Teror Gangster Bersenjata Celurit di Porong Sidoarjo: Warkop Diobrak-abrik, Pengunjung Kocar-kacir

Budi Santoso | ZonaKabar
10 Mei 2026, 13:44 WIB
Teror Gangster Bersenjata Celurit di Porong Sidoarjo: Warkop Diobrak-abrik, Pengunjung Kocar-kacir

ZonaKabar — Ketenangan malam di kawasan Porong, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi mencekam ketika sekelompok remaja yang diduga kuat merupakan anggota gangster melakukan aksi penyerangan brutal. Sebuah warung kopi (warkop) yang menjadi tempat berkumpul warga menjadi sasaran amuk kelompok bersenjata tajam tersebut, memicu kepanikan luar biasa di kalangan pengunjung dan warga sekitar.

Kronologi Aksi Brutal di Warkop Layang-Layang

Insiden yang terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) ini terjadi di Warkop Layang-Layang yang berlokasi di Desa Wunut, Kecamatan Porong. Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi, peristiwa memilukan ini berlangsung pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Video berdurasi 61 detik yang kini viral di berbagai platform media sosial memperlihatkan detik-detik menegangkan saat gerombolan remaja tersebut menyerbu masuk ke area warkop.

Awalnya, suasana di warkop tampak seperti malam-malam biasanya. Namun, situasi berubah drastis ketika sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba berhenti di depan warkop dan berlari masuk dengan tergesa-gesa. Mereka ternyata tengah berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kelompok lain yang jumlahnya jauh lebih banyak dan membawa berbagai jenis senjata tajam.

Baca Juga Transformasi Ikonik Kota Lama Surabaya: Pos Bloc Hadirkan Nafas Baru di Gedung Pos Kebon Rojo
Transformasi Ikonik Kota Lama Surabaya: Pos Bloc Hadirkan Nafas Baru di Gedung Pos Kebon Rojo

Tak lama kemudian, sekitar 15 orang remaja muncul dengan beringas. Tanpa mempedulikan keberadaan pengunjung lain, mereka merangsek masuk ke dalam warkop sambil mengacungkan celurit panjang. Aksi anarkis pun tak terhindarkan; mereka merusak fasilitas warkop, menabrak kursi-kursi, hingga menyasar sepeda motor yang terparkir di lokasi. Suasana berubah menjadi hiruk-pikuk dengan suara teriakan dan dentuman benda keras.

Kesaksian Penjaga Warkop: Detik-Detik Teror yang Menakutkan

Rico (19), penjaga Warkop Layang-Layang yang saat itu bertugas, mengaku masih merasa trauma dengan kejadian tersebut. Saat ditemui di lokasi, ia menceritakan betapa cepatnya peristiwa itu terjadi hingga dirinya tidak sempat memberikan perlawanan atau mengamankan diri dengan maksimal. Dalam rekaman CCTV, Rico tampak terpaku melihat warung tempatnya bekerja diobrak-abrik oleh massa yang gelap mata.

“Awalnya ada sekitar enam anak dari luar daerah lari masuk ke warkop minta tolong. Mereka terlihat sangat ketakutan karena dikejar oleh kelompok lain yang jumlahnya sekitar 15 orang. Yang mengejar itu bawa celurit besar, ada juga yang pakai ketapel dengan peluru bulat, dan besi panjang,” ungkap Rico dengan nada gemetar saat dikonfirmasi oleh tim ZonaKabar.

Baca Juga Jadwal Sholat Jawa Timur Hari Ini, Minggu 10 Mei 2026: Panduan Ibadah Lengkap untuk 38 Kota dan Kabupaten
Jadwal Sholat Jawa Timur Hari Ini, Minggu 10 Mei 2026: Panduan Ibadah Lengkap untuk 38 Kota dan Kabupaten

Menurut Rico, saat kejadian ada sekitar lima pengunjung lain yang sedang asyik menikmati kopi. Kehadiran gangster yang membawa senjata tajam membuat para pengunjung ini tidak berkutik. Mereka hanya bisa terdiam dan berharap tidak menjadi korban sasaran senjata tajam. Kerusakan fisik di warkop cukup terlihat, mulai dari asbes yang bolong akibat peluru ketapel hingga kabel-kabel listrik yang terputus akibat sabetan benda tajam.

Respon Pemilik Warkop dan Dampak Kerugian

Tio (28), selaku pemilik Warkop Layang-Layang, mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Ia sedang beristirahat di rumahnya dan baru mengetahui insiden tersebut pada pagi hari melalui laporan karyawannya serta video yang sudah tersebar luas. Tio menegaskan bahwa usahanya tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan perselisihan antar kelompok tersebut; warkopnya hanya menjadi lokasi pelarian korban.

“Saya sedang tidur di rumah saat itu. Begitu bangun, saya kaget mendapat kabar warung saya diobrak-abrik. Saya tegaskan, kejadian ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pihak warkop atau pengunjung tetap kami. Ini murni aksi kelompok luar yang masuk ke sini,” jelas Tio. Meskipun mengalami kerugian materiil, Tio merasa bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Baca Juga Skandal Narkotika di Ujung Timur: Polresta Banyuwangi Amankan 2 Kg Sabu Jaringan Lapas, Kurir Kediri Tak Berkutik
Skandal Narkotika di Ujung Timur: Polresta Banyuwangi Amankan 2 Kg Sabu Jaringan Lapas, Kurir Kediri Tak Berkutik

Ia juga menambahkan bahwa beberapa kerusakan kecil seperti asbes yang berlubang dan kursi yang berantakan telah diperbaiki secara mandiri agar operasional warkop bisa kembali berjalan. Namun, rasa aman masyarakat kini menjadi pertaruhan. Kejadian kriminalitas remaja seperti ini dianggap sangat meresahkan bagi pelaku usaha kecil yang beroperasi hingga dini hari.

Langkah Kepolisian dan Penyelidikan Kasus

Pihak kepolisian dari Polsek Porong bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai keributan tersebut. Kapolsek Porong, Kompol Madya Wira Aji Kusuma, membenarkan adanya peristiwa penyerangan oleh sekelompok remaja tersebut. Tim penyidik telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata, termasuk memeriksa rekaman CCTV yang ada.

“Kami sudah menerima laporannya dan anggota sudah turun ke lapangan. Benar ada pengejaran antar kelompok remaja hingga masuk ke dalam area warkop. Kami juga mengonfirmasi adanya penggunaan senjata tajam jenis celurit dalam aksi tersebut,” ujar Kompol Wira. Kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi identitas para pelaku yang terekam kamera.

Baca Juga Dampak Tragedi Bekasi: Perjalanan KA Jayabaya Malang-Jakarta Dibatalkan demi Keselamatan
Dampak Tragedi Bekasi: Perjalanan KA Jayabaya Malang-Jakarta Dibatalkan demi Keselamatan

Menariknya, warga sempat mengamankan tiga orang remaja tak lama setelah kejadian karena dicurigai sebagai bagian dari komplotan gangster tersebut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan intensif di kantor polisi, ketiganya dinyatakan tidak terlibat. “Ada tiga remaja yang sempat diamankan warga, namun setelah kami periksa ternyata mereka hanya kebetulan melintas di area tersebut. Karena tidak terbukti terlibat, mereka sudah kami pulangkan ke orang tua masing-masing,” tambahnya.

Fenomena Gangster dan Urgensi Keamanan Wilayah

Maraknya aksi gangster motor di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya menjadi catatan merah bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Kejadian di Porong ini bukanlah yang pertama kali, dan jika tidak ditangani dengan serius, dikhawatirkan akan memicu aksi serupa di wilayah lain. Pola penyerangan yang melibatkan remaja usia sekolah ini menunjukkan adanya masalah sosial yang lebih dalam, mulai dari kurangnya pengawasan orang tua hingga pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan.

Keamanan publik di Sidoarjo harus kembali diperketat, terutama melalui patroli rutin di jam-jam rawan. Masyarakat berharap agar pihak berwajib tidak hanya memberikan himbauan, tetapi juga tindakan tegas yang memberikan efek jera bagi para pelaku tawuran dan gangster. Kehadiran polisi di titik-titik kumpul seperti warkop atau area publik pada malam hari sangat diharapkan untuk mencegah terjadinya gesekan antar kelompok.

Baca Juga Operasi Skala Besar di Kawasan GOR Ken Arok: Polsek Kedungkandang Sita Ratusan Botol Miras Ilegal
Operasi Skala Besar di Kawasan GOR Ken Arok: Polsek Kedungkandang Sita Ratusan Botol Miras Ilegal

Redaksi ZonaKabar terus memantau perkembangan kasus ini hingga para pelaku benar-benar tertangkap. Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat pergerakan kelompok remaja yang mencurigakan di lingkungan masing-masing. Keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama antara polisi, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

Tips Keamanan Bagi Pemilik Usaha Malam

Melihat tren gangguan kamtibmas yang meningkat, pemilik usaha yang buka hingga dini hari disarankan untuk meningkatkan sistem keamanan mandiri. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:

  • Memasang kamera CCTV dengan kualitas HD yang mencakup area parkir dan pintu masuk.
  • Berkoordinasi dengan perangkat desa atau petugas keamanan setempat untuk pemantauan rutin.
  • Menyimpan nomor darurat kepolisian terdekat agar bisa segera dihubungi saat situasi mulai memanas.
  • Memastikan pencahayaan di sekitar lokasi usaha cukup terang agar meminimalisir niat jahat pelaku kriminal.

Mari kita jaga Sidoarjo agar tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif bagi siapa saja. Jangan biarkan aksi segelintir oknum merusak ketentraman yang telah kita bangun bersama.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *