3 Motor dalam 2 Hari

Brakseng bukan sekadar tempat wisata, melainkan juga pusat pertanian warga lokal. Interaksi dengan para petani yang sedang memanen wortel atau kubis memberikan nuansa wisata edukasi yang organik. Kawasan ini buka 24 jam, namun waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat matahari terbit (sunrise) untuk mendapatkan pencahayaan yang paling dramatis. Jangan lupa membawa jaket tebal karena suhu di sini bisa turun drastis, terutama pada musim kemarau.

6. Bekas Pabrik Jamur: Nuansa Vintage dan Nostalgia

Wisata tidak selamanya harus berupa pemandangan alam murni. Bekas Pabrik Jamur yang terletak di Sumber Brantas menawarkan estetika berbeda yang sering disebut dengan gaya ‘industrial-vintage’. Bangunan tua yang sudah tidak beroperasi ini sekarang menjadi spot foto favorit karena arsitekturnya yang berkarakter. Dikelilingi oleh kebun sayur dan pepohonan hijau, bangunan ini memberikan kesan kontras yang menarik antara besi tua dan alam yang tumbuh subur.

Lokasi ini sangat cocok bagi Anda pecinta fotografi atau pembuat konten yang ingin menciptakan narasi visual yang unik. Aktivitas petani di sekitar lokasi juga menambah kesan hidup pada area yang dulunya merupakan pusat industri lokal ini. Menariknya, tidak ada tiket masuk resmi untuk area ini, sehingga pengunjung bisa dengan bebas mengeksplorasi sudut-sudut bangunan asalkan tetap menjaga keselamatan dan tidak merusak fasilitas yang ada.

Baca Juga Menyongsong Lebaran Haji 1447 H: Jadwal Sidang Isbat Idul Adha 2026 dan Panduan Libur Panjang Mei
Menyongsong Lebaran Haji 1447 H: Jadwal Sidang Isbat Idul Adha 2026 dan Panduan Libur Panjang Mei

7. Gua Jepang Cangar: Saksi Bisu Perjuangan Masa Lalu

Bagi para penggemar sejarah, Gua Jepang yang terletak tidak jauh dari pemandian air panas adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar. Gua ini merupakan sisa-sisa pertahanan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Dibangun dengan memanfaatkan kontur bukit, gua ini menjadi pengingat akan sejarah kelam masa penjajahan sekaligus kekaguman akan teknik konstruksi masa lalu yang mampu bertahan puluhan tahun.

Area sekitar gua kini telah dikembangkan sebagai jalur lintas alam dan jalur bersepeda. Suasananya yang rimbun dan sepi memberikan ketenangan tersendiri. Mengunjungi tempat ini tidak dipungut biaya, namun disarankan untuk tetap waspada dan membawa alat penerangan jika ingin melihat bagian dalam gua lebih dekat. Ini adalah cara yang menarik untuk memperkenalkan sejarah kepada generasi muda sambil tetap menikmati udara segar pegunungan.

8. Pemandian Air Panas Cangar: Penutup Perjalanan yang Sempurna

Perjalanan mengeksplorasi Cangar tidak akan lengkap tanpa berendam di Pemandian Air Panas Cangar. Air panas alami yang mengandung belerang ini berasal langsung dari kaki Gunung Welirang dengan suhu berkisar antara 35 hingga 45 derajat Celcius. Berendam di tengah udara pegunungan yang dingin adalah bentuk relaksasi terbaik untuk melepas lelah setelah seharian berkeliling.

Pemandian ini menyediakan berbagai jenis kolam, mulai dari kolam umum hingga kolam VIP bagi Anda yang menginginkan privasi lebih. Khasiat air belerang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan melancarkan sirkulasi darah. Dengan fasilitas yang terus diperbarui oleh pihak Tahura Raden Soerjo, tempat ini tetap menjadi primadona utama di kawasan Cangar. Tiket masuknya pun cukup kompetitif, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000, tergantung pada hari kunjungan Anda.

Itulah delapan rekomendasi destinasi wisata di sekitar Cangar yang bisa Anda kunjungi. Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima sebelum melewati jalur ini, mengingat kontur jalan yang menanjak dan menurun tajam. Selalu jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar keindahan alam Cangar tetap lestari untuk generasi mendatang. Selamat berlibur!

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *