Tragedi Tanggul Jebol Mangkang Kulon: Perjuangan Tim SAR Temukan Lansia yang Hanyut Terseret Arus

Aris Munandar | ZonaKabar
16 Mei 2026, 11:41 WIB
Tragedi Tanggul Jebol Mangkang Kulon: Perjuangan Tim SAR Temukan Lansia yang Hanyut Terseret Arus

ZonaKabar — Suasana duka menyelimuti Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, setelah sebuah insiden memilukan merenggut nyawa seorang warga lanjut usia. Maryam (70), yang tengah berada di kediamannya, tidak sempat menyelamatkan diri saat air bah tiba-tiba menerjang akibat jebolnya tanggul sungai di depan rumahnya. Pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu pagi, meski dalam kondisi yang tidak diinginkan oleh keluarga manapun.

Kejadian ini bermula pada Jumat petang (15/5/2026), sekitar pukul 18.30 WIB, saat kawasan Mangkang Kulon dan sekitarnya tengah dihantui oleh peningkatan debit air sungai. Secara tak terduga, struktur tanggul yang menjadi benteng pertahanan pemukiman warga tersebut menyerah pada tekanan arus yang begitu kuat. Limpasan air yang besar langsung menyapu area di sekitarnya, termasuk teras rumah Maryam yang saat itu sedang berada di luar.

Kronologi Petaka di Jumat Petang

Menurut laporan lapangan yang dihimpun oleh tim redaksi, peristiwa ini terjadi begitu cepat. Tanggul jebol tersebut melepaskan debit air dalam jumlah besar yang langsung mengarah ke pemukiman warga di Mangunharjo. Maryam, yang sudah berusia senja, dilaporkan sedang berada di depan rumahnya sesaat sebelum musibah terjadi. Arus yang datang tiba-tiba tidak memberikan cukup waktu bagi korban untuk berlindung ke tempat yang lebih tinggi.

Baca Juga Skandal Kelam di Pekalongan: Pimpinan Pondok Pesantren Diduga Cabuli Puluhan Santriwati Selama Belasan Tahun
Skandal Kelam di Pekalongan: Pimpinan Pondok Pesantren Diduga Cabuli Puluhan Santriwati Selama Belasan Tahun

Saksi mata menyebutkan bahwa suara gemuruh air yang menghantam bangunan sempat terdengar sebelum akhirnya kepanikan pecah di antara warga. Maryam seketika hilang dari pandangan, terseret oleh derasnya arus yang meluap ke jalanan dan selokan di sekitar pemukiman. Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak berwajib, memicu operasi pencarian darurat di tengah kegelapan malam.

Operasi Pencarian Melibatkan Puluhan Personel

Upaya pencarian tidak berjalan mudah. Medan yang terendam air dan kondisi malam hari yang minim pencahayaan menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan. Setidaknya ada sekitar 60 personel yang dikerahkan, terdiri dari unsur kepolisian, Basarnas, relawan, serta warga setempat yang bahu-membahu menyisir setiap sudut aliran air dan selokan di wilayah Mangkang Kulon.

Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widiyanto, menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan secara cepat sejak laporan pertama diterima. “Kami bersama tim gabungan terus berupaya melakukan penyisiran sejak semalam. Fokus kami adalah sepanjang jalur limpasan air dan selokan-selokan besar yang terhubung dengan sungai utama,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian. Kesigapan warga dalam membantu petugas menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi di tengah musibah berita Semarang ini.

Baca Juga Jeritan Warga di Balik Proyek Turunan Gombel Semarang: Hunian Rusak Akibat Getaran Alat Berat
Jeritan Warga di Balik Proyek Turunan Gombel Semarang: Hunian Rusak Akibat Getaran Alat Berat

Penemuan Jasad Korban di Sabtu Pagi

Setelah pencarian yang melelahkan selama belasan jam, titik terang akhirnya muncul pada Sabtu (16/5) pagi. Sekitar pukul 07.45 WIB, petugas menemukan tubuh korban dalam posisi tertelungkup di sebuah selokan. Lokasi penemuan ini berada sekitar 800 meter dari titik awal di mana korban dilaporkan hilang terseret arus.

“Sudah ditemukan. Sekitar 800-an meter dari TKP tadi malam. Kondisinya ditemukan tertelungkup di selokan,” konfirmasi Kompol Fajar Widiyanto dengan nada berat. Penemuan jasad Maryam membawa kesedihan mendalam bagi keluarga yang telah menunggu kepastian sejak Jumat malam. Evakuasi korban segera dilakukan dengan protokol yang berlaku untuk kemudian dibawa ke rumah duka guna proses pemakaman.

Analisis Kerentanan Wilayah Mangkang Kulon

Wilayah Mangkang dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah yang rawan terdampak luapan sungai, terutama saat intensitas hujan tinggi di wilayah hulu. Masalah cuaca ekstrem yang kerap melanda Kota Semarang menuntut ketahanan infrastruktur yang lebih mumpuni. Jebolnya tanggul di Mangunharjo ini menjadi alarm keras bagi pemerintah kota dan dinas terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kekuatan tanggul-tanggul di sepanjang aliran sungai di Tugu dan Ngaliyan.

Baca Juga Tragedi Pilu di Museum Ranggawarsita: Bocah SD Meninggal Dunia Usai Tertimpa Patung, Ini Kronologi Lengkapnya
Tragedi Pilu di Museum Ranggawarsita: Bocah SD Meninggal Dunia Usai Tertimpa Patung, Ini Kronologi Lengkapnya

Banyak warga berharap adanya perbaikan permanen dan peninggian tanggul agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kehilangan nyawa seorang warga senior seperti Maryam bukan hanya tragedi keluarga, tetapi juga luka bagi masyarakat setempat yang merasa keamanan tempat tinggal mereka terancam setiap kali musim penghujan tiba. Faktor sedimentasi dan penyempitan aliran sungai diduga juga menjadi penyebab meningkatnya beban tekanan pada tanggul yang sudah ada.

Pentingnya Kewaspadaan Terhadap Bencana Hidrometeorologi

Tragedi yang menimpa Maryam mengingatkan kembali akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS). Para lansia dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan dalam situasi darurat seperti banjir bandang atau tanggul jebol. Edukasi mengenai langkah-langkah mitigasi mandiri perlu terus digalakkan agar warga tahu apa yang harus dilakukan dalam hitungan detik saat air mulai masuk ke pemukiman.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan kondisi debit sungai di sekitar mereka. “Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada, terutama jika tinggal berdekatan dengan tanggul sungai. Jika melihat ada rembesan atau tanda-tanda kerusakan pada tanggul, segera laporkan agar bisa diantisipasi lebih awal,” tambah Kompol Fajar.

Baca Juga Drama 6 Jam Jelang Akad: Kronologi Lengkap Calon Pengantin di Pati Kabur Bersama Kekasih ke Jepara
Drama 6 Jam Jelang Akad: Kronologi Lengkap Calon Pengantin di Pati Kabur Bersama Kekasih ke Jepara

Penutup: Duka yang Tak Terlupakan

Kepergian Maryam meninggalkan duka yang mendalam bagi kerabat dan tetangga. Sebagai sosok yang dikenal ramah di lingkungannya, kehilangannya dirasakan oleh banyak orang. Hingga berita ini diturunkan, rumah duka di Mangunharjo terus didatangi oleh pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Sementara itu, pihak berwenang terus memantau titik tanggul yang jebol guna memastikan tidak ada ancaman susulan bagi warga sekitar.

Kejadian ini akan tercatat dalam sejarah kebencanaan di Kota Semarang sebagai pengingat akan dahsyatnya kekuatan alam dan pentingnya kesiapan infrastruktur publik. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini, dan semoga langkah-langkah konkret segera diambil oleh pemangku kebijakan demi menjamin keselamatan warga di masa depan.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *