8 Amalan Sunnah di Bulan Dzulhijjah: Raih Keutamaan Berlipat Ganda dan Pahami Larangannya

Aris Munandar | ZonaKabar
19 Mei 2026, 09:45 WIB
8 Amalan Sunnah di Bulan Dzulhijjah: Raih Keutamaan Berlipat Ganda dan Pahami Larangannya

ZonaKabar — Memasuki penghujung kalender Hijriah, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya bulan Dzulhijjah dengan penuh suka cita. Bukan sekadar penutup tahun, Dzulhijjah merupakan momentum emas yang sarat akan nilai spiritualitas dan kesempatan untuk mendulang pahala yang tak terhingga. Dalam tradisi Islam, sepuluh hari pertama di bulan ini bahkan disebut-sebut sebagai waktu terbaik yang melebihi keutamaan jihad di jalan Allah SWT, kecuali bagi mereka yang syahid.

Bulan Dzulhijjah sering kali diidentikkan dengan pelaksanaan ibadah haji di tanah suci Makkah dan penyembelihan hewan kurban. Namun, bagi umat Muslim yang belum berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima tersebut, pintu keberkahan tetap terbuka lebar melalui berbagai amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Memahami dan mengamalkan ibadah-ibadah ini bukan hanya soal mengejar pahala, melainkan bentuk peningkatan kualitas iman dan takwa kita sebagai hamba.

Keistimewaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Mengapa sepuluh hari pertama Dzulhijjah begitu istimewa? Merujuk pada berbagai literatur Islam, termasuk buku Memburu Syurga di Bulan Istimewa karya Miftah Fauzi, periode ini merupakan puncak dari ketaatan seorang hamba. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari tersebut.

Baca Juga Misteri Teror Pria Bugil di Wonorejo Karanganyar: Aksi Nekat Masuk Kamar hingga Teka-Teki Malam Legi
Misteri Teror Pria Bugil di Wonorejo Karanganyar: Aksi Nekat Masuk Kamar hingga Teka-Teki Malam Legi

Penting bagi kita untuk menyusun strategi ibadah agar momentum ini tidak berlalu begitu saja. Berikut adalah rangkuman mendalam mengenai delapan amalan sunnah yang dapat Anda kerjakan untuk meraih rida-Nya.

1. Marathon Puasa di 10 Hari Pertama

Salah satu amalan yang sangat ditekankan adalah berpuasa pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puasa ini merupakan bentuk pengendalian diri dan penyucian jiwa sebelum merayakan Idul Adha. Puasa Dzulhijjah pada awal bulan ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah SAW memberikan gambaran bahwa setiap hari puasa di periode ini pahalanya setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

2. Menghidupkan Malam dengan Ibadah (Qiyamul Lail)

Tidak hanya di siang hari, malam-malam pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga memiliki aura spiritual yang kuat. Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam dengan shalat tahajud, tilawah Al-Qur’an, dan doa-doa panjang. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi, disebutkan bahwa beribadah di setiap malam pada periode ini memiliki keutamaan yang menyerupai ibadah pada malam Lailatul Qadar. Ini adalah kesempatan bagi kita yang merasa melewatkan keberkahan di bulan Ramadhan lalu.

Baca Juga Misteri dan Makna Weton Jumat Pon: Panduan Lengkap Kalender Jawa 1 Mei 2026 dan Hitungan Neptunya
Misteri dan Makna Weton Jumat Pon: Panduan Lengkap Kalender Jawa 1 Mei 2026 dan Hitungan Neptunya

3. Melangitkan Dzikir: Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Suasana bulan Dzulhijjah seyogianya diwarnai dengan gema dzikir. Memperbanyak ucapan Laa ilaha illallah (tahlil), Allahu Akbar (takbir), dan Alhamdulillah (tahmid) adalah perintah langsung yang disunnahkan. Dzikir-dzikir ini berfungsi untuk menjaga hati agar tetap terpaut kepada sang Khalik di tengah kesibukan duniawi. Anda bisa mencari panduan lebih lanjut mengenai keutamaan dzikir untuk memperdalam pemahaman spiritual Anda.

4. Memperbanyak Amal Saleh Secara Umum

Pintu kebaikan di bulan ini tidak terbatas. Segala bentuk amal saleh, mulai dari bersedekah, membantu tetangga, menyambung tali silaturahmi, hingga sekadar memberikan senyuman tulus, akan dilipatgandakan pahalanya. Allah sangat mencintai hamba-Nya yang proaktif dalam menebar kemanfaatan bagi sesama di waktu-waktu yang mulia ini.

5. Menjalankan Puasa Tarwiyah

Secara khusus pada tanggal 8 Dzulhijjah, umat Islam disunnahkan melaksanakan Puasa Tarwiyah. Meskipun terdapat diskusi di kalangan ulama mengenai derajat haditsnya, mayoritas ulama tetap menganjurkan puasa ini sebagai bagian dari fadha’ilul a’mal atau keutamaan dalam beramal. Puasa ini menjadi persiapan mental dan fisik sebelum memasuki hari puncak Arafah.

Baca Juga Ketegangan Malam di Magelang: Polres Magelang Kota Gagalkan Rencana Tawuran Berdarah, 15 Remaja Diamankan
Ketegangan Malam di Magelang: Polres Magelang Kota Gagalkan Rencana Tawuran Berdarah, 15 Remaja Diamankan

6. Puncak Pengampunan di Puasa Arafah

Inilah puasa yang paling dinantikan. Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, Puasa Arafah membawa janji luar biasa dari Allah SWT. Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sebuah kompensasi ilahi yang sangat besar bagi hamba-Nya yang mau bersusah payah menahan lapar dan dahaga selama satu hari saja.

7. Berkurban sebagai Wujud Syukur

Puncak dari perayaan Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban. Amalan ini bukan sekadar ritual menyembelih sapi atau kambing, melainkan simbol ketundukan total seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS. Ibadah kurban merupakan jembatan sosial untuk berbagi kebahagiaan dengan kaum dhuafa sekaligus sarana mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah.

8. Menunaikan Ibadah Haji bagi yang Mampu

Tentu saja, amalan paling utama di bulan Dzulhijjah adalah melaksanakan ibadah haji. Ini adalah panggilan suci yang menjadi impian setiap Muslim. Bagi mereka yang Allah mampukan secara fisik dan finansial, berangkat ke tanah suci adalah bentuk penyempurnaan rukun Islam yang pahalanya tidak lain adalah surga.

Baca Juga Era Baru Birokrasi Semarang: Handi Priyanto Resmi Dilantik sebagai Sekda Definitif
Era Baru Birokrasi Semarang: Handi Priyanto Resmi Dilantik sebagai Sekda Definitif

Larangan yang Harus Diperhatikan di Bulan Dzulhijjah

Selain mengejar pahala melalui amalan sunnah, terdapat beberapa batasan atau larangan yang perlu diperhatikan oleh umat Muslim agar ibadahnya tetap sempurna dan sesuai tuntunan syariat.

  • Memotong Rambut dan Kuku bagi Pekurban: Bagi Anda yang berniat melaksanakan ibadah kurban, terdapat larangan untuk memotong rambut dan kuku sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih. Hal ini bertujuan agar seluruh bagian tubuh saksi ibadah tersebut tetap utuh saat mendapatkan rahmat Allah.
  • Diharamkan Berpuasa pada Idul Adha: Tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari kemenangan dan hari makan-minum. Oleh karena itu, hukum berpuasa pada hari ini adalah haram.
  • Larangan Puasa pada Hari Tasyrik: Selain hari raya, umat Islam juga dilarang berpuasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah yang dikenal sebagai hari Tasyrik. Hari-hari ini diperuntukkan bagi umat Muslim untuk menikmati hidangan daging kurban dan terus berdzikir kepada Allah.

Bulan Dzulhijjah adalah madrasah spiritual yang mengajarkan kita tentang pengorbanan, kesabaran, dan ketaatan. Dengan memaksimalkan amalan sunnah dan menjauhi larangannya, kita berharap dapat keluar dari bulan ini sebagai pribadi yang lebih bersih dan bertakwa. Mari jadikan setiap detik di bulan mulia ini sebagai investasi abadi di akhirat kelak.

Baca Juga Drama di Manahan: Persis Solo Menang Tipis, Pesta Flare, dan Pesan Menohok untuk Manajemen di Ujung Musim
Drama di Manahan: Persis Solo Menang Tipis, Pesta Flare, dan Pesan Menohok untuk Manajemen di Ujung Musim
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *